NovelToon NovelToon
Terperangkap Cinta Masa Lalu

Terperangkap Cinta Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Cerai / Pelakor / Tamat
Popularitas:57.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Ghina Fithri

Hati Fitri masih terikat oleh cinta di masa lalunya meskipun dia sudah memiliki suami.

Cinta di masa lalunya menjadi musibah terbesar dalam rumah tangganya, dan musibah itu membuat rumah tangga Fitri hancur berantakan.

Sanggupkah Fitri mempertahankan rumah tangganya atau dia akan kembali ke masa lalunya?

Lanjut baca ya di karyaku ini🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Usai shalat maghrib, Fitri menyiapkan makan malam untuk Ayah dan suaminya.

Mereka pun menikmati makan malam bersama.

"Fit, kakakmu kenapa belum datang?" tanya Pak Rahim pada putri bungsunya.

Setahunya, Dina akan datang setelah Rania pulang sekolah tapi hingga saat ini Dina belum juga datang.

"Enggak tahu, Yah. Nanti habis makan aku coba hubungi lagi," jawab Fitri.

"Ya udah, kalau gitu," ujar Pak Rahim.

Pak Rahim sengaja ingin putri sulungnya datang, untuk meminta pendapatnya tentang keputusan Fitri.

Dia takut Fitri akan menderita lagi bersama Dimas. Pak Rahim takut menantunya itu kembali menyiksa putri bungsunya.

Cukup sudah kali ini Dia menyakiti putri bungsunya itu.

Usai makan malam, Fitri mengambil ponselnya dia bersiap untuk menghubungi Dina yang sejak tadi belum juga datang.

Baru saja dia menekan tombol panggil di ponselnya, terdengar suara mobil dari luar rumah.

"Sepertinya itu bang Riyan," gumam Fitri.

Fitri pun berdiri dari duduknya, mereka sudah berpindah ke ruang keluarga menonton TV.

Fitri melangkah keluar untuk membukakan pagar rumah, menyambut kedatangan abangnya.

"Bang Riyan," lirih Fitri saat melihat abangnya turun dari mobil.

Tak berapa lama, Dina pun keluar dari mobil Riyan.

"Kakak, tadi aku mau telpon kakak. Ayah sejak tadi udah nungguin kakak," ujar Fitri pada kakak sulungnya.

"Emangnya kenapa, Fit?" tanya Dina.

"Aku juga enggak tahu, Kak," jawab Fitri.

Dia sendiri tidak tahu alasan ayahnya menyuruh kakaknya untuk datang.

Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah, Dina memberikan sekantong martabak Bandung pada Fitri.

"Wah enak, nih. Rasa apa ni, Kak?" tanya Fitri.

Dina sengaja membawa oleh-oleh martabak Bandung karena dia tahu adik bungsunya itu sangat menyukai martabak Bandung.

"Biasa, coklat keju," jawab Dina sambil tersenyum pada adiknya.

"Makasih, Kak. Kakak memang ia the best, deh," seru Fitri bahagia.

Keceriaan Fitri kembali muncul di wajahnya, selain mendapatkan oleh-oleh dari kakaknya, dia juga bahagia karena kedatangan Dimas yang mengajak dirinya kembali untuk menjalani rumah tangga bersama.

"Ayah di mana?" tanya Dina sambil membuka pintu rumah.

"Ayah di ruang keluarga, Kak. Beliau sedang menonton tv," jawab Fitri.

Mereka pun langsung melangkah menuju ruang keluarga.

Riyan kaget melihat Dimas tengah duduk di sofa ruang keluarga, seketika emosinya naik begitu saja. Dia langsung melangkah cepat lalu menarik kerah baju Dimas.

"Masih berani kau datang ke sini?" bentak Riyan tak terima Dimas menginjakkan kakinya di rumah kedua orang tuanya.

Tanpa pikir panjang Riyan langsung melayangkan bogem mentah di pipi Dimas.

