NovelToon NovelToon
System Cek In Harian: Dunia Kultivator

System Cek In Harian: Dunia Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan / Dunia Lain / Harem
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duel di Arena Utama

Arena Utama Sekte Langit Biru adalah struktur megah yang bisa menampung hingga lima ribu penonton. Bangunan berbentuk lingkaran dengan tribun bertingkat mengelilingi arena pertarungan di tengah. Arena itu sendiri berdiameter lima puluh meter, terbuat dari batu spiritual yang sangat kuat dan dikelilingi oleh formasi pelindung untuk mencegah energi pertarungan melukai penonton.

Saat Luo Chen tiba, arena sudah penuh sesak. Murid-murid dari semua tingkatan berkumpul—murid terluar, murid dalam, bahkan murid inti. Di tribun khusus, para tetua dan pemimpin paviliun duduk dengan ekspresi penasaran.

Feng Liuying duduk di antara tetua lain, wajahnya tenang tapi matanya penuh perhatian. Di tribun murid dalam, Xiao Yao berdiri dengan tangan terkepal erat. Lin Daiyu berada di antara murid alchemist, wajahnya pucat tapi penuh harapan. Wang Xiaoxiao duduk santai di tribun VIP dengan senyum misterius yang tidak pernah hilang dari wajahnya.

Suara kerumunan memenuhi udara—taruhan dibuat, prediksi dilontarkan, gossip tersebar.

"Liu Yang pasti menang dalam satu menit!"

"Tidak, Luo Chen setidaknya bisa bertahan lima menit!"

"Kalian berdua salah! Aku yakin Liu Yang akan main-main dulu sebelum menghabisinya!"

Luo Chen berjalan melewati kerumunan dengan kepala tegak. Jubah hitamnya berkibar pelan, bordiran naga emas berkilau di bawah matahari. Pedang Bayangan Bulan tersimpan aman di punggungnya.

Dia melangkah masuk ke arena dan langsung merasakan energi formasi pelindung mencakup area itu. Formasi tingkat tinggi yang dibuat oleh master formasi—bahkan serangan Golden Core tingkat rendah pun tidak akan bisa menembusnya.

"Jadi kau benar-benar datang," suara sombong terdengar dari sisi lain arena.

Liu Yang melangkah masuk dengan langkah percaya diri yang menyebalkan. Hari ini dia mengenakan jubah merah dengan bordiran naga angin berwarna putih—simbol Keluarga Liu. Rambutnya diikat tinggi dengan mahkota jade, wajah tampannya penuh dengan senyum meremehkan.

Di pinggangnya tergantung pedang dengan sarung berwarna hijau jade—Pedang Angin Naga, senjata spiritual tingkat Langit warisan keluarganya.

Aura Foundation Establishment tingkat 3 memancar darinya tanpa terkontrol, menekan semua orang yang berada di dekatnya. Beberapa murid terluar yang duduk terlalu dekat arena bahkan kesulitan bernapas.

"Aku tidak mengira sampah seperti mu berani muncul," lanjut Liu Yang sambil melangkah lebih dekat. "Kukira kau akan lari dengan ekor terselip seperti anjing pengecut."

"Aku di sini," jawab Luo Chen dengan nada datar, tidak terpengaruh oleh provokasi. "Mari kita selesaikan ini."

Liu Yang menyeringai. "Selesaikan? Oh tidak, aku tidak akan menyelesaikan ini dengan cepat. Aku akan bermain-main dengan mu dulu. Membuatmu menderita. Membuatmu menyesal telah berani melawan ku."

Di tribun wasit, seorang tetua berjanggut putih bangkit—Tetua Chen, ketua dari Paviliun Hukum yang bertindak sebagai wasit untuk duel resmi.

"Perhatian semua!" suaranya menggelegar dengan diperkuat Qi, membuat seluruh arena menjadi sunyi. "Ini adalah duel resmi antara Liu Yang, murid inti ranking tiga, melawan Luo Chen, murid terluar. Aturan duel adalah sebagai berikut:"

Dia mengangkat tangannya, jari-jarinya menyala dengan Qi berwarna biru.

"Pertama: Duel berlangsung sampai salah satu pihak menyerah, tidak sadarkan diri, atau tewas."

Kerumunan berteriak excited. Ini adalah duel dengan taruhan nyawa!

"Kedua: Peserta boleh menggunakan senjata, pil, dan item apapun yang mereka bawa. Tidak ada batasan."

"Ketiga: Keluar dari arena atau meminta bantuan dari luar akan dianggap sebagai kekalahan."

