Dirga dan Asha..
Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih saat duduk di bangku sekolah, Asha adalah cinta pertama Dirga begitu juga Dirga yang cinta pertama Asha.
Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan mereka bermimpi untuk menikah suatu hari nanti.
Namun takdir berkata lain..
Orangtua Dirga menentang hubungan Asha dengan Dirga, meminta Asha untuk pergi dengan memberikan sejumlah uang kepada asha.
Asha pun pergi meninggalkan Dirga tanpa penjelasan yang jelas..
Lima tahun berlalu..
Asha kembali Ke Jakarta..
Asha berpikir semuanya sudah berubah, termasuk Dirga..
Namun takdir kembali mempertemukan Dirga dan Asha, bukan sepasang kekasih tapi Bos dan juga asisten pribadinya.
apakah mereka akan kembali bersatu ? atau justru sudah ada orang lain yang mengisi hidup mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Pagi ini Asha bangun pagi pagi sekali, malam hari ia tidak bisa tidur dengan nyenyak
Jam menunjukkan pukul lima pagi, Asha keluar dari kamarnya untuk pergi ke dapur mengambil minum
Namun tidak disangka, ia dan Dirga sama sama keluar di waktu yang sama
" Pagi Pak Dirga "
" Pagi "
Dirga langsung meninggalkan Asha yang masih diam di tempatnya, kemudian Asha pun menyusul Dirga yang turun lebih dulu
Saat Asha pergi ke dapur, Asha melihat Dirga yang sedang memasak air panas.
" Pak Dirga, biar saya yang buatkan teh kalau mau minum teh " ucap Asha
" Siapa yang bilang saya ingin minum teh ? "
" Lalu Pak Dirga mau minum apa ?"
" Kopi "
" Kopi ? Bukannya Pak Dirga nggak bisa minum kopi ? Bukannya kalau minum- "
" Bisa, saya bisa minum kopi "
Sebenarnya Dirga memang ingin membuat teh hangat, namun ia berbohong kepada Asha
Dirga sendiri tak menyangka jika Asha masih mengingat tentang dirinya.
Dirga menolak bantuan dari Asha, setelah kopi yang ia buat selesai ia langsung membawa ke meja makan
" Apa iyah dia udah bisa minum kopi ? Kan ga lucu kalau dia bolak balik kamar mandi cuma karena kopi " ucap Asha khawatir
Asha menghampiri Dirga, dan Dirga meneguk kopi itu tepat di hadapan Asha
" Pak Dirga mau sarapan apa ? Biar saya buatkan "
" Nggak usah, saya bisa makan di luar "
" Baik kalau begitu "
Dirga mulai merasakan perutnya tidak bersahabat, namun ia menahannya di depan Asha
Sialnya perutnya semakin sakit, karena ia tak bisa menahannya lagi segera Dirga berlari menuju toilet
" Tuh kan apa kata gue juga, dasar keras kepala " ucap Asha
Dirga kembali ke tempat duduknya sambil memegang perutnya yang masih sakit
Namun kopi buatannya sudah tidak ada di atas meja
Tak lama Asha kembali dengan membawa teh hangat untuk Dirga
" Diminum dulu aja Pak "
Dirga dengan canggung meminum teh buatan Asha
Rasanya masih sama seperti dulu, takaran manis yang pas bagi Dirga
" Masih ingat "
Asha bingung
" Apa pak ?"
Dirga menjawab dingin
" Takarn gulanya."
Lalu kembali diam
Tak lama Asha kembali pergi ke dapur, diam diam Dirga mengintip melihat apa yang Asha lakukan
Ia melihat Asha yang sedang membuat roti bakar, aroma roti itu membuat Dirga menjadi lapar
Saat Asha hendak berbalik badan, Dirga buru buru kembali duduk
Tak lama Asha kembali dengan piring berisi roti bakar yang Asha buat di dapur tadi
" Pak Dirga makan dulu aja, biar perutnya ga sakit lagi. "
" Makasih "
Asha hanya tersenyum, kemudian ia kembali pergi ke dapur
Begitu Asha pergi, Dirga langsung menyantap roti yang Asha berikan kepada dirinya.
