Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mantan
Raya Sita sekarang seorang janda tidak beranak. Suaminya meninggal karena sakit. Selama ini dia bertugas di luar negeri. Namun oleh perusahaannya dia kembali ke Jakarta sekarang. Makanya dia meluangkan waktunya untuk datang ke pusat persiapan atlit renang untuk bertanding di Malaysia. Disana dia bertemu dengan Jefry mantan pacarnya. Raya tidak tahu bahwa Jefry disana karena anaknya.
"Pasti sudah kolonel ya."
"Siap ya."
"ngapain kesini?"
"lihat anak saya, dia juga ada dalam tim renang nasional."
"Kapan balik ke Indonesia??"
"Baru kemarin." Tiba - tiba Nael datang menghampiri papinya.
"Papi bawa pesanan kakak??"
Jefry memberi kantong berwarna biru, berisi semua pesanan anaknya yang di siapkan oleh maminya.
"Mami ngak ikut, karena ada operasi tadi di rumah sakit."
"Istrinya sakit apa??"
"Bukan mami yang sakit, tetapi mami yang mengobati. Mami saya dokter spesialis bedah saraf tante, Cantik dan pintar." Jefry tersenyum, dia tahu ini sikap protektif anaknya. Jefry sudah pamit dari Raya. Bersama dengan anak bujangnya sekarang.
"Hanya mami yang ada di hati papi. Tidak ada yang bisa mengantikan." Ezra Nathanael Wibowo langsung memeluk papinya dan dibalas dengan pelukan Nael. Dia melihat papanya pulang dengan mobil bersama dengan om Christ ajudan papinya. Nael menjadi lega. Karena tadi dia sempat mendengar pelatih - pelatih renang yang adalah rekan - rekan atlit papinya bercerita tentang kisah cinta papinya dengan tante Raya.
"Sayang, tadi di tempat latihan Nael aku ketemu dengan Raya??"
"Raya?? Oooooo Raya mantan kamu. Sesama Atlit."
"Kok gitu sih?? Ngak cemburu??"
"Ngapain cemburu, kuras tenaga." Agatha sudah membalik badannya membelakangi Jefry. Dia tersenyum, dia tahu istrinya lagi tidak baik - baik perasaannya. Jefry mendekat dan memberi pelukan. Dia menarik tubuh istrinya dekat kepadanya dan dipeluk dengan sangat erat.
"i love you Agatha Anastasya."
Namun Agatha istrinya tidak meresponnya. Semakin erat pelukan Jefry ditambah dengan ciuman - ciuman di tubuh Agatha. Jefry sudah berusaha memasukan tangannya dalam baju istrinya. Tangannya bertempur dibalik baju itu. Menyentuh setiap bagian - bagian sensitif istrinya. Ternyata bukan hanya membuat istrinya terangsang, namun dia pun.
"Mas......"
"Mas, mau sayang."
Jefry pun membaikkan tubuh Agatha istrinya. Dalam posisi sudah tidak di baluti oleh kain satu pun. Dengan mulutnya dia menyentuh semua tempat sensitif di tubuh istrinya. Agatha sudah siap, dan juniornya pun sudah siap. Dibuka semua kain di tubuhnya. Dan penyatuan pun terjadi.
"Enak sayang, nikmat sayang."
"ahhhhk....mas pelan - pelan saja. Sedikit sakit." Jefry mendengar namun dia tidak merespon dia terus memainkan tubuhnya dari volume yang pelan sampai sangat cepat. Terdengar bunyi suara tubuh beradu. Dan Agatha sudah berkali - kali melakukan pelepasan. Tubuh mereka penuh dengan peluh, cahaya lampu tidur di kamar menyoroti wajah Agatha.
"Kamu sangat cantik sayang. I love you. Do you love me??" Agatha masih sedikit sebal dengan pembicaraan Raya tadi sehingga dia tidak membalas pertanyaan suaminya. Jefry meningkatkan volume penyatuan sangat cepat, sehingga terdengar bunyi tubuh yang beradu serta desahan - desahan Agatha.
"Sayang,... I love you."
"I love you too mas." Jefry sudah mau sampai di puncak, begitu juga dengan Agatha dan mereka pun melakukannya bersama - sama. Jefry sudah berada disamping istrinya menarik bedcover menutupi tubuh mereka. Jefry mencium istrinya di kening, juga bibirnya.
"Kamu satu - satunya wanita yang ada dalam hidup kita. Tuhan perna mempercayai satu wanita lagi, namun Tuhan sudah mengambilnya. Hanya kamu yang di hati mas sayang. Kita akan bersama - sama melihat anak - anak kita tumbuh jadi orang sukses. Berdua selamanya sampai tua. Bahkan sampai maut memisahkan kita berdua."
"Mas....."
"Ya sayang."
"I love you."
"Ya mas tahu itu." Jefry memeluk istrinya sampai Agatha tertidur dalam pelukannya. Jefry seperti biasa akan membereskan kekacauan yang dia buat pada tubuh istrinya. Dia melihat sedikit bengkak organ intim bagian bawa istrinya. Dan Jefry memberikan salep khusus pada yang bengkak itu. Setelah mengenakan baju, Jefry tidur sambil memeluk istrinya.