NovelToon NovelToon
Project Fate Breaker: Bangkitnya Putri Terbuang

Project Fate Breaker: Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dunia Lain / Sistem / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: Lil Miyu

Ding! [Terdeteksi host dalam bahaya. Mengaktifkan skill utama memori Materialization. Memanggil Item]
​Dibuang dan difitnah hanya karena alur sebuah game VR? Itu bukan gaya Aruna. Terbangun di tubuh Auristela Vanya von Vance, seorang putri terbuang dengan Mana besar yang tersegel, Aruna memutuskan untuk mengacaukan skenario dunia ini.
​Bermodalkan Project: Fate Breaker—sebuah sistem aneh yang hobi error di saat kritis—ia justru asyik menciptakan kekacauan versinya sendiri. Namun, satu masalah muncul: Asher de Volland, sang Ksatria Agung sedingin es, kini terpaksa menjadi pelindungnya.
​Akankah petualangan ini mengungkap rahasia besar yang sengaja dikubur, atau justru membuat benua Xyloseria semakin kacau?
​Ding! [Terdeteksi kedekatan dengan Asher de Volland: 1%. Kesan ML: "Putri ini... sangat aneh."]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lil Miyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Penjinakan Gerombolan Puppy

Shhiiinnngg... Cahaya mentari di Primal Abyss sama sekali tidak membawa kehangatan yang melegakan. Alih-alih warna kuning keemasan yang cerah, langit di atas sana berubah menjadi gradasi warna ungu kelam yang memuakkan, seolah-olah terbuat dari racun. Cahaya redup itu menyusup masuk melalui celah-celah fosil kura-kura raksasa kuno, menyinari debu-debu yang melayang di dalam Cangkang Dewa. Bahkan angin yang berhembus masuk pun terasa sangat dingin dan lembap, membawa aroma tanah basah dan pembusukan hutan, namun secara ajaib masih menyisakan jejak aroma gurih kaldu ramen yang menempel di dinding fosil.

​Asher, orang pertama yang terbangun. Kelopak matanya bergerak perlahan sebelum akhirnya menampakkan iris biru sedalam samudra yang kini tampak jauh lebih jernih. Kondisinya sudah stabil.

​'Humn... Makanan yang dipanggil Auristela semalam benar-benar bekerja lebih baik daripada ramuan pemulih tingkat tinggi mana pun. Aliran Mana dalam tubuhku yang sempat tersumbat sudah mengalir lancar, hangat dan bertenaga.'

​Ia menoleh ke samping dan mendapati Aruna masih tertidur lelap dengan posisi duduk bersandar pada dinding fosil yang dingin. Rambut perak gadis itu berantakan, beberapa helainya menutupi sebagian wajahnya yang pucat. Aruna benar-benar terlihat sangat kelelahan setelah pelarian dari Kota Oakhaven. Sebagai gadis biasa yang terjebak di tubuh putri terbuang, fisiknya jelas tidak sekuat mereka.

​Asher termenung sejenak, menatap wajah gadis itu. Rasa bersalah dan kekaguman mulai bercampur aduk di dadanya. Namun, momen itu buyar seketika saat insting ksatria agungnya menangkap getaran halus di permukaan tanah. Getaran itu semakin lama semakin menguat.

​Ding!

​[Terdeteksi host dalam bahaya. Mengakses sensor lingkungan...

​Terdeteksi 40 entitas Beastkin di radius 30 meter. Mengaktifkan protokol stimulasi saraf untuk membangunkan host!]

​Suara sistem yang bergema nyaring di dalam kepala Aruna membuatnya tersentak bangun dengan kasar. "Sistem S!alan! Bisa lebih lembut gak sich?! Aduuh... kepalaku... rasanya mau pecah," gumam Aruna dengan suara serak. Mata hijaunya langsung terbuka lebar, meski masih terlihat mengantuk dan jengkel karena waktu tidurnya yang berharga diganggu.

​"Humph, Sudah datang, ya? Mereka benar-benar tidak tahu sopan santun," Aruna mendesis sambil berusaha berdiri tegak, meski kakinya masih sedikit lemas.

