Season1
Dita merupakan gadis cantik yang selalu di kucilkan keluarga nya, di saat pesta ulang tahun saudari tirinya bernama Sheila menjebaknya dengan mencampurkan obat perangsang di minuman Dita.
Nathan, seorang Ceo tampan yang banyak di kagumi oleh kaum hawa. Nathan yang menderita mysophobia yang alergi jika di dekati oleh wanita maupun di sentuh.
Sahabat nya bernama Daniel prihatin akan phobia Nathan hingga nekat memberi obat dan menyewa seorang pemuas nafsu.
Season ke 2
Menceritakan kehidupan dan perjalanan cinta dari twins L. Al yang gila dengan pekerjaan dan juga perfeksionis, sementara El kebalikan dari itu.
Lea, adik dari twins L yang sangat manja dengan IQ standar. Dia sangat mengagumi wajah pria yang berparas tampan, hingga banyak pria yang salah paham dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Twins L dan Dita sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, karena cedera ringan tidak membuat mereka di rawat. Bara menggendong Twins L menuju kamar mereka, Lilis dan Dita mengikuti dari belakang.
"Kalian istirahatlah, " ucap Bara yang membelai rambut Al dan El dan mencium kening mereka. Twins L mengangguk dengan cepat, di saat semua orang meninggalkan Al dan El dengan cepat memegang tangan ibunya, Dita menoleh dan menatap twins L dengan tanda tanya.
"Ada apa sayang? "
"Bu, ceritakan kepada kami siapa itu Hardi, " ucap Al menatap Dita dalam.
"Kalian masih kecil, di saat kalian sudah dewasa, ibu akan menceritakan segalanya, " tolak Dita halus.
"Ibu, kami mohon, pria tua itu sudah dua kali menculik kami, " ujar El yang memohon.
Dita menatap satu persatu anaknya dan menghela nafas, "baiklah, akan ibu ceritakan." Al dan El memperhatikan ibu nya dengan seksama.
"Dulu ibu sangat bahagia, mempunyai Papa dan Mama yang sangat menyayangi Ibu. Semenjak kematian Nenek kalian, itu adalah awal kesengsaraan dan penderitaan Ibu. Hardi menikah lagi dengan perempuan janda bernama Linda, yang mempunyai anak Perempuan bernama Sheila, wanita yang tak sengaja kita temui di swalayan. Mereka menyiksa Ibu dan juga mengusir Ibu dari rumah peninggalan Nenek kalian, " ucapan Dita terhenti karena tak sanggup menahan air mata yang menetes.
Al dan El mengelus punggung ibunya dan memeluk dengan erat, "ibu sangat kuat, Al dan El sangat menyayangi ibu. "
"Ibu juga menyayangi kalian, tidur lah ini sudah malam."
"Baik Bu, " Dita mematikan lampu kamar twins L dan pergi dan berlalu pergi. Twins L yang menghidupkan lampu kamarnya dan saling menatap satu sama lain, "apa kamu mengetahui apa yang aku pikirkan? " ucap El.
"Hem, sebelum kamu memikirkannya, aku sudah tau! " sahut Al.
"Misi kali ini, aku beri nama MISI KEHANCURAN HARDI. " El membuka laptop seraya mencari data Hardi, sedangkan Al membuat virus untuk merusak sistem keamanan. Mereka berfokus pada laptop masing-masing, dengan gerakan jari yang sangat cepat.
"Apa kamu menemukan datanya?" Al membuka suara.
"Akan aku temukan sebentar lagi, beri aku waktu 5 menit lagi. "
"Kenapa sangat lama, kita harus cepat!"
"Jangan mengaturku, kerjakan saja pekerjaan mu, " ketus El.
"Hehe....baik lah. "
"Aku ingin tau virus apa yang kamu buat kali ini, " El menoleh dengan penasaran.
"Virus yang aku ciptakan ini sangat berbahaya untuk sistem mereka, sangat sulit untuk memulihkan data jika terkena virus ini."
"Apa itu aman? dan bagaimana meninggalkan jejak? "
"Tentu saja aman bagi kita, dan ancaman bagi mereka. Aku ahlinya menyembunyikan jejak, mereka tidak akan tau. Aku juga akan membersihkan dengan tuntas kekacauan yang aku buat sendiri. "
"Lanjutkan pekerjaan mu. "
"Sudah dari tadi aku bekerja, kamu selalu mengajak ku berbicara. Cepat selesaikan tugas mu, sebelum pagi datang atau Ibu akan mengetahuinya. "
"Baiklah. " Tak lama kemudian, El berhasil mendapatkan data Hardi dan juga perusahaan nya, "ck, hanya perusahaan kecil saja, " cibir El.
"Apakah sudah mendapatkan data pria tua itu?"
"Sudah."
