NovelToon NovelToon
CINTA TAK KENAL USIA

CINTA TAK KENAL USIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Karena orang tua serta para keluarga selalu mendesak untuk menikah. Akhirnya Adelia Aurellia nekat menikahi seorang anak magang yang jarak usianya sepuluh tahun dibawahnya. Hal itu malah membuat orang tua Aurel menjadi murka. Pasalnya orang tua sang supir yang bernama Adam Ashraf adalah seorang pengkhianat bagi keluarganya Aurel.

Padahal itu hanya fitnah, yang ingin merenggangkan persahabatan antara Ayahnya Aurel dan juga Ayahnya Adam. Makanya Adam sengaja bekerja pada mereka, karena ingin memulihkan nama baik sang Ayah. Dan karena tujuan itu, ia pun langsung menerima tawaran dari Aurel, untuk menikahinya.

Akankah, Adam berhasil membersihkan nama baik sang Ayah? Dan Akankah mereka mendapatkan restu dari keluarga Aurel? Yuk ikuti karya Ramanda, jangan lupa berikan dukungannya juga ya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN YANG MERAGUKAN.

Hujan sore itu mengguyur kota Surabaya dengan intensitas yang seolah mewakili isak tangis di hati Aurel. Ia turun dari taksi tepat di depan gedung pencakar langit A-Games Digital. Ia tidak pergi ke rumah Arumi; ia tahu betul watak Adam jika sedang terluka, suaminya itu pasti akan menenggelamkan diri dalam tumpukan pekerjaan hingga lupa bernapas.

Dengan langkah ragu namun pasti, Aurel melangkah masuk ke lobi. Hijab birunya sedikit basah terkena percikan air hujan, namun ia tidak peduli. Di meja resepsionis, ia berpapasan dengan Rian yang tampak baru saja hendak keluar membeli kopi dengan wajah kusam.

"Rian!" panggil Aurel parau.

Rian tersentak, matanya membelalak melihat CEO AA Cosmetic berdiri di hadapannya dengan wajah pucat. "Bu... Bu Aurel? Anda di sini?"

"Apa Adam ada di atas? Aku harus menemuinya, Rian. Tolong," pinta Aurel dengan nada memohon yang belum pernah didengar Rian sebelumnya.

Rian menghela napas panjang, tampak serba salah. "Bos ada di ruangannya, Bu. Tapi... sebenarnya dia sedang ada tamu. Tapi melihat kondisi Anda, mari saya antar saja lewat lift pribadi. Bos sedang dalam suasana hati yang sangat buruk sejak kembali dari Paris."

"Terima kasih, Rian. Aku hanya ingin bicara sebentar," ucap Aurel lirih saat mereka masuk ke lift. Ia tahu yang dimaksudkan Rian. Sebab dirinyalah, yang membuat hati bosnya Rian menjadi buruk.

Sesampainya di lantai teratas, Rian membiarkan Aurel berjalan sendiri menuju pintu jati besar ruangan CEO. Pintu itu sedikit terbuka, menyisakan celah sempit yang memperlihatkan pemandangan di dalam. Aurel berhenti, jantungnya serasa berhenti berdetak.

Di sana, ia melihat Adam sedang berdiri membelakangi pintu, menatap jendela besar yang menampilkan panorama Surabaya yang kelabu. Namun, ia tidak sendiri. Maya, wanita muda yang pernah mengejek Aurel di reuni itu, sedang duduk di sofa panjang dengan pakaian yang sangat modis.

Maya, yang menyadari kehadiran Aurel dari pantulan kaca, tiba-tiba berdiri. Ia sengaja melangkah pelan mendekati Adam, lalu tanpa peringatan, ia melingkarkan lengannya di pinggang Adam, memeluk pria itu erat dari belakang.

"Adam... lupakan wanita tua itu. Dia hanya membuatmu sedih. Aku di sini, aku jauh lebih mengerti kamu daripada dia," bisik Maya, suaranya cukup keras untuk didengar Aurel di balik pintu.

Darah Aurel mendidih, namun rasa sakitnya jauh lebih besar. Ia merasa kakinya lemas melihat pemandangan itu. Namun, detik berikutnya, suasana berubah drastis.

Adam menyentak tangan Maya dengan sangat kasar hingga wanita itu terhuyung ke samping. Adam berbalik dengan wajah merah padam, matanya menyiratkan kemarahan yang mengerikan.

"Berani sekali kau menyentuhku!" bentak Adam, suaranya menggelegar memenuhi ruangan.

"Adam, aku cuma ingin menghiburmu,"

"Menghibur? Dengan cara murah seperti ini?" Adam tertawa sinis, tawa yang penuh kebencian. "Dengar ya, Maya. Walaupun Adelia pergi ke ujung dunia, walaupun dia membuatku kecewa setengah mati di Paris, dia tetap istriku! Di mataku, tidak ada wanita yang bisa menggantikannya. Kau pikir dengan wajah mudamu itu kau bisa menarik perhatianku? Kau sampah dibandingkan dia!"

