Sebuah kisah yang menceritakan perjalanan seorang anak yang harus menghadapi kepahitan dalam hidup, berjuang dan di asingkan oleh keluarga kandungnya demi menyelamatkan dan mempertahankan identitas dirinya.
Dia adalah Griffin, seorang anak yang harus merasakan sakitnya hidup dalam pembullyan orang-orang sekitar, serta perjuangan yang mengharuskanya hidup di tengah kondisi yang sangat menyedihkan.
Dia hanya tinggal bersama dengan kakeknya, Jesper. Bahkan, dia tidak di perbolehkan untuk mengetahui wajah orang tua kandungnya.
"Kakek, mengapa aku tidak boleh mengenal orang tua ku ?" tanyanya setiap kali merasa sesak ketika melihat teman-temannya berjalan dengan orang tua mereka.
"Suatu saat nanti kamu akan mengetahuinya Griffin, berjuanglah," balas Jesper dengan tersenyum lebar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syukuran atas Keinginannya
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Namun bukanya menjawab Griffin beralih membuka lemari bajunya dan mengambil sebuah celengan di dalamnya.
"Kamu tau jika hari ini adalah hari yang bahagiakan, meskipun mereka belum mengatakanya pada kita, tapi setidaknya ini adalah berita baguskan," seru Griffin yang di jawab anggukan kepala oleh Derry.
"Nah aku ingin menggunakan sebagian uang ini untuk membeli makanan dan membagikan kepada mereka yang ingin, anggap saja jika ini adalah tanda puji syukur kita karna kebaikan Tuhan, dan ya mungkin bisa sedikit menghapus dosa kita," ucapnya lagi sambil tertawa mengingat apa yang dia pikirkan.
Praaannggg, dia memecahkan celengan ayam itu, dan terlihat banyak sekali uang di dalamnya, Griffin dan Derry mulai menghitung uang yang ada.
"Semuanya 2.345.000, Fin," seru Derry yang menghitung uang itu terakhir.
"Banyak juga ya," balas Griffin melihat uang celengannya yang sangat banyak menurutnya.
Griffin terlihat tengah berpikir sejenak, apa yang ingin dia lakukan dengan uang ini.
"Sepertinya jika hanya membeli makanan untuk beberapa orang, 200 ribu juga sudah cukup deh Fin, gak perlu sebanyak ini," seru Derry yang membantu Griffin untuk berpikir.
"Iya Der kamu benar, hem gimana kalo 2 jutanya kita kasih ke kakek buat biaya pernikhaanya, kan lumayan," balasnya yang di balas anggukan kepala oleh Derry.
"Yups ide bagus, lagian kita-kita anak kecil gak boleh pegang uang banyak kan," ucap Derry.
"Ya udah yang 345.nya kamu kantongin dulu Der, dan ayo kita sama-sama memberikan uang ini kepada Kakek dan Nenek," seru Griffin lagi.
Lalu keduanya melangkah keluar untuk menemui Jesper dan Valen yang sedang bicara sambil tertawa.
"Kakek, Nenek," sapa Griffin mendekat ke arah mereka.
Jesper menoleh ke arah Griffin dan Derry yang sekarang duduk di samping Valen. "Ada apa cu?" Tanya Jesper lembut.
Lalu kemudian Griffin mengeluarkan uang 2 juta itu dan memberikanya kepada Valen. "Ini apa Fin?" Tanya Valen bingung menerima uang itu.
"Ini uang nek," jawabnya polos.
"Iya tau ini uang, tapi buat apa? Dan dimana kamu mendapatkanya?" Tanya Valen lagi menghitung uang yang berikan olehnya.
"Ini 2 juta loh, dari mana kamu dapat uang sebanyak ini?" Tanya Valen lagi.
Jesper mengambil uang yang di berikan oleh Valen dan menghitungnya kembali.
"Uang itu adalah hasil tabungan Griffin selama ini Nek, dan tasi Griffi membobolnya," balas Griffin dengan santai.
"Dan mungkin uangnya bisa di pakai buat kalian menikah," sahutnya lagi dengan tersenyum bahagia.
Sontak saja Jesper dan Valen saling menatap satu sama lainya, merasa malu karna kepergok duluan oleh Griffin.
"Jangan malu Kek, Nek, Griffin sangat bahagia sekali kalian akhirnya mengabulkan permintaan Griffin, terima kasih ya," serunya lagi memeluk tubuh Valen dengan rasa bahagianya.
