Dor...
Suara tembakan terus mengalun dari beberapa musuh Juan Rayen.
"Serang mereka, jangan sampai mereka lolos!" seru Juan Rayen.
Dor..
Dor..
"Bunuh pria itu!!" seru beberapa mafia yang menyerang Juan Rayen dan kelompoknya.
Di tempat lain..
"Kau sudah selesai operasi?" tanya Harold.
"Aku baru selesai." jawab Samantha Violet.
"Apakah kau seorang Dokter?" tanya seorang pria yang tiba-tiba datang di depan Samantha dan Harold.
Samantha, seorang Dokter muda dengan kehebatan di dua bidang. sebagai seorang Dokter juga seorang desainer.
Sedangkan Juan adalah seorang yang peng usaha yang selalu menjadi incaran para mafia.
"Iya," jawab Samantha.
"Bawa dia!" seru Juan yang kemudian menyuruh para anak buahnya untuk menculik Samantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepanikan Juan
"Apa! apa maksudmu!" seru Juan.
"Benar, Tuan. kejadian itu terjadi kemarin!" jawab Giorgino.
"Huh.. Memangnya apa yang terjadi?" tanya Juan.
"Saya kurang tahu, Tuan." jawab Giorgino.
"Persiapkan mobilku, aku akan ke tempat Samantha." ucap Juan.
"Baik, Bos!" seru Giorgino.
Entah mengapa Juan sedikit kebingungan dengan semua yang terjadi pada Samanta, Entah kenapa tiba-tiba ada penyerangan di tempat itu. Juan yakin kalau ada sesuatu yang salah, Juan yakin semuanya tidak kebetulan pasti ada sesuatu yang membuat mereka menyatroni tepat Samantha.
"Aku yakin ada sesuatu di tempat itu, yang membuat Mereka benar-benar menginginkan apa yang ada di tempat Samantha." ucap Juan saat berada di dalam mobil. Juan terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang membuat para penjahat nampak mendatangi butik Samantha.
Sekitar satu jam kemudian akhirnya Juan sudah sampai di tempat Samantha, pria itu terlihat begitu terburu-buru agar cepat sampai di tempat wanita yang telah membuat jantungnya berdebar begitu cepat.
Di mana Bos mu?!" tanya Juan yang bertanya kepada Joya.
"Nona sedang berada di kantornya,Tuan." jawab Joya. dengan segera Juan langsung berjalan menuju tempat Samantha, para pembeli yang ada di butik Samantha terlihat mereka membicarakan seorang pembisnis muda yang sering sekali ke butik Samantha. entah apa hubungan mereka, namun para sosialita itu nampak membicarakan kedekatan antara Samantha dan Juan.
"Hubungan mereka apa ya, kelihatannya mereka begitu dekat Bahkan dia sudah berada di tempat ini." ucap salah satu pembeli.
"Iya, aku begitu iri karena melihat satunya seorang pengusaha kaya, yang wanita adalah pengusaha sekaligus Dokter. aku yakin kalau mereka berdua berpacaran, hal itu akan membuat banyak wanita dan banyak pria menjadi kecewa dan patah hati." cibir salah satu pembeli.
Perbincangan perbincangan para pembeli yang ada di butik Samantha nampak terus berlanjut, tentu saja Samantha tidak menghiraukan perkataan-perkataan itu. mau apa mereka, toh mereka tidak akan pernah menjalani kehidupan yang sekarang dilalui oleh Samantha.
Brakkk..
Juan sudah membuka pintu kantor Samantha dengan begitu kasar, nafasnya terlihat ngos-ngosan ketika pria itu sudah membuka pintu kantor itu, tatapan matanya menatap Samantha yang berada di ruangan itu. hatinya yang dari tadi khawatir seketika langsung tenang saat melihat keadaan Samantha yang baik-baik saja.
"Apa yang kau lakukan di tempat ini?" tanya Samantha kepada Juan. terlihat Juan melangkahkan kakinya, pria itu berjalan mendekati Samantha sembari menghembuskan nafasnya. seketika Juan memeluk tubuh Samantha yang masih terduduk di kursi ruang kantornya.
