NovelToon NovelToon
Kami Lahir Tanpa Namamu

Kami Lahir Tanpa Namamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nurizatul Hasana

Satu malam.
Tanpa rencana.
Tanpa nama.
Tanpa masa depan.
Aluna tidak pernah berniat masuk ke dalam hidup pria itu. Ia hanya menggantikan sahabatnya yang sakit, mengenakan seragam hotel, dan berharap bisa pulang dengan selamat. Namun di balik pintu kamar hotel mewah, ia terjebak dalam situasi berbahaya—tarikan paksa, ketakutan, dan batas yang nyaris hancur.
Malam itu bukan tentang cinta.
Bukan tentang rayuan.
Melainkan tentang dua orang asing yang sama-sama terperangkap dalam keadaan salah.
Aluna melawan. Menolak. Tak pasrah.
Namun ketika segalanya berhenti di titik abu-abu, sebuah keputusan keliru tetap tercipta—dan meninggalkan luka yang tak langsung terlihat.
Ia pergi tanpa menoleh.
Tanpa tahu nama pria itu.
Tanpa ingin mengingat malam yang hampir menghancurkan dirinya.
Lima tahun kemudian, Aluna telah menjadi wanita tangguh—cantik, elegan, dan berdiri di atas kakinya sendiri. Ia membesarkan tiga anak kembar dengan kelebihan luar biasa, tanpa sosok ayah, tanpa cerita masa lalu. Bersa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurizatul Hasana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Luka Yang Belum Sembuh

Pagi itu harusnya biasa aja.

Aruna lagi nyusun roti di etalase kecil mereka. Mira lagi ribut sendiri karena plastik kemasan habis.

“Ra, gue bilangin kemarin beli yang gede sekalian—”

Kalimat Mira berhenti di tengah.

Karena suara mobil berhenti tepat di depan ruko.

Mobil hitam. Mengilap. Asing.

Aruna nggak langsung nengok. Tapi entah kenapa, tengkuknya merinding duluan.

Pintu mobil kebuka.

Langkah sepatu itu…

Dia kenal suara itu.

Aruna perlahan menoleh.

Dan dunia rasanya langsung sempit.

Arka.

Berdiri beberapa meter dari dia.

Napas Aruna langsung pendek. Tangannya refleks mencengkeram meja sampai buku jarinya pucat. Suara di sekitarnya seperti menjauh.

Bukan marah yang muncul duluan.

Tapi takut.

Flashback itu datang tanpa izin—pintu diketuk, ditarik masuk, tatapan gelap, tubuh yang terlalu kuat untuk dilawan.

“Ra…” Mira langsung sadar ada yang nggak beres. “Lo kenapa?”

Aruna mundur satu langkah.

Arka melangkah mendekat. “Aluna.”

Suaranya nggak keras. Tapi buat Aruna, itu cukup bikin dada sesak.

“Jangan deket,” Aruna langsung angkat tangan, suaranya gemetar tapi tegas.

Arka berhenti.

“Aku cuma mau bicara.”

“Nggak ada yang perlu dibahas.”

Orang-orang mulai nengok. Mira langsung berdiri di depan Aruna setengah badan.

“Mas, kalau ada urusan, ngomongnya baik-baik.”

Arka keliatan nahan diri. “Aku cari kamu lama.”

Aruna ketawa kecil, tapi nadanya patah. “Terus? Harusnya gue terharu?”

Tatapan Arka turun ke perut Aruna yang membulat.

Wajahnya berubah.

“Itu anakku, ya?”

Kalimat itu bikin sesuatu di dalam diri Aruna retak.

Ia langsung melindungi perutnya dengan kedua tangan, mundur lagi.

“Jangan sentuh hidup gue lagi.”

“Aku nggak mau lari dari tanggung jawab.”

“Gue nggak minta!”

Suara Aruna lebih keras sekarang. Beberapa orang berhenti jalan.

