Pernikahan Aulia di uji melalui suami dan keluarganya. Hidup bahagia yang dia bayangkan kini sirna sejak hadirnya orang ketiga. Bahkan anak kandungnya sendiri pun tak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayahnya. Perhatiannya hanya di tu jukan pada ponakan satu-satunya. Tanpa keluarga sang suami tau jika wanita yang seringkali mereka hina dan rendahkan, bukanlah wanita biasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesempatan
Vino menghadiri meeting di kantor bersama beberapa orang atasannya. Dia memang terkenal sebagai karyawan yang cekatan dan pintar. Makanya tidak jarang dia mendapat bonus yang tidak sedikit dari atasannya
" Vino, tolong segera ke ruangan saya" pinta pak Alex, atasannya
" Baik pak" jawabnya mengikuti langkah pak Alex
Setelah dia tiba di ruangan pak Alex, dia pun segera duduk tepat di hadapan pak Alex
" Maaf pak, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanyanya
" Saya ingin kamu menangani investasi yang diberikan oleh salah satu perusahaan besar di kota ini. Proyek kali ini cukup besar. Saya dengar dari atasanmu di sana, bahwa kamu sangat ahli dalam menangani sebuah proyek " ucapnya
" Maksud bapak, saya yang akan menangani proyek kali ini? Tapi apa bapak yakin menyerahkan proyek besar ini pada saya?"
" Iya saya yakin. Mungkin saja jika proyek ini sukses, kamu bisa di pindahkan kemari, dan menetap di sini. Dan juga kamu ingin jabatanmu naik, kan?" ucapnya lagi
" Tapi pak, saya tidak yakin. Mungkin jika di tempat tinggal saya, saya bisa menanganinya karena itu hanya proyek kecil" ucap vino lagi
" Gak apa-apa. Ini mungkin kesempatan kamu untuk menunjukkan keahlian kamu. Apalagi perusahaan yang berinvestasi itu bukan perusahaan kaleng-kaleng"
" Memangnya perusahaan mana yang telah berinvestasi pada perusahaan kita?" Tanya vino penasaran
" Kamu tau perusahaan Horizon solutions? Mereka lah yang melakukan investasi itu?"
" Apaaa???? Ja-jadi perusahaan papanya Astrid, maksud saya perusahaan Horizon solutions yang memberikan investasi itu?" Tanyanya sangat terkejut
" Iya, gimana? Kamu mau kan?"
" Ba- baik pak, saya akan melakukannya. Dan saya akan jamin jika proyek besar kita kali ini akan berhasil" jawabnya terlihat bahagia
" Baiklah kalo begitu. Besok kita akan bertemu dengan mereka. Kamu boleh kembali" pintanya
" Baik pak, terima kasih " ucapnya sembari tersenyum lalu keluar dari ruangan pak alex Vino keluar dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya. Dia seperti memenangkan lotre
" Tuhan memang selalu berpihak padaku. Besok aku akan bertemu langsung dengan calon papa mertuaku. Gimana reaksinya jika dia tau aku adalah kekasih putrinya? Pokoknya proyek ini harus berhasil, agar keluarga Astrid bisa mengandalkan dan merestui hubungannyaku dengan putri mereka" gumamnya masih terus tersenyum begitu duduk kembali ke tempatnya
Baru saja vino duduk, dering ponselnya terdengar. Dia sedikit kesal lantaran suara itu sedikit mengejutkannya. Dia segera merogoh sakunya dan mengambil ponselnya
" Halo Bu, ada apa? Aku lagi sibuk" ucapnya begitu menjawab panggilan ibunya
" Vin, kamu belum bertemu dengan keluarga Astrid juga? Dia serius gak sih sama kamu?" Tanya Bu ayu terdengar kesal
" Iya Bu, dia serius kok sama aku. Dan soal itu sepertinya dia belum siap memperkenalkanku pada keluarganya. Mungkin karena aku belum cukup sukses, Bu. Tapi ibu tenang saja, sebentar lagi aku akan bertemu langsung dengan papanya" ucap vino
" Maksud kamu?"
