NovelToon NovelToon
Rembulan

Rembulan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:68.6M
Nilai: 5
Nama Author: ShanTi

Dua putaran matahari ia lewati bersama laki laki yang sama dengan rasa yang berbeda

Cinta yang menggebu penuh dengan dambaan yang berakhir dengan kekecewaan kemudian mundur untuk memberikan ruang.

Cinta kedua yang dibelit oleh takdir karena kesalahpahaman namun berakhir untuk saling mengistimewakan menutup semua luka yang pernah ada.

Rembulan, berapa putaran bumi kau butuhkan untuk meyakinkan bahwa dia adalah laki-laki pilihan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShanTi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Miss Perpek Inneke

“Elmaaa…. Honey… dimana?” terdengar suara perempuan yang mendekat, aroma parfum yang lembut namun semerbak terasa di udara saat suara itu terdengar.

“Mommyyyyyy…” mendengar suara itu Elma langsung berteriak dan keluar dari kubikel Bulan.

“Waahahahha anak Mommy lagi berpetualang kemana lagi ini” perempuan cantik dengan rambut sebahu langsung menggendong Elma, mereka seperti pinang di belah dua putih cantik dan bersinar.

Sesaat mereka berdua menumpahkan kerinduan, tidak memperdulikan Bulan yang menatap interaksi keduanya dengan penuh rasa haru, suasana antara ibu dan anak yang tidak pernah ia rasakan lagi.

“Maaf jadi merepotkan harus menjaga Elma, tapi dia tidak nakal kan” perempuan itu menyadari kehadiran Bulan yang berdiri menatapnya.

“Tidak apa-apa, Elma anaknya pintar dan sangat teratur, sedari tadi ia sibuk mengerjakan peer yang diberikan Mommynya” lapor Bulan sambil tersenyum sopan. Kakak kelasnya itu tidak berubah setelah lebih dari 7 tahun terakhir mereka bertemu saat perkenalan kampus. Pasti ia tidak akan mengenaliku pikir Bulan.

“Mommy… katanya Onty itu satu sekolah sama Mommy dulu, Mommy tidak kenal sama Onty Bulan?” Elma menatap Mommy nya dengan tatapan yang tajam.

“Hmm adik kelas atau satu angkatan beda jurusan?” tanya Inneke dengan tatapan tajam berusaha mengingat-ingat muka Bulan. Bulan langsung tersenyum malu, tidak mungkin perempuan dengan popularitas seperti Inneke akan mengingatnya.

“Adik kelas Ka… saya dulu di ospek sama Kakak pas hari terakhir, saya malah yang kena hukuman dulu dari Kakak, dipukul sama kertas koran yang digulung karena saya datang terlambat” Bulan tersenyum kecut, pukulan di kaki tidak akan ia lupakan walaupun dari perempuan cantik.

“Mommy…. Kenapa melakukan kekerasan memukul orang itu tidak boleh. Mommy sendiri yang bilang sama aku” Elma langsung protes mendengarnya. Inneke tampak tergagap ia tidak menyangka aib masa lalunya akan terbongkar di depan anaknya.

“Ehhehehe … dulu Tante dihukum karena datang terlambat, semua yang datang terlambat kena hukuman Elma” Bulan langsung mencoba menetralkan suasana, ia melihat perubahan muka Inneke yang tampak kaget.

“Iyaa sayang, soalnya kalau tidak dihukum nanti suka datang terlambat kuliah” Inneke berusaha mencari alasan sambil melirik Bulan, ia mencoba mengingat-ingat adik kelasnya, tapi tetap saja tidak ada dalam memorinya.

“Saya Rembulan, dulu Kakak bilang kalau nama saya Bulan, saya harus memanggil Kakak dengan panggilan Matahari soalnya bersinar lebih kuat dari Bulan” Bulan ingat terus ucapan itu, saat itu ia mengiyakan saja ucapan kakak kelasnya. Saat di ospek tidak akan ada jawaban yang benar. Hukumnya adalah Senior Selalu Benar sedangkan Junior Selalu Salah.

“Oya… hahaha iya ingat...saya ingat sekarang, ya ampun sudah lama sekali yaaa.. Itu tahun 2010 yah… kamu angkatan 2010 atau 2011?” Inneke mencoba mencairkan suasana.

“Saya angkatan 2010 sedangkan Kakak angkatan 2007 yah, soalnya pada saat saya masuk, Kakak sudah tingkat akhir jadi jarang bertemu” jelas Bulan, Inneke mengangguk-angguk pantas saja ia tidak terlalu kenal dengan muka Bulan.

“Namanya siapa Bulan?” ia mengulangi nama Bulan sekali lagi.

“Namanya Rembulan… diambil seperti nama dari Bibi dari Bapaknya Onty Rembulan… Poernama yang bisa memasak dan masakannya enak sehingga Bapaknya memberi nama itu untuk Onty” jelas Elma dengan tegas dan penuh keyakinan. Bulan tersenyum mendengarnya, anak ini betul-betul seperti ibunya.