Grep..
Samantha sangat terkejut, wanita itu terlihat sedikit memberontak dengan pelukan Juan yang tiba-tiba.
"Apa, apa yang kau lakukan? Ada apa denganmu?" tanya Samantha dengan nada suara yang agak keras.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Juan.
"Tentu aku baik-baik saja." Jawab Samantha.
"Apakah kau terluka?" tanya Juan kembali.
"Tidak, Memangnya ada apa?" tanya Samantha kepada Juan. wanita itu melihat raut maka Juan yang seketika pucat Saat memasuki kantornya.
"Kenapa kau tidak memberitahuku Kalau kemarin ada seseorang yang mencoba untuk berbuat jahat padamu?!" tanya Juan yang masih memeluk Samantha.
"Lepaskan, aku, aku tidak bisa bernafas. duduklah aku akan mengatakannya padamu." jawab Samanta.
Samantha meminta Zoya untuk mengambilkan minuman dingin untuk dirinya dan Juan.
"Ada apa denganmu, kenapa kau seperti ini?" tanya Samantha.
"Aku baru mendapat kabar Kalau kemarin ada pria gila yang memasuki butik tempatmu, bahkan terdengar suara pistol dari butik ini?" tanya Juan.
"Memang." jawab Samantha.
"Lalu, apa yang dilakukan oleh pria itu?!" seru Juan.
"Tidak ada." jawab Samantha yang begitu santai. berbeda dengan Juan yang benar-benar sangat ketakutan.
"Apakah kau yakin, kau tidak sedang membohongiku?" tanya Samantha.
"Tentu saja aku tidak membohongimu, Memangnya kenapa aku harus bohong." jawab Samantha yang melihat wajah Juan benar-benar pucat.
"Minumlah dahulu, setelah itu kita cari kafe di di sekitar tempat ini. Kita makan biar kau tidak terlalu tegang." pinta Samantha yang membuat Juan menganggukkan kepalanya.
Sekitar 5 menit kemudian akhirnya Samantha mengajak Juan untuk keluar dari butik. Samantha dan Juan berada disebuah kafe yang tidak terlalu jauh dari butik tempatnya, setelah mereka selesai makan.. terlihat Samantha mengajak Juan ke gudang tempat produksi baju-bajunya.
"Memangnya kita mau apa ke sini?" tanya Juan.
"Ikutlah, nanti kau akan tahu." jawab Samantha. di sebuah tempat yang sekarang para pekerja sudah pulang, Samantha nampak membawa Juan ke sebuah ruangan kecil. ternyata di ruangan itu ada 5 pria yang bertugas untuk menjaga para pegawai yang ada di tempat itu.
"Siapa Mereka?" tanya Juan yang melihat ada 5 pria di dalam gudang produksi milik Samantha.
"Mereka adalah para pencuri yang hendak memasuki gudang milikku." jawab Samanta.
"Apa!!" seru Juan yang benar-benar sangat terkejut.
"Jangan terkejut seperti itu, tolong buka pintu gudangnya." pinta Samantha.
Juan kebingungan, ini gudangnya Kenapa ada pintu gudang lagi. 5 pria itu nampak mengangkat tempat tidur mereka, di bawah tempat tidur yang beralaskan karpet hitam itu terlihat ada sebuah ruangan.
"Kalian jaga tempat ini, jangan ada yang boleh masuk." pintas Samantha. kelima pria itu menganggukkan kepalanya,
Sesaat kemudian
Ceklek..
Betapa terkejutnya Juan saat berada di ruangan itu, di sebuah ruangan yang benar-benar membuat mata Juan nampak terbelalak.
"Apa ini?" tanya Juan yang sangat, sangat terkejut.
"Apakah kamu kenal Tornado?" tanya Samantha. Juan sangat terkejut ketika mendengar Samantha menanyakan nama pria itu.
** bersambung **