"Kirim ke alamat surel ku. "
"Meluncur." El menekan tombol enter dan pemindahan data telah selesai, sekarang bagian Al yang memasukan programnya ke dalam sistem data perusahan Hardi, hingga perusahaannya hancur dalam semalam.
Al dan El membeberkan dan mempublikasikan rahasia data perusahaan yang membuat nilai saham di perusahaannya anjlok. Para pemegang saham mencabut saham mereka, membuat Hardi tidak punya apa-apa lagi.
"Sangat seru jika melihat langsung raut wajah pria tua itu, " Al dan El terkekeh.
"Jika aku di sana, aku akan mengambil videonya " tambah El.
"Ini belum selesai, " ucap Al.
"Apa maksudmu? " El memiringkan kepalanya karena penasaran.
"Apa kamu lupa, apa yang di ajarkan Papa pada kita! dia pernah mengatakan, jika kita harus menuntaskan pekerjaan sampai ke akarnya. "
"Pria tua itu sudah bangkrut sekarang, apa lagi yang ingin kamu tuntaskan, " ucapan El membuat Al gemas dan menyentil kening adiknya.
"Dasar bodoh, kamu melupakan tante yang kita temui di swalayan. Yang aku lihat karirnya sangat bagus di dunia modeling, " ujar Al mengambil alih laptop El.
El melihat jari-jari Al yang sangat cepat menekan tombol keyboard pada laptop itu.
Al dan El terkejut dengan rahasia Sheila yang berhasil di dunia modeling, dengan cepat Al menutup mata nya dan juga mata El.
"Itu foto apa? " tanya El yang polos.
"Entahlah, aku selalu melihat Papa Bara menyimpan foto wanita tanpa busana dan Papa juga berpesan jika kita melihatnya harus menutup mata, atau mata kita terkena bintitan. Aku akan selesaikan pekerjaanku, kamu tutup mata ya, " ujar Al yang menyelesaikan tugasnya.
El mengangguk patuh seraya menutup matanya, "apa sudah selesai? "
"Sudah, bukalah matamu. Ini sangat malam, ayo kita tidur, " Al menyimpan laptop dan kembali tidur, El juga melakukan hal yang sama.
****
Pria paruh baya itu menggebrak meja dengan sangat keras, kedua tangannya mengepal dengan sangat sempurna, rahangnya mengeras ketika mendengar ucapa dari sekretarisnya.
"Bagaimana semua ini terjadi, hah? " Hardi meninggikan suara.
"Saya juga tidak tau tuan, para pemegang saham mencabut saham mereka dari perusahaan kita dan data kecurangan perusahaan ada yang mempublikasikan," jawab sekretaris itu dengan menundukkan kepala, takut akan jadi pelampiasan kemarahan Hardi.
"KALIAN SEMUA TIDAK BECUS, pergi dari hadapanku. " Hardi melempar vas bunga yang hampir mengenai sekretaris nya. Dengan cepat sekretaris pergi meninggalkan ruangan itu.
"Aaargh....aku tidak mungkin bangkrut, aku tak ingin jadi miskin." Hardi mengusap wajahnya dengan kasar, dalam waktu semalam, perusahaan yang dia banggakan bangkrut.
Sesampainya di rumah, Linda menyambutnya dengan senyuman, "tumben Papa pulang cepat? oh iya Pa, Mama minta uang dong, untuk arisan berlian Mama," ucap Linda dengan manja.
Hardi yang sangat kacau melempar tas yang dia bawa, "bukankah aku sudah memberimu uang minggu lalu, pakai saja uang itu. "
"Uang itu sudah habis Pa. "
"APA? "
Suasana semakin tegang disaat Sheila pulang dalam keadaan babak belur, dengan wajah lebam dan karier yang hancur.
"Sheila, apa yang terjadi nak, " Linda menghampiri anaknya.
"Mama....karier aku hancur, aku sudah di pecat dari pekerjaanku " Sheila menangis dan memeluk Linda.
Hardi duduk di sofa, tak sengaja melihat berita mengenai Sheila yang menggoda dan tidur bersama para pria pengusaha yang ikut andil di dunia modelling, dan Sheila juga di keroyok oleh para istri pengusaha tersebut. Nama Sheila yang naik daun itu, sekarang hancur tak bersisa, Hardi melempar benda yang dekat dari jangkauannya.
"Apa yang terjadi Pa, kenapa kamu seperti ini?" ucap Linda.
"Aku bangkrut dan sebentar lagi kita akan menjadi miskin, sementara anakmu juga di pecat dari dunia modelling. Dasar bodoh, kenapa rahasiamu bisa terbongkar, hah! " bentak Hardi. Mereka bertengkar saling menyalahkan satu sama lain, di sisi lain, twins L tersenyum melihat berita di tv.