NovelToon NovelToon
Satu Di Hati

Satu Di Hati

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: mom fien

Satu di Hati.
Kamu seperti matahari,
Hangat di pagi hari,
Menyengat di siang hari,
Meredup saat senja hari.
Namun kamu tetap satu di hati.
# Red_Dexter (pinterest)

Kisah cinta ringan antara Erick dan Jeny. Bagi Erick, Jeny adalah mataharinya, ia tidak bisa hidup tanpanya.
Keraguan, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Jeny.
Senja, waktu favorit Jeny, dan Erick memastikan bahwa Jeny harus melihat kearahnya saat senja.

Kisah nyata seorang kenalan, dengan bumbu dramatisasi, untuk menemani kamu melepas penat menjelang tidur agar bermimpi indah tentang cinta.

Full of love,
Author ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom fien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan marah lagi

Sesampainya di rumah aku mendinginkan kepalaku dibawah guyuran air shower. Setelah merasa lebih baik, aku keluar kamar dan turun ke ruang keluarga. Awalnya aku hanya sendiri disana, kemudian tidak lama mama keluar dari kamar dan menonton bersamaku sambil mengobrol ringan, tidak lama papa juga bergabung bersma kami, hingga waktunya makan malam, tapi kak Erick masih belum juga keluar kamar.

Dasar bocah gede! Aku hanya bisa menggerutu kesal dalam hati.

"Jen panggil Erick buat makan malam."

"Ga usah ma.", kulihat Erick sedang berjalan kearah kami untuk bergabung di meja makan.

Saat makan sebisa mungkin aku menutupi kalau aku dan kak Erick sedang berkelahi, untungnya kak Erick juga kooperatif soal ini. Tapi sepertinya pada akhirnya mama dan papa pasti curiga, karena aku dan kak Erick tidak secerewet biasanya.

"Makan lagi babe, kamu makan terlalu sedikit, nanti kamu sakit", ia memberikan tambahan lauk dipiringku.

"Aku masih kenyang, matcha lattenya juga baru aku habisin barusan."

Karena suasananya agak canggung, selesai makan aku pamit pergi ke kamarku. Tidak ada yang bertanya, semua orang seakan mengerti apa yang terjadi.

Aku tau kak Erick akan diinterogasi oleh orangtuanya setelah aku pergi, setidaknya mama pasti melakukan itu. Aku berdiam diri sejenak di depan kamarku, mencari tau apa benar dugaanku.

"Erick kamu buat salah apa sama Jeny?", tanya mama

Setelah 1 kalimat itu, aku masuk kamar dan menutup rapat pintuku, aku tidak mau mendengar apa alasan kak Erick ke mama, aku hanya mau mendengar ia berkata langsung alasannya padaku.

Tok tok... aku tau ini pasti kak Erick, aku membuka pintunya dan kami duduk bersampingan di tempat tidurku.

"Maaf ga seharusnya aku marah tadi."

"Ya, aku tau kakak cuma cemburu.", sindirku, dan ia hanya tersenyum.

"Kak percayalah aku benar-benar sudah ga ada perasaan suka lagi sama kak Kairi, bahkan aku juga terganggu sama sikapnya akhir-akhir ini."

"Akhir-akhir ini?"

Ooopsss... aku lupa kak Erick tidak tau mengenai perubahan sikap kak Kairi belakangan ini, aku hanya mengatakannya pada Belva.

"Mmmm.... setelah aku bilang aku pacaran sama kakak, dia lebih berani mendekati aku. Dulu dia ga seberani sekarang. Tapi percayalah aku benar-benar sudah bilang aku ga ada perasaan apapun sama dia lagi, karena aku punya kakak, sungguh."

Tapi kak Erick hanya diam mendengarkan dan tidak memberi tanggapan.

"Babe jangan marah lagi, aku beneran ga ada apa-apa", rayuku.

"Jen, ini kedua kalinya kita berantem, keduanya juga gara-gara orang yang sama."

"Maaf", ucapku lagi.

"Aku juga sudah berusaha menghindari kak Kairi kok.", tapi kak Erick masih belum memberi tanggapan juga.

"Aku harus bagaimana supaya kakak ga marah lagi sama aku?"

"Nikahin aku?", ucapnya sambil tersenyum.

"Kakak udah ga marah lagi kan?"

Ia menepuk pahanya memintaku duduk di pangkuannya. Aku berpindah duduk dipangkuannya, dengan kedua tanganku melingkar di lehernya.

"Jangan pernah sebut namanya lagi didepanku, ok?"

"Ok", jawabku tersenyum.

"Maaf, seharusnya aku bisa bersikap dewasa, tapi kalau mengenai kamu rasanya logikaku memudar begitu saja. Kamu tau kan aku sangat mencintaimu, bukannya aku ga percaya sama sikapmu diluar sana, aku hanya ga percaya diri kalau menyangkut kamu Jen."

"Aku juga mencintai kakak."

Lalu kami berciuman, ciuman yang mengungkapkan rasa penyesalan karena pertengkaran barusan, juga rasa perasaan cinta masing-masing.

"Aku mau lebih lama dikamar kamu malam ini."

"Ok baiklah."

Kami menghabiskan malam itu dengan berpelukan sambil menonton film.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!