NovelToon NovelToon
One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:362.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​"Tugasku adalah menjagamu, Leana. Bukan mencintaimu."

​Leana Frederick tahu, ia seharusnya berhenti. Mengejar Jimmy sama saja dengan menabrak tembok es yang tak akan pernah cair.

Bagi Jimmy, Leana adalah titipan berharga dari seorang sahabat, bukan wanita yang boleh disentuh.

Hingga satu malam yang menghancurkan batasan itu. Satu malam yang mengubah perlindungan menjadi sebuah obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

"Sebenarnya aku dan Lea—"

Jimmy menggantung kalimatnya. Lidahnya mendadak kelu, seolah ada beban ribuan ton yang menahan suaranya untuk mengakui apa yang terjadi antara dirinya dan Lea.

Jimmy menatap Diego, mencari celah apakah pria di depannya ini sedang menyiapkan peluru ataukah benar-benar bertanya sebagai seorang sahabat.

Namun, belum sempat satu kata kejujuran keluar dari bibir Jimmy, pintu ruang kerja itu terbuka.

"Papa! Jimmy! Kenapa lama sekali, sih?"

Lea menyelonong masuk tanpa mengetuk. Dengan penuh percaya diri, ia langsung merapat ke sisi Jimmy, melingkarkan kedua tangannya dengan erat di lengan kekar pria itu.

"Kau tidak lihat Papa sedang bicara serius dengan Jimmy, sayang?"

"Serius apa lagi? Aku harus pergi ke kampus siang ini, Pa! Ada kelas dosen galak yang tidak boleh kutinggalkan," rengek Lea sambil menyandarkan kepalanya di bahu Jimmy. Ia melirik Jimmy sekilas dengan kerlingan nakal yang hanya dimengerti oleh mereka berdua.

"Lalu?"

"Jimmy adalah satu-satunya orang yang bisa menyetir dengan cepat tapi tetap aman. Kalau pakai supir lain, aku bisa terlambat!"

Diego memperhatikan kedekatan mereka. Ia melihat bagaimana tangan Lea seolah tidak mau lepas dari Jimmy, dan bagaimana Jimmy, sang pembunuh berdarah dingin itu, hanya diam mematung dengan wajah kaku namun tidak menolak sentuhan putrinya.

"Kudengar tadi kalian bicara soal pernikahan?" tanya Lea tiba-tiba, membuat jantung Jimmy nyaris melompat keluar dari dadanya.

Jimmy menegang. Ternyata gadis ini menguping di balik pintu.

Diego tertawa kecil, kecurigaannya yang sempat memuncak tadi pagi di meja makan mendadak mencair melihat sikap manja putrinya yang tampak normal seperti biasa.

"Hanya pembicaraan masa depan, Lea. Papa ingin memastikan pengawalmu ini punya rencana jangka panjang."

"Rencananya adalah mengantarku sekarang, kan, Pa?" Lea menarik-narik lengan Jimmy. "Ayo, Jim! Cepat! Aku tidak mau berdiri di sini sampai papa mulai berceramah soal logistik kargo lagi. Ayo!"

Jimmy melirik Diego, meminta izin secara resmi. Sementara Diego hanya mengibaskan tangannya.

"Pergilah. Jaga dia, Jim. Dan ingat pembicaraan kita tadi," ucap Diego.

"Tentu, Diego," balas Jimmy singkat.

Lea bergegas menarik Jimmy keluar dari ruang kerja, setengah berlari menyusuri koridor mansion, mengabaikan tatapan bingung para pelayan.

Begitu mereka sampai di area parkir dan masuk ke dalam mobil milik Jimmy, Lea segera menutup pintu rapat-rapat.

"Hahahaha! Jim! Kau harus lihat wajahmu tadi!" Lea tertawa sampai matanya berair, ia memukul-mukul dasbor mobil dengan gemas. "Wajahmu pucat sekali! Kau terlihat seperti anak kecil yang tertangkap basah mencuri cokelat di dapur!"

Jimmy mendengus, namun sudut bibirnya tidak bisa menahan senyum tipis. Ia melonggarkan kerah kemejanya yang terasa mencekik sejak tadi.

"Kau gila, Lea. Kau menguping pembicaraan kami?"

"Tentu saja! Aku harus memastikan pria tua-ku ini tidak dihajar habis-habisan oleh Papa," goda Lea. Ia bergeser mendekat, meski terhalang konsol tengah, ia tetap berusaha menyentuh lengan Jimmy.

"Jadi, kau bilang pada Papa kau akan menikahiku segera setelah menemukan ibumu?" tanya gadis itu.

Jimmy menepi sebentar di bahu jalan yang sepi, lalu memutar tubuhnya menghadap Lea. Tatapannya kembali dalam, intens, dan penuh dengan kepemilikan.

"Itu bukan sekadar jawaban untuk menyenangkan ayahmu, Lea. Itu sebuah janji."

Lea berhenti tertawa. Pipinya merona merah mendengar keseriusan dalam suara Jimmy.

"Kau sungguh-sungguh?"

"Malam itu bukan hanya sekadar efek obat, Lea. Bagiku, itu adalah sumpah." Jimmy mengusap pipi Leana dengan ibu jarinya. "Aku akan menjemput ibuku, aku akan menghancurkan Daren, dan setelah itu, aku akan datang pada ayahmu bukan sebagai pengawal, tapi sebagai pria yang meminta haknya untuk memilikimu selamanya."

Lea tersenyum manis, lalu menarik tangan Jimmy dan mengecup telapak tangannya.

"Kalau begitu, cepatlah kembali. Aku tidak mau menunggu sampai aku lulus kuliah untuk menjadi Nyonya Harley."

"Harley?" Jimmy menaikkan alisnya.

