NovelToon NovelToon
Rani (Hujan Menciptakan Perubahan)

Rani (Hujan Menciptakan Perubahan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Trauma masa lalu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Ketika kabar bahagia berubah duka. Cinta yang dia impikan telah menjadi hal paling menyakitkan. Pertemuan manis, pada akhirnya adalah hal yang paling ia sesali dalam hidupnya.

Mereka dipertemukan ketika hujan turun. Lalu, hujan pulalah yang mengakhiri hubungan itu. Hujan mengubah segalanya. Mengubah rasa dari cinta menjadi benci. Lalu, ketika pertemuan berikutnya terjadi. Akankah perasaan itu berubah lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*15

"Jangan sekarang. Tunggu Ain bangun baru kalian bisa melihatnya."

"Ma, itu gak adil. Mama dan kak Avin sudah bicara panjang lebar dengan adikku. Sedangkan aku dan papa, masih belum melihatnya. Aku yakin, kalian sudah melepaskan rindu kalian dengan cara berpelukan. Ma ... izinkan kami bertemu adik sekarang juga."

"Nggak boleh!"

"Mama .... " Bisma merengek pada mamanya seolah anak kecil yang meminta sesuatu.

"Kak Avin. Kamu diam saja sekarang ya. Kamu pasti sudah bersamanya sejak lama. Karena itu, kamu bisa diam dam terlihat sangat puas. Ini curang."

"Ngomong apa sih kamu? Aku langsung bawa adik pulang saat aku tahu dia adikku. Kurang baik apa lagi aku coba sama kamu, ha?"

"Kalau begitu, bilang sama mama, biarkan aku bertemu adik sekarang."

"Memangnya aku bisa? Mama gak akan mau mendengarkan apa yang aku katakan."

Bukannya merasa prihatin pada Bisma, Avin malah menggoda adik keduanya lagi. "Dia cantik. Dia manis. Pintar bikin bolu, rasanya eeeennnnaaak banget. Uh, kamu harus sabar untuk bertemu dengannya. Dia pasti akan istirahat sampai sore. Kamu harus sabar nunggu pintu ini terbuka sampai sore nanti."

Wajah Bisma semakin terlihat gusar.

"Mama ... kak Avin minta di kasih pelajar. Dia sudah bersama dengan adik cukup lama. Sekarang, izinkan aku melihat adik, Ma."

"Gak boleh."

"Mama .... "

"Sayang, biarkan kami lihat ya. Kami gak akan ganggu. Ingin lihat saja. Boleh ya." Darius membujuk istrinya dengan lembut.

Eh ... si istri malah kekeh tidak mengizinkan suami dan anaknya menganggu putri kesayangannya yang sedang beristirahat. Bujukan itu tidak berpengaruh sedikitpun.

"Gak boleh. Sekali mama bilang gak boleh, ya tetap gak boleh. Ayi sedang istirahat, gak ada yang boleh ganggu. Pergi sana kalian! Jangan sampai kalian mengusik ketenangan putriku yang sedang beristirahat di kamarnya."

"Mama .... "

"Sayang ... ayolah! Papa juga ingin bertemu dengan putri kita. Ma-- "

"Gak!"

Sementara para keluarganya ribut di luar kamar, Ain yang ada di dalam merasa serba salah. Ingin dia abaikan, hatinya tidak tenang. Tapi, saat ingin dia buka, perasaannya malah sedikit was-was. Hatinya sedang ada dalam dilema sekarang.

Ain yang sedang duduk di atas ranjang langsung memilih bangun. Kakinya beranjak mendekat secara perlahan. Sampai di depan pintu, Ain langsung menghentikan langkah kakinya. Dia menatap lekat pintu tersebut.

'Haruskah aku buka pintu ini sekarang? Atau, aku sebaiknya pura-pura tidur saja?'

Namun, pada akhirnya, tangan itu malah bergerak dengan ringan memutar gagang pintu yang sedang tertutup. Aina pada akhirnya memilih untuk membuka pintu kamar yang sedang tertutup rapat.

Cekrek. Pintu terbuka. Perdebatan yang ada di ujung tangga akhirnya terhenti bersamaan dengan kemunculan Aina di depan pintu kamar yang sedang terbuka. Semua mata tertuju padanya.