Dimas kaget dan tidak dapat mengelak pukulan yang dilayangkan oleh Riyan sehingga dia tersungkur ke lantai.

"Bang!"

"Riyan!"

Fitri, Dina dan Pak Rahim kaget melihat apa yang dilakukan oleh Riyan.

Mereka seketika panik dengan apa yang terjadi di hadapan mereka, Pak Rahim berusaha menenangkan putranya.

"Riyan hentikan!" teriak Pak Rahim memarahi Riyan.

Riyan tidak menggubris apa yang dikatakan oleh ayahnya, saat ini dia tengah meluapkan amarahnya pada pria yang sudah berani-beraninya menyakiti hati adiknya.

Riyan sudah berjanji akan membalas perbuatan Dimas.

Riyan masih menggila memukuli wajah Dimas, mereka tidak bisa mengendalikan emosi Riyan yang terus memukuli Dimas membabi buta.

"Bang hentikan!" pekik Fitri.

Akhirnya Fitri pun menghadang abangnya memukuli sang suami.

"Cukup, Bang. Cukup," Isak Fitri mulai menangis.

Sementara itu Rasya hanya diam mematung melihat apa yang terjadi di hadapannya.

Melihat apa yang dilakukan Fitri, Riyan pun menghentikan pukulannya.

"Bang, hentikan! Jangan sakiti Bang Dimas," isak Fitri memohon pada abangnya.

Seketika ruangan itu berubah mencekam.

****

"Dina, Riyan," lirih Pak Rahim.

Situasi saat ini mulai tenang, mereka duduk di ruang keluarga, sementara itu Fitri di kamar menidurkan Rasya di kamar.

"Dimas datang ke sini untuk meminta maaf pada Fitri, mereka sudah membicarakan masalah yang tengah mereka hadapi," ujar Pak Rahim menjelaskan alasan kedatangan Dimas ke rumahnya.

"Iya, Kak, Bang. Aku datang ke sini ingin memperbaiki rumah tanggaku dengan Fitri, Aku mengakui semua kesalahan yang sudah aku lakukan terhadap Fitri. untuk ke depannya Aku akan berusaha menjadi suami yang lebih baik untuk Fitri," ujar Dimas mengumbar janji di hadapan keluarga Fitri.

Riyan menatap dalam pada adik iparnya itu, dia mencoba memahami dan memastikan bahwa Dimas benar-benar tidak akan menyakiti adiknya.

Riyan belum yakin dengan apa yang dikatakan oleh Dimas, begitu juga dengan Dina.

Mereka tidak setuju Dimas kembali membawa adiknya tinggal di desa Dimas.

"Aku melakukan hal ini karena aku masih mencintai Fitri, aku juga sangat menyayangi Rasya. Aku tidak ingin putriku tumbuh tanpa kehadiran seorang ayah dalam hidupnya," ujar Dimas berusaha meyakinkan keluarga istrinya.

"Rasya itu darah dagingku, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan Rasya," ujar Dimas lagi.

Dimas berharap Dina dan Riyan bisa memberi izin pada Fitri untuk kembali hidup bersamanya.

Dina dan Riyan pun diam seribu bahasa, saat ini mereka tengah memikirkan cara agar sang adik tidak mau menerima ajakan sang suami.

Tak berapa lama Fitri pun ikut bergabung dengan keluarga dan suaminya di ruang keluarga.

"Mhm," gumam Fitri.

Dia sengaja berdehem, agar keluarganya sadar dengan kedatangannya.

"Fit, bagaimana pendapatmu tentang ajakan Dimas yang akan membawamu ke desanya?" tanya Riyan pada adiknya.

"Mhm, maaf, Bang. Aku merasa Dimas ingin serius melanjutkan perjalanan rumah tangga kami, untuk itu aku akan ikut dengan Bang Dimas," ujar Fitri menyampaikan keputusannya.

