NovelToon NovelToon
Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Erick-Melina Dosen Dan Mahasiswinya

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dosen / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Melina Lamthana tak pernah merencanakan untuk jatuh cinta ditahun pertamanya kuliah. Ia hanya seorang mahasiswi biasa yang mencoba banyak hal baru dikampus. Mulai mengenali lingkungan kampus yang baru, beradaptasi kepada teman baru dan dosen. Gadis ini berasal dari SMA Chaya jurusan IPA dan Ia memilih jurusan biologi murni sebagai program studi perkuliahannya dikarenakan juga dirinya menyatu dengan alam.

Sosok Melina selalu diperhatikan oleh Erick Frag seorang dosen biologi muda yang dikenal dingin, cerdas, dan nyaris tak tersentuh gosip. Mahasiswi berbondong-bondong ingin mendapatkan hati sang dosen termasuk dosen perempuan muda. Namun, dihati Erick hanya terpikat oleh mahasiswi baru itu. Apakah mereka akan bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Apartemen itu sudah tampak sepi. Melina berbaring di tempat tidurnya, dengan lampu kamar yang biasanya dimatikan sengaja, hanya menyisakan cahaya lampu dari dapur.

Sejak Bunga pulang kampung, dia belum sepenuhnya merasa nyaman di ruangan itu. Bukan perubahan ruangan yang mengganggu, melainkan kesunyian yang hanya terpecah oleh suaranya sendiri.

Dia menatap ke langit-langit kamarnya, berusaha untuk menutup matanya, namun pikirannya tak berhenti berpikir. Ponselnya bergetar di meja samping tempat tidur. Terdapat pesan baru. Itu berasal dari Erick. Ia tidak segera membukanya. Dia menarik napas dalam-dalam, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu yang sudah lama ada di pikirannya.

@Erick: "Melina, kalau kamu masih belum tidur, mau keluar sebentar? Untuk makan malam. Seperti biasa."

Ungkapan "seperti biasa" terasa asing saat ini. Melina duduk diranjangnya, bersandar pada sandaran kepala tempat tidurnya. Dia membaca pesan itu dua kali. Tak perlu terburu-buru. Tanpa emoji dan tidak ada kata-kata manis.

Dia melihat jam. Hampir pukul delapan malam. Normalnya, pada waktu ini, dia bersama Erick. Entah untuk makan, duduk di mobil, atau berbicara soal hal-hal random. Namun malam ini terasa berbeda. Terlalu banyak hal telah berubah dalam beberapa hari terakhir. Dia mengetik balasan, menghapus tulisan itu, lalu mengetik lagi.

@Melinaa_: "Aku bisa. Tapi hanya sebentar."

Balasan Erick datang dengan cepat.

@Erick: "Ya. Aku akan menjemputmu."

Melina berdiri, menuju kamar mandi, dan mencuci wajahnya. Dia tak memakai banyak make-up, hanya sedikit bedak dan lip balm.

Rambutnya dibiarkan terurai. Dia mengenakan jaket tipis dan sepatu yang nyaman. Dia tidak berusaha tampil menarik. Dia hanya ingin terlihat biasa.

Sepuluh menit kemudian, mobil Erick berhenti di depan apartemen. Melina keluar, mengetuk jendela samping, dan masuk tanpa bicara.

"Hai," ujarnya singkat.

"Hai," jawab Erick.

Mobil dihidupkan. Mereka belum bergerak. Erick sepertinya ingin berkata sesuatu, tetapi akhirnya hanya memegang setir dan mengemudi perlahan.

Suasana perjalanan malam itu terasa tidak asing. Tidak ada musik yang keras dan ada pembicaraan santai seperti biasanya. Kota masih ramai, lampu jalan tetap menyala, namun di dalam mobil, suasana sepi bukan sunyi yang canggung, tetapi sunyi yang penuh dengan kehati-hatian.

"Mau makan di mana? " tanya Erick.

"Terserah," jawab Melina tanpa basa-basi.

Mereka berhenti di restoran kesukaan mereka. Restoran itu tidak romantis. Harganya pun tidak terlalu mahal. Hanya sebuah restoran sederhana yang buka hingga larut malam, pilihan yang sering mereka kunjungi setelah bekerja. Pelayan memandu mereka menuju meja di sudut. Mereka duduk berhadapan.

