NovelToon NovelToon
Di Kira Mandul Ternyata ...

Di Kira Mandul Ternyata ...

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:929
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marahnya Radit

"Ya ampun anak Bunda akhirnya datang juga.."

Begitu sapaan Bunda Diana saat melihat Maura dan Radit datang. Namun hanya Maura yang di peluk dan di sambut Radit di acuhkannya begitu saja. Radit menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bunda nya.

"Cucu Oma apa kabar sayang? Oma kangen banget.." Sapa Oma Mia memeluk Maura.

"Kabar baik Oma. Maaf ya Maura baru ke sini lagi Oma." Ucap Maura.

"Ngga apa-apa sayang. Yang penting kamu sehat ya Nak." Oma Mia.

"Alhamdulillah sehat Oma." Maura.

Radit membiarkan 3 perempuan beda generasi itu melepas rindunya sementara dirinya membersihkan diri di kamar. Selesai semuanya barulah Radit turun. Semuanya sudah berada di meja makan siap untuk makan malam. Saat Radit tiba Maura dengan sigap melayani Radit.

"Tuh Yang begitu kalo pacar mau makan itu." Ucap Marko adik Radit pada Aurel kekasihnya.

"Iya abang. Kan tadi Ulel udah layanin abang juga." Jawab Aurel.

"Iya sih.." Marko.

"Makan Ko makan." Radit.

Semua pun makan dengan tertib. Kemudian setelah selesai makan semua berkumpul di ruang keluarga menikmati puding sebagai desert seraya berbincang hangat.

"Oh, jadi kakak satu kantor sama abang?" Tanya Aurel yang baru pertama bertemu Maura.

"Iya." Jawab Maura singkat.

"Bagian apa Kak? Manajer? atau kakak sekretaris nya abang?" Tanya Aurel lagi.

"Bukan. saya staf keuangan." Jawab Maura.

"Hah! Serius?" Aurel.

"Kenapa memang nya Rel?" Tanya Oma Mia.

"Hah! Ngga apa-apa Oma. Heran aja. Masa sih abang pacaran sama staf biasa?" Ucap Aurel.

Deg

Ucapan Aurel membuat dada Maura berdenyut mengingat masa lalu nya. Raut wajahnya tak bisa lagi di kontrol. Begitu rapuhnya Maura saat dirinya bersinggungan dengan sesuatu yang mengingatkannya pada masa lalu. Radit menyadarinya dan dengan cepat meraih tangan Maura di genggamannya.

"Saya lebih tertarik dengan staf biasa di bandingkan model papan atas yang ga kenal atitude." Radit.

Semua mata tertuju pada Radit. Oma langsung tersadar jika Maura sudah berbeda. Begitu juga dengan yang lainnya. Hanya Aurel yang tidak menyadarinya. Sayangnya Marko sedang ke kamarnya mengambil sesuatu.

"Ya ngga harus model juga Bang. Kan banyak juga manajer atau pengusaha-pengusaha muda gitu." Ucap Aurel lagi padahal Bunda Diana sudah memberi kode dengan deheman nya.

"Sayang, besok katanya mau fitting ya ke butik? Nanti biar Bunda temenin ya. Nanti Bunda jemput kamu ke kantor ya." Ucap Bunda Diana mengalihkan pembicaraan.

Belum sempat Maura menjawab Aurel sudah menyela nya.

"Fitting baju apa? Abang mau nikah?" Aurel.

Tak ada yang menjawab pertanyaan nya.

"Besok ketemuan di butik aja Bun. Abang sama Lala ke sana barengan aja." Radit.

"Oh, ya sudah ngga apa-apa klo mau nya begitu." Bunda Diana.

"Oma ikut ya Diana." Pinta Oma Mia.

"Tentu boleh Ibu ku sayang." Jawab Bunda Diana pada Ibu mertuanya yang sudah seperti ibu kandung baginya.

"Bun, Ayah telfonin Bunda katanya. Ponsel Bunda kemana?" Ucap Marko yang tiba-tiba datang.

"Astaga Bunda lupa. Ponsel di cas di kamar." Bunda Diana.

"Sayang, sampe ketemu besok ya. Salam buat ibu dan keluarga ya. Maaf Bunda mau terima telfon Ayah dulu ya." Pamit Bunda Diana.

"Abang, nanti jangan ngebut-ngebut ya bawa mobilnya." Pesan Bunda Diana.

"Iya Bunda."

"Iya Bun."

Jawab Maura dan Radit bersamaan.

"Kalian juga hati-hati di jalan." Ucap Bunda Diana pada Marko dan Aurel.

Marko terlihat bingung karena sepertinya Bunda Diana berubah dingin pada Aurel. Marko melihat ke arah Radit dan tatapannya seolah bertanya ada apa.

"Oma, Radit pamit antar Lala dulu ya. Oma jangan tidur terlalu malam ya." Pamit Radit.

"Iya Nak. Hati-hati di jalan ya." Oma Mia.

"Oma, Lala pulang dulu ya sampai ketemu lagi." Pamit amarah dengan suara bergetar. Sekuat hati Maura menahan agar air matanya tak tumpah.

"Iya. Salam untuk ibu dan keluarga ya." Oma Mia.

"Iya Oma."

Saat Maura akan berpamitan pada Marko dan Aurel Radit menarik Maura ke dalam pelukannya dan menuntunnya berjalan tanpa berpamitan.

"Ceh, adek sendiri ga di pamitin. Ayo yang aku anter pulang." Marko.

"Oma..."

Belum selesai Aurel bicara Oma Mia sudah menyela nya.

"Marko, cari calon istri yang tau sopan santun dan adat saat bicara. Jika tidak kamu yang akan kesulitan nantinya." Ucap Oma Mia berlalu begitu saja.

"Maksudnya Oma?" Tanya Marko.

Namun sayang pertanyaannya hanya menggantung di udara. Oma Mia sudah berlalu pergi. Marko menatap kekasihnya namun Aurel hanya mengangkat bahu sebagai jawaban.

"Ngga mungkin ngga ada apa-apa sih yang." Marko.

"Tadi aku cuma bilang kenapa Abang cari pacar cuma staf biasa kan banyak pengusaha muda. Eh, abang malah marah sama aku. Kayanya Bunda sama Oma juga deh." Adu Aurel.

"Apa?!"

lanjut....

1
fenita
ingat doa orang yg di zalimi bakal kena azab .aska tunggu aja kehancuran usaha lu
disney
omongan tasya bisa jadi nyata hehehe
disney
aska tolol jgn menyesal suatu saat nanti
disney
pasti perbuatan aska nih
disney
adiknya maura pernah melihat aska dgn ceweknya..hufft
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!