menjadi janda di usia yang tak lagi muda memang bukan pilihan yang bijak menurut orang lain.
tapi bagi Wulansari itu pilihan yang terbaik, bagaimana tidak, pernikahan yang begitu dia jaga di rusak oleh suaminya sendiri.
pria itu menghianati dirinya, dengan berselingkuh dengan seorang wanita yang memang lebih muda tapi sayangnya tak lebih cantik darinya.
apa status itu menganggunya?
apa dia akan bisa bertahan hidup dengan status yang sering di pandang sebelah mata itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
musuh mulai bergerak
Ryan akhirnya mengangguk setuju untuk punya adik, "baiklah dua lagi cukup kan?"
"baiklah nanti ayah dan mama akan buat dua lagi untuk mu ya," kata juragan Baron yang tersenyum penuh arti pada istrinya itu.
Sedang Wulan mencubit pipi juragan Baron yang pasti memikirkan yang tidak-tidak, dia bahkan tak bisa berkata-kata terhadap suaminya itu.
"ya sudah terserah nanti tuhan kasih berapa, dan sekarang Ryan mau ngaji tidak,sama seperti teman-teman, jika iya nanti maha daftarin ditempat Bu Ulfa," tanya Wulan pada putranya itu.
"mau dong bunda, tapi Jan empat sore kan, setelah magrib Ryan boleh nonton tv kan?"
"tentu saja boleh asal semua tugas dari sekolah selesai," jawab Wulan.
Sedang di rumah juragan Sukoco, pria itu sudah menunggu berita yang akan membuatnya senang.
Bagaimana tidak, berita yang begitu dia tunggu, tentang kehancuran pernikahan dari Wulan dan juragan Baron.
Tapi kali ini, bukan keduanya yang di incar, melainkan ibu pawoh yang sekarang tinggal sendirian di rumah.
Pak Dikin sudah sampai di rumah wanita itu, dsn terlihat rumah itu cukup sepi untuk ukuran seseorang yang memiliki toko.
pak Dikin berpura-pura menjadi pembeli, dan nanti dia sendiri yang akan mengeksekusi rencana itu
pasalnya dia ingin jika semuanya sempurna,jadi dia memilih menjalankannya sendiri di banding menyuruh orang.
"maaf bisa beli pentol bakso dan somay," tanya pak Dikin.
Dia kaget melihat Bu pawoh yang hanya mengenakan daster selutut dan ternyata wanita itu sangat terlihat tidak seperti usianya.
Bagaimana tidak, dengan tubuh yang cukup berisi dan rambut yang di warnai dengan warna coklat tua membuatnya seperti wanita uang masih empat puluh tahunan.
"ah iya mas Dikin, kok gak pernah kelihatan lagi," tanya wanita itu dengan ramah dan mengambilkan pesanan Dikin.
"ah.. iya mbak, aku terlalu sibuk dengan urusan sawah juragan Sukoco, dan aku heran bagaimana bisa Wulan begitu buru-buru menikah dengan juragan Baron, bukankah mbak tau jika pria itu bukan pria baik-baik," kata pak Dikin yang membuat wanita itu tersenyum.
"bagaimana tidak mengenalnya, jika bukan atas permintaan ayah mertua dulu, tak mungkin Wulan akan menikah dengan Farhan, karena dulu juragan Baron lah uang meminang Wulan terlebih dahulu pada ayahnya, tapi hanya karena tak ingin membangkang pada ayahnya, suamiku menolaknya dan memilih mengikuti perintah ayah mertua," kata Bu pawoh yang membuat pak Dikin diam.
Berarti Wulan dan juragan Baron ini punya hubungan sebelum masing-masing menikah, itulah kenapa Juragan Baron mudah mendekati Wulan yang baru berpisah.
"semuanya jadi tiga puluh ribu ya mas Dikin," kata Bu pawoh.
"iya mbak ini uangnya, tapi kalau mbak sendiri tak ingin menikah?" tanya pak Dikin yang penasaran.
"aduh siapa yang mau dengan wanita tua seperti ku ini,lagi pula saya sudah tidak tertarik dan hanya mau tinggal menikmati waktu tua,"
"yakin tidak kepingin merasakan kerasnya singkong laki-laki," tanya pak Dikin yang mulai memancing wanita itu.
"kalau dapat singkong itu rezeki, tapi kalau dapat pisang ulin ya ngenes dong udah kecil pendek lagi," kata Bu pawoh yang tertawa sambil mengambil kembalian.
tanpa terduga pak Dikin melakukan aksinya dan langsung memepet Bu pawoh hingga menempel di meja.
Dan mulai melakukan aksinya, wanita itu ingin berontak tapi tenaganya tak sebanding dengan pria itu.
Otomatis dia merasakan sesuatu yang sudah mengacak-acak di bawah sana.
"hentikan mas, ini salah," kata Bu pawoh.
"sudah diam saja, nikmati saja aku yakin kamu akan sangat menyukainya dan merindukan sentuhannya bukan," kata pak Dikin yang berhasil membuat wanita itu terkejut bukan main.
Meski pak Dikin belum pernah menikah, tapi pria itu punya sejarah baik dengan para wanita yang selalu ketagihan singkong miliknya.
apa mereka selingkuh atau othor yang salah tulis?