​"Sembunyi di belakangku, Putri," perintah Asher pelan namun penuh penekanan. Ia sudah berdiri tegak, tangannya menggenggam erat gagang Solis-Aeterna yang mulai mengeluarkan pendar cahaya biru pucat yang dingin. Meski wajahnya masih sedikit pucat, aura ksatria yang sanggup membekukan atmosfer telah kembali sepenuhnya.

​Grrr.... AWOOO...

​Geraman rendah yang menggetarkan dada terdengar dari luar fosil. Fenrir langsung melompat berdiri, tubuh tegapnya menegang dengan otot-otot yang menonjol. Rambut hitamnya yang liar tampak berdiri, menyerupai serigala yang siap menerkam. Matanya yang merah d4rah berkilat tajam menembus kabut ungu yang menyelimuti pintu keluar.

​"Ck... mereka cepat sekali mencium bauku. Insting pemburu klanku memang tidak pernah tumpul," desis Fenrir dengan nada serius.

​"Ck... Puppy, siapa mereka?" tanya Dranco sambil bangkit dengan gerakan malas namun sangat berbahaya. Tangannya yang besar menyambar kapak raksasanya seolah benda seberat ratusan kilogram itu hanyalah mainan. Mata kuning keemasannya memicing sombong ke arah luar. "Jika gerombolan doggy ini berniat mengganggu tidur naga ini, aku tidak akan segan-segan jadikan mereka sate anjing bakar untuk sarapan—ah tidak, ini sudah hampir jam makan siang rupanya."

​"Grrr! Jaga mulutmu, Naga Sombong!" bentak Fenrir, matanya berkilat marah ke arah Dranco. "Jangan panggil klanku dengan sebutan itu sekali lagi! Atau aku akan merobek lehermu sebelum mereka sampai ke sini! Kami, Suku Taring Hitam adalah ksatria paling tangguh di Abyss ini!"

​Dranco hanya mendengus meremehkan, sementara dari balik pepohonan hitam yang batangnya berdenyut, puluhan bayangan melompat turun. Mereka adalah Beastkin serigala dengan tubuh atletis yang dibalut kulit hewan dan jimat-tulang. Tato tribal berwarna merah d4rah menghiasi lengan dan dada mereka, menandakan status mereka sebagai prajurit elit. Di barisan paling depan, berdiri seorang pria paruh baya yang sangat perkasa dengan bekas luka cakaran vertikal di wajahnya. Dia adalah Vargos, paman Fenrir.

​"Fenrir Verditto! Berani sekali kau membawa manusia bau dan naga sombong ke wilayah suci!!" seru Vargos dengan suara menggelegar. Tuit... Tuit... "Bau apa ini? Aroma yang aneh ini... Grrr... Apakah kau sudah menjadi budak peliharaan manusia hanya demi mendapatkan makanan?"

​Fenrir maju selangkah. "?! Paman, aku tidak menjadi budak siapapun! Kami hanya menumpang lewat untuk menghindari kejaran Viper’s Fang setelah kejadian di Oakhaven!"

​"Menumpang lewat? Di Abyss? Cuih!" Pandangan Vargos yang tajam kemudian tertuju pada Aruna yang kini berdiri bersandar di bahu Asher karena masih mengantuk. "Gadis berambut perak itu... dia memiliki bau busuk milik royalty Vance. Grrr... penjajah busuk!!"

​Suasana mendadak menjadi sangat panas. Dranco kembali tertawa meremehkan. "Penjajah? Ck... Ck... Ck... Gadis kecil ini bahkan jauh lebih berbahaya dari seluruh klanmu jika dia sedang memanggil senjata anehnya itu, Serigala Tua. Jangan buat aku tertawa dengan gertakan doggy milikmu itu."

​"Hentikan, kalian berdua! Kalian hanya memperkeruh suasana," Aruna melangkah maju, dengan berani melewati Asher. "Dengar, Paman Serigala. Aku tidak punya urusan dengan sejarah perang klanmu. Aku hanya ingin numpang lewat tanpa harus mengotori tanganku. Aku capek, tahu?"

