NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asing

Aku menjadi se asing itu dengannya sebelum menjadi kita. Seperti hari ini, suasana pagi ini yang cukup dingin. Tanah yang masih basa sisa hujan dini hari ini. Aku terdiam melihatnya berjalan santai berdampingan dengan Naina di sana. Langkah Naina masih sama terlihat anggun. Gadis secantik dan semanis itu terlihat begitu bahagia tertawa bersamanya.

Keadaan seperti ini sering ku lihatnya, tapi masih tersisa perih dalam hati. Entah mengapa rasa itu tak pernah pergi.

"Ai masih pagi sudah melamun." Tanala dengan suara khasnya membuatku bertingkat. Aku duduk termenung melihat mereka berdua yang bercanda.

"mereka serasi ya La? seperti pangeran bersama tuan putri" Bukannya menjawabnya aku malah bertanya kepada Tanala di sampingku.

" Kamu selalu mengikuti alur pemikiranmu yang rumit Ai. cobalah percaya dengan dirimu sendiri Ai. Kamu dengannya sama, cantik. " kalimatnya sangat panjang, dia selalu memberiku afirmasi untuk percaya diri. Aku dengan ketidak percaya diriku membuat semakin terlihat rumit.

Aku memandang mereka dengan tatapan senduku. Walapun terasa sakit aku masih ingin memandangnya. Alga Mahensa yang memenuhi setiap ruang dalam hatiku. cukup dengan memandang rasanya tenang.

"sakit ya La? " Tanala bersedekah sambil bertanya padaku. Aku memalingkan wajahku, mataku memandang secara acak menghindari tatapannya.

"meskipun sakit aku bisa apa La. Dia saja bukan milikku." satu fakta yang membuatku menertawakan diriku sendiri. Tanala menghela nafas, sudah biasa dengan jawabanku.

"Tapi kamu berhak cemburu Ai" Tanala kembali memberikanku pernyataan yang membuatku denial.

"Lantas siapa aku berani cemburu. Aku buka siapa siapanya La. " Aku masih dengan pemikiranku.

"Emang hatimu menerima jika dia tertawa lepas dengan yang lain? " Pertanyaannya adalah tamparan keras bagi hatiku.

"Sudahlah La, jangan membicarakannya. Meskipun aku cemburu pun bukan urusannya. " aku menjawab dengan putus asa. Aku lelah dengan setiap perdebatanku dengannya.

Aku bangkit dari dudukku melangkah meninggalkan taman utama sekolahku. Meskipun kini aku melangkah jauh, tapi hatiku masih tertinggal di sana.

"Seandainya aku tak jatuh sejauh ini, mungkin rasa ini takkan pernah ada" Aku berkata lirih .

Tanala adalah seorang sahabat dengan seribu kepekaan. Apa yang aku rasa selalu di rasanya tanpa aku jelaskan.

Pembukaan awal pagi yang membuat moodku turun. Aku ingin seterah mengakhiri hari ini dan segera pergi dari sekolah ini. Tapi sialnya aku terlalu bodoh. Aku terlalu bersemangat hingga membuatku berangkat terlalu pagi. Hingga kini aku harus menyaksikan adegan manis yang memuakkan di depan mataku.

"Na, nanti aku akan menjemputmu di jam istirahat. " ucap Alga pada Naina di dalam kelas Mipa3. Kelas ini adalah orang orang random yang menjadi penghuninya termasuk aku. Ucapan Alga jelas ku dengar walaupun kebisingan kelas ini menjadi saksi. Aku mengalihkan pandanganku saat mataku bertemu pandang dengannya.

"kak Alga, cewek lo yang sekarang lebih cantik ya daripada yang ono" ucapan Andra salah satu teman kelasku membuatku mendengus.

"primadona sekolah harusnya dapat yang bening kali" ucapan Belina di depan sana menyahuti.

Aku selalu diam dengan cuitan mereka yang menusuk hati. Itu semua adalah makan sehari hari. Alga keluar tanpa ada sedikit kata yang mungkin tidak mengundang huru hara.

"Brengsek banget sih jadi cowok" dengus Tanala tak suka. Aku memegang bahunya untuk tak membuat masalah semakin panjang. keberuntungan kini berpihak padaku karena masalah ini tak semakin larut saat kedatangan guru di kelas ini.

...----------------...

