NovelToon NovelToon
Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Arka kehilangan segalanya dalam satu malam ketika warung makan peninggalan almarhum orang tuanya dihancurkan oleh lintah darat dan kekasihnya meninggalkannya demi pria kaya yang sombong. Di ambang keputusasaan saat mencoba memasak seporsi nasi goreng terakhir di tengah puing-puing warungnya, sebuah suara mekanis misterius tiba-tiba bergema di dalam kepalanya. Berbekal Sistem Kuliner Sakti yang memberinya hadiah uang tunai dan keterampilan tingkat dewa setiap kali pelanggannya merasa puas, Arka memulai langkah balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Matahari baru saja menyapa ufuk timur, namun jalanan di depan restoran Dapur Arka Absolute sudah berubah menjadi lautan manusia.

Lampu sorot besar dari berbagai stasiun televisi nasional menyinari bangunan bergaya Eropa itu, membuatnya tampak megah dan prestisius.

Papan karangan bunga ucapan selamat berjajar hingga ratusan meter, termasuk karangan bunga berukuran raksasa dari Nona Clara Malika yang diletakkan tepat di depan pintu masuk.

Arka berdiri di lobi restoran dengan seragam koki hitam premium miliknya, tampak sangat tenang namun berwibawa.

Nisa, dengan seragam pelayan yang rapi dan profesional, berdiri di sampingnya siap mengelola alur tamu yang akan masuk.

"Mas Arka, antrean media dan para undangan VIP sudah siap di luar, apakah kita sudah boleh membuka pintu?" Nisa bertanya dengan wajah yang sedikit tegang namun tetap tersenyum.

"Tunggu lima menit lagi, pastikan semua panggangan sate dan ayam bakar sudah berada di suhu yang sempurna." Arka memberikan instruksi terakhirnya dengan suara mantap.

Tiba-tiba, suara riuh rendah dari arah pintu masuk menarik perhatian semua orang yang berada di lobi.

Kevin melangkah masuk ke dalam restoran dengan gaya yang sangat arogan, mengenakan setelan jas biru metalik yang sangat mencolok.

Ia tidak datang sendirian, melainkan membawa serta Dimas dan dua orang pria bertubuh kekar yang mengenakan seragam pelayan restoran miliknya.

Para awak media yang sedang bersiap langsung mengarahkan kamera mereka ke arah Kevin, menduga akan ada drama besar yang terjadi.

"Selamat atas pembukaan restoran megahmu ini, Arka." Kevin menyapa dengan senyum sinis yang sangat menjijikkan.

"Aku datang ke sini untuk memastikan apakah kualitas makanannya sebanding dengan harga sewa tujuh miliar yang kau menangkan lewat cara kotor itu."

Arka membalas tatapan tajam Kevin dengan senyum tipis yang penuh percaya diri.

"Silakan duduk di meja mana pun yang kau inginkan Kevin, aku sudah menyiapkan menu paling istimewa untuk menyambut tamu spesial sepertimu." Arka menunjuk ke arah meja VIP di tengah ruangan.

Kevin tertawa meremehkan dan berjalan menuju meja VIP bersama Dimas, lalu duduk dengan gaya seorang raja.

"Ayo Dimas, mari kita lihat apakah koki jalanan ini bisa memasak makanan yang layak dimakan manusia atau tidak." Kevin sengaja mengeraskan suaranya agar didengar oleh para wartawan yang sedang meliput.

Arka tidak memedulikan provokasi itu dan segera kembali ke dalam dapur untuk menyiapkan hidangannya.

"Nisa, siapkan seporsi Sate Sapi Lumer dan Ayam Bakar Madu Pedas untuk meja nomor satu sekarang."

Arka mengeluarkan potongan daging sapi segar yang sudah dimarinasi dari ruang penyimpanan sistem.

Sssssss!

Begitu daging sate itu bersentuhan dengan panggangan, aroma manis gurih dari bumbu rahasia langsung meledak ke udara.

Para tamu undangan di dalam restoran mulai menoleh ke arah dapur terbuka, terpikat oleh wangi sate sapi yang aromanya sangat menggoda.

Hanya dalam waktu sepuluh menit, dua piring hidangan utama tersaji di atas meja VIP tempat Kevin duduk.

Kevin menatap piring itu dengan tatapan menilai yang sangat kritis, mencari-cari noda atau kesalahan kecil.

"Mari kita coba, apakah ini benar-benar pantas disebut masakan bintang empat." Kevin mengambil garpu dan memotong sepotong kecil sate sapi tersebut.

Begitu potongan daging itu menyentuh lidahnya, keajaiban sate sapi lumer bekerja seketika.

Tekstur daging yang sangat empuk seperti kapas dan ledakan rasa manis gurih yang menyatu dengan rempah rahasia membuat mata Kevin terbelalak.

Ia mencoba untuk tetap tenang, namun tangan kanannya yang memegang garpu mulai bergerak sendiri menyuap potongan sate kedua dengan cepat.

"Rasanya... rasanya tidak mungkin se-enak ini." Batin Kevin dengan perasaan frustrasi yang luar biasa.

