Nando menatap tubuh sang istri yang terbaring dengan tubuh penuh nanah dan tidak pernah berhenti merintih, sudah dua bulan ini Yuli terus aja menderita dengan rasa sakit begitu panjang dan ini semua tidak tahu datang dari mana.
Yuli adalah wanita yang tipe tidak pernah keluar rumah untuk urusan jalan-jalan atau yang membuang waktu, dia hanya diam di rumah dengan penampilan sederhana serta tidak banyak bertingkah namun mendadak saja sekarang jadi sakit seperti itu dan kabar beredar bahwa dia sedang di santet.
Siapa kah yang sudah menyantet Yuli?
Benarkah bahwa Yuli memang terkena santet?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Ingin santet lagi
"Aku ingin membuat santet untuk dia, Mbah!" Ica melemparkan foto Nabila Karena sekarang batas kesabaran dia sudah habis.
"Untuk sekarang kau harus fokus dulu dengan satu masalah ini, tidak bisa bila bercampur seperti sekarang." Mbah Dukun menolak permintaan dari Ica.
"Kenapa memangnya sehingga tidak bisa? aku akan mengeluarkan uang untuk biaya santet kali ini." desak Ica karena dia memang sudah sangat kesal.
"Bayi bajang yang menjadi sarana santet kali ini bukan urusan mudah, kau harus fokus mengurus dia agar tidak terjadi masalah." peringat Mbah Dukun karena dia tahu gadis ini pasti akan lalai.
"Ah sialan, kenapa juga harus satu persatu!" teriak Ica sangat kesal.
Rasa kesal di dalam hati dia semakin menjadi saja karena sekarang dia tidak bisa membalas Nabila dengan cara licik seperti ini, padahal tadi dia sudah sangat yakin bahwa Mbah Dukun pasti akan bisa membantu dia untuk membuat santet yang akan dia kirimkan untuk Nabila sang saudara kandung.
Namun apa daya karena keinginan itu tidak bisa tercapai dengan mudah setelah Mbah Dukun mengatakan bahwa dia tidak bisa mengirim santet sebanyak dua kali, sejak awal Mbah Dukun sudah mengatakan dan menegaskan agar pilihan Ica tepat dan tidak salah sasaran sehingga nanti dia tidak akan menyesali apa yang telah dia pilih.
Tapi saat itu otak Ica tidak bisa berpikir dengan jernih sehingga rasa dendam yang timbul di dalam hati malah salah kirim kepada orang lain, bukan karena dia tidak memiliki alasan tapi karena rasa cinta yang ada di dalam hati ini mengalahkan segala perasaan yang timbul di dalam hati.
Jujur saja bahwa sebenarnya gadis ini memang telah mencintai Nando sepenuh hati karena itu dia tidak ingin menyakiti pria itu walau sekarang Nando sudah bersama dengan Nabila, jadi walau rasa sakit hati itu kian membesar dia tidak bisa melakukan kejahatan untuk Nando akibat cinta yang ada di dalam hati terus memberontak.
Ingin membuat santet untuk Nabila juga dia tidak kepikiran saat itu dan yang dia pikirkan adalah merusak rumah tangga milik Nando, jadi ketika rasa sakit itu semakin membesar maka Ica memiliki kesempatan untuk menyakiti Yuli secara langsung agar nanti ketika Yuli meninggal dunia maka dia bisa bersama dengan pria itu lagi.
Ini adalah salah satu kesusahan bila mereka menjadi simpanan pria beristri, harus nya Ica tidak perlu melibatkan perasaan yang begitu dalam karena nanti yang ada dia hanya akan menyusahkan diri sendiri seperti ini dan kesusahan yang di rasakan oleh gadis ini begitu rumit sehingga dia saja merasa putus asa kala itu.
"Aku sudah mengatakan saat itu agar kau memilih pada pilihan yang tepat." Mbah Dukun menjawab dengan suara santai.
"Tidak mesti menggunakan santet yang ini, kan masih ada santet lain yang bisa kau gunakan." Ica agak memaksa.
"Terus terang aku menolak permintaan mu ini, dia juga masih memiliki hubungan darah dengan dirimu sehingga nanti akan menimbulkan masalah yang lebih besar." jelas Mbah dukun.
