Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.
Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Intuisi
"I Miss you."
"Tolong jaga batasan, Paman."
Nika segera turun dari mobil. Langkahnya begitu lebar tanpa menoleh lagi ke belakangan. Lelaki yang sedari tadi menatapnya hanya tersenyum tipis. Melihat ke arah jari manisnya yang tak ada benda apapun yang melingkar di sana.
Nika mengatur napasnya yang tak karuhan. Meilan dan Lucy menatap gadis itu dengan tatapan penuh tanda tanya. Baju yang dikenakan oleh Nika bukanlah baju yang kemarin digunakan.
"Aku pulang ke apartment," jelasnya. Walaupun mereka berdua tak membuka suara sedikit pun. Dia meyakini kedua temannya mulai curiga.
"Bodoh, Nika! Bodoh!"
"Kenapa harus menghubungi manekin itu?"
Nika menghembuskan napas penuh frustasi. Meletakkan kepalanya ke arah meja dengan wajah yang sendu. Memikirkan bagaimana cara agar bisa melupakan sang manekin hidup?
"Apa hapus kontaknya?" gumamnya. Kemudian, menggeleng dengan cukup kencang.
"Nika gak punya kontak orang yang Nika percaya di sini, kecuali paman."
Dalam hati Nika berteriak begitu kencang. Gadis cantik itu tengah dilanda kebingungan. Tetiba kedua temannya menghampiri dan menarik tangannya keluar dari kelas.
"Aku lagi males keluar," ucapnya dengan langkah enggan sekali.
"Tara!!!"
Mata Nika mengerjap dengan cepat ketika di depan kelas sudah berjejer stand minuman dan buah-buahan segar.
"Teh susu favorit kamu, Nika," bisik Lucy dengan bersemangat. Nama kedai teh susu sesuai dengan yang sering dia beli.
"Sedang ada acarakah?" tanya Nika sedikit bingung.
"Katanya ada orang dermawan yang mengirimkan semua ini, tapi hanya untuk anak-anak kelas kita."
Dahi Nika pun mengkerut. Dia mulai berpikir. Kedua alisnya mendadak beradu ketika melihat anggur shine Muscat premium yang sering gadis itu makan.
"Kebetulan kah?"
Gadis itu diajak mengantri oleh kedua temannya. Tiba gilirannya, bukan hanya teh susu yang diberikan. Ada juga sebuah paper bag yang diberikan oleh sang penjaga stand.
"Spesial bonus."
Paper bag itu di ambil. Lalu, berjalan ke arah stand buah segar. Shine Muscat yang benar-benar premium yang diberikan untuknya. Semua ukuran hampir sama besarnya. Berbeda dengan kedua temannya serta yang lainnya.
Lucy dan Meilan begitu senang. Tapi, tidak dengan Nika yang sedari tadi tengah berpikir keras. Rasa teh susu yang sangat mirip dengan yang selalu dibelikan Ezra, serta buah anggur yang selalu dipilihkan oleh lelaki itu sebelum diberikan kepadanya. Ukurannya selalu sama dan bagus. Lucy meraih paper bag kecil yang ada di atas meja dan menyerahkannya kepada Nika. Menyuruh gadis itu membukanya.
Alangkah terkejutnya ketika isinya adalah cokelat yang amat sangat Nika suka, tapi begitu sulit untuk didapat. Walaupun datang ke tempatnya langsung. Nika segera menghubungi seseorang. Remaja itu pasti tahu sesuatu.
"Cokelat yang paling Nika suka itu gimana kabarnya?"
Jika, menginginkan cokelat asli Swiss Nika akan selalu meminta bantuan Elang. Koneksinya di sana cukup banyak. Bahkan, toko langganan cokelat terenak itu sudah kenal dengan Elang.
"Bulan depan."
Nika terkejut dengan jawaban Elang. Padahal, di list yang rilis awal bulan nama Elang ada di bulan ini. Kenapa malah bisa masuk list bulan depan?
"Istrinya lagi ngidam cokelat itu. Berani bayar 20x lipat dari harga normal."
Kembali Nika dibuat terkejut. Harga satuannya aja cukup menguras kantong.
"Bukan cuma jatah lu doang yang diambil. Ada 4 orang lainnya yang digeser mundur."
Atensi Nika mulai beralih ke dalam paper bag berisi cokelat kesukaannya. Dia mulai menghitung dan jumlah cokelat di dalam sana ada sepuluh.
"Apa mungkin orang itu Paman? Yang tahu cokelat kesukaan Nika hanya orang-orang terdekat. Termasuk lelaki itu."
Kembali Nika menggelengkan kepala. Dia tak mau terlalu percaya diri. Dia juga sadar diri. Tidak akan manekin hidup itu mengeluarkan effort sebegitu besar untuknya yang hanya lelaki itu anggap sebagai keponakan.
