Gabriella Graciana Charlotte putri pertama Duke Charlotte diputuskan petunangannya secara sepihak oleh Pangeran kedua kerajaan Spinx hanya karna tidak punya bakat ditambah kakak laki-lakinya yang membencinya yang membuatnya putus asa dan mengakhiri hidup nya dijurang yang curam.
Tapi takdir berkata lain....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32.
Tiga hari sebelum pelaksanaan turnamen dimulai, Gabby di undang ke istana Kekaisaran secara pribadi oleh Permaisuri Lili. Permaisuri Lili mengutus Robe untuk bertemu dengan Baba.
Gabby tampak sedang merebahkan tubuhnya disofa Queen size dipangkuan Scarla. 'Ternyata begini rasanya memangku Nona, patas saja Shushu sangat ingin Nona berpangku padanya dan tidak berpaling' batin Scarla Merasakan perasaan seperti mendapatkan Energi lebih jika bersentuhan dengan Gabby.
"Sepertinya Permaisuri sangat menginginkan bantuanku." tutur Gabby memejamkan matanya.
Gabby membuka mulutnya dengan sigap Scarla menyuapi anggur. "Tentu saja Nona dan yang saya tahu, Permaisuri ingin menjadi Bagian dari anda." ucap Baba sedang memilah-milah anggur terbaik.
"Apa yang aku dapatkan jika Dia menjadi Bagian dariku?" tanya Gabby tidak ingin memiliki bawahan yang tidak menguntungkannya.
Baba melipat tangannya didada dan memejamkan mata berfikir sejenak. "Kurasa Dia akan berguna Nona, mengingat dia juga sama dengan Emilio." jawab Baba.
"Maksudmu?"
"Jiwa nya bukan berasal dari Dimensi ini, Jiwa nya sama persis dengan Jiwa Emilio, Raga yang terlahir di Dimensi ini tapi tidak dengan Jiwa nya." ujar Baba.
Gabby membuka matanya menatap Baba. "Kamu sudah bertemu dengannya?" tanya Gabby menaikkan alisnya.
"Sudah Nona, saya yang menawarkan bantuan padanya dengan syarat menjadi pelayan Nona, Kita akan memiliki Wanita yang memiliki pemikiran Visioner dan itu akan menguntungkan kita." jawab Baba sembari mengangguk.
"Sampai sejauh itu kau bertindak?" kali ini Scarla yang berbicara.
"Tentu." balas Baba tersenyum pada Scarla, Scarla mengalihkan pandangannya kesembarang arah.
Saat Baba masih Memilah-milah Anggur untuk Gabby. "Ah iya Nona, Wanita itu memiliki Aroma yang sama dengan Permaisuri Lili." ucap Baba pada Gabby.
Gabby menoleh pada Baba. "Sejak kapan kamu menjadi Cabul seperti ini Baba?" ucap Gabby heran. Scarla tersedak mendengar ucapan Gabby yang menurut Scarla sangat Vulgar.
Baba menggeleng cepat. "Bukan seperti itu Nona, maksudnya Aroma Darah mereka sama, mereka seperti memiliki hubungan darah." ujar Baba membela diri.
"Cari tau tentangnya," Baba menganggukkan kepalanya. "Panggilkan Dia kemari." sambung Gabby. Baba keluar Ruangan untuk memanggil Wanita yang memiliki Anak Beastman yang di bawa dari Desa saat perjalanan.
Tidak lama kemudian, Wanita itu masuk sembari menggendong Balita Beastman. Terlihat tampak raut wajah cemas wanita itu ketika Gabby memanggilnya.
Sebenarnya Wanita itu sudah mengetahui bahwa Gabby adalah seorang Ratu, Scarla memberi tau nya saat diperjalanan sehingga Wanita itu sedikit nyaman, tapi kadang kala dia juga merasa takut pada Gabby yang seorang Ratu.
Gabby tersenyum pada Wanita itu. "Kemarilah." panggil Gabby kepada Wanita itu dengan Lembut.
Wanita itu berjalan mendekati Gabby. Dilihatnya Gabby sedang duduk Disofa bersama Scarla. "Disini." ucap Gabby menepuk-nepuk Sofa.
Wanita itu duduk di samping Gabby, Paras Gabby yang amat Cantik baginya terlebih lagi Gabby adalah seorang Ratu membuatnya merasa sangat inferior dan canggung.
Gabby menatap Balita yang tertidur didalam pelukan Wanita itu. "Cantik sekali." ucap Gabby tersenyum. Gabby melihat Beastman Balita, terlihat jelas kuping Seringgala di kepala Balita Beastman itu.
