NovelToon NovelToon
Simpanan Majikan Ku

Simpanan Majikan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Selingkuh / Cinta Terlarang / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ajani Wuhhgy

Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.

Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Merindukan Mu

Seharian Natasya memutuskan untuk berada di salon milik tantenya. Membantu beberapa tamu yang datang hendak melakukan perawatan, selain seorang model Natasya juga begitu menggemari berbagai macam teknik kecantikan seperti yang di tekuni tantenya itu.

Beberapa kali Sam menghubungi nya namun wanita itu cukup malas untuk berbicara dengan nya.

" Sayang, sam menelfon mu dari tadi kenapa tidak di angkat?. " Seru Rita melihat keponakan nya sedang bersama dengan seorang tamu.

" Tante ini kayaknya gak tahu sam dia pasti ingin tahu keberadaan ku dan apa yang sedang aku lakukan, lagian gak aku gak usah seperti. " Rita meminta pekerjaan untuk meneruskan apa yang di mulai Natasya.

" Kemari lah.. " Natasya menghela nafas pelan melepas sarung tangan nya kemudian mengikuti langkah kaki Rita.

Rita menatap jam di pergelangan tangannya.

" Wajar jika Sam terus menghubungi mu lihat lah sudah hampir pukul 5 sore Natasya dan kamu belum juga kembali ke rumah. "

" Aku sudah bilang jika Natasya mau ke salon tante dan mau ke rumah bunda juga. "

" Tapi seharian kamu disini bukan?. " Natasya memutar mata nya jengkah.

" Tante ngusir Natasya ni ceritanya?. "

" Kamu ini sudah dewasa lagi hamil juga kenapa sih masih kayak anak kecil, udah ah sana pulang kasihan suami mu nunggu. "

" Iya tante.. " Natasya mengambil ponselnya dan memasukan nya kedalam tas. Tangan Rita menyentuh tangan Natasya menahan nya.

" Boleh tante bicara sebentar.. " Natasya menganguk kemudian duduk kembali di samping tante nya.

" Natasya tante minta kamu untuk lebih fokus pada hubungan mu dengan Sam nak, yang sudah berlalu tidak bisa kah kamu lewati dan lupakan. Tante tahu memang tidak mungkin di lupakan tapi Natasya... apa yang kamu tanam sekarang akan kamu tuai kemudian hari nak walaupun tante tahu apa sebabnya.. " Natasya menarik tangannya perlahan.

" Jika tante meminta Natasya melakukan hal yang lain mungkin Natasya bisa tante, tapi jika tante minta Natasya melupakan rasa sakit Aca sama bunda maaf aca gak bisa.. " Natasya langsung beranjak pergi dari hadapan Rita yang merasa bersalah sudah berkata sedemikian tapi semua itu demi kebaikan keponakan nya itu.

Sherly asisten kepercayaan Rita menghampiri wanita itu yang menunduk merasa bersalah.

" Buk, mbk Aca itu sudah melewati semua batasan loh mau sampai kapan dendam itu menutupi hati nuraninya buk?. Saya khawatir nanti dia akan menghancurkan dirinya sendiri buk.. "

" Ibu juga bingung Sherly harus bagaimana lagi menghadapi anak itu, Amaya pasti sedih melihat putri nya menanggung semua itu sendiri dan aku sebagai tante nya tidak bisa berbuat apapun. " Gumam Rita. Sherly menggelus lembut punggung Rita.

" Seberat itu ya buk, yang harus di tanggung mbk Natasya selama ini. Belum lagi dia malah hamil dan gimana kalau.. "

" Sherly tutup mulut mu, kita berada di klinik bukan du rumah jangan sampai ada orang yang mendengar ucapan mu itu. Itu bisa menjadi masalah besar nantinya. " Ucap Rita membuat Sherly terdiam takut melihat wanita itu menatap nya tajam.

" Maaf buk. "

" Sudah lah ayo kembali berkerja sebentar lagi kita tutup saja kepala saya pusing sekali. " Sherly mengangguk mendengar ucapan Rita.

***

Natasya yang memesan sebuah taksi kini sudah menuju rumah Wijaya. Tak lupa wanita itu menghubungi Sam untuk memberitahu nya jika dia segera pulang ke rumah.

Di rumah Wijaya

Sam yang sedang duduk sembari menikmati segelas kopi yang baru saja di antar Alexsa merasa lega saat Natasya menghubungi nya akan segera kembali.

" Dari mana saja dia, seharian tidak kembali dan tidak memberiku kabar seperti biasa. " Gumam Sam. Mata pria itu melihat keberadaan Alexsa yang berjalan ke arah paviliun.