'Kebetulan: sudah terjadi hampir seminggu. Jika, malam tiba akan ada kurir paket yang mengantar makanan untuknya ke asrama dari seseorang tanpa nama. Memang bukan makanan berat, tapi cemilan yang sangat amat dia suka. Intuisinya mengarah pada seseorang. Namun, dia juga belum yakin. Sedari pertemuannya terakhir lelaki itu tak pernah menghubunginya.
Dan seperti hari ini, kembali ada donatur yang memberi makanan untuk mahasiswa kelas Nika. Mie cup kesukaan Nika serta susu rasa buah yang pernah Ezra beri.
"Apa mungkin dia?" gumamnya pelan.
"Bukan, Nika! Bukan! Dia sudah tunangan!"
Separuh jiwanya kembali menyadarkan agar tak tenggelam dalam harapan yang nantinya akan menyakitkan. Pulang kuliah gadis itu memilih untuk pergi ke sebuah kafe untuk sekedar meminum cokelat panas. Kebetulan yang Keseringan membuatnya dipenuhi kebingungan.
Baru saja cokelat panas itu diletakkan di atas meja, dia dikejutkan oleh seorang pria yang sudah menatapnya dengan wajah memelas.
"Pak Chandra," serunya pada lelaki yang sudah berada di meja yang sama dengannya.
Wajah lelaki itu terlihat amat kelelahan dan penuh kelesuan. Belum juga Nika membuka suara, Chandra yang tak lain adalah asisten Ezra di Axe Company lebih dulu bertanya.
"Ezra Gege itu lagi suka sama siapa sih?"
Hah?
Nika tak mengerti dengan pertanyaan Chandra. Harusnya lelaki itu tahu jika sang atasan sudah bertunangan dengan cinta masa lalu.
"Ngasih perintah enggak kira-kira," omelnya dengan sangat menggebu.
Nika tersenyum perih. Sudah pasti asisten Ezra itu diperintahkan untuk membant sang atasan membahagiakan sang tunangan.
"Namanya juga mau membahagiakan tunangan," jawab Nika sambil mengaduk cokelat yang sudah hangat.
"Tunangan?" Kini, Nika yang mengangguk.
Ezra terbahak mendengar ucapan Nika. Manusia berwajah jalan tol itu tidaklah mudah untuk mengikat seorang perempuan. Apalagi dia begitu anti jika perempuan menyentuhnya.
"Dengar ya, Nika," ujar Chadea sambil menatap sang gadis dengan serius.
Dia pun mulai menceritakan sedikit tentang Ezra dari kacamatanya. Lelaki itu bisa dibilang lelaki yang tak bisa disentuh oleh sembarangan perempuan. Bahkan, semua pekerja AXE company menyebut lelaki itu alergi wanita. Ruangan kerjanya tak pernah terjamah oleh satu pun wanita. Walaupun itu kliennya. Bahkan banyak bos besar yang menawarkan putri mereka untuk nikah dengan Ezra malah berujung pemutusan kerjasama sepihak. Dan satu-satunya wanita yang dibawa masuk ke ruangannya hanya Nika.
Nika semakin terkejut dibuatnya. Apa iya manekin hidup itu seperti itu? Sedangkan dirinya sering sekali menyentuh Ezra. Kalau tidak bergelayut manja atau tertidur di pangkuannya. Tetapi, lelaki itu tak pernah risih apalagi menolak.
"Saya penasaran banget loh. Perempuan mana yang bisa buat pak bos begini?" Kembali Chandra membuka suara. Nika hanya terdiam dengan segala pikiran yang berjalan.
"Nyuruh saya ke Swiss hanya untuk membelikan cokelat kesukaan perempuan itu. Bahkan, sanggup membayar 20x lipat."
Mata Nika melebar mendengar penjelasan Chandra. Begitu sama dengan penjelasan Elang seminggu yang lalu.
"Parahnya, saya harus mensortir shine Muscat yang dipesan dari Korea langsung. Padahal, semuanya bagus. Tapi, dia minta ukuran anggurnya harus sama dan kualitasnya harus premium."
Nika semakin terdiam. Intuisinya ternyata benar. Tapi, haruskah Nika bahagia di atas kesedihan wanita lain nantinya?
"Nika!" Seruan Chandra membuat Nika kembali tersadar.
"Apa kamu tahu perempuan itu?"
...**** BERSAMBUNG ****...
Boleh minta komennya gak?
cerdik harus di lawan cerdik erzaa
lnjut trus Thor
semangat
tenang Nika.... para singa jantan dan opa Aksa serta kakek Aska di serang sama Ezra bukan di serang yang dalam kekerasan tapi minta restu buat mencintai dan menikahi kamu .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Semangat Ezra💪💪...semoga cepat dapet restu dari para singa...