Dina dan Riyan langsung saling bertatapan. Mereka tak habis pikir, adik mereka akan tetap kembali hidup bersama pria yang sudah menyiksa dirinya.

Dimas terus berujar kata maaf di hadapan keluarga Fitri, Riyan tak percaya dengan ucapan tersebut tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena adik bungsunya sudah m mengambil keputusan tanpa mempertanyakan hal ini pada mereka.

Fitri juga ikut meyakinkan kakak dan abangnya dengan janji-janji yang dilontarkan oleh sang suami.

Dina terlihat geram melihat sikap Fitri yang dengan mudah memaafkan suaminya yang sudah menyakitinya.

"Dek, tolong bikinkan kopi untuk Riyan, ya" pinta Fina tiba-tiba.

"Kamu mau kopi kan, Yan?" ujar Dina menghasut adiknya untuk mengangguk.

"Eh, iya. Tolong bikinkan kopi untukku ya, Dek," ujar Riyan.

Akhirnya Fitri pun berdiri dan melangkah menuju dapur untuk membuatkan cangkir kopi untuk abangnya.

Saat Fitri berada di dapur, tiba-tiba Dina datang menghampiri adik bungsunya.

"Fit, Apakah kamu yakin akan kembali merajut benang rumah tangga bersama Dimas?" tanya Dina pada adiknya khawatir.

"Mhm, ini semua aku lakukan demi Rasya, Kak," ujar Fitri.

Fitri dapat melihat tatapan kakaknya yang terlihat tidak setuju dengan keputusan yang sudah diambilnya.

Bersambung...

1
Yulay Yuli
lah... blm jadi ama Rayhan si fitri. blm bahagia udh abis aja thour. tambah part thour
Yulay Yuli
jodohin thour fitri sama Rayhan
Yulay Yuli
dodol....dodol fitri, istikhara dulu donk. main iya aja /Curse/
Yulay Yuli
semangat fit
Yulay Yuli
/Sob/
Yulay Yuli
bikin Dimas nysel thour. pisahin aja thour
Yulay Yuli
emosi kayanya ama Dimas, bini diperkaos /Grin/
Yulay Yuli
kompor meleduknya bapaknya Dimas ini, seneng ama mantu /Facepalm/
Yulay Yuli
ibunya Fitri egois sih, cuma gara² pendidikan aja menetang hubungan Futri sama Rayhan. engga taunya yg berpendidikan malah ahlaknya 0. belum dicari tau istri selingkuh atau engga malah mau menang sendiri. udh pny bpk mertua bobrok. emosi saya. kl saya ada diposisi fitri y jgn disalahin kl belok ama mantan . ya balik lagi kalau bukan jodoh mau dibilang apa /Cry/
Yulay Yuli
b*go Dimas
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
mantap
💙 Ɯιʅԃα 🦅™📴
Akhirnya Ending yang jahat merasakan karmanya
Rika HR
mungkin nanti ada season 2ya ukhti
chayo 👍👍👍
Kang cilok: Mampir kak ke hantu tampan 😄
total 1 replies
yeni thomas
yaaaahhhh tamat
bagaimna kisah fitri dan reyhan thor
yeni thomas: thor kejam
padahal awak nunggu kisahnya😢
total 2 replies
Itin
Menaburlah yang baik supaya bisa menikmati hasil yang baik.
melakukan keburukan akan menerima ganjaran yg buruk juga.
Alfrida Mande
selamat berjuang sama Dimas pak Arif, mungkin karma udah menjemput kalian berdua wkwkwkw 😀🤭
Alfrida Mande
Smoga saja jodoh, Fitri sama Reyhan.....
Rika HR
semangat up ukhti
ditunggu kelanjutannya
Alfrida Mande
smoga Fitri bisa cerai sama Dimas
Alfrida Mande
kapok emang enak ditinggal istri pertama,... Smoga aja Fitri cepat dapat jodoh ya 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!