NovelToon NovelToon
CANDU

CANDU

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

***

Bagi Raka, Naya adalah candunya ...

Berbeda dengan Naya yang menganggap Raka sebagai masa lalu yang menyakitkan..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

Satu bulan sudah Raka berada dikota jogja, kota yang ditinggali oleh Naya dan tepat satu bulan hubungan Raka dan Naya benar benar kembali.

Setiap hari Naya dan Raka selalu bertemu, saat siang mereka akan makan siang bersama dan malam harinya Raka akan selalu datang kekamar Naya. Tak jarang mereka melakukan hubungan layaknya suami istri saat dikamar Naya, namun tentunya Raka melakukaan  dengan sangat lembut dan tidak ada paksaan apalagi kekerasaan seperti saat divilla waktu itu.

Raka benar benar menyesali perbuatan nya sewaktu di villa dan Tidak pernah memaksa Naya lagi jika Naya tidak ingin melakukan.

Kebencian Naya pada Raka tentang masa lalunya dengan Raka pun sedikit memudar. bahkan mungkin hilang, digantikan oleh rasa nyaman dan rasa sayangnya pada Raka.

Raka yang sekarang berbeda dengan Raka yang dulu, jika Raka yang dulu selalu ingin menang sendiri tak peduli Naya suka atau tidak Naya harus menuruti keinginan Raka, sedangkan sekarang justru Raka lah yang yang sering mengalah dan lebih bersabar pada semua sikap Naya.

Mungkin itulah yang membuat Naya kembali bisa menerima Raka lagi.

Pagi ini Naya dilanda pusing yang sangat hebat, badannya lemas hingga Ia tak bisa beranjak dari ranjangnya.

"Mbak, nggak kerja?" tanya Anna yang baru saja memasuki kamar Naya.

Anna terkejut melihat Naya yang terlihat pucat dan lemas.

"Ya ampun, mbak Naya sakit?" panik Anna langsung mendekati Naya lalu memengang dahinya.

"Ya ampun panas banget." kata Anna.

"Aku panggilin Dokter ya mbak." kata Anna yang langsung mendapatkan gelengan dari Naya.

"Enggak An, aku nggak apa apa, paling cuma masuk angin." kata Naya.

"Tapi mbak, badan mbak Naya panas banget." Anna terlihat khawatir.

"Beneran mbak nggak apa apa, kalau boleh mbak minta tolong beliin bubur sama obat paracetamol saja ya." pinta Naya.

"Oh ya mbak, tunggu ya mbak."

Anna segera berlari keluar menggunakan motornya untuk membeli bubur dan obat diapotik yang jaraknya tak jauh dari panti.

15 menit, Anna sudah kembali dipanti dan sudah mendapatkan semua pesanan Naya.

"Mbak ini buburnya dimakan dulu, mumpung masih anget, biar aku suapin." kata Anna setelah menyiapkan buburnya.

"Makasih An, oh ya anak anak udah berangkat semua?" tanya Naya.

"Udah mbak, untung aja udah pada berangkat kalau belum pasti pada nggak mau berangkat sekolah malah nemenin mbak Naya." kata Anna membuat Naya tersenyum.

Anak anak pantinya memang sangat menyanyangginya batin Naya.

"Udah An, lidahku pahit." kata Naya.

"Baru juga dua sendok mbak." protes Anna.

"Nggak apa apa, yang penting kan udah makan, mana obatnya." pinta Naya.

Anna pun mengangguk memberikan obat pada Naya, dan langsung diminum Naya.

"Mbak Naya istirahat aja biar aku hubungin Tika dan bilang kalau mbak Naya lagi sakit." kata Anna ,Tika adalah salah satu karyawan kepercayaan Naya direstoran yang mengantikan Naya jika Naya sudah pulang.

"Iya An, makasih banyak yaa." kata Naya yang hanya diangguki oleh Anna.

...

Siang hari saat Anak anak pulang sekolah dan mengetahui jika Naya sakit langsung berhambur memasuki kamar Naya.

Mereka terlihat khawatir Dengan keadaan Naya.

"Bunda sakit apa?"

"Semalem kan bunda nggak apa apa?"

"Bunda udah minum obat?"

Pertanyaan anak anak yang bersamaan membuat Naya terkekeh geli, karena anak anaknya begitu peduli pada Naya.