"Keempat: Wasit berhak menghentikan duel jika salah satu pihak sudah jelas tidak bisa melanjutkan."

Tetua Chen menatap kedua peserta dengan serius. "Liu Yang, Luo Chen, apa kalian mengerti dan menerima aturan ini?"

"Aku menerima," jawab Liu Yang dengan senyum sombong.

"Aku menerima," ucap Luo Chen dengan tenang.

"Bagus!" Tetua Chen mengangkat tangannya tinggi-tinggi. "Peserta, bersiap!"

Luo Chen mengambil posisi bertarung. Dia mengeluarkan pedang Bayangan Bulan dari punggungnya—bilah perak berkilau di bawah matahari, indah dan mematikan. Dengan gerakan yang tidak terlihat, dia menginjeksikan sedikit Qi ke Batu Formasi Pelindung yang tersimpan di jubahnya. Barrier tak terlihat langsung menyelimuti tubuhnya.

Liu Yang mengeluarkan Pedang Angin Naga dari sarungnya. Pedang itu mengeluarkan aura angin yang kuat, membuat udara di sekitarnya berputar-putar.

Keduanya saling menatap dari ujung arena yang berlawanan—satu dengan ekspresi sombong, satu lagi dengan tatapan tenang yang penuh tekad.

Tetua Chen mengayunkan tangannya ke bawah.

"MULAI!"

BOOM!

Liu Yang langsung meledakkan auranya secara penuh—Foundation Establishment tingkat 3 yang menakutkan! Tekanan spiritualnya menyapu arena, membuat formasi pelindung bergetar.

"RASAKAN INI, SAMPAH!" teriaknya sambil melompat maju dengan kecepatan tinggi.

Pedangnya mengayun dari atas—tebasan vertikal yang diperkuat dengan Qi berwarna hijau. Angin berputar di sekitar bilahnya, menciptakan efek seperti tornado kecil.

"Teknik Keluarga Liu: Tebasan Angin Naga!"

Serangan yang cukup kuat untuk membunuh kultivator Qi Refining biasa dalam satu hit!

Tapi Luo Chen tidak panik. Dia mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu—

SYUUT!

Tubuhnya menghilang dan muncul lima meter ke samping. Tebasan Liu Yang mengenai tanah arena—

BOOM!

Ledakan angin menciptakan kawah sedalam satu meter! Batu-batu spiritual beterbangan!

Kerumunan bersorak! Pertarungan dimulai dengan sangat intens!

"Lari saja yang kau bisa!" Liu Yang menyeringai dan menyerang lagi. Kali ini dia menggunakan combo—tiga tebasan berturut-turut yang menciptakan bilah angin yang melesat dengan kecepatan tinggi!

SYUUUT! SYUUUT! SYUUUT!

Luo Chen mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu secara penuh, tubuhnya bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak bisa diikuti mata. Dia menghindari satu bilah angin, memotong yang kedua dengan pedangnya, dan melompat ke atas untuk menghindari yang ketiga.

"Seribu Bayangan Ilusi!" teriaknya di udara.

Lima bayangan Luo Chen muncul, semua menyerang Liu Yang dari berbagai sudut!

"Trik murahan!" Liu Yang memutar pedangnya, menciptakan perisai angin yang melingkupi tubuhnya. Semua bayangan menabrak perisai dan menghilang.

Tapi satu bayangan—bayangan asli—berhasil menembus celah kecil di perisai.

"Tebasan Bayangan!"

SYUUUT!

Tebasan Qi tak terlihat melesat dan mengenai bahu Liu Yang!

CTAK!

Barrier pelindung di tubuh Liu Yang retak—dia juga menggunakan formasi pelindung! Tapi serangan Luo Chen cukup kuat untuk merusak barrier itu!

"APA?!" Liu Yang tersentak mundur dengan mata melebar. "Kau bisa merusak barrier tingkat Langit ku?!"

Luo Chen mendarat dengan anggun, pedangnya siap untuk serangan berikutnya. "Jangan meremehkan lawan mu, Liu Yang."

Kerumunan meledak dengan sorak-sorai! Tidak ada yang mengira Luo Chen bisa menyerang Liu Yang di menit pertama!

Di tribun tetua, Feng Liuying tersenyum tipis. "Anak itu... belajar dengan baik."

Xiao Yao di tribun murid dalam mengepalkan tangannya dengan wajah bersemangat. "Bagus, Luo Chen! Terus seperti itu!"

Lin Daiyu melompat-lompat dengan gembira. "Dia bisa melakukannya! Luo Chen bisa melakukannya!"

Wang Xiaoxiao tersenyum lebar di tribun VIP. "Menarik... sangat menarik..."

