Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu Dan Rayuan
AYU POV
"Lepaskan!! Sakit Alvin !" Kata ku karena Alvin menyeretku sambil memegang erat pergelangan tanganku..
"Kamu milikku mengerti !" Jawabnya tanpa melihat ke arahku..
"Alvin, lepaskan ayu.. " Kata Bram
"Pergi.. Pergi dari sini..! " Bentak Alvin pada bram..
Sebenarya apa yang terjadi dengan Alvin, dia menolak untuk mencintaiku, namun dia memaksa untuk memilikiku..
"Alvin lepaskan! " Teriakku dan itu membuat dia menghentikan langkahkahnya..
"Sebenarya apa yang terjadi padamu, kamu tidak mau mengakui kalau kamu cinta padaku, namun kamu seolah olah memilikiku seutuhnya.. " Lanjut ku.
"Kamu, Tubuhmu, bahkan hatimu sudah ku beli dengan uangku, kamu tidak punya hak sama sekali akan tubuhmu lagi, Mengerti!! "
Seketika hatiku tersentak mendengar pengakuan alvin, dan tanpa ku sadari airmataku menetes..
"Apa sebegitu hinanya diriku di matamu, aku tahu aku melakukan ini demi uangmu, namun apa kamu tidak bisa sedikitpun menghargaiku, sedikit memikirkan perasaanku? "
"Menurut lah apapun perkataanku, akan aku ratukan dirimu, akan aku hargai dirimu, namun jangan pernah membantah segala aturan ku, aku sudah bilang aku tidak suka kamu berdekatan dengan Bram atau siapapun, maka kamu tidak boleh dan tidak akan pernah bisa mendekat pada siapapun tanpa seijinku.. "
"Alvin, tolong jaga perasaan ayu.. " Kata Bram..
"DIAM! Ini semua karena mu, kamu tahu sifatku, aku paling tidak suka milikku di usik oleh siapapun..! "
"Iya maaf, aku salah namun jangan lampiaskan pada ayu, kasian dia.. " Kata Bram sambil menenangkan Alvin..
Kami bertiga lalu terdiam namun genggaman Alvin sama sekali tidak melemah malah semakin tambah kuat..
"Baik aku akan pergi dari sini daripada situasi semakin memanas..akan aku kabari kamu nanti.. " Kata Bram padaku..
Alvin lalu melihat ke arah Bram..
"Jangan hubungi dia, jika ada perlu lewat handfoneku.. "
"ALVIN.. kamu keterlaluan.. " Teriakku..
"Dengar, kamu milikku dan hanya milikku mengerti... " Jawab Alvin sambil memegang wajahku..
Jujur aku sekarang sedikit takut padanya, Dia terlalu protektif dan itu membuatku takut..
"Masuk ke kamar, jangan keluar jika aku tidak memanggilmu.."
Dia lalu melepas aku, dan akupun masuk dan berlari ke kamar.. Hatiku Sakit atas perkatanya..
Aku menenggelamkan wajahku di bantal di atas ranjang ku..
"Kenapa di hidupku aku selalu menghadapi orang orang yang tidak pernah menghargaiku, bahkan seorang alvin pun ternyata tidak ada bedanya.. "
Aku terus menangis dan menangis.. Ingin sekali aku batalkan perjanjian itu, namun tidak mungkin karena aku harus membayar uang denda yang sangat besar. Ternyata impianku tidak semudah yang aku fikirkan.
"Apakah aku akan kuat hidup bersama dengan Alvin selama 1tahun?"
Hampir setengah hari aku di kamar tanpa keluar, Alvin pun tidak begeming sama sekali.
Aku lihat handphone ku pun tak ada notif pesan masuk sama sekali..
Kkrukkk....krurkkk....
Perutku mulai berbunyi..
"Duh kok malah lapar ni gimana?? Mana Alvin belum menyuruhku keluar, aku mau keluar juga takut dan juga aku gengsi..."
Krrruukkk..
Kembali berbunyi lagi perutku..
"Aaaaaaa.." Teriakku sambil aku memukul mukul bantal yang aku peluk..
"Dasar Alvin keterlaluan, aku harus bagaimana sekarang.. "
Aku terus berdiam sambil memegang perutku yang keroncongan, dangdutan, disconan sampai rege namun Alvin masih saja belum memanggilku bahkan mengetuk pintu pun tidak dia lakukan..
"Ah.. Daripada aku mati kelaparan mending aku keluar.. "
Akupun segera bangun dari tempat tidurku namun..
