Delapan tahun pernikahan membuat Naura rela mengorbankan segalanya demi keluarga. Ia melahirkan dua anak, meninggalkan kariernya, dan diam-diam membantu suaminya membangun kerajaan bisnis hingga menjadi konglomerat.
Namun setelah tubuh Naura berubah gemuk usai dua kali melahirkan, Erwin justru menganggapnya sebagai aib dan memilih wanita lain.
Diceraikan, dihina, bahkan dipisahkan dari anak-anaknya, Naura memilih bangkit daripada terus terpuruk. Ia kembali pada identitas yang selama ini disembunyikan sebagai pewaris keluarga kaya. Di saat yang sama, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalunya, yang membantunya mengubah hidup sekaligus mengembalikan tubuhnya menjadi sehat dan ideal.
Saat Erwin kehilangan semua yang dibanggakannya dan memohon agar Naura kembali, wanita itu hanya tersenyum dingin.
"Kau membuangku karena tubuhku gemuk setelah melahirkan kedua anakmu! Kini, kau akan kehilangan semua yang pernah kubangun untukmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab²⁴
Sejak keluar dari ruang rapat Ardynata Group, Tania tidak pernah menghapus senyum tipis dari wajahnya. Dari kejauhan, ia melihat Naura dan Alaska berjalan berdampingan menuju lift. Tidak ada lagi wajah wanita yang dulu selalu menunduk, menerima semua perkataan orang lain, dan mengorbankan dirinya demi keluarga.
Naura yang sekarang berbeda lebih percaya diri serta kuat. Dan yang paling membuat Tania kesal... Naura terlihat bahagia.
"Aku tidak suka melihatmu seperti itu, Naura."
Tania mengepalkan tangannya. Selama ini ia berpikir setelah Naura kehilangan Erwin dan statusnya sebagai istri CEO Gentala Group, wanita itu akan hancur. Ia membayangkan Naura menangis, menyesali kehidupannya, dan kembali memohon.
Namun kenyataannya justru sebaliknya. Naura dengan mudah mendapatkan kembali kasih sayang keluarga kandungnya. Menduduki posisi penting di Ardynata Group. Bahkan kini ada pria lain yang selalu berada di sisinya, Alaska.
Mengingat pria itu membuat ekspresi Tania berubah. Sejak awal ia sudah memperhatikan bagaimana pria itu memperlakukan Naura. Bukan seperti seorang dokter kepada pasiennya, tetapi seperti seseorang yang benar-benar peduli.
"Kalau Naura bahagia... semua rencanaku selama ini tidak akan berarti."
Tania segera mengeluarkan ponselnya, ada seseorang yang sejak awal memiliki kepentingan yang sama dengannya... Davina.
Nama wanita simpanan Erwin itu tersimpan di daftar kontaknya. Tanpa ragu, Tania menekan tombol panggil. Beberapa detik kemudian, panggilan tersambung.
"Ada apa?" suara Davina terdengar datar.
Tania tersenyum kecil. "Sepertinya sudah waktunya kita bekerja sama."
Hening sesaat.
"Kamu membicarakan Naura?"
"Tentu saja."
Davina mengembuskan napas pelan. "Aku pikir kamu sudah menyerah karena tak ada kabar lagi darimu."
"Menyerah? Aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat."
"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Davina.
Tania menatap ke arah lift yang baru saja membawa Naura pergi. "Aku ingin menghancurkan semua yang sudah dia dapatkan. Kamu tahu sendiri, Naura sekarang punya keluarga Ardynata, jabatan, dan seseorang seperti Alaska di sisinya."
"Aku tahu."
"Kalau begitu kamu juga tahu, menjatuhkannya tidak akan mudah." Senyum Tania semakin lebar. "Itulah kenapa... aku membutuhkanmu."
Beberapa detik tidak ada suara dari seberang. Lalu Davina bertanya, "Apa keuntunganku?"
"Kamu akan mendapatkan apa yang selama ini kamu inginkan, melihat Naura kehilangan semuanya dan menjadi Nyonya Erwin Gentala tanpa hambatan."
Sedangkan aku, akan menjadi wanita yang berdiri di sisi Alaska sebagai istrinya! Bukan hanya Alaska, Ardynata Group juga akan menjadi milikku! Aku akan merebut semuanya, termasuk posisi sebagai pewaris Ardynata! Naura tidak pantas memiliki semua itu! Senyum penuh ambisi terukir di bibir Tania.