Liu Yang memegang bahunya yang terluka—tidak ada luka fisik karena barrier menahan serangan, tapi egonya terluka parah. Dia, murid inti Foundation Establishment tingkat 3, diserang oleh murid terluar Qi Refining tingkat 7!

"KAU...!" wajahnya merah padam karena malu dan marah. "KAU BERANI MENYAKITI KU?!"

Auranya meledak lebih kuat—kali ini dia serius!

"BAIKLAH! TIDAK ADA MAIN-MAIN LAGI!" Liu Yang mengambil posisi bertarung yang proper. Pedang Angin Naga di tangannya mulai bersinar dengan cahaya hijau yang intens. "AKU AKAN MENUNJUKKAN PERBEDAAN ANTARA LANGIT DAN BUMI!"

Dia melangkah maju—tapi kali ini tidak dengan serangan brutal, melainkan dengan teknik pedang yang terlatih. Setiap ayunan pedangnya presisi, setiap gerakan kakinya terkalkulasi.

Luo Chen langsung merasakan perbedaannya. Ini adalah Liu Yang yang serius—Liu Yang yang sudah berlatih pedang selama sepuluh tahun!

CLANG! CLANG! CLANG!

Pedang mereka bertabrakan berulang kali. Percikan api spiritual menyebar ke segala arah. Setiap tabrakan menciptakan gelombang kejut yang membuat formasi pelindung arena bergetar.

Liu Yang menekan Luo Chen dengan kekuatan murni. Setiap serangan lebih berat dari yang sebelumnya, memaksa Luo Chen mundur selangkah demi selangkah.

"Teknik Keluarga Liu: Tarian Angin Sembilan Langit!"

Liu Yang berputar seperti tornado, menciptakan sembilan tebasan angin yang menyerang dari sembilan arah berbeda secara bersamaan!

Luo Chen tidak bisa menghindar semuanya—dia dipaksa untuk memblokir!

CLANG! CLANG! CLANG!

Tangan kanannya mati rasa dari benturan. Liu Yang memang jauh lebih kuat!

Tapi Luo Chen ingat ajaran Feng Liuying—jangan bertarung dengan kekuatan melawan kekuatan!

Dia mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu dan mundur dengan cepat, menciptakan jarak.

"LARI LAGI?!" teriak Liu Yang sambil mengejar.

Tapi Luo Chen tidak lari. Dia memimpin Liu Yang berputar-putar di arena, memaksa pemuda itu bergerak, menghabiskan stamina, membuat kesalahan.

Seperti yang diajarkan Feng Liuying—gunakan mobilitas sebagai keuntungan!

Lima menit berlalu. Liu Yang mulai terlihat sedikit lelah—tidak banyak, tapi cukup untuk Luo Chen perhatikan.

"Kau hanya bisa lari seperti tikus?!" provokasi Liu Yang dengan napas yang mulai tersengal.

"Aku tidak lari," jawab Luo Chen dengan tenang. "Aku menunggu."

"Menunggu apa?!"

"Menunggu ini."

Luo Chen tiba-tiba berhenti lari dan berbalik. Pedangnya bersinar dengan cahaya perak yang intens.

"Tebasan Langit Beku!"

Dia mengayunkan pedangnya dengan timing yang sempurna—tepat saat Liu Yang melangkah dengan kaki kanan sedikit terlalu jauh, menciptakan celah kecil di pertahanannya.

SYUUUT!

Tebasan yang sudah dikuasai 75% melesat dengan kecepatan dan presisi yang menakjubkan!

Liu Yang mencoba memblokir—

KRAK!

Barrier pelindungnya pecah sepenuhnya!

Dan tebasan Luo Chen mengenai dada Liu Yang!

SLASH!

Darah menyembur! Liu Yang terpental mundur lima meter, jatuh berlutut dengan tangan memegang dadanya yang terluka!

Arena menjadi sunyi total. Semua orang menatap dengan mulut terbuka.

Luo Chen... benar-benar melukai Liu Yang!

"TIDAK MUNGKIN!" teriak seseorang dari kerumunan.

"DIA MELUKAI MURID INTI!"

"QI REFINING MELAWAN FOUNDATION ESTABLISHMENT DAN MENANG?!"

Kerumunan meledak dengan sorak-sorai yang luar biasa! Ini adalah pertarungan yang akan diingat sepanjang sejarah sekte!

Liu Yang menatap dadanya yang terluka dengan tidak percaya. Luka itu tidak dalam—armor spiritual di bawah jubahnya menahan sebagian besar serangan—tapi tetap saja, dia terluka!