CEKLEK...
aku mendengar pintu kamar di buka dan aku langsung berbaring lagi dan pura pura tidur..
"Ayu... " Panggil Alvin lirih..
Akupun semakin memejamkan mataku sambil berpura pura tidur..
Akupun mendengar langkah kaki dia masuk ke kamar dan aroma harus masakan tercium di indra penciumanku..
KRUKKKK...
suara perutku kembali berbunyi..
"Kenapa harus berbunyi saat seperti ini.. " Batinku...
"Bangunlah, aku tahu kamu lapar.. " Kata Alvin lirih..
Namun aku masih terdiam..
Dia lalu menarug entah apapun itu di meja sebelah ranjang ku.. Dia lalu duduk di sebelah tubuhku..
"Ayu.. Bangunlah.. " Panggilnya lirih sambil menepuk nepuk pundakku..
"Ayu.. " Kembali dia memanggilku..
Namun tiba tiba dia menggelitikku...
"Aaa... A. a. a... Aaa.. Geli.. Geli tuan... " Seketika aku bangkit dan berbalik ke arahnya..
Dia nampak tertawa melihat tingkahku...
"Geli tau!! " Ketusku sambil memasang muka masamku..
"Makanlah dulu... " Kata dia sambil tersenyum melihatku..
"Enggak! "
"Em.... Jangan salah menjawab, karena akan fatal akibatnya.. "
Aku terdiam sambil melirik ke arah makanan itu dan aku lihat itu adalah sepiring spagetti...
Seketika air liur ku hampir menetes melihat makanan itu.. Bagaimana tidak, jika perutku memang dah lapar setengah mati..
"Bagaimana?? " Tanya Alvin kembali..
"Tidak.. Aku tidak mau.. " Kataku ketus sambil mendekap kedua tanganku..
"Ok... "
Dia lalu berdiri dan mengambil makanan itu
Dan kruukkk...
Kembali perutku bersenandung...
"Hahhahahaha.... " Tawa Alvin..
Aku memejakan kedua mataku karena malu..
Dia kembali duduk di sampingku..
"Maaf akan sikapku tadi.." Kata Alvin sambil melihat intes ke arah wajahku..
Aku pun menahan senyumku...
"Sungguh laki laki mudah sekali menggodaku.. " Gerutu ku dalam hati..
Krukkk...
Tiba tiba aku mendengar suara perut Alvin..
"Kamu belum makan? " Tanyaku..
"Belum, aku tidak akan makan sebelum kamu makan karena aku merasa bersalah telah kasar padamu.. "
Seketika aku langsung melihat ke arah wajahnya dan bibirnya kembali menggodaku.. Manis bibir yang aku rasakan tadi tiba tiba menggelayut di fikiranku..
"Ya Tuhan apa yang sedang aku fikirkan.. " Gerutuku dalam hati..
"Makanlah... " Kata Alvin sambil memberikan makan itu padaku..
Aku yang memang sudah kelaparan, aku langsung menerimanya dan memakan ya..
"Enak..? "
"Em.. Enak.. Kamu yang memasak..? "
"Ya... Aku sendiri yang membuatnya.. Kamu tidak ingin menyuapi ku..? "
"Apa boleh? Apa kamu tidak jijik makan sepiring denganku?? "
"Kenapa aku harus jijik, bahkan bibir kitapun sudah saling merasakan... "
"Uhuk uhuk uhuk.. " Aku terbatuk mendengar hal itu darinya..
"Bisa bisanya dia dengan gamblang bicara seperti itu padaku.. " Kataku dalam hati sambil aku menunduk malu.
"Aku lapar ayu.. Tolong suapin aku.. " Manja dia..
Entah kenapa aku melupakan rasa sakit hatiku padanya hanya karena sikapnya ini..
Sakit hatiku langsung berubah menjadi rasa berbunga bunga seperti iklan downi..
"Ya Tuhan semudah aku dirayu olehnya.. "
"Aa... A.. a. a. a" Aku menyuapi nya..
"Em.. Ternyata masakanku seenak ini ya.. "
Aku tersenyum dia memuji masakan dia sendiri..
"Sebagai penebusan dosa ku, habis ini akan aku ajak kamu jalan jalan, apapun yang ingin kamu beli , belilah.. "
"Benarkah??? "
"Em.. Tapi ikuti aturan ku, jangan macam macam, apapun perintah ku jangan kau lawan.. Ok ?"
"Jika kamu tak aneh aneh semua akan aku turuti.. "
"Ok.. "
Kamipun melanjutkan makan kami dengan penuh senyuman dan gurauan...