"Ya ampun kalian ini, Bunda Naya lagi sakit jadi jangan berisik!" sentak Anna membuat semua anak anak diam serentak dan mengambil posisi duduk diranjang Naya untuk memijit Naya.

"Udah An biarin aja nggak apa apa." jawab Naya pelan.

"Tapi kan mbak jadi nggak bisa istrirahat." kata Anna.

"Enggak kok An, udah nggak apa apa."

"Dengerin ya semua, kalau ada yang berisik lagi, nanti kalian mbak suruh keluar, anteng aja mijitin Bunda." kata Anna.

"Iya mbak Anna." jawab anak anak panti.

Anna keluar dari kamar Naya "Huu dasar nenek lampir." celetuk Faisal yang langsung mendapatkan kekehan dari teman temannnya.

"Hus, nggak boleh ngomong gitu sayang." kata Naya menginggatkan.

"Hehe ya maaf Bund, abis mbak Anna suka galak sih." kata Faisal.

"Mbak Anna kan memang galak tapi dia sebenarnya baik kok." jelas Naya.

"Baik gimana sih Bund, orang suka maraharah gitu." celetuk Raffa menambahi.

"Mbak Anna emang galak tapi sayang sama kalian, kalau nggak sayang nggak mungkin mbak Anna bangun pagi pagi buat bikinin sarapan, trus nyuciin baju , sampai merawat kalau ada yang sakit kayak Bunda gini, hayoo kayak gitu masih kurang sayang gimana mbak Anna sama kita." kata Naya membuat Anak anak pun mengangguk pasrah.

"Iya deh bund, maaf  besok nggak bakal ngatain Mbak Anna nenek lampir lagi." kata Faisal menyesal.

"Anak anak bunda itu yang terbaik memang, bunda sayang sama kalian." kata Naya.

"Kita juga sayang sama Bunda, jadi Bunda cepet sembuh yaa." kata anak anak yang hanya diangguki Naya.

....

Seperti biasa siang ini Raka menuju restoran Naya untuk mengajaknya makan siang.

"Kamu balik kantor aja, saya mau pake mobilnya Naya aja." kata Raka sebelum keluar mobil.

"Siap Tuan." Nathan mengangguk paham.

Raka keluar dan langsung memasuki restoran yang sangat ramai saat makan siang hingga tak ada yang menyadari jika Raka datang.

Raka langsung saja menuju ruangan Naya, karena Raka pikir Naya ada disana. Namun bukan nya Naya yang Ia temui melainkan Tika salah satu pelayan disana yang duduk ditempat duduk Naya.

"Pak Raka.." sapa Tika saat Raka memasuki ruangan Naya.

"Dimana Naya?" tanya Raka dengan raut wajah dingin.

"Ibu Naya hari ini tidak masuk karena sakit." jawab Tika.

"Ohh Shittt.." Raka segera keluar tak lupa menghubungi Nathan.

"Kembali ke restoran sekarang!" setelah mengatakan itu Raka memutuskan panggilan.

Tak berapa lama mobil Raka kembali memasuki restoran.

"Antar aku ke panti!" kata Raka saat memasuki mobil.

Tanpa banyak bicara, Nathan segera melajukan mobilnya menuju panti, melihat Wajah panik Raka bisa dipastikan telah terjadi sesuatu pada Naya, dan Nathan tak berani menanyakan itu pada Raka.

"Anna sialan, bisa bisanya Ia tak menghubungiku disaat Naya sakit." gerutu Raka saat perjalanan sedangkan Nathan hanya diam saja.

Sesampainya dipanti, Raka segera berlari memasuki panti, namun didepan pintu Ia bertemu dengan Anna membuat Raka semakin kesal.

"Sedang apa kau kemari siang begini?" tanya Anna santai.

"Wanita sialan, bisa bisanya kau tak memberitahuku jika Naya sakit!" kata Raka dengan nada marah.

"Hey bung, jaga ucapan mu, mana bisa aku menghubungimu, aku saja tak punya nomer ponselmu." balas Anna santai.

"Sudahlah lebih baik kau minggir saja, aku ingin masuk!" kesal Raka karena jawaban Anna benar, Anna saja tidak mempunyai nomer ponselnya bagimana bisa menghunbungi dirinya.

Raka segera masuk tak peduli dengan gerutuan Anna.

"Sayang apa kamu baik baik saja?" tanya Raka membuka pintu dan terkejut karena banyak anak anak disana.

Om Raka...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!