"Terdengar lebih keren daripada Nyonya Pengawal, bukan?" Lea menjulurkan lidahnya lucu sebelum kembali duduk tegak. "Nah, sekarang cepat jalan! Aku benar-benar ada kelas pagi ini!"

Jimmy terkekeh. Di dalam hatinya, ia merasa beban dunia tidak lagi terasa berat. Selama ada Leana yang menunggunya dengan tawa manja itu, Jimmy tahu ia sanggup menghadapi neraka manapun yang disiapkan Daren untuknya.

"Aku akan sangat merindukanmu, Lea."

Jimmy tidak lagi menahan diri. Di bawah rimbun pohon pelindung jalanan menuju kampus yang sepi, ia menarik tengkuk Lea dan membungkam bibirnya dalam ciuman hangat.

Bukan lagi ciuman perpisahan yang manis, melainkan luma-tan liar yang menuntut segala bentuk kepemilikan.

Lea mengerang, lidahnya menyambut serangan Jimmy dengan keberanian yang sama, saling melu-mat dan menghisap hingga napas mereka tersengal.

Tak puas dengan posisi yang mereka, Lea merangkak naik ke atas pangkuan Jimmy, mengangkangi paha kokoh pria itu meski terhalang kemudi.

Gaun birunya tersingkap, memperlihatkan paha mulusnya yang kini bergesekan langsung dengan senjata Jimmy.

"Ahhh... Jim," desah Lea saat tangan besar Jimmy merayap masuk ke balik pakaian dalamnya, meremas bo-kongnya dengan gairah yang tak tertahankan.

Ibu jari Jimmy menekan titik sensitifnya, menciptakan aliran listrik yang membuat tubuh Lea gemetar hebat di atas pangkuan sang pengawal.

Jimmy membenamkan wajahnya di dada Leana, menghirup aroma tubuh wanitanya dengan rakus.

"Kau mau menungguku, Lea? Sampai aku kembali dengan nama Harley?"

"Sampai kapan pun, Jim. Bahkan jika selamanya, aku akan menunggumu," rintih Lea sambil menjambak rambut Jimmy, membiarkan pria itu meninggalkan tanda merah baru di tulang selangkanya.

"Hanya satu minggu," bisik Jimmy serak. "Satu minggu untuk menjemput ibuku, lalu aku akan pulang untuk memintamu pada Diego."

Lea mengangguk lalu mencium rahang tegas Jimmy, merasakan kerasnya otot pria itu yang selalu menjadi pelindungnya.

"Pulanglah tanpa terluka sedikitpun. Karena milikmu di sini sangat merindukanmu."

"Itu pasti!"

Jimmy memberikan satu hentakan terakhir yang membuat Lea memekik kecil sebelum akhirnya mereka terengah dan saling memeluk erat.

"Semoga benih premiumku segera tumbuh di sini," batin Jimmy sembari mengusap perut Lea.

1
Maria Ulfah
ceritanya bagus,tegas suka ..semoga sukses ya kak d novel selanjutnya
Senja: Aamiin Ya Allah
total 1 replies
Syafira Nur hummaira
Aaron sama vinia cocok Thor seperti kucing dan anjing 🤭🤣🤣
Syafira Nur hummaira
ceritanya bagus tidak membosankan.. kebanyakan cerita tentang mafia... selalu gitu gitu aja..kalau ini berbeda.. semangat Thor...kalau bisa endingnya tetapi lea dan Jimmy bersama ❤️❤️
Senja: Makasih ulasannya kakaku😘🙏
total 1 replies
Syafira Nur hummaira
tua Bangka bau tanah...coba aja ada disini udah gue kubur hidup-hidup 🤨😒
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Finally akhirnya tamat.. Jujurly aku suka ceritanya.. James-Lea.. Happy ending.. pokoknya Recommend buat dibaca 😍🥰
Senja: Makasih kak🙏
total 1 replies
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Hey bro... meskipun Elise keturunan bangsawan.. dia pernah dijalanan dan hidup susah lhoo.. wajar punya jiwa seperti itu 🤭🤭
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Kukira tua bangka ini cm orang sombong.. ternyata licik.. Alex mana dirimu... skatmat dlu orang bau tanah gila status ini..
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
William kalah telak dua kali.. kmren sama Diego.. sekarang sama Jimmy 🤣🤣🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Pd sok berkuasa.. pdhal harta Jimmy dan mamanya.. mereka semua numpang..
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Jimmy 😍😍😍😍
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
wait.. wait.. hubungan darah..?? apa ini..???
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Mmg kakek William dari waktu Elise balik ke rumah nya sama Jimmy ud sinis aja.. beruntung suami Elise Diego. dia kalah telak.. tp kalo sama Jimmy..
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
akhirnya aku mengetahui umur Jimmy... Yeaayy!!!!!!!
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Will ud bekarat pun masih aja somse yaaakkk 🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Lucu gak sih.. sahabat + rekan kerja gini malah minta anak sahabat sendiri 🤭🤭🤭
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
gk akan bisa selesai Lea.. Daddy dan kakakmu itu posesif protektif super gila 🤣🤣🤣🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Malika/Daisy kekanakan bgt.. sama Alex jadi kyk anak dan paman.. lah ini anak dan paman jdi kyk seusia yaa.. entah siapa yg jdi tua atau siapa yg ttp awet muda 🤣🤣🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Ini yg dua ini gimana yaa hubungannya.. kdg jdi paman.. kadang jadi sebayaan.. aku butuh pencerahan umur jimmy berapa
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
Diego.. pdhal dia juga gitu ke Elise.. tp gaya gayaan ngatain orang 🤣🤣🤣
𝗥𝗵𝗮𝘇 ♛
sebenernya Jimmy skrng usianya berapa yaa 🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!