NovelToon NovelToon
Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Single Mom / Anak Genius / Duda / Cintapertama
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Sanjana

Bagaimana jika kita tiba-tiba menjadi ibu dari anak calon suami kita sendiri ,apa yang akan kita lakukan ?Memutuskan hubungan begitu saja ?atau tetap lanjut . Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk nya ,Rara Aletta Bimantara . Akan ku usahakan semua nya untuk mu ,Terimakasih Sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak Ku _Rama Alexandra Gottardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Sanjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benih Masa Depan

Beberapa bulan setelah peluncuran kooperatif “Coklat Tradisional Meksiko”, suasana di kebun kakao Chiapas mulai berubah. Matahari pagi yang hangat menerangi lahan yang kini dikelola bersama oleh dua puluh lima pemilik kebun, di mana metode budidaya tradisional berjalan berdampingan dengan inovasi kecil yang membantu meningkatkan hasil tanpa mengorbankan kualitas atau kelestarian lingkungan.

“Lihat saja—buah kakao tahun ini lebih besar dan lebih manis dari sebelumnya,” ujar Pedro sambil menunjukkan tandan buah yang menggantung subur di antara dedaunan hijau lebat. Putranya, Diego, berdiri di sebelahnya, tangan masih sedikit berwarna coklat dari mengolah biji kemarin malam. “Setelah anak saya mulai belajar di sini, saya menyadari bahwa saya hampir kehilangan sesuatu yang tak ternilai harganya. Uang dari perusahaan besar memang datang cepat, tapi mereka ingin saya menggunakan pupuk kimia dan memotong pepohonan sekitar—itu akan merusak tanah yang telah dirawat oleh ayah dan kakek saya.”

Di pusat kota Meksiko, di sebuah kedai kecil yang terletak di sudut jalan raya Coyoacán yang ramai, sebuah papan tulisan besar dengan logo sertifikasi “Coklat Tradisional Meksiko” terpampang jelas di depan pintu. Pelanggan mulai berdatangan dengan antusias, tidak hanya karena mereka bisa membedakan produk asli dari tiruan, tapi juga karena mereka tahu bahwa setiap pembelian mereka membantu mendukung seluruh komunitas di Chiapas.

“Kita sudah berhasil mengusir produk tiruan dari pasar lokal dalam dua bulan terakhir,” kata Elena saat memeriksa buku catatan penjualan. “Banyak pedagang yang dulu menjual barang palsu kini datang untuk bertanya apakah mereka bisa bergabung sebagai mitra penjual resmi kita. Mereka menyadari bahwa pelanggan lebih suka membeli sesuatu yang memiliki cerita dan nilai yang jelas.”

Namun tantangan baru muncul ketika salah satu perusahaan makanan besar yang dulunya menawarkan untuk membeli resep keluarga Mendoza mengajukan keberatan terhadap nama sertifikasi. Mereka mengklaim bahwa frasa “Coklat Tradisional Meksiko” terlalu umum dan bisa digunakan oleh siapa saja. Siti dan tim hukum yang bekerja dengan kooperatif harus menghadapi proses hukum yang panjang di pengadilan perdagangan, menggunakan bukti sejarah dan dokumentasi praktik budidaya yang telah diteruskan selama lima generasi untuk membela hak mereka.

“Saya menghabiskan malam-malam terakhir untuk menyusun berkas tentang bagaimana resep ini berkembang bersama dengan komunitas,” ujar Siti saat bertemu dengan Rian dan Rama di ruang kerja yang kini telah dipindahkan ke sebuah gedung kecil yang disewakan oleh organisasi pelestari budaya lokal. “Kita harus membuktikan bahwa ini bukan hanya tentang sebuah produk—ini adalah bagian dari warisan budaya Meksiko yang perlu dilindungi.”

Rama yang kini tengah menyelesaikan dokumenternya, telah merekam setiap momen perjuangan tersebut—dari wawancara dengan pemilik kebun hingga proses pembuatan sertifikasi dan persidangan hukum. Ia juga mulai mengunggah cuplikan video di platform media sosial, yang dengan cepat mendapatkan perhatian dari masyarakat luas dan bahkan beberapa tokoh publik di Meksiko yang turut mendukung perjuangan kooperatif.

“Dalam seminggu saja, video kita telah dilihat lebih dari sejuta kali,” kata Rama dengan mata bersinar. “Banyak orang menghubungi kita untuk menawarkan dukungan—beberapa dari mereka adalah ahli hukum yang bersedia membantu secara sukarela, yang lain adalah petani dari daerah lain yang ingin membentuk kooperatif serupa. Bahkan ada sekolah-sekolah yang ingin mengajarkan tentang sejarah coklat tradisional dalam kurikulum pendidikan mereka.”

