NovelToon NovelToon
Takut Gak Sih

Takut Gak Sih

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Rumahhantu / Mata Batin
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

terinspirasi dari film: Takut Gak Sih.

menceritakan seorang You Tuber dengan nama Chanel Takut Gak Sih yang membuat konten untuk membongkar kasus kematian para arwah gentayangan dari berbagai daerah dan pulau.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

misteri rumah Gantung part 4

Sesampainya di depan rumah Gantung itu, entah mengapa suasana di sini terasa sangat suram, udara di sini terasa lebih dingin di banding tempat lainnya, sampai sampai membuat ketiga orang itu memegang tengkuk mereka.

Di sini benar benar gelap gulita, karena lampu di dalam rumah itu tidak menyala.

Perasaan tidak enak mulai merayap di hati mereka, namun nafsu untuk menjatuhkan nama Tim Takut Gak Sih dan keinginan untuk viral membuat mereka memberanikan diri untuk nekat.

"Gimana mau lanjut?" Tanya Nino yang merasa tidak enak.

"Ya lanjut lah, udah tanggung banget sampai sini! Jangan sampai kita menyesal nanti, kalau lihat konten tim Takut Gak Sih viral lagi!" Sahut Bima di angguki Gita.

Mereka semua melihat sekeliling, hanya keheningan di sini bahkan entah mengapa suara serangga tidak terdengar di sekitar tempat ini, di sekitar sini juga sangat sepi tidak ada orang ataupun binatang satupun, benar benar sepi, dingin, dan gelap.

Krek!

Mereka bertiga bergegas membuka pintu rumah gantung itu yang memang tidak di kunci dan masuk ke dalam. Setelah sampai di dalam mereka tidak berlama lama, Bima dan Nino langsung duduk di lantai ruang tamu rumah gantung itu sementara Gita mevideo mereka.

Bima dan Nino mulai menyiapkan lilin, dan menyalakannya di sekitar mereka. Mereka berdua duduk di dekat boneka jalangkung sementara Gita berdiri di belakang mereka berdua.

Sembari mevideo aksi mereka Gita juga mevideo suasana di ruang tamu rumah ini, di sini sangat kotor dan udaranya sangat pengap. Sarang laba laba terlihat di mana mana, semua barang barang di sini seperti sofa, meja, rak semuanya di tutup dengan kain putih polos yang sudah kusam terkena tumpukan debu.

Jantung mereka bertiga sebenarnya sudah berdetak sangat kencang, namun demi menjatuhkan nama Tim Takut Gak Sih mereka tetap memberanikan diri.

"Ha.. hai guys, di sini aku dan teman temanku mau membuktikan bahwa konten yang di buat oleh tim takut Gak sih itu cuma setingan, kita mau main jalangkung di sini dan membuktikan bahwa rumah ini ngga angker, itu semua hanya rekayasa yang di buat Galang, Atmo, Cahaya, dan Vina." Ucap Gita sembari merekam kesana kemari ke setiap sudut ruangan.

Sejauh ini tidak ada yang aneh.

Nino dan Bima mulai menyayikan lagu pemanggil arwah, "Jaelangkung jaelangset di sini ada pesta, pestanya kecil kecilan datang tak di jemput, pulang tak di antar, datanglah datanglah.."

Setelah selesai menyanyikan lagu pemanggil arwah satu menit tidak ada kejadian apapun.

"Benar kan guys, ngga ada apa apa di si--" Gita menghentikan kalimatnya kala ponselnya terjatuh ke lantai, Gita merasa ada seseorang yang menapik tangannya dan membuat ponselnya terjatuh.

Ia tolah toleh namun tidak menemukan siapapun selain mereka bertiga. Gita hendak mengambil ponselnya namun ia urung kala mendengar suara jendela yang terbuka, membuat mereka bertiga kaget.

Udara dingin dari luar masuk ke dalam mereka langsung merasakan angin dingin yang berhembus secara perlahan namun menusuk, api lilin mulai bergoyang goyang. Suasana di sini mendadak sangat menyeramkan, baik Bima, Nino, maupun Gita merasa sedang di awasi.

"HAH?!!" Nino dan Bima melompat kaget kala melihat boneka jalangkung bergerak. Awalnya pelan namun lama kelamaan semakin kencang.

Nino memberanikan diri untuk bertanya walaupun jantungnya terasa mau lepas, "hai arwah yang ada di dalam jalangkung, apakah kamu benar Melody?"