​"Numpang lewat?! Setelah kau mencemari udara tanah suci kami dengan aroma aneh ini?" Vargos mengendus udara dengan kasar. Aruna bisa melihat dengan jelas bagaimana hidung para prajurit serigala di belakang Vargos bergerak-gerak liar. Beberapa dari mereka bahkan diam-diam menelan ludah. Aroma sisa ramen memicu rasa lapar yang luar biasa di perut mereka yang biasanya hanya mencerna daging mentah.

​Aruna menyeringai tipis, sebuah seringai yang penuh dengan rencana licik. "Ooohh... jadi... kamu menyebut aroma lezat sebagai 'pencemaran'? humm... Bagaimana kalau kita buat kesepakatan kecil? Aku akan membuktikan bahwa aku bukan 'royalty' yang kalian benci, melainkan orang yang bisa memberi kalian 'surga' yang tidak pernah kalian bayangkan."

​Ding!

​[Memproses permintaan host...

Mengaktifkan skill utama Memory Materialization. Mengaktifkan sub-skill Magi Catering!

​Memanggil Item: Spicy Dragon-Ribs & Honeyed Wolf-Bread!]

​Wush!

​Aroma yang sangat pekat meledak di depan mulut fosil, membuat para Beastkin serigala itu melompat mundur karena kaget.

​Tiga meja kayu panjang kini muncul secara ajaib, dipenuhi dengan tumpukan iga panggang raksasa yang dilumuri saus merah membara yang berkilat. Di sampingnya, terdapat tumpukan roti madu yang baru saja dipanggil, mengeluarkan uap panas dan aroma manis yang sangat kuat.

​"Awooo... aroma ini..." Grruu... Fenrir menutup hidungnya, berusaha tetap terlihat tangguh meski perutnya kembali berbunyi sangat keras.

​Aruna menunjuk ke arah tumpukan makanan itu dengan wajah datar. "Humph... Coba ini, dan kalian akan tahu kenapa Fenrir memilih mengikutiku. Jika setelah makan, kalian masih ingin bertarung... silakan. Tapi aku tidak menjamin kalian bisa menang melawan naga merah yang sedang lapar ini dan ksatria agung yang sedang emosi."

​Asher melirik Aruna dengan tatapan tajam. "Putri... kau sedang menyuap mereka?"

​"Ssstt... Ini namanya diplomasi perut. Kau sendiri sudah merasakannya, kan?" jawab Aruna tanpa menoleh.

​Vargos menatap makanan itu dengan ragu, namun air liur yang mulai menggenang di sudut mulutnya mengkhianati kewibawaannya. Ia meraih sepotong iga, dan begitu daging itu menyentuh lidahnya...

​KRAUK!

​Vargos mengunyah daging dan tulang itu dengan beringas. Matanya membulat, ekor di balik jubahnya bergerak-gerak kecil secara tidak sadar. "A-apa ini?! Kenapa rasanya... begitu meledak-ledak?!"

​Melihat pemimpin mereka "tumbang", empat puluh prajurit serigala lainnya langsung menyerbu meja makanan. Pemandangan ksatria elit yang kini berebut tulang benar-benar membuat Aruna ingin tertawa.

​Ding!

​[Terdeteksi kedekatan dengan Asher de Volland: 68%

​Bonus/Catatan: ML merasa terkesan dengan cara host menangani situasi tanpa perlu meneteskan d4rah. Kesan ML: "Gadis ini... dia benar-benar penuh kejutan. Bagaimana bisa dia terpikir untuk menjinakkan klan paling buas dengan makanan?"]

​Aruna hanya berdiri tenang, melipat tangannya di dada, sementara dalam hati ia membatin: 'Lihatlah muka-muka doggy itu. Ternyata, penguasa Abyss pun bisa dijinakkan dengan sepotong iga sapi pedas.'

1
studibivalvia
asher ini tipe tsundere kah? haha lucu banget
Miyu: sedikit... 🤭
total 1 replies
studibivalvia
siap banget dah 😭
studibivalvia
lucu banget jirr 🤣 kucingnya lapar pengen minta makan tapi sombong mukanya 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!