"Siapa namanya?" tanya Gabby membelai kapala Balita itu. Wanita itu melihat rasa nyaman pada Anaknya ketika Gabby mengusap kepala Anaknya.
"Sylvia Yang Mulia" jawab Wanita itu sopan kepada Gabby. Wanita tersentuh dengan kehangatan Gabby. Gabby mengusap kepala Sylvia penuh kasih sayang.
Joan memasuki Ruangan untuk memberi tahu Gabby bahwa Emilio diberikan Hukuman untuk menyusul Shushu diperbatasan. Gabby hanya menyuruh Emilio untuk mendampingi Shushu untuk berperang. Gabby tau bahwa Emilio sangat takut terhadap Shushu, Gabby akan menganggap itu sebagai hukuman untuk Emilio.
"Putri Hana!" Joan terhenti dipintu melihat wanita yang dikenalnya. Gabby dan Wanita itu beserta Scarla menoleh pada pintu.
"Tuan Joan" lirih Wanita itu tapi terdengar oleh Gabby.
Joan berjalan menghampiri mereka dan memberi hormat pada Gabby tapi tidak melepaskan lirikannya pada Hana. "Yang Mulia, Emilio sudah berangkat keperbatasan untuk menyusul Nona Shushu." ucap Joan di balas anggukan oleh Gabby.
Gabby menatap Joan dan Hana bergantian, Joan terus manatap Hana tanpa berpaling sedikitpun sedangkan Hana menundukkan kepalanya.
"Kembalilah ke kamarmu," ucap Gabby pada Hana. "Hamba permisi Yang Mulia." balas Hana berdiri dan memberikan hormat pada Gabby.
Selepas peninggalan Hana, Joan masih terus menatap pintu. "Joan," panggil Gabby. "Ya Yang Mulia." jawab Joan Tersentak.
"Kamu mengenalnya?" tanya Gabby dan balas anggukan serta raut wajah sendu Joan.
Tidak berselang lama Baba memasuki Ruangan dan melihat Joan tampak sedih. "Yang Mulia." hormat Baba pada Gabby.
"Wanita itu..." ucapan Baba terputus, ia melirik Joan sekilas. "Wanita itu adalah Chikako Hana Onyx, Putri Kedua kerajaan Onyx adik dari Permaisuri Lili..." ujar Baba menoleh kembali pada Gabby.
"...Dia adalah Seorang Beast Tamer dari Kerajaan Onyx, dan dia memiliki Kekasih Beastman yang tidak lain adalah Jendral Kekaisaran Azruth dulunya" sambung Baba.
Joan menundukkan kepalanya sembari mengepalkan tanganya mendengar ucapan Baba, pantas saja Putri Hana tampak memeluk anak Beastman penuh kasih sayang pastinya itu adalah anaknya fikir Joan.
"Tapi dia dipaksa menjadi Selir Kaisar Blaise oleh Kakak Laki-lakinya, dan Dia menjadi Selir saat tengah mengandung anak Beastman, saat Kaisar Blaise tau wanita itu tengah mengandung anak dari Jendral Beastman, Kaisar Blaise langsung mengesekusi Beastman itu dan menyiksa wanita itu di penjara bawah tanah." ujar Baba panjang lebar.
Joan yang mendengar ucapan Baba merasa pilu. raut wajah Joan menjadi nanar karena ia memang sudah mengetahui hal itu.
Gabby melihat Joan yang tampak seperti orang yang sedang patah hati. "Baiklah." Gabby menganggukkan kepalanya mengerti situasi saat ini.
"Scarla, persiapkan keberangkatan kita malam ini." titah Gabby pada scarla. "Baik Nona." balas Scarla dan beranjak meninggalkan mereka.
"Berusahalah untuk mendapatkan Hatinya." ucap Gabby tanpa menoleh pada Joan. Gabby yang melihat Joan seperti dilanda kesedihan melihat wanita yang mungkin dicintainya.
Joan menoleh pada Gabby. "Yang Mulia?" ucap Joan lirih.
"Banyak hal menyakitkan yang sudah di alaminya, Bahkan tempat tinggalnya tidak menerimanya dan anaknya," ucap Gabby kini menoleh pada Joan.
"Aku akan mendukungmu selama kau tidak menyakitinya..." ujar gabby. "...Aku benci Pria yang menyakiti Wanita." sambung Gabby tajam.
Joan yang mendengar ucapan Gabby seakan mendapatkan pencerahan. "Terima kasih Yang Mulia, saya akan membuatnya membuka hatinya pada saya." ujar Joan mulai menunjukkan senyumnya.
"Baguslah." balas Gabby tersenyum pada Joan.