"Iya.." mata mereka melebar ketika Jalangkung itu berucap, namun keterkejutan mereka tidak sampai di situ, Jalangkung itu kembali melanjutkan ucapannya, "kalian telah mengusikku! Pergi atau mati!"

Wus!

Boneka jalangkung itu tiba tiba terbang tak tentu arah, membuat Nino, Bima, dan Gita semakin ketakutan sampai sampai nafas mereka memburu.

Mereka pun langsung lari menuju ke pintu utama yang berjarak sangat dekat dengan mereka, mungkin hanya sekitar 6 meter.

Namun begitu mereka membuka pintu utama itu mata mereka terbelalak kala mendapati itu adalah ruang tamu.

Boneka jalangkung itu terbang melesat ke arah mereka, terpaksa mereka kembali berlari menuju ke pintu utama lagi, namun lagi lagi mereka tidak kunjung berada di luar mereka terus berada di ruang tamu.

Hingga sampai kesembilan kali Gita mulai kelelahan ia tersandung kaki meja dan..

Brug!

Gita terjatuh di lantai dan kepalanya terbentur lantai, dia pingsan seketika itu juga.

Nino dan Bima tidak mengetahui, ajaibnya ketika mereka melewati pintu utama mereka sudah berada di halaman rumah gantung itu.

Dengan perasaan takut yang benar benar mendalam mereka memutuskan untuk berlari sekencang mungkin tanpa menoleh kebelakang, mereka benar benar tidak sadar bahwa Gita tertinggal di ruang tamu bersama dengan boneka jalangkung.

Saat itu masih sekitar pukul setengah dua belas malam, masih 30 menit lagi sebelum Tim Takut Gak Sih membuat konten di sana.

Setelah lelah berlarian akhirnya Nino dan Bima berhenti dan duduk di depan warung klontong yang sudah tutup.

Mereka tidak langsung berbicara mereka mengatur nafas mereka yang memburu, tampak keringat sebesar biji jagung menetes netes di sekujur wajah dan tubuh mereka hingga membashi baju yang mereka kenakan.

Nino menoleh kesana kemari, "astaga di mana Gita?!" Ia melotot karena terkejut.

Bima langsung tolah toleh begitu pula dengan Nino.

"Waduh, apa jangan jangan Gita lari ke arah yang ngga sama dengan kita?" Tebak Bima.

"Nggak mungkin! Dia pasti lari bareng kita.... apa jangan jangan Gita masih belum bisa keluar dari Rumah Gantung itu?" Tebak Nino.

"Owwwhhhhhh... shiiitt.. gawat kalau begitu, Gita bisa kenapa napa di sana. Belum lagi kalau sampai orang tuanya tahu bahwa kita terlibat soal hilangnya Gita, bisa bisa kita di penjara orang tua dia kan orang kaya!" Ujar Bima panik.

"Gimana ini Bim? Apa kita kabur aja terus pura pura ngga tau?"

"Ngga bisa No, kalau di tanya polisi kita harus jawab apa? Sementara aku dan kamu ngga ada alibi, kita udah terlanjur ijin sama orang tua main ke kampung Gita!"

"Coba kita cari Gita di sekeliling kampung ini aja dulu, Bim. Siapa tahu dia memang lari beda arah sama kita, kalau ngga ketemu terpaksa kita harus jujur sama Mbak Santi dan minta tolong bantuan Tim Takut Gak Sih cuma mereka yang bisa nolong kita..."

Bima mengangguk, "okelah, kita juga ngga punya pilihan lain."

Mereka langsung berkeliling kampung ini. Bima mengecek jam di ponselnya, masih pukul 23:35. Mereka masih memiliki waktu sebelum tengah malam.

***

Bagaimana dengan keadaan Gita? Mengapa ketika Gita tertinggal di rumah itu Bima dan Nino langsung menemukan jalan keluar?

Apakah Bima dan Nino berani meminta pertolongan Tim Takut Gak Sih? Penasaran? Di tunggu bab berikutnya, jangan lupa kasih like, komen, dan ulasan bintang 5 agar author semangat updatenya.

1
Tini Nurhenti
next💪💪💪
Tini Nurhenti
lanjutttty 💪💪💪💪💪
Tini Nurhenti
abu2 thor
Tini Nurhenti
next 💪💪💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
dendam sama ibunya kok anaknya yang dibunuh 😑
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
ohhh ga semua kru tinggal di rumah vina ya
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
harusnya yang ga bersalah ga usah diteror 😑
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah parah nge jual anak sendiri 😑
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!