NovelToon NovelToon
YANG MULIA, MOHON JANGAN PAKSA AKU !

YANG MULIA, MOHON JANGAN PAKSA AKU !

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam / Reinkarnasi
Popularitas:408
Nilai: 5
Nama Author: Bunga_Persik98

Ye Ning, putri sah Menteri Sayap Kiri, hanya ingin membangun kerajaan bisnis, mengumpulkan kekayaan, dan membawa kemakmuran bagi keluarganya. Namun semua menjadi berantakan ketika Tuan Muda Bai datang dan mengacaukan rencananya. Di saat yang sama, Putra Mahkota Li Yan, pria yang dahulu menolak perjodohan dengannya, tiba-tiba berkata bahwa ia akan menceraikan istrinya.

Di antara ambisi, cinta, dan pengkhianatan, Ye Ning harus memilih: tetap menjadi wanita pebisnis yang bebas atau terjerat dalam permainan politik yang mengancam keselamatan keluarganya.

Mampukah Ye Ning melindungi orang-orang yang dicintainya ketika dua pria paling berpengaruh di kekaisaran mulai menginginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga_Persik98, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 : YANG MULIA PERGILAH KE TABIB !

Ye Ning tentu saja terkejut mendengar pernyataan Putra Mahkota Li Yan yang sedikit kontroversial itu. Ia mundur dua langkah untuk menjaga jarak, untuk demi mengusir rasa gugupnya.

"Maaf, Yang Mulia, apakah Anda sedang sakit?" tanya Ye Ning.

Li Yan berdeham canggung, lalu mengajaknya untuk duduk. Sembari menuangkan teh, Li Yan melanjutkan,

"Ye Ning, setelah bangun dari koma, aku baru sadar bahwa wanita yang paling tepat untukku adalah dirimu."

Mata Ye Ning mengerjap beberapa kali; kepalanya terasa berputar. Ia langsung beranjak dari kursi dan menundukkan kepala untuk pamit.

"Maaf, Yang Mulia, saya menyarankan Anda untuk segera memeriksakan diri ke tabib."

Saat Ye Ning hendak mengundurkan diri, Li Yan menahan langkahnya dan berkata,

"Pria itu tidak sesederhana yang kamu pikirkan. Dia sengaja mendekatimu karena memiliki niat lain."

Ye Ning seketika membeku. Kalau ditelaah kembali, ucapan itu memang terdengar masuk akal. Namun, bukankah sebelumnya Li Yan sangat akrab dengan Zhilan? Bahkan Zhilan selalu membantunya setiap kali ada masalah, serta selalu mendukung sang Putra Mahkota dan Permaisuri. Kenapa sekarang Li Yan malah menjelekkan pendukung setianya sendiri? Apakah karena cemburu? Tidak mungkin, sanggah Ye Ning dalam hati.

Tiga tahun lalu, alasan Ye Ning bersusah payah menyenangkan hati Ibu Suri adalah demi perjodohannya dengan Li Yan. Ia bukan mencintai Li Yan, tetapi menjadi istri seorang Putra Mahkota tentu saja akan menambahkan kejayaan serta kemakmuran klannya. Ye Ning tidak berpikiran muluk-muluk, ia hanya realistis. Namun, kala itu Putra Mahkota justru nekat menolak perjodohan tersebut dan lebih memilih Sun Ling. Keputusan itu membuat Permaisuri sangat kecewa hingga mendiamkannya selama satu bulan.

Jadi, jika sekarang Li Yan mengaku baru sadar, itu adalah hal yang ajaib. Apakah dulu pria itu diguna-guna? Memikirkan kemungkinan itu membuat Ye Ning merasa geli.

Tanpa mengatakan apa pun lagi, Ye Ning tetap melangkah pergi meninggalkan Li Yan. Ia berjalan menuruni tangga paviliun dan menghampiri Lu Wan. Sepertinya ia harus segera angkat kaki dari tempat ini. Berlama-lama disini bisa membuatnya pingsan menghadapi kelakuan aneh keluarga kerajaan.

Ye Ning berpisah dengan Lu Wan di depan gerbang Villa. Tidak jauh dari sana, di sudut jalan, ia melihat sebuah kereta kuda dengan lambang keluarga Adipati Zhao. Setelah memantau sekeliling, ia tidak menemukan kereta kuda keluarganya maupun keberadaan Ah Yao. Ye Ning cemberut, berniat untuk berjalan kaki saja tanpa menoleh ke arah kereta Zhilan.

Apa yang diberikan Zhilan pada Ah Yao sampai pelayan itu tega meninggalkannya sendirian? batinnya kesal. Saat Ye Ning hampir melewati kereta kuda tersebut, tirai mendadak terbuka. Zhilan muncul dengan ekspresi dinginnya yang khas.

"Ning'er, masuk," perintah Zhilan.