“Kalau Mommy mau jadi Matahari dan Onty Bulan jadi Rembulan, aku mau jadi Bintang supaya kita semua ada di langit” sambung Elma sambil membentangkan tangannya. Inneke dengan gemas mencium putrinya, Bulan tersenyum mendengarnya, bagi Elma istilah itu semua adalah benda langit, bukan soal lebih bersinar atau lebih indah.

“Terima kasih yaa sudah menjaga Elma, kami agak kesulitan selama seminggu ini. Day Care harus ditutup karena ada wabah cacar air. Jadi Elma harus ikut ayahnya di pagi hari dan saya nanti setelahnya. Untungnya Elma anaknya pintar dan mau kerjasama jadi Mommy dan Daddy tidak repot”

“Sekarang Mommy ada jadwal rapat, Elma ikut Mommy yah soalnya Daddy rapat sampai sore katanya” mendengar itu Elma kembali cemberut.

“Kalau sama-sama rapat aku mau disini aja sama Onty, rapat di kantor Mommy bosan, tidak ada yang suka bicara sama aku” ia menggelengkan kepala sambil menunduk.

“Tante Bulan juga banyak pekerjaan, Mommy janji rapatnya gak akan lama, setelah selesai rapat Mommy akan ajak makan Ice Cream Coklat dengan topping strawberry kesukaan Elma” bujuk Inneke supaya anaknya mau ikut dengan senang.

“Hmmm ok tapi dua scop yah" tawar Elma, Inneke tampak berpikir, terasa terlalu banyak khawatir jadi sakit batuk.

“Hmmm tapi setiap 3 suapan ice cream langsung minum air putih yah?” tawar Inneke, Elma langsung mengangguk. Deal.

Bulan senang melihatnya, akhirnya ia bisa menyerahkan tanggung jawab Elma kepada yang berhak.

“Terima kasih ya Rembulan, nanti kita ngobrol-ngobrol yaa kalau waktunya santai. Aku ada schedule rapat, kalau kamu pengen pindah ke Bank please let me know. Aku sekarang pegang kantor cabang di Jakarta Barat” Inneke menyerahkan kartu namanya kepada Elma, dibacanya Inneke Arsyad Mutamam. Kepala Kantor Cabang Bank CIMB Niaga Jakarta Barat.

Hebat… pikir Bulan, di usianya yang sekarang sudah menduduki posisi tinggi di Bank, pantas saja sibuk sehingga tidak bisa menemani anaknya bermain diakhir minggu.

“Onty see you again… nanti kalau aku ke kantor Daddy, aku main lagi kesini yaaa?” Elma memeluk kaki Bulan setelah mengambil tas dan alat tulisnya di meja.

“Ya… See you again Elma… Belajar yang rajin yaaah nanti kita cerita lagi soal Jurig Kingdom” goda Bulan.

“No .. I don't want to talk about jurig… Scary'' ucapnya sambil melambai tangan. Bulan tertawa, berbicara dengan Elma membuatnya lupa kesedihan tidak bertemu dengan Juno.

Ehhh ya ampun belum pesan Cinnamon Rolls ….Bahaya bisa-bisa tidak dibuatkan Ayam Rica-Rica sama Bapak.

Bulan segera memesan Cinnamon Rolls kesukaan Bapak di Toko Kue langganannya. Toko itu sangat laris terkadang sebelum jam 4 sudah tutup karena banyak pembelinya. Paling cepat memesan lewat aplikasi pembelian dengan ojek online, tidak perlu cape-cape membeli sendiri ke luar kantor.

Ting.. suara pesan masuk ke hp Bulan. Hmmm Afi .. ada apa anak itu tumben-tumbenan kirim pesan pas lagi audit di luar. Biasanya dia suka fokus sampai gak lihat hp.

"Pliz deh aku kan bilang behave kalau aku tinggalin... masa kamu disebut pelakor siihh.. lu ngapain aja gembulan?"

Bulan langsung mengerutkan dahinya. Pelakor maksudnya apa? Ia kemudian mengirimkan pesan kepada Afi

"Maksudnya pelakor gimana? aku gak ngapa-ngapain cuma jagain anak orang.. anaknya Kak Inneke ... kakak kelas kita itu"

Tak menunggu lama langsung ada jawaban dari Afi.

"Loe jangan liat istrinya oon... yang sekantor sama kita bapaknya.. lu disebut ada main sama Pak Kevin.. jagain anaknya pedekate sama bapaknya"

"Plis dehhh otak suci loe agak nakal sikit... lain kali jangan sok sok an berhati malaikat jagain anak orang"

"Gw barusan bilang kalau lu temenan sama Maknya jadi gak mungkin jadi pelakor"

"Lain kali klw mau jadi babby sitter bilang sama gw... ntar gw bilang sama Kak Juno supaya loe di DP biar gw cepat punya ponakan"

Bulan menarik nafas, temannya yang satu ini memang menyebalkan. Walaupun sangat membela dan melindunginya di luaran, tapi durinya suka menembus ke dalam.