Jam istirahat membuat semua murid berhamburan keluar dari kelas. salah satunya adalah aku yang mulai mengikuti pergi dari kelas bersama sahabatku. Satu hal menghentikan langkahku saat laki laki jangkung dengan kulit putih itu datang dengan tatapan tajamnya. semua yang melihatnya terdiam menunduk takut menyapa. sorot mata itu terasa menguliti semua yang menatapnya.

Dia datang dengan daya tarik sendiri, auranya membuat semua orang terbius memandangnya dengan diam diam. Tanala memandang sinis orang tersebut membuatku segera menariknya.

"mengapa kamu memulai tapi meninggalkan tanpa kejelasan Al" batinku melihatnya yang semakin asing.

"Lo brengsek Al" kata Tanala menyulut emosi Alga yang sedang berdiri diam di depa Naina yang mengemasi bukunya.

"Kalo lo anggap gue brengsek, apa kabar dirimu Tan? " perkataan Tanala membuat Alga sedikit menggoyahkan seorang Alga. watak Alga yang sedikit. pemarah membuat dia mudah tersulut.

"sudah jangan pada kayak anak kecil. Ayo La kita pergi" Aku menengahi mereka dengan menyertakan Tanala tanpa aba aba. Tanala memberontak marah dengan langkah terseok Seok mengikutiku. Aku diam tanpa bersuara menanggapi Tanala yang sedang impulsif.

"sudah Tan, aku ingin belajar berdamai dengan apa yang pernah terjadi. Cukup Alga perna mengisi hariku di tengah kekosongan walaupun hanya sementara. " aku memberikan pandanganku tentangnya saat Tanala mulai tenang.

Kini kami berada di taman sekolah yang menjadi tempat kita selalu berkumpul dahulu. Aku menasehatinya agar tak selalu ikut campur terlalu dalam tentangku dan dia.

" Gue marah Ai, apalagi saat lihat lo kayak gini. Duduk tenang tapi dengan pikiran berisik karena sibuk overthinking." jawabnya membuatku terharu akan keperduliannya.

"Lo sahabat terbaik gue, terimakasih. Tapi, cara lo itu sala La. " aku memberikan Tanala pengertian.

"pikiran gue memang rumit. Tapi asal lo tahu, pikiran gue berisik bukan hanya karenanya. jadi stop it lo judge dia. Dia juga manusia biasa. setiap orang pasti pernah merasa salah. Jadi jangan membuat dirimu jadi jahat hanya karena gue." aku memeluknya denga air mata yang menetes.

"dan terimakasih sudah sabar menjadi temanku si saat susah ataupun senangnya aku. " Aku merangkai kata kata yang mungkin menjadi suatu yang ku banggakan esok. Tanala membalas memelukku dengan erat.

"Maaf aku hanya ingin kamu selalu bahagia Ai. cukup dengan yang lalu kamu hancur. jangan sekarang atau hari esok. " Tanala berkata di tengah tangisnya yang semakin pilu.

"oke, di maafkan. Tapi please jangan kamu ulangi untuk berkata seperti itu. Naina akan terusik jika ini semakin larut. " aku memberitahunya bahwa ada orang lain yang menyangkut diriku dan Alga.

"Itu karena Alga yang berengsek Ai. jadi jangan salahkan gue." Tanala orang yang tidak mudah memaafkan. Mungkin keadaannya yang selalu harus merasakan kecewa karena perlakuan keluarganya.

"La kamu orang baik, jangan sama jadi jahat hanya karena kamu marah. Gue lebih suka lo yang ceria dan bodo amat dengan orang lain. ini bukan diri lo. jadi stop".

"sekarang kita kembali sudah bel. " Aku meninggalkanya denga memberikan dia pemikiran yang lebih waras dari pada dia yang rusuh.

Inilah langkahku, menjadi Ailavati yang lebih dewasa dan bisa mengontrol diri dari hal yang membuat pikiranku berisik. Aku ingin bisa melangkah tanpa harus takut jatuh. Sudah waktunya aku terbang bebas tanpa rasa takut.

"Kamu ada di sampingku karena janjimu pada Reihan, Al. Aku baik baik saja dengan sendiri. Mungkin ini adalah waktunya kita memikirkan diri masing masing tanpa terikat janji. " batinku memandang Alga yang jalan sendirian dengan gagah memasuki kelasnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!