Melina menyadari satu hal kecil biasa, Erick duduk di sampingnya. Namun malam ini, dia tidak melakukannya. Dia tidak yakin apakah hal itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, tetapi jarak itu terasa penting.

...****************...

Mereka memesan makanan tanpa banyak bicara. Erick memilih hidangan yang sama seperti biasanya. Melina pun begitu.

"Apa kabarmu sekarang? " tanya Erick setelah pelayan pergi.

"Aku sudah sehat," jawab Melina.

Erick mengangguk. "Syukurlah."

Masalah yang sama pun kembali muncul. Melina menatap meja, Ia merasa seakan ada dua sisi dalam dirinya, berusaha mengingat cara berbicara tanpa membahas hal yang sebenarnya ingin mereka bicarakan.

"Apakah Bunga sudah tiba di rumahnya? " tanya Erick.

"Sudah, kemarin sore dia sampai," jawab Melina.

"Dia tidak khawatir meninggalkanmu? " tanya Erick lagi.

Melina memberikan senyum kecil.

"Awalnya iya. Tapi aku bilang padanya aku baik-baik saja."

Erick mengangguk pelan.

"Kamu terlihat lebih segar sekarang."

Melina menatapnya.

"Oh, iya" Erick terdiam sejenak.

Makanan pun tiba.

Mereka mulai makan, masing-masing merenung dalam pikiran sendiri. Suara sendok yang denting tidak terdengar berlebihan. Obrolan ringan yang biasanya ada juga hilang. Melina merasakan sesuatu yang aneh di dadanya bukan nyeri dan bukan sesak. Lebih seperti sebuah perasaan yang tidak terungkap.

"Kenapa kamu diam? " tanya Erick dengan lembut.

Melina sedang memikirkan Erick.

"Aku sedang merenung."

"Apa yang kamu pikirkan?"

"Mengapa kita berada dalam keadaan ini? "

Pertanyaan itu datang tiba-tiba, tanpa rencana. Erick meletakkan sendoknya.

"Apakah kamu merasa ini salah?"

Melina menggelengkan kepala.

"Aku tidak bilang ini salah. Aku hanya merasa tidak terbiasa dengan jarak seperti ini" Melina menghela nafas

"Dengan kamu yang tidak mengharapkan apa pun." lanjutnya

Erick tersenyum kecil

"Aku berusaha berubah."

"Kenapa?"

"Karena aku menyadari aku terlalu posesif untukmu"

Kata-kata tersebut membuat Melina terdiam.

"Aku tidak ingin kamu bertahan hanya karena aku merasa buruk akan menolak," lanjut Erick.

"Aku ingin kamu di sini karena kamu memang mau." Melina menghela napas.

"Aku memang mau."

"Tapi..."

"Tapi aku juga merasa takut."

"Takut tentang apa?"

"Aku takut suatu saat nanti aku akan sadar bahwa aku telah berkorban terlalu banyak dan tidak bisa menarik kembali semuanya." Erick menatapnya lama tanpa berkata apa-apa.

"Aku tahu hubungan kita rumit," kata Melina.

"Dan aku tidak ingin berpura-pura mengabaikan segala risikonya."

"Jadi mengapa kamu masih memilih untuk datang malam ini?" Pertanyaan itu jelas dan tidak dipaksakan. Melina berpikir sejenak.

"Karena aku masih ingin mengenalmu tanpa kehilangan diriku sendiri."

Pernyataan itu terasa canggung di antara mereka. Erick akhirnya mengangguk.

"Aku bisa menerimanya."

Tidak ada janji atau pernyataan. Hanya sebuah kesepakatan diam-diam yang rapuh tetapi nyata. Mereka menyelesaikan makan malam dengan tenang, sesekali berbincang tentang hal-hal ringan mengenai semester yang akan datang, profesor lainnya, dan rencana yang masih samar.

"Cepat juga ya. Sebentar lagi kamu semester empat." ujar Erick

"Apakah jadwalnya akan padat?" tanya Melina

"Mungkin. Mulai dari semester empat biasanya akan lebih banyak praktikum." jawab Erick

"Tapi aku yakin kau bisa melewati itu." lanjutnya

Ditengah makan malam itu, tidak ada percakapan tentang Devano. Hanya tentang mereka berdua yang masih terasa canggung dari semua kejadian yang mereka lalui disemester tiga itu.