" Aku sedang menangani sebuah proyek besar. Dan ibu tau gak siapa yang ikut berinvestasi dalam proyek itu? Papanya Astrid, Bu. Perusahaan horizon solutions yang berinvestasi" ucap vino
" Benarkah?"
" Iya Bu, bahkan besok aku dan atasanku akan bertemu dengannya. Aku sudah tak sabar melihat wajah calon besan ibu" ucapnya lagi
" Wah,, hebat kamu vin. Tanpa Astrid pun kamu bisa bertemu langsung dengan papanya. Tapi gimana kalau astrid hanya bermain denganmu saja? dan dia tak serius?" Tanya bu ayu cemas
Mendengar ucapan ibunya, membuat pikiran vino sedikit takut. bagaimana jika yang dikatakan ibunya itu benar?
" Tidak bu, aku yakin dia mencintaiku" jawab vino mantap
" Baguslah kalau begitu. Tapi apa kamu tak punya cara untuk membuatnya segera memintamu untuk menikahinya?" Tanya Bu ayu
" Dan juga, gimana dengan adikmu?" Tanya Bu ayu lagi
" Valdo? aku gak tahu, bu. sudah dua hari ini dia tak pernah menghubungi ku. aku pikir mungkin dia sudah kembali ke sana" jawabnya
" Tapi dia juga belum pulang ke rumah. ibu takut dia kenapa-napa. soalnya kemarin ada yang mendatang mencarinya" ucap Bu ayu
" Siapa yang mencarinya Bu?"
" Ibu juga gak tahu, tapi katanya dia meminta valdo untuk segera mengembalikan uang yang valdo pinjam pada mereka" jawabnya
" Maksud ibu? Valdo pinjem uang pada mereka? memangnya buat apa, bu?"
" Mana ibu tau. makanya ibu tanya sama kamu tentang keberadaan valdo"
" Ya sudah, bu. nanti saja baru aku hubungi anak itu. saat ini aku sedang sibuk. setelah kembali ke rumah, aku akan menghubungi ibu kembali" ucapnya segera mengakhiri panggilan ibunya
******
Aulia membuka jendela mobil, membiarkan angin malam menerpa wajah cantiknya. Udara dingin menyentuh wajahnya, dia tersenyum memandang lampu-lampu jalan yang menghiasi jalan
Jalanan malam ini terlihat masih sangat ramai. padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Aulia menutup matanya sejenak, merasakan dan menikmati suasana malam ini
Senyum manis tak berhenti terukir di bibirnya. Sang supir sesekali liriknya melalui kaca spion. mungkin bertanya-tanya kenapa majikan tersenyum sendiri
Dua puluh menit kemudian, Aulia kini tiba di kediamannya. dia keluar dari mobil dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada sopirnya
Baru saja dia ingin mengetuk pintu, tiba-tiba pintu terbuka. sosok seorang ria tampan dengan tubuh yang tinggi, rahang nya tegas, tatapannya tajam dan bibirnya tersenyum
" Felix?" ucap aulia terkejut mendapati felix berdiri depannya
" Kamu baru pulang?" Tanya Felix tersenyum
" Iya, ada apa? kenapa kamu di sini?"
" Kayla demam" jawabnya
" Apa? Kayla demam?" ucap aulia terlihat panik dan segera melangkah
" Tenang saja, dia sudah membaik, kok" ucap Felix kemudian. Itu berhasil menghentikan langkah Aulia
" Lalu di mana anakku sekarang?"
" Ada di kamarnya"
Aulia segara berlari memasuki kamar putrinya
" Ma, pa. Gimana keadaan kayla?" Tanya Aulia mendapati kedua orangtuanya sedang menemani kayla
" Syukurlah kayla sudah membaik. dokter juga sudah memeriksa keadaannya" jawab papanya
" Lalu, apa kata dokter?"
" Tidak apa-apa. Kayla hanya mengalami radang karena pertumbuhan gigi. Dan katanya itu biasa terjadi pada anak usia balita seperti Kayla, ini. jadi kamu tenang saja, dokter juga sudah memberinya obat dan sekarang biarkan Kayla beristirahat" jawab mamanya berusaha memberi jawaban yang bisa membuat Aulia tenang
" Syukurlah ma, aku sangat khawatir mendengar kabar Kayla" ucap Aulia
" Lalu, bagaimana bisa Felix ada di sini?"