Dia, Liu Yang dari Keluarga Liu yang terhormat, terluka oleh sampah murid terluar!

"KAU...!" amarahnya meledak sampai batas. Matanya memerah, auranya menjadi kacau. "KAU AKAN MATI! AKU BERSUMPAH KAU AKAN MATI!"

Dia mengeluarkan sebuah pil dari ring penyimpanannya dan langsung menelannya.

BOOM!

Auranya meledak—meningkat dari Foundation Establishment tingkat 3 menjadi setara dengan tingkat 5!

"Pil Peledak Kekuatan!" teriak seseorang dari tribun tetua. "Pil yang dilarang dalam duel resmi!"

Tetua Chen bangkit dengan wajah marah. "Liu Yang! Penggunaan pil yang dilarang adalah—"

"DIAM!" Liu Yang meraung seperti binatang buas. Matanya sudah tidak waras—efek samping dari pil yang memaksanya kehilangan akal sehat. "AKU AKAN MEMBUNUHNYA! AKU AKAN MEMBUNUH SAMPAH INI!"

Dia menyerang dengan kekuatan yang jauh melampaui sebelumnya. Setiap ayunan pedangnya menciptakan badai angin yang menghancurkan tanah arena.

"Teknik Terlarang Keluarga Liu: Naga Angin Surgawi!"

Angin di sekitarnya berkumpul dan membentuk seekor naga raksasa dari angin murni! Naga itu meraung dan melesat menuju Luo Chen dengan kecepatan mengerikan!

Luo Chen merasakan bahaya maut dari serangan ini. Ini bukan serangan yang bisa dia hindari atau blokir dengan kemampuan biasa!

"Tidak punya pilihan lain," gumamnya.

Dia mengaktifkan Ledakan Naga Emas—teknik rahasia dari sistem yang bisa meningkatkan kekuatannya 300%!

ROAAAAR!

Aura emas berbentuk naga meledak dari tubuh Luo Chen! Kekuatannya langsung melonjak—dari Qi Refining tingkat 7 menjadi setara dengan Foundation Establishment tingkat 9!

"APA ITU?!" semua orang tersentak melihat transformasi yang menakjubkan.

Feng Liuying bangkit dari kursinya dengan mata membulat. "Aura naga tingkat Dewa?! Dari mana anak itu mendapatkan teknik seperti itu?!"

Luo Chen mengangkat pedang Bayangan Bulan tinggi-tinggi. Semua Qi emasnya mengalir ke pedang, membuat bilah perak itu bersinar seperti matahari kecil.

"Teknik Naga Langit: Tebasan Penghancur Langit!"

Ini bukan teknik yang diajarkan siapapun—ini adalah teknik yang dia ciptakan sendiri dengan menggabungkan Tebasan Langit Beku, Tebasan Bayangan, dan kekuatan Ledakan Naga Emas!

Dia mengayunkan pedangnya—

BOOOOOM!

Tebasan emas raksasa melesat dan bertabrakan dengan Naga Angin Liu Yang di tengah arena!

KRAAAK!

Ledakan dahsyat mengguncang seluruh arena! Formasi pelindung retak di beberapa tempat! Debu dan asap memenuhi udara!

Semua orang menahan napas, menunggu asap mereda.

Perlahan, pandangan mulai jelas.

Di tengah arena yang hancur, dua sosok berdiri berhadapan.

Liu Yang dengan jubah compang-camping, wajah pucat, mulut berdarah, dan pedangnya retak di beberapa tempat.

Luo Chen dengan napas tersengal, tubuh gemetar, tapi matanya masih penuh tekad.

Keduanya terluka parah.

Keduanya hampir mencapai batas.

Tapi keduanya masih berdiri.

"Aku... tidak akan kalah..." Liu Yang mencoba melangkah maju, tapi kakinya goyah.

"Aku juga tidak," jawab Luo Chen sambil mengangkat pedangnya lagi meski tangannya gemetar hebat.

Mereka saling menatap—dua gladiator yang sudah memberikan segalanya.

Siapa yang akan jatuh duluan?

Siapa yang akan menang?

[Bersambung ke Bab 9]

1
Gege
judulnya system check in harian tapi ga ada cheat buat ngalahin lawan kawan kuatnya.. misal waktu ruang kultivasi abadi jadi satu menit setara satu tahun...biar segera MC nya kuat dan berjaya dimasa hadapan..🤣
Wahyu🐊: Nanti ku Revisi oke
total 1 replies
Gege
perasaan ganti hari ga ada check in ga dapat hadiah othor lupa apa bagaimana ini...
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!