"Aku akan membayar sebentar." ujar Erick

Erick memanggil pelayan lalu membayar makan malam dengan Qris.

"Sudah. Ayo kita pulang."

Ketika mereka kembali ke mobil, udara malam terasa lebih dingin. Erick mengantar Melina hingga ke apartemen.

Perjalanan ke apartemen hanya dilalui dengan keheningan. Masih terasa canggung sekarang untuk berbincang lebih jauh.

...****************...

Di depan apartemen, dia mematikan mesin.

"Terima kasih sudah mau berkencan denganku," kata Erick.

Melina mengangguk.

"Terima kasih juga."

Dia membuka pintu dan berhenti sejenak.

"Erick?" Melina memanggil

"Ya?"

"Hati-hati, ya" ujar Melina

Erick menatapnya dan memberikan senyum tipis.

"Oke."

Melina keluar dan kemudian masuk ke dalam apartemen. Setelah pintu menutup di belakangnya, dia berhenti sejenak dan menghela napas dalam-dalam.

Malam itu tampak penuh dengan hal-hal yang tidak pasti. Namun untuk kesekian kali, Melina merasa hubungan ini semakin renggang. Hanya percakapan singkat, tidak ada kata-kata romantis. Semua dikalahkan oleh ego mereka masing-masing.

1
Kasychan`●⑅⃝😽
panas ga tuh si erick🤣
ℜ𝔞𝔦𝔫 𝔦𝔫 𝔖𝔲𝔪𝔪𝔢𝔯
Pada dasarnya. wanita akan benar - benar aman dan di ratukan di tangan pria yang benar - benar tulus mencintainya. Semoga hubunganny Langgeng pak Erick dan melina /Rose//Determined/
ℜ𝔞𝔦𝔫 𝔦𝔫 𝔖𝔲𝔪𝔪𝔢𝔯
Rupanya milan ni terkenal dimana mana lah...🤭
MARDONI
Melina yang milih nunggu libur semester tuh keliatan dewasa dan kalem… makin bikin aku sayang sama dia.
Greta Ela🦋🌺: Awas nanti Pak Erick ngamuk, kak Doniii🤣
total 1 replies
MARDONI
Baru seminggu tapi rasanya Melina udah nyatu banget sama dunia kampus 🥺 vibes-nya tenang dan nyaman
Noname
sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi 🗿
L̲̅I̲̅L̲̅Y̲̅V̲̅E̲̅Y̲̅
kirain luna maksa wkwkwk 🤣, untunglah sadar diri🤭
Hans_Sejin13
kenapa dengan bunga tulip nya ?
Greta Ela🦋🌺: Kenapa hayo?👀
total 1 replies
chemistrynana
dan Yap,sudah ku duga🤭🤭🤭
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
duh bunga.. Melina kan masii ingin berduaan ama pak dosen👉👈
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
tersadar😌
Greta Ela🦋🌺: Boleh dong🤭
total 3 replies
Alyaaa_Lryyy.
lelah letih lesuu campur mnjdi satuu , huff kuat2 yah klian brduaa , ttp sling menguatkan satu sm lain 🤗
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
ga kebayang klo misal ada yg ketuk pintu 🙈
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤: berharap pas enak enaknya ada yang ketuk pintu 🤣🤣🤣
total 2 replies
d_midah
udah bikin anak orang nangis, malah gak nongol.
kemana bang Erick? lagi nangis di pojokan😭😭
Greta Ela🦋🌺: Tabok aja ka Mida😇
total 1 replies
d_midah
😭😭😭😭😭 tiba-tiba dibuat nangis😭
d_midah
Yaampun bang, kamu jahat🥲
Anak orang kamu bikin nangis🥲
d_midah
Kasian banget babang satu ini, udah gak tahan🥲
nikahin dulu gih pak😇
Greta Ela🦋🌺: Stres dia itu ges. Kalau perlu tabok aja ya
total 1 replies
d_midah
Hayoloh pak Erick, kamu buat anak orang galau 🤭
d_midah
setan datanglah.. setan datanglaaah,😈😈 terus goda pak Erick 🤣
d_midah
lain dimulut, lain di hati ya bang🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!