NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21. bertarung dengan iblis

Wijaya yang sedang sibuk mengerjakan tugas kantor, mendapat telpon dari pak Rusdi jika desa pandan Wangi sedang heboh dengan menghilangnya para anak gadis dan hutan larangan yang terbakar.

"apa hutan larangan terbakar!" Wijaya terkejut hingga berdiri dari duduknya

"iya, kejadian waktu tengah malam. Entah apa penyebabnya. tapi bagian tengah hutan baik-baik saja" ucap pak Rusdi

"lalu, bagaimana para gadis bisa menghilang tiba-tiba?" tanya Wijaya bingung

"itulah yang masih diselidiki, hingga kini belum ada yang ketemu satu pun . Para warga juga terus mendesak agar keluargamu terutama Nadira segera datang kesini"

"aku akan kesana, kemungkinan besok dan langsung menghubungi kiyai Syafiq nanti"

telepon pun berakhir dengan ucapan salam. Wijaya memijit keningnya yang terasa sakit. ia bingung dengan situasi seperti ini. Andai dulu almarhumah ibunya mampu menghentikan sang ayah. namun, ibunya pun malah ikut menjadi korban

"ya Allah bantulah kami, Iblis itu harus dimusnahkan. Tapi... Tidak mungkin iblis itu bertindak sendiri. Sedangkan dia belum pulih sepenuhnya, pasti ada manusia yang masih menyembahnya" gumam Wijaya

.

dirumah keluarga Nadira, bunda Liana tampak sedang menyiapkan makan siang karena suaminya mengabari akan pulang.

Bunda Liana sedari tadi merasa gelisah namun, tidak tahu apa yang membuatnya gelisah.

"kenapa perasaan ku sangat tidak enak?"

"ya Allah semoga semuanya baik-baik saja"

Wuusshhhh

"hah!! Apa itu tadi?" Liana merasa seperti ada bayangan yang melewati tubuhnya barusan

"apa cuma perasaanku saja?"

Plukk

"siapa kamu?!" Liana terkejut bukan main ketika dibelakangnya ada orang asing yang memakai caping

"lepaskan!" Liana mencoba menarik tangannya yang di cengkeram kuat oleh orang itu

"tidurlah Liana!"

Brukk

Liana pingsan setelah orang itu menotok lehernya. Seketika suasana menjadi hening

.

Di puncak, Rombongan Ki Satya mulai turun untuk segera pulang, mereka tidak punya banyak waktu lagi.

"ingat! perjalanan kedua ini tidak mudah, akan ada banyak halangan dan kalian tidak boleh lengah" Ucap Ki Satya

"kenapa Ki? bukankah saat kita pergi semuanya lancar saja?" tanya Nadira

"karena kehadiran kalian dan senjata itu sudah diketahui oleh kolonyowo! Pasti ia tidak akan membiarkan kalian tenang" ucap Ki Satya

mereka menuruni jalanan yang agak berbatu, untungnya hari ini tidak hujan meski begitu, kabut tebal menyelimuti dan menghalangi penglihatan

"saling berpegangan agar tidak terpisah!" perintah Ki Satya

Nadira bergandengan dengan Elsa. Dan aksara memegang lengan Rehan

"ish nggak usahlah pegang-pegang kita kan sama-sama laki-laki" ucap Rehan yang risih karena aksara menggandeng tangannya

"itu Nadira sama Elsa aja gandengan masa kita enggak" ucap Aksara santai

"ish geli lah, masa jeruk makan jeruk" ketus Rehan

"heh sembarangan! Kita pegangan tuh biar nggak kepisah aja bukan karena aku naksir sama kamu!" Aksara kesal bukan main karena di tuduh jeruk makan jeruk

"lah kemana yang lain Ak?" tanya Rehan

"tuhkan gara-gara kamu ngajak ribut tadi ketinggalan kita!"

"Nadira!! Elsa!!"

"ayahh!!! Pak Yanto!!!"