Membuat Valen dan Jesper semakin yakin jika dengan pernikahaanya ini dia sedikit bisa mengobati rasa sakit di hati Griffin yang merasa tidka memiliki keluarga.
"Apakah kamu bahagia jika Kakek dan Nenek menikah Griffin?" Tanya Jesper memandang lekat wajah cucunya.
Sontak saja Griffin menjadi gugup tidak tau apa yang di maksud dengan bahagia itu, "ya aku bahagia Kakek, kenapa tidak?" Jawabnya ragu.
Karna sedari dia balita hingga saat ini dia belum pernah tau arti dari kata bahagia serta kasih sayang itu, dan berharap suatu saat nanti dia bisa merasakanya.
"Hem, Derry ayo kita pergi," ajak Griffin yang memilih menyudahi pembicaraan ini.
Dengan cepat Derry langsung menganggukan kepalanya dan berdiri dari duduknya, begitu juga dengan Griffin.
"Kalian mau kemana ? Ini sudah sore?" Tanya Valen.
Griffn dan Derry sama-sama tersenyum menatap kedua calon pengantin itu, "kami mau melakukan hal yang sangat menyenangkan Nek," sahut Derry.
"Sudah ayo nanti kita telat, Kami pergi dulu," serunya sambil berlari keluar.
"Hati-hati," balas Valen sedikit berteriak, melihat anak-anak yang sudah tidak berada lagi di pandangam mereka.
Valen menatap Jesper dengan bingung, "kira-kira mau kemana mereka?" tanyanya pada Jesper dengan perasaan yang sedikit khawatir.
"Entalah, mungkin mau main dengan Kevin dan Kintan," balas Jesper asal.
Valen menggelengkan kepalanya mendengar jawab asal dari calon suaminya itu, "ya sudah, karna anak-anak sudah tidak di rumah, aku pamit dulu, gak enak soalnya sama tetangga nanti berpikiran macam-macam," ucapnya bersiap untuk pamit.
"Baiklah, jangan lupa besok lusa kita akan menikah," balasnya sontak membuat Valen membulatkan matanya besar.
"Besok lusa? Tapi kita belum ada persiapaan apa-apa? Dan?" Tanyanya terputus ketika dia mengingat siapa sebenarnya sosok Jesper.
Pria terkaya yang menduduki peringkat ke 7 dunia, patutlah dia bisa melakukan hal apa saja yang dia kehendaki.
"Dan apa ?" Tanya Jesper menunggu jawaban lanjut dari Valen.
"Ahh tidak, aku hanya sedikit lupa jika kamu termasuk Sultan yang tidak di ketahui rimbanya," jawabnya sambil sedikit meledek, lalu menanmpilkan senyum manisnya.
Dengan cepat Jesper langsung memegang dadanya yang seperti merasa sesak, "ahaaahhh Valen,, ahh dadaku," rintihnya seperti menahan sakit.
Seketika Valen menjadi panik, dan mencoba menolong Jesper yang merintih kesakitan, "ada apa, ada apa, yang mana yang sakit?" Paniknya bingung mau melakuakan apa.
Jesper sedikit tersenyum melihat Valen yang mengkhwatirkanya.
"Dadaku yang sesak karna melihat senyumu yang indah bagaikan Bidadari itu," jawabnya gombal, membuat Valen langsung menampilkan wajah kesalnya karna sudah di kerjain oleh pria tua ini.
Plaaakkk,,plaaakkk,,plaaakk Valen memukul lengan Jesper melampiaskan kekesalanya, "dasar ya gak ingat umur, sudah tua masih aja suka ngerayu," serunya kesal.
"Udah lah aku mau pulang aja, sebelum kamu buat aku terbang melayang," ucapnya lagi dengan ketus, namun itu semua semakin membuat Jesper tersenyum menahan tawanya, "assalamualaikum," pamit Valen pada Jesper.
"Iyah," jawab Jesper, namun itu membuat Valen menatap ke arahnya.
"Kalo aku bilang Asallamualaikum, kamu wajib menjawab dengan Walaikumsalam," ujarnya mengajarkan Jesper sedikit demi sedikit tentang Islam.
"Walaikumsalam," balas Jesper lagi yang baru mengerti istilah itu.
Dan akhirnya Valen melangkahkan kakinya pergi untuk pulang ke rumahnya sendiri, sebelum ada gosip yang menyebar jika mereka melakukan hal-hal yang tidak lazim.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*