Jeevan Aleser, sosok karismatik yang terkenal baik hati dan dermawan sebenarnya adalah seorang pencuri berlian dan barang antik. Dalam dunia kejahatan, Jeevan dikenal dengan sebutan Mr. A.
Mr. A yang tidak pernah gagal menjalankan aksinya, suatu hari terdesak hingga menawan seorang gadis untuk menyelamatkan diri. Aleena, gadis tawanan Mr. A adalah seorang gelandangan yang dibuang keluarganya.
Sebuah kisah romantis komedi yang terbalut dalam aksi pencurian dan pembalasan dendam. Akankah Aleena dan Jeevan dapat hidup bahagia dengan tenang? Ataukah pada akhirnya mereka menjalani hidup sebagai buronan bahkan menjadi tahana? Ikuti kisah cinta penuh aksi dalam kisah ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teror Kecil #2
~Saat kebaikanmu hanyalah pura-pura, maka yang akan kamu dapatkan juga kepalsuan. Tidak akan ada yang tulus kepadamu, bahkan hatimu sendiri pun akan meningkatimu~ Yoemi
Happy reading ...
❤️
❤️
❤️
⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳
Zerlinda mengendap-endap masuk ke dalam toilet. Dengan langkah waspada, dicarinya sosok Aleena. Namun, dia tak dapat menemukannya. Tak ada siapapun di dalam toilet.
"Dimana gadis itu? Jelas-jelas tadi dia menuju ke sini," lirih Zerlinda.
"Sepertinya Anda mencari saya, Nona!"
Kehadiran Aleena sangat mengejutkan Zerlinda. Secara tiba-tiba, Aleena berdiri di belakang Zerlinda. Membuat gadis itu kaget dan terhentak.
"Aleena ..." sebut Zerlinda. Wajahnya tampak pucat pasi. Sebuah ketakutan yang terpapar jelas di raut gadis itu.
Aleena memicingkan mata, menatap Zerlinda tajam tanpa berkedip.
"Tidak, ini pasti mimpi. Kau, tidak mungkin masih hidup," cercau Zerlinda.
"Kalau aku tidak mungkin masih hidup, artinya aku sudah mati. Berarti, aku adalah hantu yang sedang memburumu," Aleena tersenyum menyeringai.
Aleena mendekati Zerlinda. Lalu, dia mengangkat tangannya, mencoba menjamah Zerlinda.
"Jangan mendekat!" larang Zerlinda. Keringat dingin sudah menguasainya. Bahkan mulai menetes dari pelipisnya.
"Hahaha ... kenapa Anda ketakutan, Nona? Apa kita saling mengenal? Atau Anda familiar dengan wajah ini?" tanya Aleena yang membuat Zerlinda mengambil kesimpulan bahwa itu adalah orang lain.
"Kau bukan Aleena ..." ucap Zerlinda sambil menarik napas lega.
"Aleena? Namaku Alea," akui Aleena. Dia memperkenalkan nama palsu.
"Alea? kau sangat mirip dengannya." Zerlinda mengerutkan kening. Ada tanda tanya besar dalam benaknya.
"Mirip? Kalau begitu, aku saudara kembarnya. Aku ingin menuntut balas atas kematiannya."
Aleena mengangkat kedua tangannya layaknya vampir dalam drama kolosal China. Membuat Zerlinda kembali ketakutan.
"Tidak, ini tidak mungkin ...." Zerlinda memundurkan langkahnya.
Dengan mata nyalang tanpa berkedip, Aleena meringsek ke dekat Zerlinda. Membuat wajah gadis itu semakin putih pasi seperti kapas. Darahnya bagai habis mendadak tak mampu naik ke kepala. Dia tak dapat menyembunyikan rasa takutnya.
"Tidak ... jangan mendekat! Aku ... kematian Aleena bukan bukan salahku."
Zerlinda berlari meninggalkan toilet. Dia tidak dapat lagi mengatasi rasa takutnya jika tetap berada di situ. Namun, hal tersebut terlihat lucu bagi Aleena. Membuatnya tak dapat menahan tawa.
"Zerlinda, ini baru permulaan. Setelah ini, aku tidak akan bermain-main lagi. Aku pasti akan membuat hidupmu sengsara!" tekad Aleena.
Aleena kemudian membersihkan bajunya yang terkena noda minuman. Setelah itu, dia keluar dari toilet. Tak disangka, Jeevan sudah menunggu di sana.
"Tuan Jee, sejak kapan Anda di sini? Apa tadi Anda melihat wajah Zerlinda yang ketakutan?"Aleena menanyai Jeevan dengan antusias.
"Ya, aku melihatnya."
"Bagaimana menurut, Tuan Jee?"
"Kerjamu tidak begitu buruk," ujar Jeevan sambil melepas jasnya lalu memakaikan pada Aleena.
Aleena terbengong mendapat perlakuan itu dari Jeevan. Bagi Aleena, itu seperti sesuatu yang sangat spesial. Membuat hati Aleena seakan memasuki taman penuh bunga berwarna warni.
"Kenapa melamun?" tanya Jeevan.
"Tuan Jee, ini ...." Aleena menggantung kaliamatnya sambil memegangi jas Jeevan.
"Bajumu kotor dan basah. Akan lebih baik jika kau mengenakan itu," ucap Jeevan datar. Dia tiba-tiba terlihat dingin dan acuh.
"Terima kasih, Tuan Jee." Mata Aleena berbinar-binar.
"Ayo, pulang sekarang!"
Jeevan menarik tangan Aleena. Menuntunnya meninggalkan lokasi pesta. Aleena hanya menurut dengan perlakuan Jeevan. Dalam pandangannya, tindakan Jeevan adalah hal romantis. Seorang laki-laki yang menarik tangan wanita di antara kerumunan. Lalu membawanya pergi jauh. Aleena telah lama memimpikan drama seperti itu dalam hayalannya.
mampir di ceritaku judulnya "impian surga" cerita bergenre spiritual romance.
yg datang ke lapak ku InsyaAllah akan ada kunjungan balasan. terima kasih..
mari saling mendukung .. ☺️