Aksara dan Rehan berteriak memanggil temannya dan Ki Satya yang tiba-tiba sudah menghilang

"aduuhh gimana ini Ak?" Rehan cemas karena ketinggalan dan sekarang kabut semakin tebal

"ya kita jalan terus lah, ingat jangan sampai pisah. pegangan aja biar aman" ucap Aksara

"nggak mau coba senjata kah?" tanya Rehan

"Hem?" Aksara tertegun mendengar saran rehan

"apa boleh ya? Tapi kan kita belum tahu caranya" ucap Aksara

"iya juga, ya udah jalan terus aja semoga mereka belum jauh"

.

sedangkan Nadira dan Elsa juga terpisah dari Ki Satya dan Pak Yanto. Entah kenapa mereka malah terpencar padahal tadi jarak mereka sangat dekat

"Nad, gimana ini?" Elsa sudah takut duluan

"jangan takut, kita sambil dzikir dan terus jalan kedepan" ucap Nadira yang berusaha menenangkan temannya meski ia sendiri juga sedang cemas

"kalo di depan ternyata jurang gimana?" Elsa menggenggam tangan Nadira erat agar tak terpisah dari temannya itu

"Eh Sa! kamu kan senjata seruling ya?" tanya Nadira

"iya kenapa?" tanya Elsa

"kata Ki Satya kan, seruling itu bisa ngeluarin kekuatan yang di imajinasikan sama tuannya. Coba kamu tiup serulingnya dan membayangkan seolah-olah angin menyapu seluruh kabut!" Nadira menyuruh Elsa menggunakan senjatanya karena hanya itu yang bisa di gunakan sekarang

"baiklah aku coba!" Elsa mengeluarkan serulingnya dan mulai memainkannya

ternyata benar, seruling itu bisa membuat sang tuan mahir menggunakannya. Elsa memejamkan matanya dengan membayangkan jika ia bisa mengeluarkan angin yang menyapu semua kabut agar pandangan mereka jelas

Nadira terkagum mendengar alunan seruling Elsa yang begitu merdu dan indah.

"Merdu dan menenangkan" gumam Nadira

Dengan sekejab, angin kencang menyapu sekitaran mereka dan memecah kabut tebal itu dengan perlahan.

Tak lama, terlihatlah Ki Satya, dan pak Yanto yang melongo ke arah mereka

"loh Ki satya sama pak Yanto dari tadi disini?" tanya Nadira

"iya nduk, Kami sengaja tidak gerak dari tempat karena tahu jika semua ini hanya ilusi" ucap Ki Satya

"apa? ilusi?" gumam Nadira dan Elsa

"lalu, kemana Aksara dan Rehan?" Mereka mengedarkan pandangan ke sekitar dan sayup-sayup mendengar seperti suara pertarungan

"suaranya dimana?" ucap pak Yanto

"Nadira, fokus dan pastikan dimana suara pertarungan itu" ucap Ki Satya

"baik Ki" Nadira mulai memfokuskan dan menajamkan pendengarannya

"sebelah Utara Ki! Ayo mereka dalam bahaya!" ucap Nadira yang langsung berlari menuju asal suara pertarungan itu

.

"Hewan apa ini Aksara?" tanya Rehan yang terkejut karena tiba-tiba saja mereka dihadang oleh dua sosok hewan namun tubuhnya manusia

"ini siluman g*blok!" kesal Aksara

"Oohhh siluman"

"apaa?!!! Siluman?!" Rehan terkejut bukan main melihat siluman untuk pertama kalinya

"Serahkan senjata itu atau kami musnahkan!" ucap dua siluman yang berada di hadapan mereka

"heh enak aja! Nih makan senjata baruku!"

sringgg!!!

Aksara melongo melihat Rehan yang begitu berani dan gagahnya mencabut pedang dan langsung menyerang siluman itu dengan membabi buta.

"wah bisa gitu ya? Keren sekali!" Aksara terpana melihat Aksara melawan dua siluman sekaligus dengan gerakan yang lincah

"aku harus membantunya!" Aksara mengambil busurnya untuk mulai menyerang siluman itu

"tapi...gimana pakainya? Ini cuman busur nggak ada anak panahnya" gumam Aksara

"tarik tali busurnya tuan!"

Hah!

Aksara menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri untuk mencari suara yang barusan ia dengar

ia tidak menemukan seorang pun kecuali Rehan yang masih bertarung dengan dua siluman tadi.

Aksara yang penasaran pun mencoba menarik tali busur dengan memusatkan pandangannya ke arah siluman

slaashhhh

"wooaahh ajaib!" aksara bersorak karena berhasil mengeluarkan anak panah

"Panah api!!"

"Awas Rehaann!!"

syuuttt

Jleb!!

Aaaghhhh

"berhasill!!"

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!