Aurel terpaku di balik pintu. Air matanya menetes mendengar Adam yang masih membelanya dengan begitu garang. Namun, bukannya merasa bahagia, hatinya justru semakin perih. Ia melihat Maya yang cantik, muda, dan penuh energi sedang menangis di depan Adam.

Pikiran Aurel mulai berkelana ke arah yang salah. "Lihatlah mereka... mereka berdiri berdampingan dan terlihat sangat serasi. Adam masih sangat muda, energinya meledak-ledak. Haruskah dia menghabiskan sisa hidupnya menjagaku yang selalu dipenuhi keraguan?"

Aurel memejamkan mata. Ia merasa dirinya adalah beban bagi Adam. Jika Adam bersamanya, Adam akan terus terlibat dalam drama perbedaan usia dan cemoohan orang. Jika Adam bersama seseorang seperti Maya walau Adam membencinya sekarang mungkin waktu akan mengubah segalanya menjadi lebih mudah bagi Adam.

"Aku mencintainya... dan karena aku mencintainya, aku harus melepaskannya agar dia tidak menderita karenaku," bisik Aurel pada dirinya sendiri.

Tanpa menunggu lebih lama, sebelum Adam menyadari keberadaannya, Aurel berbalik. Ia berlari menuju lift dengan hati yang hancur berkeping-keping.

Sepanjang perjalanan kembali ke bandara, Aurel terus terisak. Logikanya yang terluka telah mengalahkan kata hatinya. Ia tiba di Jakarta malam itu juga dan langsung menghubungi Siska.

"Siska, aku ingin kamu menghubungi pengacara perusahaan kita, Pak Baskoro," ucap Aurel dengan suara datar melalui telepon.

"Malam-malam begini, Bu? Ada urusan darurat soal saham?" tanya Siska bingung.

"Bukan. Katakan padanya untuk menyiapkan dokumen perceraian. Antara aku dan Adam Ashraf. Kirimkan drafnya ke rumah besok pagi," jawab Aurel, setiap kata terasa seperti menarik nyawanya sendiri.

Sesampainya di apartemen, Aurel duduk di ruang tamu yang gelap. Ia memegang cincin pernikahannya. "Mungkin ini yang terbaik untukmu, Adam. Kamu butuh seseorang yang bisa berlari bersamamu, bukan seseorang yang terus membuatmu harus berhenti untuk menoleh ke belakang karena rasa takutnya sendiri."

Keraguan di Tengah Ketetapan

Keesokan paginya, dokumen itu sudah berada di meja kerja Aurel. Huruf-huruf di kertas putih itu tampak begitu tajam. Aurel memegang pena, namun tangannya bergetar hebat.

"Apa aku benar? Apa ini benar-benar yang diinginkan Adam?" gumamnya lirih.

Tiba-tiba, ia teringat suara Adam di kantor kemarin: "Dia tetap istriku! Di mataku tidak ada wanita yang bisa menggantikannya!"

Keraguan besar menghantam dadanya. Hatinya menjerit ingin merobek kertas itu, namun egonya yang terluka karena kata-kata "tante-tante" masih sangat kuat. Ia merasa dirinya adalah penghalang bagi masa depan Adam yang gemilang.

"Ibu, Pak Baskoro sudah menunggu di luar untuk tanda tangan Ibu," ucap Siska masuk dengan ragu.

Aurel menatap pena di tangannya. Satu tanda tangan, maka ia akan membebaskan Adam. Satu tanda tangan, maka ia akan kembali ke dunianya yang dingin dan sepi. Ia menutup matanya, menarik napas panjang, dan menempelkan ujung pena ke atas kertas. Namun, sebelum tinta itu menyentuh kertas, bayangan Adam yang sedang mengimami sholat subuhnya kembali muncul, membuatnya semakin gusar tak menentu.

"Berikan aku waktu satu jam lagi, Siska. Aku harus berpikir," ucap Aurel parau, menjatuhkan penanya ke lantai.

1
sry rahayu
🥹
sry rahayu
kasian Arumi
sry rahayu
😄
sry rahayu
syukurlah
sry rahayu
good luck adam
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wah nih mulut belom pernah makan sambel setan level neraka ya..... enak sekali ngomong nya
sry rahayu
selalu nunggu up nya thor
Trie Vanny
Selalu hadir untuk mendukung karya kakakku ini👍👍👍🤭
Ramanda.: Terimakasih Adikku 😍😍. Aku selalu padamu muachh.😘😘
total 1 replies
sry rahayu
semangat 💪
Irni Yusnita
semua cerita yg kau buat selalu bagus dan menarik 👍 lanjut Thor 👍
Wandi Fajar Ekoprasetyo
Weh singkat sekali langsung terkuak kasus yg udh lama.......Hem..... kira² ada balas dendam apa lagi nih dr keluarga Denis
Wandi Fajar Ekoprasetyo
semangat kak othor.....d tunggu up nya
Wandi Fajar Ekoprasetyo
mulai goyah pertahan Aurel
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wajah tenang penuh dendam
Ai Sri Kurniatu Kurnia
hadir
Lia siti marlia
hadir thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!