Mei Lian putri dari kerjaan Cheng yang menikah dengan Kaisar perang dari kerjaan Yan , karena perjodohan .
Mei Lian sangatlah bahagia dengan pernikahan nya itu , karena memang sudah lama ia mengagumi sosok Kaisar perang yang sangat hebat dari kerjaan Yan , tapi tak disangka ternyata Kaisar dari kerjaan Yan tidak lah menyukai Mei Lian , Kaisar yang terkenal dengan kehebatannya di dunia perang itu seketika berubah menjadi kejam dan sering menyiksa Mei Lian di dalam istananya .
apa yang membuat Kaisar tidak menyukai Mei Lian. ?
dan apa kah Mei Lian sanggup bertahan dengan perlakuan kasar suaminya , atau justru ia menyerah dan memberikan raganya kepada seseorang yang menginginkan kehidupan kedua . ?
seperti apa kisah nya 😅🤭 yang penasaran mampir ya guysss hehehee .... 🥰🥰🤗 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mei Lian Yang Pasrah
.
.
Mei Lian perlahan berjongkok , melakukan apa yang biasa ia lakukan saat menjalankan hukuman dari Kaisar.
Plak
Satu cambukan mendarat di punggung Mei Lian hingga membuat wanita itu meringis kesakitan
Plak
cambukan kedua kembali mendarat , Mei Lian memejamkan matanya dengan air mata yang keluar dari mata cantik nya itu .
Jia Li ia menghampiri Liu Che yang kini sedang berada di kamarnya , " kau mau kemana. ? " Piyu selaku bayangan dari Liu Che itu menghentikan langkah Jia Li saat melihat gadis pelayan itu ingin masuk begitu saja ke dalam kamar pribadi tuan nya .
Jia Li menghentikan langkah nya ia menatap Piyu yang menatap nya dengan datar " saya ingin bertemu Kaisar .... Nyonya dia bisa tiada dengan hukuman cambuk dua ratus kali .... Izinkan saya menemui tuan " Jia Li ia memohon kepada Piyu supaya ia di izinkan bertemu dengan Liu Che , ia ingin meminta blas kasihan kepada tuan nya itu , supaya memudahkan hukuman Mei Lian .
" tuan sedang istirahat .... pergilah " ucap Piyu
" tidak ... saya tidak akan pergi .... Sebelum saya berbicara kepada tuan " ucap Jia Li , ia memberanikan diri menentang Piyu demi keselamatan nyonya nya itu
Piyu ia menghela napasnya dengan sabar menghadapi gadis pelayan yang sangat keras kepala itu . " TUAN ..... KASIHANILAH NYONYA DIA ... DIA BISA TIADA DENGAN HUKUMAN CAMBUK DUA RATUS KALI INI " Jia Li ia berteriak di depan kamar Liu Che karena Piyu tidak kunjung mengizinkan nya untuk masuk .
Piyu ia segera menarik lengan Jia Li untuk menjauh , " lepaskan ... saya ingin berbicara kepada tuan .... " Jia Li memberontak karena Piyu terus menyeretnya untuk menjauh
" percuma ... kaisar tidak akan mendengarkan mu ... pergilah dan rawat Putri dengan baik saat dia sudah selesai dengan hukumannya " ucap Piyu saat mereka sudah sedikit jauh dari depan kamar pribadi Liu Che .
Jia Li ia duduk di atas tanah seraya menangis di bawah kaki Piyu " hiks .... Hiks .... bicaralah kepada tuan .... Untuk mengubah keputusan nya dan memberikan hukuman yang tidak berat kepada nyonya .... Hiks ... Hiks .... Kasihani lah nyonya .... Dia sangat menderita selama satu tahun ini .... Hiks .... Hiks ... Hiks .... " Jia Li terus memohon demi keselamatan nyonya nya itu
Piyu ia kembali menghela napasnya dengan panjang " pergilah pelayan kecil .... Kaisar tidak akan mendengar apapun .... " ucap Piyu
" Hiks .... Hiks ... Kasihani lah nyonya .... dia bisa tiada dengan hukuman ini .... Hiks ... Hiks ... " Jia Li terus menangis meminta balas kasihan
Piyu ia menunduk menatap gadis pelayan itu dengan penuh iba , sebenarnya ia juga sangat kasihan kepada Mei Lian yang terus mendapatkan perlakuan kasar dari tuan nya , tapi ia juga tidak bisa berbuat apapun , kecuali hanya diam .
" pergi lah .... Putri membutuhkan mu " ucap Piyu setelah nya ia melangkah pergi meninggalkan Jia Li yang terus menangis meminta blas kasihan .
Mei Lian menerima cambukan demi cambukan dengan pasrah , darah sudah bercucuran keluar dari punggung nya , hingga membuat gaun yang di kenakan nya itu basah karena darah .