Dengan cepat Sam berlari menghampiri Alexsa tangan besar nya menahan tangan gadis itu hingga tubuh nya menabrak dada bidang Sam, aroma maskulin yang begitu membuat nya nyaman kini bisa ia rasakan kembali.

" Aku rindu Alesa.. " Gumam Sam mempererat pelukan nya pada tubuh mungil Alexsa. Gadis itu menikmati pelukan erat pria yang lebih pantas menjadi ayahnya itu menyandarkan kan kepalanya dan menghirup dalam aroma tubuh Sam.

" Apa kamu tidak merindukan ku Alexsa, setiap malam ku selalu teringat dirimu ingin sekali aku merasakan detak jantung mu yang keras. " Gumam Sam.

" Aku juga begitu merindukan setiap pelukan mu kak, tapi aku sendiri sadar aku tidak bisa memiliki mu secara utuh aku sadar harus bisa mengendalikan diriku sendiri. Jika bu Laras tahu hubungan ini bagaimana?. "

" Aku akan tetap mempertahankan mu apapun yang terjadi, tetap disini bersama ku Alexsa kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang belum terjadi. " Sam menatap mata indah Alexsa dengan keyakinan nya.

Alexsa berjinjit mengecup bibir Sam sekilas entah keberanian dari mana gadis remaja itu kini sudah berani memajukan dirinya sendiri untuk Sam, sedangkan Sam hanya tertawa pelan melihat pipi merah Alexsa setelah menciumnya.

" Seperti nya kamu begitu merindukan Alexsa... " Sam memajukan wajahnya dan mulai melumat bibir merah muda Alexsa tanpa penolakan. Gadis itu mengalungkan kedua tangannya pada leher Sam.

Tak lama Natasya sudah sampai di kediaman Wijaya.

" Kembali ke setelan awal. " Ucap nya kemudian berjalan masuk ke arah rumah.

Ketukan sepatu hills yang di pakai wanita itu bergema di penjuru rumah. Natasya berjalan ke lantai 2 kamarnya dan Sam berada, rumah itu nampak sudah benar-benar sepi seperti tidak berpenghuni.

Clek

Baru saja pintu terbuka mata Natasya sudah di suguhi dengan pemandangan dada telanjang Sam yang berdiri di balkon kamar sembari menghisap rokoknya.

Sam yang segera mematikan rokoknya saat Natasya masuk dan menutup pintu kamar mereka, Setelah puas melepas rindu dengan Alexsa Sam langsung kembali ke kamarnya menenangkan dirinya yang sudah menegang sembari menunggu Natasya pulang.

" Baru pulang. " Seru Sam.

Natasya duduk di pinggir kasur dengan Sam yang mendekati wanita itu dan berjongkok di depannya, memegang kaki mulus Natasya dan melepaskan hills yang masih terpasang indah di kaki nya.

" Dia pria yang baik perhatian lembut, tapi kenapa aku tidak bisa mencintai nya saja?. " Batin Natasya diam memperhatikan sikap lembut Sam padanya sejak dulu saat mereka baru bersama.

" Aku tidak ingin kamu terus menggunakan sepatu seperti ini Natasya, bagaimana jika kaki mu terkilir dan jatuh?. " Mata sayu pria itu menatap Natasya dengan lembut membuat hati nya bergetar.

" Semua nya aku tidak boleh pakaian seperti itu, baiklah aku tidak akan menggunakan apapun jika memang kamu menginginkan nya. " Natasya berdiri melepas kan gaun nya di depan Sam yang masih berjongkok di bawahnya nya.

Tubuh mulus nya terekspos sempurna membuat Sam tersenyum penuh arti melihat kemolekan tubuh Natasya dan juga baby bump nya yang mulai terlihat, Natasya menyisakan pakaian dalam berwarna merah menyala nya saja di hadapan Sam yang kini mulai berdiri lebih tinggi dari tubuh nya.

Sam mengelus lembut perut buncit Natasya mengecupnya dengan lembut membuat wanita itu menahan dirinya, kecupan itu naik ke atas hingga berhenti di dua gunung kembar milik nya yang kini sudah tidak tertutup apapun.

Sam mengulum nya lembut menyerap nya seperti seorang bayi yang begitu kehausan, Sam melampiaskan keinginan nya terhadap Alexsa pada Natasya istrinya. Dia tidak ingin merusak gadis itu begitu saja tanpa setatus yang jelas.

1
si kecil nikkey
dahlah ruwett..rumitt...Alexa juga GK jelas...kau menanam angin Alexa takutnya menuai badai bukan angin sepoi sepoi😄
Ajani Wuhhgy: angin badai ini kak🤣
total 1 replies
Ajani Wuhhgy
Terima kasih komen nya kakak
si kecil nikkey
setres sendirian aja sam, jng buat orang lain celaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!