Hahahaha.. Semudah ini aku tergoda olehnya.. Dasar ayu... Hufttt....
Pukul 16.00 aku sudah bersiap dan berdandan dengan paripurna agar Alvin tidak malu jalan denganku..
Dress hitam, heells senada dan tatanan rambut yang indah menyempurnakan kecantikanku ini..
"Semoga riasan dan tampilan ku tidak mengecewakan.." Kataku sambil berkaca di depan meja rias ku..
Sungguh senangnya hatiku, dan sakit hatiku tadi sudah aku buang jauh sampai ke nusa Kambangan hahahsha
Aku lalu berjalan ke luar kamar dengan anggun, dan aku melihat Alvin sudah duduk di ruang tamu..
"Tuan.. Aku sudah siap.."
Ketika dia mendengar suaraku dia lalu menoleh ke arahku, namun entah kenapa pandangannya sungguh aneh menatap ku..
"Kenapa?? Apa aku kurang cantik?? "
"Siapa suruh kamu memakai pakaian seindah itu dan dengan wajah secantik itu? "
Mendengar itu aku gantian mengerutkan dahiku..
"Maksud tuan..? "
"Pakai ini.." Kata dia sambil memberikan tas dan ketika aku lihat berisi pakaian dan sepatu..
Namun aku agak janggal dengan isi dari tas itu..
"Pakai itu dan jangan menolak, kamu harus memakainya.."
Hufttt....
"Baiklah.." Kataku lesu sambil berjalan menuju kamar..
Entah apa yang ada di tas itu namun aku curiga..
Setelah sampai di kamar aku segera membuka tas itu..
Dan berapa terkejutnya aku di dalam tas itu berisi kaos hitam polos, hodie pink, masker pink, celana jins pendek, sepatu sport putih dan tas kecil taddy bear...
"Whatt..!!? Apa ini? Aku harus memakai ini? Apa dia sudah gila menyuruhku memakai pakaian seperti ini?? " Kataku kesal padanya..
Tring... Tring...
Aku mengambil handfone ku di tas.. Alvin yang menelfon ku..
"Cepat pakai itu! "
"Tapi.. ? "
"Tidak ada tapi.. Cepat.. "
Tit..
Aku menutup telfon ku..
"Aa.a.a.a.. a. a" Teriakku kesal sekali padanya...
Aku yang sudah paripurna dengan kecantikanku harus berakhir dengan kekonyolan Alvin..
Namun apalah dayaku...
Aku segera memakai semua itu dan benar, aku seperti anak TK..
"Sungguh menyebalkan.." Kesal ku..
Setelah selesai aku segera keluar kamar dengan segala pakaian konyol itu dan yang paling konyol adalah tas punggung taddy bear ini..
Begitu Alvin melihatku, dia sedikit menahan tawanya..
Dan itu semakin membuatku tambah kesal..
"Kenapa aku harus memakai ini.." Renggeku manja..
"Aku tidak ingin orang orang mengenalimu sebelum kamu resmi aku perkenalkan ke keluargaku, dan yang pasti aku tidak suka kecantikanmu dinikmati orang lain selain aku.."
Begitu mendengar rayuan itu, seketika senyumanku merekah..
Dia lalu mendekatiku..
"Gadis pintar.." Kata dia sambil membelai rambutku...
Akupun hanya bisa tertunduk malu tersipu dan terhura hura hahaha...
"Kita mau kemana?? " Tanyaku pada Alvin yang berjalan di depan. Tidak kalah konyolnya dia sekarang juga memakai hodie hitam, celana cinos dan juga sepatu putih..
Jujur ekspektasi ku tadi aku akan di bawa pergi makan malam romantis dan mewah namun memang ekspektasi kadang berbanding terbalik dengan realita.. Ah.. Pasrah aku..
"Rahasia.." Jawabnya singkat..
Akupun menghentikan langkahku..
"Kalau kamu tidak mau mengatakan kita mau kemana aku tidak akan ikut.."
Mendengar itu alvin pun menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke arahku..
"Rahasia.." Jawabnya singkat lagi tepat di depan wajahku..
"Baiklah kita tidak jadi pergi.." Aku lalu berbalik badan dan berjalan menuju ruangan lagi..
Namun tiba tiba tubuhku di gendong olehnya..
"Aaaaaa.." Jerit ku..
"Kamu harus ikut aku nyonya Alvin sebastian.." Ucap Alvin sambil menggendong ku..
Mendengar itu hatiku kembali berbunga bunga dan aku menenggelamkan wajahku di dada laki laki yang sangat menggemaskan ini...