"Aku tidak peduli, pokok nya dia harus menderita juga!" teriak Ica mulai histeris.
"Tenangkan pikiran mu, bila kau terus begini maka aku tidak akan pernah membantu!" bentak Mbah Dukun akibat emosi juga mengurus gadis satu ini.
"Tolong aku, ku mohon bantu lah aku." isak Ica dengan air mata berderai.
"Apa memang sudah tidak ada pilihan lain? walau kau membunuh saudara mu sendiri namun itu tidak menjamin bahwa pria itu nanti akan kembali kepada dirimu." peringat Mbah Dukun kepada Ica.
"Semua harus di coba terlebih dahulu!" kekeh Ica.
Dukun tua ini sudah tidak bisa menjawab lagi dan yang paling penting dia memang sudah memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Ica, bahkan dia sudah menganggap gadis ini sebagai putri dia sendiri sehingga ketika Ica meminta apa saja maka akan iya usahakan sebaik mungkin agar tidak ada kesedihan yang muncul di wajah gadis cantik ini.
Padahal kali ini resiko yang harus mereka tanggung cukup besar karena langsung bermain dengan dua iblis yang akan memberatkan mereka berdua, belum lagi bayi bajang itu masih bisa berulah kapan saja sehingga nanti akan menimbulkan kesusahan di antara mereka yang sudah mengurus bayi itu sejak awal.
Bayi manusia biasa saja terkadang masih ada yang rewel dan meminta segala macam untuk diri mereka sendiri, jadi apa lagi ini yang sudah bersatu dengan iblis sehingga sudah pasti keinginan yang timbul di dalam hati bajang itu juga semakin besar dan akan merepotkan bagi orang yang sudah mengurus dia.
"Aku pokok nya ingin membuat dia menderita, selama ini dia selalu saja mengambil apa yang sudah ku miliki." Ica menangis dengan pilu.
"Sudah lah, kau jangan menangis terus seperti itu karena nanti aku akan mencari santet yang pas untuk dia." janji Mbah Dukun.
"Janji ya kalau Mbah pasti akan membuat santet untuk Nabila." Ica meminta kepastian terlebih dahulu.
"Ya, tapi seperti bayi bajang itu juga santet yang akan aku gunakan." jawab Mbah Dukun.
"Menggunakan boneka seperti yang aku miliki saat ini?" Ica bertanya penasaran.
"Ya memang menggunakan boneka tapi kali ini tidak perlu diisi dengan bayi bajang." angguk Mbah Dukun.
Ica setuju saja karena menurut dia yang penting Nabila akan segera menderita dan tidak akan bisa merampas apa yang telah dia miliki lagi, terkadang di dalam persaudaraan memang ada timbul perasaan seperti itu bila tidak bisa menjaga perasaan satu sama lain dan kemudian pasti akan terjadi pertengkaran hebat.
Terlebih mereka adalah sesama wanita dan malah menjalani pekerjaan yang sama juga, parahnya lagi Nabila justru jatuh cinta dengan gadung yang menjadi milik Ica selama ini. padahal itu semua bukan karena merebut tapi karena Nando memang sudah tidak bersama dengan Ica lagi akibat sebuah masalah yang mereka hadapi berdua saat itu.
"Tunggu dulu di sini karena aku akan mengambil boneka itu." Mbah dukun segera bangkit.
"Ambil yang agak cantik ya, jangan jelek seperti itu karena aku agak takut." pinta Ica.
"Dasar kau ini, banyak sekali mau nya!" rutuk Mbah Dukun.
"Nanti bila semua sudah selesai maka aku akan segera memberikan uang." janji Ica.
Mbah Dukun sama sekali tidak menjawab karena dia sebenarnya tidak pernah mengharapkan imbalan dari gadis itu, dulu anak Mbah dukun sama persis seperti Ica kemungkinan besar usia mereka sama sehingga sampai sekarang dia tetap menyayangi Ica setulus hati seperti anak sendiri karena wajah mereka yang sangat mirip dan kelakuan juga hampir sama.
Selamat pagi besti, hari ini othor mau kepasar dulu lah ya cari sesuatu, ini nulis malam ya bes.
kenapa sendal jepit ga di ajak masuk aja sih mak... biar dia kapok...