Don Alejandro yang kini telah memasuki usia tujuh puluhan, menghabiskan sebagian waktunya untuk mengajar anak-anak dari komunitas tentang cara memilih buah kakao yang matang, mengolah biji dengan tangan, dan memahami hubungan antara tanah, pohon, dan komunitas. Di bawah naungan pohon kakao tua yang telah menjadi saksi bagi lima generasi keluarga nya, ia sering bercerita tentang bagaimana leluhurnya pertama kali membawa biji kakao dari daerah selatan Meksiko dan mulai membudidayakannya dengan rasa cinta dan perhatian.

“Saya dulu khawatir bahwa tradisi kita akan hilang dengan saya,” ujarnya saat menunjukkan kepada sekelompok anak-anak cara menggosok biji kakao di atas alas kayu tradisional. “Tapi melihat mereka semua yang antusias belajar—saya tahu bahwa benih-benih yang kita tanam sekarang akan tumbuh menjadi hutan yang besar dan kuat di masa depan.”

Beberapa minggu kemudian, pengadilan akhirnya mengeluarkan keputusan yang menguntungkan kooperatif. Mereka menyatakan bahwa nama “Coklat Tradisional Meksiko” sah dan dilindungi sebagai bagian dari warisan budaya daerah, dengan syarat kooperatif terus memelihara standar kualitas dan memastikan bahwa semua anggota mengikuti praktik budidaya yang berkelanjutan.

Pada hari peluncuran produk baru kooperatif—sebuah varian coklat dengan tambahan bumbu tradisional yang digunakan oleh leluhur masyarakat lokal—ribuan orang berkumpul di pusat budaya Meksiko City, tempat acara perkenalan pertama keluarga Mendoza diadakan beberapa bulan sebelumnya. Carlos berdiri di atas panggung bersama dengan perwakilan dari pemilik kebun lain, sementara Don Alejandro memotong piringan coklat besar yang dibuat secara khusus untuk acara tersebut.

“Kita mulai dengan masalah yang hampir menghancurkan kita—perusahaan besar yang ingin membeli identitas kita, produk tiruan yang mengaburkan nama baik kita, dan teman-teman kita yang terpaksa memilih antara kelangsungan hidup ekonomi dan tradisi,” kata Carlos dalam pidatonya. “Tapi kita belajar bahwa ketika kita bekerja sama dan tidak menyerah pada nilai-nilai kita, masalah yang menyebar luas bisa menjadi dasar untuk menciptakan perubahan yang lebih besar. Coklat kita bukan hanya makanan—ini adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan masa lalu, satu sama lain, dan masa depan yang kita inginkan untuk anak cucu kita.”

Rian menutup buku catatan barunya dengan judul “Benih-Benih Tradisi: Bagaimana Coklat Mengikat Sebuah Komunitas”, sementara Rama memutar dokumenternya di layar besar yang dipasang di tengah aula. Siti sedang berbicara dengan penerbit internasional yang ingin menerjemahkan buku mereka ke dalam beberapa bahasa dan menyebarkan cerita ini ke seluruh dunia.

Di tengah keramaian, Diego—putra Pedro—berjalan ke depan dengan sebuah wadah berisi biji kakao yang telah dia olah sendiri. Ia memberikan satu bagian kepada Don Alejandro dengan senyum ceria. “Saya akan menjadi orang yang melestarikan tradisi ini nanti, Pak Alejandro,” katanya dengan suara tegas. “Saya akan memastikan bahwa pohon-pohon kakao ini tetap tumbuh subur untuk generasi mendatang.”

Don Alejandro mengangguk dengan mata yang sedikit berkaca-kaca, menyadari bahwa perjuangan mereka tidak hanya tentang menyelamatkan resep atau bisnis keluarga—melainkan tentang menyampaikan api pengharapan yang akan terus menyala selama ada orang yang peduli untuk menjaganya.

 

Apakah Anda ingin saya melanjutkan cerita dengan fokus pada bagaimana kooperatif mengembangkan jaringan kerja sama dengan komunitas coklat tradisional di negara lain, atau mungkin mengeksplorasi tantangan baru yang muncul ketika mereka memasuki pasar internasional?

1
Sri Peni
bikin yg bc puyeng serasa dipaksa sehinhha logika
Sri Peni
kok lila sm siti umurnya berubah jd terpaut 1 thn. inicerita hsl fc ya
Sri Peni
logika itu hrs jg dipakai wl hny cerita. sang tokoh lila kok jaraknya dgn adiknya terpauh 7th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!