NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24(berangkat ke hutan)

Pukul jam 8 pagi, semua orang sudah berkumpul di halaman rumah Kayla, setelah seharian meminta izin untuk pergi ke hutan, akhir nya orang tua gadis itu mengizinkan putri nya untuk mencari Viona, asal kan di dampingi oleh Johan

"Ini yakin cuma kita bertiga?" Tanya Kayla sembari menatap Baskara dan Johan secara bergantian

"Yakin lah, lagian kalo orang nya banyak malah ribet tau" Jawab Baskara yang langsung di angguki oleh Johan

"Betul banget itu, apalagi kalo misal banyakan yang cewe_

Belum selesai Johan menyelesaikan kalimat nya, dari arah gerbang terlihat ada 3 gadis dan 2 laki-laki yang sedang berjalan ke arah mereka dengan membawa koper besar

Kayla yang melihat nya pun melotot tak percaya, mengapa ada geng Aurel di sini?

"Elo tuh gimana sih? Gue kan bilang kita bakal ikut, main tinggal-tinggal aja" Kesal Cakra

Laki-laki itu meletakkan koper nya tepat di hadapan Baskara

"Eh gila! Elo mau nyari Viona atau mau merantau, nih ngapain elo bawa-bawa koper segala"

Baskara menendang koper itu dengan pelan, hal itu membuat Cakra dengan cepat mengelus pelan bagian yang di tendang oleh teman nya itu

"Jangan gitu dong, nih koper punya nyokap gue, kalo sampai rusak, bisa di usir dari rumah nih gue" Kesal nya

"Lagian kenapa bawa-bawa begituan, terus tuh kenapa bawa mereka juga?" Tunjuk nya pada ketiga gadis yang masih sibuk dengan barang bawaan mereka

"Kalo itu tanya aja sama Radit, soal nya dia yang ngajak tadi"

Radit yang di tunjuk pun hanya bisa menyengir kuda, ia juga bingung bagaimana menjelaskan nya

"Bawa cewe satu aja repot, apa lagi ini empat sekaligus" Celetuk Johan seraya melirik ke arah Kayla

"Apa Lo liat-liat gue! Gue beda gak sama kayak mereka!" Celetuk Kayla dengan suara sedikit keras, agar geng Aurel mendengar apa yang ia ucapkan

"Gak usah nyindir-nyindir, niat kita baik kok, mau bantuin nyari temen elo yang kampungan itu" Ucap Bella yang membuat Kayla langsung darah tinggi

"Kampungan-kampungan! Tutup mulut elo yang bau sampah itu! Dia juga punya hati! Emang elo kira dia mau hidup miskin!" Bentak Kayla tak terima

Ketika gadis itu ingin melangkah maju mendekati Bella, dengan cepat Johan menahan nya

"Udah gak usah di dengerin, fokus kita sekarang ini nyari keberadaan Viona" Laki-laki itu mencoba menenangkan saudara nya dengan mengelus pundak Kayla

"Nah kan, belum juga jalan udah pada ribut begini, sekarang gue punya aturan, kalau nanti di sana ada yang bikin masalah, detik itu juga gue suruh pulang, dan itu berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali!" Jelas Baskara sembari menunjuk mereka satu persatu

"Kok gitu?" Protes Jihan

"Kenapa? Gak setuju sama aturan gue? Kalo emang gak setuju sekarang elo boleh pulang, tuh pintu gerbang nya masih kebuka luas" Ucap Baskara yang membuat gadis itu terdiam membisu

"Udah mending diem aja, kita ikuti aturan dia" Bisik Aurel

"Iya-iya, maaf"

Baskara menghitung jumlah semua orang dan membagi mereka dalam dua kelompok

Kelompok pertama terdiri dari : Cakra, Radit, Aurel dan Bella

Sedang kan kelompok kedua, ada Baskara, Johan, Kayla dan juga Jihan

"Boleh tuker gak sih? Gue mau nya semobil sama elo" Ucap Aurel yang merasa keberatan jika Jihan satu mobil dengan Baskara

"Gak! Gak! Keputusan ini udah gak bisa di ganggu gugat, dah mending masukin barang-barang kalian ke dalam mobil" Titah Baskara

Mendengar hal itu, wajah Aurel nampak berubah menjadi sangat kesal, ia menghentak-hentakan kaki sebelum menarik koper nya menuju mobil

Johan sendiri membawa kan tas ransel milik Kayla dan memasukan nya ke dalam bagasi mobil

"Gue duduk nya sama elo ya" Pinta Kayla pada saudara nya itu

"Ya gak bisa gitu dong, masa gue sebelahan sama Jihan, cowok sama cowok, cewek sama cewek"

Baskara segera menyuruh Jihan untuk duduk di bangku belakang, sedangkan diri nya di depan bersama dengan Johan

"Dih, males banget sih, harus duduk deket dia" Gumam Kayla yang masih bisa di dengar oleh Jihan

"Gue juga gak sudi ya duduk deket elo, kalau bukan Baskara yang minta, udah dari tadi gue ganti mobil!" Ucap Jihan dengan suara lirih

Mobil Baskara bergerak maju mengikuti mobil Radit dari belakang, waktu yang mereka tempuh untuk sampai di hutan adalah sekitar 3 atau 4 jam an

Maka dari itu semua orang sudah mempersiapkan bekal untuk mereka makan selama perjalanan

"Dengerin musik napa sih? Sunyi banget keliatan nya" Celetuk Jihan sembari menatap bosan jendela mobil

"Gak, gak, kita itu lagi di dalam mobil, jadi jangan stel musik sembarangan, takut nya nanti Baskara gak bisa fokus nyetir nya" Tolak Kayla yang membuat Jihan mendesah kecewa

"Astaga, cuma dengerin musik doang loh, apa hubungan nya sama nyetir coba?"

Baskara dan juga Johan hanya bisa menghela nafas mendengar perdebatan antara kedua gadis itu yang seperti nya tidak akan ada habis nya

"Ya ada dong, kalo dia keasikan dengerin musik, terus joget-joget, habis itu gak liat depan, gimana coba? Keselamatan itu nomor satu, lagian kalo mau dengerin musik, pake headset kan bisa" Jelas Kayla panjang lebar

Gadis itu melemparkan headset yang ia dapatkan dari bangku yang Kayla duduki

"Kalo gue sendirian yang dengerin ya gak seru lah, enak juga bareng-bareng"

Jihan melemparkan kembali headset yang di berikan oleh Kayla, hal itu membuat gadis itu menjadi emosi

"Ngapain kasih ke gue lagi, kata nya mau dengerin musik"

Kayla menaruh headset itu di atas paha Jihan yang membuat gadis itu reflek membuang nya

"Gue gak mau, kok elo maksa sih" Kesal nya

Johan yang melihat headset itu di lempar ke sana kemari pun segera mengambil nya, ia membuang headset itu ke luar jendela yang membuat kedua gadis itu melongo

"Kok di buang?' tanya nya bersamaan

"Biar kalian berdua diem, gue sama Baskara pusing denger suara kalian yang berisik itu" Jawab Johan yang membuat kedua nya langsung terdiam

"sumpah, gue males banget duduk bareng cewek alay ini, mana jalan nya lama lagi" batin Kayla tak tahan

"coba aja gue satu mobil sama Bella, pasti bakal seru, ketimbang sama nih cewek" batin Jihan sembari melirik ke arah gadis yang berada di samping nya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!