" Aku merindukan Kayla, makanya aku datang menemuinya. Ucap Felix menjawab pertanyaan Aulia
" Andai saja Mas Vino peduli seperti ini pada Kayla, mungkin aku masih bisa bertahan dengannya" bathin Aulia
" Terima kasih karena kamu sudah peduli pada anakku" ucap Aulia melangkah mendekati putrinya yang sedang tertidur pulas
Aulia duduk di samping tempat tidur Kayla, dia menggenggam tangan mungil itu dan menciumnya. wajahnya terlihat sangat sedih
" Maafkan Ibu ya, nak" ucapnya membelai rambut Kayla dan mencium keningnya
" Sebaiknya kamu beristirahat biar mama yang jagain Kayla" ucap mamanya
" Gak ma, biar aku saja yang menemaninya. Kayla sakit karena aku tak pernah lagi memperhatikannya. apa bedanya aku dengan ayahnya kalo gini?" Ucapnya
" Sayang, mulai sekarang ibu tidak akan pernah meninggalkanmu, dan membiarkanmu sendiri. Sudah cukup kamu mengalaminya. Ibu tak ingin kamu kembali merasakan seperti itu" ucap Aulia memeluk tubuh putrinya
Nyonya Ratna menghela nafas panjang. dia tak bisa berkata-kata jika Aulia sudah berkata seperti itu. dia pun kembali ke kamarnya. sementara Felix pun pamit
---------
Hari yang di nanti oleh Vino pun tiba. dia sangat bersemangat siang ini, karena dirinya akan bertemu dengan pemilik Horizon solution
Dengan penampilan yang sangat rapi, dia pun bergegas mengikuti langkah Pak Alex memasuki sebuah restoran
Vino merasa sangat gugup. berkali-kali dia terlihat merapikan dasinya dan pandangannya selalu mengarah ke pintu masuk
" Apa kau sangat gugup, Vino?" tanya Pak Alex
" Maaf Pak, saya hanya merasa mendapat suatu kehormatan karena akan bertemu dengan milik perusahaan horizon" jawabnya
" Hahaha.. ada-ada saja kamu" jawab pak alex tertawa mendengar ucapan Vino
Tak lama kemudian, seorang pria pun masuk ke dalam restoran dan menghampiri mereka
" Selamat siang Pak Alex, Maaf membuat Anda menunggu lama" ucapnya
" Tidak apa-apa, pak Ryan. kami juga baru saja sampai" jawabnya tersenyum
" Baiklah Hari ini saya yang mewakili Pak Rasyid untuk bertemu dengan anda. karena beliau sedang ada urusan lain"
" Oh gitu ya, Pak Ryan. Oiya, kenalkan Pak Vino. Dia yang akan menangani proyek besar itu" ucap pak alex
" Halo Pak Vino, kenalkan saya Rian asisten Pak Rasyid. Sebelumnya saya menyampaikan permintaan maaf Pak Rasyid pada anda, karena dia tidak bisa menemui Anda untuk saat ini" jawabnya
" Oh iya pak Ryan, tidak apa-apa" jawabnya tersenyum. namun sedikit kecewa
Setelah pertemuan kerjasama mereka selesai akhirnya asisten Pak Rasyid pun kembali ke kantor. Begitu juga dengan Vino dan Pak Alex
" Padahal kamu sangat ingin bertemu dengan pak Rasyid tapi dia tak bisa hadir. Mungkin lain kali kamu akan mendapat kesempatan bertemu langsung dengannya" ucap pak Alex memberi semangat pada vino
" Iya Pak, tidak apa-apa. saya harap juga suatu saat, saya akan bertemu dengannya. mungkin di moment yang gak pernah aku bayangkan sebelumnya" jawabnya
" Moment? Maksudnya moment apa yang kamu katakan itu, vino?"
" Tidak Pak saya hanya asal bicara makan saya jawabnya dengan senyum terpaksa