Ia mencoba memakan ayam bakar madunya untuk menutupi rasa sate sapi yang memenangkan lidahnya.

Rasa pedas yang sangat nendang berpadu dengan manisnya madu hutan menciptakan harmoni rasa yang membuat tenggorokannya ketagihan.

Kevin sadar bahwa ia sedang dipermalukan oleh masakannya sendiri.

Semakin ia mencoba mencari kesalahan, semakin lidahnya dipaksa untuk mengakui bahwa masakan Arka jauh melampaui standar restoran bintang limanya.

Dimas, yang duduk di sampingnya, sudah tidak bisa menahan diri dan ikut menyambar sisa ayam bakar di piring itu dengan rakus.

Wartawan yang meliput acara itu menangkap momen di mana Kevin dan Dimas makan dengan sangat lahap hingga mulut mereka penuh dengan bumbu.

"Tuan Kevin, bagaimana ulasan Anda mengenai menu terbaru restoran Dapur Arka Absolute ini?" Salah satu wartawan mendekat dengan mikrofonnya.

Kevin yang sedang mengunyah sate sapi dengan mulut penuh terdiam mematung karena tertangkap kamera.

"I-ini... ini lumayan untuk ukuran masakan yang dibuat oleh koki amatir." Kevin menjawab dengan suara gugup sambil berusaha menelan makanannya dengan susah payah.

Namun di layar besar di dalam restoran, semua orang bisa melihat raut wajah puas yang tidak bisa disembunyikan oleh Kevin.

"Puas, Anda sangat puas sampai-sampai tidak mau berhenti makan!" Sorak beberapa wartawan yang mulai menyadari keaslian ekspresi Kevin.

Arka berjalan keluar dari dapur dan berdiri di hadapan meja Kevin dengan senyum kemenangan yang sangat tipis.

"Bagaimana Tuan Kevin? Apakah Anda masih ingin mengatakan kalau masakan saya ini seperti kotoran?" Arka bertanya dengan nada yang sangat tenang namun sangat mematikan.

Kevin terdiam, wajahnya berubah menjadi merah padam karena menahan malu di depan kamera nasional.

Ia berdiri dari mejanya dengan tergesa-gesa, menjatuhkan kursi plastiknya ke lantai, dan berjalan keluar dari restoran tanpa mengucapkan satu kata pun.

Dimas terbirit-birit mengikuti bosnya di belakang, meninggalkan piring-piring kotor yang kini menjadi saksi bisu kekalahan mereka.

Kepergian Kevin disambut dengan riuh tepuk tangan dan tawa dari para tamu undangan yang menyaksikan kekalahan memalukan tersebut.

[Ding!]

[Misi Khusus: Kalahkan Provokasi Publik Berhasil.]

[Host mendapatkan 100 Poin Kepuasan.]

Arka menatap ke arah pintu keluar di mana Kevin baru saja menghilang dengan rasa puas yang luar biasa besar di dalam hatinya.

"Grand opening yang sangat sempurna." Arka berbalik menatap restorannya yang kini mulai dipadati oleh ratusan pelanggan yang antusias.

[Kemajuan Misi Ketiga: Rp. 240.000.000,- / Rp. 500.000.000,-]

Dengan tren penjualan saat ini, Arka yakin target omsetnya akan tercapai jauh lebih cepat dari rencana semula.

Ia kini bukan lagi hanya seorang koki yang sedang berjuang, melainkan sang raja kuliner yang baru saja memenangkan pertempuran besar pertamanya.

Namun jauh di balik bayang-bayang kegelapan kota, Hendra Kusuma sedang menatap tayangan televisi yang menampilkan kekalahan putranya dengan tatapan mata yang sangat dingin.

"Kau pikir kau sudah menang anak muda? Ini baru saja dimulai." Hendra mengambil ponselnya dan memanggil seseorang yang memiliki koneksi jauh lebih berbahaya dari sekadar preman pasar.

"Siapkan racun kontak, kita akan mengirimkan tamu istimewa untuk acara makan malam penutupan restorannya besok."

1
Ponny Sagita
serius thor? restoran mahal pake kursi plastik?
Ponny Sagita
kok masih pinggir jalan? othor niiih yaaa
Nissa Safira: mungkin iyaa outdoor kak, soalnya si Arka lagi proses membangun restoran mewahnya sendiri kak🤣
total 1 replies
Ponny Sagita
masak nasinya kan baru pagi pagi, kok bisa didinginkan semalaman?
Nissa Safira: hahaha dari semalem nasi nya belum habis kak gara2 malem nya di datengi preman🤣
total 1 replies
Wega Luna
keterlaluan udah hutang bunga tempat dagang dirusak ,itu bisa dilaporkan, loh
Nissa Safira: hahahaa namanya juga utang sama rentenir sadis kak😅
total 1 replies
Mohd Harmizi
berhasil jual 3 ribu kok poin kepuasan hanya 500?
Nissa Safira: iyaa juga iyaa.. kelupaan kak🤣
total 1 replies
m_reynaldi
mantapp.. update bab yg banyak thorr 😍
Fariq Banafsaj
lanjut🤩
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp.. lanjut...💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!