NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengaruh Orang Terdekat

Adrian Wijaya adalah seorang pria tampan berusia sekitar 32 tahun, dengan latar belakang sarjana ekonomi dan pekerjaan sebagai ASN di kota Bandung.

Adrian menikah dengan seorang wanita cantik bernama Hanin Kirana. Hanin berusia 30 tahun, pendidikan terakhir D3 akademi sekretaris, pekerjaan ibu rumah tangga,

Hanin dan Adrian sudah menjalani kehidupan rumah tangga selama 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai keturunan.

Mereka berdua cukup sabar menjalani keseharian dengan bekerja dan berdoa.

Mereka berdua tinggal di sebuah rumah sederhana, tidak mewah hanya rumah mungil standar yang cukup asri.

Adrian sangat menyayangi Hanin, walau pun terkadang ibunya kerap kali mencampuri permasalahan keluarganya.

POV ADRIAN

Aku adalah anak satu-satunya laki-laki, kakakku dan adikku semuanya perempuan dan mereka juga sudah menikah.

Suatu hari sepulang kerja aku sengaja mampir ke" rumah orang tuaku, untuk menengok ayah yang sedang sakit, ternyata kakak dan adikku juga berada di sana..

"Adrian, sini kumpul nih ada martabak kesukaan kamu, "ujar ibuku. "iya bu, aku ke kamar ayah dulu sebentar.." ujarku. Aku melihat ayah di kamarnya sedang berbaring, beliau menderita stroke ringan tapi sudah agak membaik.

"Ayah, gimana sekarang kondisinya, apa yang dirasa?" tanyaku pada ayah.

"Alhamdulillah Adrian, agak mendingan jadi badan ayah terasa agak enteng" ujar pak Wijaya. "Mm, gitu ya sudah ayah yang sabar.. jangan banyak pikiran, aku mau ketemu ibu dulu" ujarku. Ayah hanya tersenyum.

Aku kemudian berjalan ke ruang tengah dan bergabung dengan ibu dan saudaraku,

"Adrian, kamu ini sudah menikah 5 tahun.. tapi istri kamu belum hamil juga, ini kenapa nak?, harusnya sebagai laki-laki kamu punya target, mau seperti ini terus?" ujar ibuku.

"Padahal Hanin itu nggak kerja kan?, kerjanya di rumah aja, banyak santainya kok nggak hamil-hamil?" ujar Astrid kakakku.

"Mungkin kami belum di percaya aja di kasih keturunan, kami cuma bisa bersabar, berdoa" ujarku santai.

"Kamu jadi suami baik banget ya Drian, kamu itu anak laki-laki satu-satunya ibu, adik kamu saja sudah punya anak usia 3 tahun, kalau Hanin hamil sejak awal mungkin anak kamu usianya sudah 4 tahun.. ngerti?" ujar ibuku.

"Adrian, coba lihat istri kamu, nggak kerja, nggak kasih keturunan tapi terus dapat gaji utuh dari kamu, itu namanya istri nggak berguna, paham?" ujar kakakku sedikit emosi.

Aku hanya terdiam, mencoba mencerna setiap omongan, kritik dari ibu dan kakakku..

"Coba kamu pikir baik-baik Adrian, apa kamu nggak rugi kamu keep istri seperti itu, kalau aku jadi laki-laki sih ogah, mending cari perempuan lain" ujar mbak Astrid kakakku.

Aku pun memikirkan omongan kakakku yang ada benarnya, juga omongan ibu yang terkesan sama dengan mbak Astrid.

"Adrian, seorang perempuan menikah 4 tahun lebih dan dia belum hamil.. itu sama saja dia cacat alias mandul, mending pisah aja deh!" ujar mbak Astrid, ibuku pun mengangguk.

Aku termenung mendengar itu semua.

"Adrian, aku punya teman perempuan.. dia itu ASN, dia kerja, pas nikah eh langsung hamil, padahal dia capek kerja, itu baru namanya perempuan sempurna, ngerti kamu?" ujar mbak Astrid lagi.

Aku pun semakin pusing mendengar omongan dan sikap ibuku dan mbak Astrid, aku seperti menghadapi dilema .. mereka ingin aku berpisah, tapi aku masih sangat mencintai Hanin istriku, dan Hanin pun juga mencintaiku.

"Adrian, dengar ibu ya nak.. kamu itu kepala keluarga, kamu harus tegas, jangan hanya diam, apa timbal balik Hanin dengan kamu?, memanjakan istri nggak salah tapi lihat .. apa dia bisa memberikan anak?" ujar ibuku, lalu diangguki oleh mbak Astrid dan adikku.