Plak
Plak
Plak
Mei Lian tidak kuat lagi berjongkok ia menjatuhkan tubuh lemah nya di atas tanah dengan pasrah .
" ayah handa ... Ibunda ... Putri mu merindukan kalian ... " gumam Mei Lian sebelum ia kehilangan kesadaran nya .
meskipun Mei Lian sudah tidak sadar lagi anak buah yang di perintahkan oleh Liu Che itu terus mencambuk tubuh yang sudah tidak berdaya itu .
Jia Li datang dan melihat nyonya nya terbaring diatas tanah dengan tengkurap tak sadarkan diri , Jia Li berlari menghampiri Mei Lian dengan menangis .
" hentikan ....hentikan ... Nyonya sudah tidak sadarkan diri lagi .... Dia bisa tiada " Jia Li meminta anak buah Liu Che berhenti mencambuk tubuh nyonya nya yang sudah tidak berdaya itu
Anak buah itu menghentikan kegiatan nya , setelah nya ia menunduk hormat dan melangkah pergi dari sana , meninggalkan Mei Lian yang sudah tidak sadar kan diri dengan darah yang bercucuran keluar dari punggung nya .
tidak ada niat sedikit pun dari mereka untuk menolong Mei Lian , Jia Li menangis histeris karen ia tidak tau harus melakukan apa saat ini .
" nyonya sadarlah nyonya " ucap Jia Li ia memangku kepala Mei Lian yang mengeluarkan keringat , bibir wanita cantik itu sudah memucat .
" siapapun .... tolong kami ... Hiks ... Hiks ... kasihani lah nyonya " ucap Jia Li ia berharap ada seseorang yang menolong nya dan membantu nya membawa tubuh Mei Lian yang sudah tidak sadarkan diri ini masuk kedalam kamar .
Piyu ia berlari kearah mereka dengan sangat buruh-buruh " menyingkir lah aku akan membawa putri masuk ke kamarnya " Piyu dengan hati-hati ia menggendong tubuh lemah Mei Lian dan segera membawa nya masuk kedalam kamar, Jia Li ia mengikuti nyonya nya itu yang sudah di gendong oleh Piyu .
Dan setelah sampai didalam kamar Piyu membaringkan tubuh lemah Mei Lian di atas ranjang wanita itu dengan sangat hati-hati , setelah nya ia meletakkan jari telunjuk nya di depan hidung Mei Lian , mengecek napas wanita itu .
Jia Li ia menyiapkan obat-obatan herbal untuk mengobati luka nyonya nya dengan gerakan cepat nya , tak lupa gadis pelayan itu terus menangis dan sesekali ia mengusap air matanya .
Piyu ia menatap penuh iba Mei Lian wanita yang malang yang harus mendapatkan penyiksaan kasar dari tuan nya , walaupun hanya kesalahan kecil yang di lakukan oleh Mei Lian .
" napasnya melemah .... cepat berikan perawatan kepadanya ... Aku tidak bisa lama ... Kaisar akan marah jika mengetahui aku datang kemari " ucap Piyu dan setelah nya ia segera pergi dan menghilang di kegelapan malam .
Jia Li tangannya gemetaran mendengar apa yang di katakan oleh Piyu , tapi meskipun begitu ia tetap meracik obat herbal untuk nyonya nya dengan cepat .
" bertahan lah nyonya .... " ucap Jia Li ia sesekali melihat Mei Lian yang terbaring tak berdaya itu .
Setelah selesai Jia Li menghampiri Mei Lian dengan mangkuk keramik di tangan nya , dengan gerakan yang sangat hati-hati Jia Li merobek gaun Mei Lian yang sudah berlumuran darah dengan sangat hati-hati .
Setelah gaun itu terbuka Jia Li semakin menangis ia membersihkan luka itu dengan tangan yang gemetaran , luka cambuk yang ada di punggung Mei Lian sangatlah parah , bahkan ada sebagian luka yang menganga .
" sungguh malang nasib mu nyonya " ucap Jia Li memeras kain yang ada di tangan nya .
setelah selesai membersihkan luka itu , Jia Li mengoleskan obat yang sudah ia racik kepada luka sang nyonya dengan gerakan yang sangat lembut dan hati-hati .
" bertahan lah nyonya .... demi raja dan ratu ... , jika mereka tau anda seperti ini mereka akan sangat marah .... " ucap Jia Li berbisik berharap Mei Lian mendengar ucapan nya itu
Jika bukan karena permintaan dari Mei Lian , Jia Li ia sudah mengatakan kepada raja dan ratu kerjaan Cheng jika Mei Lian mendapatkan perlakuan buruk dari Kaisar Liu Che .
.
.
.
bab berikut nya nyusul ya guyss 🙏 😊 .
jangan lupa Like , komen dan Vote nya 🥰🤗🤗
.
.
.
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