Tanpa sadar Dirga tersenyum sambil menyantap roti buatan Asha, walaupun sederhana tapi entah kenapa terasa istimewa bagi Dirga.
Tak lama Asha kembali dengan membawa piring dengan isi yang sama, Asha pun menyatap roti itu satu meja dengan Dirga
" Kamu nggak lupa kan, kalau di perjanjian kamu di larang untuk pacaran " ucap Dirga
" Saya nggak lupa pak "
" Lalu kemarin itu bukan pacar kamu ?"
" Naufal ? Dia sahabat saya pak "
" Sahabat tinggal satu apartemen?"
" Dia hanya membantu saya Pak, karena saya baru kembali ke Jakarta "
Dirga pun merenungi ucapan Asha , kembali ke Jakara ?
Berarti kemana Asha selama ini..
...
Asha dan Dirga pun berangkat bersama
Namun sebelum berangkat, Asha mulai merapihkan penampilan Dirga
" Sebentar pak, dasinya berantakan "
Tangan Asha lihai memasangkan dasi itu
Dirga membeku untuk beberapa waktu, lebih tepatnya saat Asha memasangkan dasi miliknya
" Sudah selesai Pak "
" Makasih "
Segera Dirga dan Asha pun pergi menuju kantor bersama
Namun lagi lagi, selama perjalan tidak ada percakapan diantar Asha dan juga Dirga
Namun tanpa Asha ketahui, Dirga beberapa kali melirik kearah Asha
Keduanya pun sampai di kantor, dan bersaan Reza pun datang dengan Bayu
" Selamat pagi Asha " sapa Reza
" Pagi Pak Reza, Pak Bayu " jawab Asha sambil tersenyum
" Dir, gimana nyenyak tidurnya ? " goda Bayu
" Hmm" jawab Dirga
" ham hem ham hem, limbat lo Ga " jawab Bayu
Sedangkan Asha hanya tertawa kecil
" Asha cantik kalau lagi senyum " ucap Bayu dengan sengaja
" Makasih Pak Bayu "
" Lo ngapain kesini sih Bay ? "
Tanya Dirga dengan nada ketus
" Lah emang kenapa ? biasanya juga gue kesini, ya kan Za ?"
" Iyah " Reza mengangguk
Dirga hanya diam, sedangkan Asha kembali tersenyum kecil
Bayu dan Reza mengikuti Dirga menuju ruangannya
" Jadi gimana Ga ? "
Tanya Bayu
" Gimana apanya ? "
" Udah nanya belum ?"
Dirga menggeleng
" Yah elah, masa harus gue yang nanya sih Ga " ucap Reza dan Bayu mengangguk
" Nggak usah, gue bakal nunggu dia yang jelasin ke gue "
" Halah cowok macam apa lo Dirga, cemen " ledek Bayu
" Bay.. " panggil Dirga
" Yaaa "
" Lo udah bosen kerja sama gue ya ?"
" Engga dong, gue masih butuh duit lo Dirga "
" Diem kalau gitu "
Bayu pun diam dan Reza menertawakan Bayu
....
Menjelang makan siang, Asha masih disibukkan dengan beberapa perkajaan
Ting.
Sebuah notifikasi pesan masuk kedalam ponselnya
Pesan masuk itu dari Dirga
[ Dirgantara : Makan siang dulu, saya nggak mau karyawan saya sakit karena terlambat makan ]
Tanpa sadar Asha tersenyum membaca pesan itu, segera Asha pun membalasnya
[Asha : Baik Pak, Pak Dirga ingin di belikan apa untuk makan siang ? ]
[Dirga : Nggak perlu, saya sudah pesan makan untuk kamu dan saya ]
[Asha : Nggak usah repot pak, saya bisa beli makan sendiri ]
[Dirga : Kamu nggak usah salah paham, saya cuma nggak mau kamu terlambat kembali dari istirahat cuma karena makan ]
[Asha : Baik Pak, terimakasih]
Di dalam ruangan Dirga sedang menatap layar ponselnya
Ia memang sengaja membeli dua makanan untuk Asha dan dirinya
Tanpa sadar Dirga terus tersenyum membalas pesan Asha