"EGP sama pikiran orang... niat baik jangan dihalangi sama syakwasangka... hidup kudu saling membantu.. biarkan Allah yang menilai" Bulan tersenyum, biasa Afi tidak berkutik kalau sudah membawa nama Sang Pencipta.

"Kalau gitu niatkan buat ngebantu aku audit nehhh.. ngantuk sis... kopi udah abis dua cangkir.. gegara si Nico ngajak main game online malem-malem ....setaaaaan... jangan nempel dimata gw.... kirimkan jampe-jampeee Mbul... gw ngantuk, senior auditor di depan liatin gw...."

Makan tuh game online... makanya umur udah seperempat abad tapi hobi main game sama pacar. Masih mending siih... daripadi gw pacaran online 😟😭....Hmmm.. Gembulan nasiiiib mu itu... Bulan hanya bisa tersenyum sedih.

1
Mak Lis
kalo keingat kelakuan Bhanu yg penjahat kelamin,, rasanya gak rela kalo Mama Nisa harus balikan dg pak Bhanu
Riska Wulandari
lah kalo emang Juned yakin si Inge d perkaos kok benci ke Inge,aslinya Juned juga nyadar mereka sama² suka ngelakuinnya..
Riska Wulandari
sukurin lo Juned..
Riska Wulandari
ternyata Juned bisa ramah juga ya kalo sama teman kerja..
Riska Wulandari
nangissss
Riska Wulandari
meskipun baca ulang masih aja nangis..
Mak Lis
Mbul mengeluarkan jurus rayuan pulau kelapa yg super maut😄
Mak Lis
anak mama Nisa itu gimanaaa gitu.. Nyang atu kayak kanebo dan darting.. Nyang atu tengil dan gesrek... perpaduan yg unik😄
🖤 Yay
aku banget ini, suami kek Juno harus bersih ini itu😩
Ririn Prananingrum
kak shanti ada novel apa aja setelah bertahun2 balik lagi ke bulan dan hasna ....2026 pun novelnya tetap ga bosen baca nya dl baca pas on going sabar nunggu ech sekarang malah kayak kudu di habisin aja bacanya....semoga nanti bisa bertemu di novel2 kak shanti lainnya
Mak Lis
duhkah..Bulan kok punya ipar koplak kayak Afi..niat banget ngajari Mbul hal yg tabu..dan yg diuntung adalah Juno..lagi puasa ditawari take away paket satu..gak pake lama langsung aksien😁
Mak Lis
saat Inge bertanya apakah lebih bahagia bersama Mbul, Juno jawab dg senyum.. dan itu pasti jawaban yg sudah mewakili perasaan Juno saat ini..dan bisa dibayang perasaan Inge dg senyum jawaban Juno.. pasti hati Inge bukan hanya cekit, tapi cekot cekot
Mak Lis
Juno berharap Inge ikut senang dg kebahagiaannya hidup bersama bulan, sebaliknya Juno juga ikut senang Inge menemukan kebahagiaannya bersama Kevin..tapi bisa dibayangkan betapa cekot2nya dan hancurnya hati Inge mendengan kata2 itu keluar dari mulut Juno.
Mak Lis
untung Bulan di ruang VIP.. coba diruang yg sekamar ada dua, tiga, atau empat, bisa2 heboh dan berisik mengganggu' karena nangis keras2
Mak Lis
Bulan telpon bapak sambil bilang mau pulang.. membayangkan rasanya leher tercekat, dada sesak😭😭😭
Yay.
Aku Madura jga gitu yg menyelenggarakan pihak perempuan tp yg keluarga laki jga nyumbang dikit
Mak Lis
AFI kok bisa mengibaratkan Juno itu telor asin dan membandingkan dg Cedrik yg diibaratkan telur omega
Mak Lis
Doni kalo marah parah..meski jadi bawahan Juno juga hutang budi, kalo kesel sumpah srrapah sak enak udele dewe.. tapi kalo yg dimaki Juno, malah seneng dan mendukung
Mak Lis
saat Juno mengutarakan penyesalan dan gak bisa hidup tanpa Mbul, dan diucapkan dg lirih penyesalannya yg teramat dalam karena takut mengganggu tidur Mbul.. meskipun gedeg, itapi bisa merasakan penyesalan Juno, . .tak terasa airmata jatuh lagi😭😭😭😭
Mak Lis
saat mama Nisa menasehati Juno sepulang dari RS memeriksakan Mbul, hati tercekat lagi dan airmata kembali mengalir dg deras😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!