Ye Ning berpura-pura tidak mendengar. Namun, Zhilan langsung mengancam bahwa jika ia tidak masuk sekarang, kain sutra berharga yang didapatkannya dari wilayah perbatasan akan dibakar. Mendengar ancaman itu, Ye Ning langsung melompat masuk ke dalam kereta.

Di dalam kereta yang sudah berjalan, Zhilan mengulurkan setumpuk kain sutra berwarna merah muda dan kuning emas kepadanya. Wajah Ye Ning seketika semringah; ia dengan cepat mengambil kain-kain tersebut. Kebetulan sekali, toko kain miliknya baru saja mendapat pesanan dari keluarga Perdana Menteri untuk mencarikan kain berharga yang langka di pasaran.

Melihat tingkah Ye Ning, entah mengapa rasa sakit di tubuh Zhilan mendadak lenyap. Ia lalu bertanya,

"Apa yang Putra Mahkota katakan padamu?"

Ye Ning mengernyit. Sebenarnya Zhilan ini pria atau seekor siluman? Mata-matanya banyak sekali, sampai-sampai tidak ada satu pun hal yang luput dari jangkauannya.

"Kenapa? Apa urusannya denganmu?" Ye Ning balik bertanya.

Mendengar respons itu, Zhilan tampak sedikit kesal.

"Ning'er, jangan main-main."

Ye Ning membalas tatapan pria itu dengan tajam. Ia merogoh sesuatu, lalu melemparkan liontin giok mistis yang diberikan Zhilan kepadanya satu tahun lalu. Liontin tersebut terbuat dari Giok Nefrit Lavender berbentuk ikatan simpul mistis yang dijalin dengan tali merah.

Melihat tindakan Ye Ning, amarah Zhilan tersulut. Ia menyentak tubuh Ye Ning agar mendekat ke arahnya. Cengkeraman kuat di lengan membuat Ye Ning meringis kesakitan.

"Lepaskan!" teriak Ye Ning sambil meronta.

Alih-alih melepaskan, Zhilan justru menariknya ke dalam pelukan erat, menahan pergerakannya.

"Tidak, Ye Ning, Ambil kembali token itu," ucapnya lirih.

Ye Ning seketika terdiam. Sebelumnya, Zhilan tidak bersikap seperti ini. Sambil menghela napas panjang, ia meminta Zhilan untuk melepaskannya agar mereka bisa bicara baik-baik. Barulah Zhilan melepaskannya dan menatap Ye Ning, tatapan inilah yang membuat Ye Ning sangat sulit untuk benar-benar membencinya.

Meskipun Zhilan adalah pria yang angkuh dan pencemburu, ia selalu menuruti apa pun keinginannya dan memberikan perhatian yang membuat Ye Ning merasa sangat dihargai.

Ye Ning merapikan gaunnya dan menatap Zhilan dengan serius.

"Baiklah, sejak kejadian yang menimpa ayahku, kita belum pernah membahasnya secara detail. Zhilan, aku bertanya satu hal padamu, dan jawablah dengan jujur. Apakah semuanya memang rencanamu?"

Ye Ning menunggu jawaban dengan cemas dan harap. Karena dirinyalah yang menyarankan sang ayah agar membantu mengurus pendistribusian ransum militer. Dan ide itu, datang dari mulut Zhilan karena hal tersebut berguna untuk mempromosikan pangkat kakaknya sebagai jenderal muda.

Zhilan terdiam cukup lama. Tatapannya melembut, kemudian menjelaskan

"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, Ning'er. Aku... aku tidak bermaksud untuk membuat keluargamu celaka"

Ye Ning menatap Zhilan dengan ekspresi terluka. Jawaban itu sudah cukup baginya. Dirinya dan keluarganya telah dijadikan umpan dalam rencana Zhilan agar keluarga Selir Yang Guifei merasa terlena hingga menurunkan kewaspadaan mereka.

Ye Ning tidak bodoh. Ia tahu, meskipun Zhilan memang menjabat sebagai Sensor Pengawas di Yushitai pada usia muda. Tetapi kekuasaan dan pengaruh nyata pria itu pasti jauh lebih besar dari apa yang terlihat. Tepat saat suasana di dalam kereta kuda itu mulai menegangkan dan dipenuhi keheningan

WUSH!!!

Sebuah anak panah melesat cepat, menembus ke dalam kereta dan menancap kuat tepat di panel bagian dalam. Anak panah itu hampir mengenai wajah Ye Ning, namun secepat kilat Zhilan melindunginya yang menyebabkan anak panah itu menggores lengan Zhilan hingga berdarah.

Ye Ning memekik panik, Belum sempat mencerna apa yang terjadi. Suara kegaduhan di luar mulai terdengar dan bunyi dentingan pedang yang saling beradu.

"ADA PEMBUNUH! LINDUNGI TUAN MUDA!"

1
Marini Dewi
menarik
BUNGA PERSIK: Terima kasih atas supportnya ya 😍.. Aku senang sekali
total 1 replies
BUNGA PERSIK
Ini karya baru, mohon dukungannya. Maaf kalau masih agak berantakan, beneran masih newbie. 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!