Mira pegang bahunya. “Ra, santai…”

Tapi Aruna nggak bisa santai.

Tangan Arka yang cuma bergerak sedikit saja sudah cukup bikin tubuhnya tegang.

“Lo tahu nggak tiap malam gue bangun karena mimpi itu keulang?” suaranya serak sekarang. “Lo tahu nggak rasanya takut sama suara pintu diketuk?”

Arka membeku.

“Aku—”

“Jangan,” potong Aruna cepat. “Jangan minta maaf. Itu nggak bikin ingatan gue hilang.”

Sunyi.

Angin lewat pelan, tapi suasana terasa berat.

“Aku nggak sadar waktu itu minumanku—” Arka mencoba menjelaskan.

Aruna geleng keras. “Gue nggak peduli alasan lo.”

Itu jujur.

Ia memang nggak peduli lagi siapa yang salah lebih dulu.

Yang ia tahu cuma satu—ia terluka.

Dan luka itu belum sembuh.

“Aku cuma mau ada buat anak itu.”

Aruna menggeleng lagi. Air matanya jatuh, tapi ia nggak peduli.

“Gue tiap hari belajar buat nggak takut. Buat kuat. Buat berdiri sendiri. Lo datang ke sini cuma bikin semuanya balik ke awal.”

Arka terlihat seperti ingin mendekat, tapi ia menahan diri.

Itu pertama kalinya ia benar-benar melihat ketakutan di mata Aruna.

Bukan benci.

Bukan gengsi.

Trauma.

Dan itu jauh lebih berat.

“Kalau aku pergi sekarang… kamu bakal tenang?” tanyanya pelan.

Aruna nggak jawab beberapa detik.

Lalu ia berkata pelan, hampir berbisik, “Iya.”

Kalimat itu seperti pisau.

Arka mengangguk kecil.

Tanpa drama.

Tanpa memaksa.

Ia mundur satu langkah.

“Aku nggak akan ganggu lagi.”

Aruna nggak menjawab.

Ia cuma berdiri diam sampai mobil itu pergi.

Begitu mobilnya menghilang di ujung jalan—

Kaki Aruna langsung lemas.

Mira cepat nangkep dia sebelum jatuh.

“Ra… napas dulu… pelan-pelan…”

Aruna gemetar.

“Gue nggak bisa, Mir… gue nggak bisa kalau dia tahu gue di sini.”

Mira ngerti tanpa perlu dijelasin panjang.

Malam itu juga mereka nggak banyak ngomong.

Aruna cuma duduk di kasur tipis, menatap koper lama di sudut kamar.

“Lo mau pindah lagi?” tanya Mira pelan.

Aruna mengangguk.

“Kali ini lebih jauh.”

“Tapi toko?”

“Gue bisa mulai lagi.”

Mira diam beberapa saat.

Lalu mengangguk. “Ya udah. Kita pergi.”

Dua hari kemudian, papan nama Kembarasa sudah dilepas.

Ruko itu kosong.

Nomor telepon tidak aktif.

Kontrak diputus mendadak.

Tetangga cuma tahu mereka pindah karena urusan keluarga.

Dan saat Arka kembali seminggu kemudian—

Yang ia temukan hanya pintu terkunci dan ruangan kosong berdebu.

Tanpa jejak.

Tanpa alamat baru.

Tanpa kabar.

Seperti Aruna tak pernah ada di kota itu.

Dan untuk pertama kalinya—

Arka benar-benar merasakan kehilangan.

Bukan karena ditolak.

Tapi karena ia sadar, luka yang ia tinggalkan terlalu dalam sampai perempuan itu memilih menghilang lagi… demi bisa bernapas tanpa rasa takut.

---

1
Lisa
Kasihan y Mira..udh balik aj ke rmhnya Aruna..
Lisa
Bahagia selalu y Arka, Aruna & ketiga anaknya
Risal Fandi
rekomend banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!