Setelah puas mendengar semua ocehan, nasihat keluargaku aku pun berpamitan pulang, dan langsung menuju ke rumah.

***

Tiba di rumah, tampak Hanin sedang bersantai dengan ponselnya. Adrian pun masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam, melihat itu Hanin bergegas mengikuti suaminya ke kamar, "Mas .. capek?" tanya Hanin.

"Ya, iyalah capek.. namanya cari duit itu capek, emangnya kamu setiap hari duduk manis uang datang, langsung ada" ujar Adrian kesal, sambil menatap sinis pada istrinya.

"Mas, aku kan dirumah juga beres-beres, ya masak, aku juga ngatur keuangan" ujar Hanin pelan.

"Ahh, udahlah kamu jadi istri emang nggak becus, percuma aja pendidikan sekretaris tapi nggak menghasilkan uang, jangankan menghasilkan uang.. hamil pun nggak" ujar Adrian dengan emosinya.

"Astagfirullah hal adziim.." gumam Hanin, yang baru kali ini melihat suaminya marah dan menyinggung tentang masalah hamil dan uang gaji.

Hanin pun malas berdebat, ia lalu ke dapur membuatkan teh manis untuk Adrian.

"Mas, minum dulu tehnya" ujar Hanin dengan lembut. "Ah, udahlah kamu itu jangan sok perhatian sok baik" ujar Adrian. Hanin terkejut dengan sikap Adrian yang tidak biasa.

"Maksudnya apa sih mas, aku hanya nawarin teh manis kayak biasanya, tapi kamu ...." ujar Hanin tidak meneruskan kata-katanya.

"Sudahlah Nin, mulai sekarang kamu nggak akan lagi dapat sepeserpun gaji aku, karena aku nggak dapat timbal balik apapun dari kamu" ujar Adrian agak keras.

Hanin pun tertunduk, dia merasa suaminya ada yang mempengaruhinya. Hanin juga menyadari bahwa selama ini ia tidak menghasilkan uang dan juga belum memberi Adrian keturunan.. tapi seingatnya baru 3 hari lalu mereka berdiskusi dan saling menguatkan, untuk saling bertawakal, tapi kini malah sebaliknya.. perkataan Adrian benar-benar sangat menyakitkan.

"Aku tahu siapa sebenarnya yang mempengaruhi pikiran Adrian, ibunya dan mbak Astrid yang selalu menyindirku dengan kata-kata yang pedas seolah-olah ini kesalahanku, aku dibilang mandul padahal dokter bilang aku sehat.. aku normal, tapi anehnya mas Adrian tidak mau periksa ke dokter, serba salah jadinya" gumam Hanin dalam hati.

Hanin kemudian mendiamkan Adrian yang uring-uringan, sambil men-scroll layar ponselnya mencari bisnis yang bermodal usaha kecil.

Tanpa Hanin sadari, mbak Astrid muncul tiba-tiba menyelonong begitu saja ke dalam rumah Adrian, "Mm, enak ya jadi istri .. main Hp teruuuus" ujar mbak Astrid sambil memanggil Adrian.

"Adrian, adrian .. ini Hp kamu ketinggalan di rumah ibu" ujar mba Astrid berteriak. Tidak lama Adrian pun keluar dari kamarnya.

"Eh, mbak Astrid.. makasih ya," ujar Adrian sambil tersenyum.

"Ya, sama-sama Adrian.. lain kali kamu itu yang teliti sama barang sendiri, kamu juga nggak teliti pilih-pilih istri, tuh lihat sendiri enak-enakan main Hp, sementara suaminya pulang kerja malah nggak di urus, istri macam apa itu?" ujar mbak Astrid dengan nada yang ketus sambil menatap Hanin yang hanya terdiam.

Adrian pun hanya terdiam, ucapan mbak Astrid benar-benar berhasil membuatnya semakin menilai bahwa Hanin bersalah.

Hanin pun tidak menyangka ocehan mbak Astrid dengan nada sinis juga mulai melukai perasaannya sebagai seorang istri Adrian, pria yang sangat ia kenal betul sikap dan karakternya, tapi kini seolah Adrian berubah seratus delapan puluh derajat.

Hanin diam-diam berdoa dalam hatinya, "hasbunallah wa nikmal wakil nikmal maula wa nikman nassir" .. ia mengembalikan masalah ini hanya kepada sang Pencipta.

 

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!