Perlahan, kakak keduanya berjalan ke depan. Tentu saja, si papa tidak akan sudi untuk mengalah. Mereka berjalan menaiki satu persatu anak tangga dengan mata yang tertuju lekat ke arah Aina.

"Raina." Darius berucap pelan. Manik matanya langsung terlihat berkaca-kaca.

"Dia ... putri kita, Ma?"

"Dia benar-benar imut," ucap Bisma pula.

Bisma langsung meraih tangan Aina secara hati-hati. Pandangan matanya tetap tidak berubah. Pandangan itu tetap tertuju lurus ke arah Ain.

"Adik, aku kakak keduamu. Panggil kakak." Bisma berucap secara perlahan dengan hati-hati.

Namun, baru juga Bisma selesai bicara, papanya malah sudah meraih tubuh langsing Ain untuk dipeluk. Kesal Bisma bukan kepalang.

"Papa. Aku dulu."

Tentu saja papanya tidak mengindahkan ucapan Bisma sedikitpun. Pelukannya malah semakin erat sambil menjatuhkan air mata.

"Putriku tercinta. Akhirnya, kamu kembali ke keluarga ini lagi, Nak. Maafkan papa. Maaf karena papa tidak bisa menjaga kamu dengan baik saat kamu balita. Papa lah yang telah menyebabkan kamu menderita."

"Papa." Aina berucap pelan dengan enggan.

Pelukan itu Darius lepaskan. "Iya, nak. Aku papa mu. Aku ayah mu, putriku."

Di saat situasi sedih yang sedang tercipta, Bisma malah memperlihatkan wajah kesalnya. Dia menoleh ke arah sang mama dan kakak pertamanya dengan mata yang kelihatan sekali tidak rela.

"Mama. Harusnya, akulah yang memeluk adik lebih dulu. Tapi papa malah merebutnya dari aku. Haruskah aku bilang, kalau aku sangat kesal?"

"Kamu sudah dewasa, Bisma. Jangan banyak bicara," bisik Avin ke telinga adik keduanya.

"Tapi aku kesal, kak Avin."

"Ssttt. Nanti juga kamu dapat giliran."

"Kamu enak bicara gitu. Karena kamu sudah bersama adik bungsu duluan. Sedangkan aku, aku masih belum melakukan pendekatan sedikitpun. Dia masih belum mengeluarkan suaranya sedikitpun untuk aku."

"Aku kesal." Rengek Bisma lagi. Tapi kali ini, suaranya cukup keras.

Ulah si kakak langsung membuat perhatian Aina teralihkan. Seketika, hatinya merasa geli akan tingkah kakak keduanya yang mirip bocah minta sesuatu pada orang tuanya. Aina tersenyum manis.

1
Patrick Khan
ayo lah Rain jgn lemah.. gitu mw nyari ain.. eh km aja lemah gitu
Cindy
lanjut kak
Patrick Khan
jgn bikin mental rain lemah dong kak.. 😖😖😖harus kuat lahhh🔥🔥🔥
Patrick Khan
ini smw gara² bapak km rain😖
Patrick Khan
bapak km gila rain
Patrick Khan
telat hadir😁😁😍
rose lilian
ayo rain bangkit kejar anak dan istri kamu
Sunarmi Narmi
Sampai sini aku masih bingung Thor..kurang paham soalnya..apa krn nama Tokoh yg rumit hmpir sama...atau aku yg oon🥴
Rani: ih, nggak kok. jalan ceritanya emang agak riwet kali yah. karena itu kamu kurang paham. harus baca pelan ... kali baru ngerti.
total 1 replies
rose lilian
lanjut dong seru banget nih
Rani: aish, sabar yah. lagi ada kerjaan aku nya.
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Daulat Pasaribu
padahal rain sangkin cintanya sama kamu ain,dia takut kamu diapakan sama papahnya.makanya dibuat keputusan yg salah
Rani: terkadang kesalahpahaman bisa merusak segalanya.
total 1 replies
Daulat Pasaribu
kejam x org tuanya
Rani: banget. kebangetan
total 1 replies
Daulat Pasaribu
hadir thor
Rani: yuhu ... moga betah
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: makasih yah, udah selalu ngasi semangat buat aku🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: wokeh👍🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu... laksanakan 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!