Davina belum menjawab. Namun kali ini, Tania tahu ia sudah mendapatkan jawaban. Davina tidak perlu mengatakannya, kebencian wanita itu kepada Naura sudah cukup menjadi alasan.
"Oke, mari kerjasama." Jawab Davina akhirnya.
Tania tersenyum puas. "Bagus! Mulai sekarang, kita pastikan Naura kembali jatuh ke tempatnya."
...*****...
Di kediaman Ardynata, Naura baru saja tiba bersama Alaska.
"Aku masih belum terbiasa."
Alaska yang berjalan di sampingnya menoleh. "Dengan apa?"
"Dengan semua ini."
Naura melihat taman luas di depan mansion. "Dulu aku hanya seorang ibu rumah tangga yang setiap hari mengurus rumah dan anak-anak. Sekarang tiba-tiba semua orang memanggilku Direktur."
Alaska tersenyum kecil. "Tapi kamu lupa satu hal, Naura. Kamu bukan menjadi orang hebat karena jabatan itu. Kamu mendapatkan posisi itu... karena sejak dulu kamu memang memiliki kemampuan."
Kata-kata Alaska kembali membuat Naura terharu. Selama ia tak lagi dihargai Erwin, ia hidup dengan keyakinan bahwa dirinya selalu kurang dibandingkan orang lain. Penampilan, kemampuan, bahkan harga dirinya sendiri sering ia ragukan hingga merasa tidak layak mendampingi Erwin.
Namun kini, ada seseorang yang membuatnya menyadari bahwa nilai dirinya tidak pernah ditentukan oleh penilaian orang lain.
"Alaska..."
"Hmm?"
"Terima kasih."
Pria itu menatapnya heran. "Untuk?"
"Karena selalu mengingatkanku bahwa aku bukan orang yang gagal."
Alaska tersenyum tipis. "Kamu tidak pernah gagal, Naura. Kamu hanya terlalu lama berada di tempat yang tidak menghargaimu."
Naura tersenyum kecil, dan sebelum ia sempat menjawab Alaska lagi, suara Kakek Guntur terdengar dari belakang. "Wah, apa kakek mengganggu momen romantis di sini?"
Naura langsung mendelik pada kakeknya. "Kakek!"
Alaska hanya tersenyum santai.
Kakek Guntur berjalan mendekat sambil membawa sebuah dokumen. "Naura, ada sesuatu yang harus kamu lihat."
Melihat ekspresi serius sang kakek, Naura langsung berubah fokus.
"Ada apa?"
"Ini laporan hasil penyelidikan keluarga." Kakek Guntur menyerahkan dokumen itu.
Naura mengerutkan kening. "Penyelidikan?"
"Setelah kejadian beberapa waktu lalu, kakek meminta tim keluarga mencari tahu lebih dalam tentang bagaimana kesalahan tes DNA dulu bisa terjadi."
Wajah Naura perlahan berubah serius. Ia masih ingat bagaimana hidupnya berubah hanya karena sebuah hasil DNA palsu.
"Kakek menemukan sesuatu?"
Kakek Guntur menatapnya. "Ya, dan hasilnya cukup mengejutkan."
Alaska ikut memperhatikan.
"Ada kemungkinan hasil DNA yang membuatmu terpisah dari keluarga Ardynata selama bertahun-tahun bukan hanya kesalahan biasa."
"Maksud Kakek, ada seseorang yang sengaja mengubah hasil tes tersebut?"
Kakek Guntur meganguk.
Naura menggenggam dokumen itu erat. Selama ini ia hanya berpikir kehilangan keluarganya adalah sebuah kesalahan. Namun jika ada seseorang yang sengaja melakukannya, berarti ada seseorang yang telah mencuri puluhan tahun kehidupannya. Dan orang itu masih berada di luar sana.
😂😂😂😂😂😂😂😂😂
jgn sampe syok yx klo udh inget ,,
seharusnya kamu nyadar diri sudahlah hidup numpang
mencuri perhatian orang Tua naura
sekarang mau apalagi
sinting emang🤭
toh kamu cuman mau naura saat langsing
orang sirik tanda nak mampus ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
😁😁😁😁😁😁😁
tu bukan cahaya ilahi naura ,,
tu cahaya harapan km ,,
cuma ketutup ma dokter yg km sebut iblis🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