NovelToon NovelToon
Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Pahlawan Di Dunia Kultivator 2

Status: tamat
Genre:Petualangan / Kultivasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ardian Uzumaki

Mampir karya ongoing Author juga...
- Reinkarnasi Sang Pahlawan
- Pahlawan Di Dunia Moderen

===

Lanjutan dari novel Pahlawan Di Dunia Kultivator book 1, jadi jika ingin membaca book 2 maka baiknya membaca book 1 dulu.

Kekacauan di Benua Langit akan dimulai, Sekte Lembah Siluman sudah mulai melakukan pergerakan.

Shin bersama teman-temannya akan berjuang, untuk menghentikan kekacauan ini.

Apakah nantinya Dewa Siluman akan berhasil bangkit kembali? Bagaimana Shin akan menghentikan Dewa Siluman jika makhluk itu benar-benar bangkit?

Ikuti lanjutan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ardian Uzumaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32.Akhir Perang

Xu Xuan dan Xu Huang baru tiba di tempat dimana Su Huangli bertarung melawan Tetua Hong Ao.

Namun saat mereka berdua sampai, mereka melihat sepertinya pertarungan akan segera berakhir.

Saat ini Tetua Hong Ao yang sudah berubah menjadi siluman tidak bisa bergerak karena segel formasi pengekang dari Su Huangli.

Di Tubuh Tetua Hong Ao menempel banyak sekali kertas-kertas formasi yang membuatnya tidak bisa bergerak.

Dia hanya bisa menatap Su Huangli dengan penuh kebencian dan kemarahan, seakan tidak terima atas kekalahannya.

Su Huangli sendiri tidak dalam kondisi yang baik, seluruh tubuhnya sudah dipenuhi luka yang mengeluarkan darah, membasahi pakaiannya.

Sepertinya Su Huangli mengalami masalah yang cukup berat saat berhadapan dengan Tetua Hong Ao.

Melihat pertarungan yang sepertinya akan dimenangkan oleh Su Huangli, Xu Xuan dan Xu Huang memutuskan untuk melihat dari jauh.

Tentu saja mereka juga tidak menurunkan kewaspadaan, mereka akan langsung bergerak jika ada sesuatu terjadi di luar dugaan.

"Ini adalah akhir untuk mu!" Su Huangli menggunakan segel tangan beberapa kali.

Tulisan-tulisan kuno pada kertas formasi yang menempel ditubuh Tetua Hong Ao mengeluarkan cahaya yang semakin lama semakin terang, sampai kemudian...

*BOOOMMM...!!!

Ledakan keras segera terjadi, membuat tubuh Tetua Hong Ao langsung hancur menjadi debu, mati seketika tanpa ada lagi yang tersisa dari tubuhnya.

Nafas Su Huangli terengah-engah, kekuatan jiwanya sudah hampir terkuras habis, dia langsung mengkonsumsi beberapa pil untuk memulihkan kondisinya.

Setelah merasa lebih baik, Su Huangli menoleh kearah Xu Xuan dan Xu Huang, dia memperkirakan jika pertarungan mereka berdua juga sudah berakhir dengan kemenangan.

Su Huangli lalu terbang kearah kedua orang itu.

"Melihat kalian berdua disini, sepertinya kalian juga memenangkan pertarungan" ucap Su Huangli setelah tiba didepan Xu Xuan dan Xu Huang.

"Sepertinya apa yang saudara Huangli katakan!" Xu Xuan kemudian melihat kesatu arah "Aku bisa merasakan jika aura keberadaan Wu Zhong telah menghilang, saudara Zheng sepertinya sudah memenangkan pertarungan, namun aura saudara Zheng terasa melemah!"

Xu Huang menganggukkan kepalanya "Aku juga merasakan jika aura Wu Ming menghilang, tapi entah kenapa aura Shin malah pergi menjauh entah kemana" Xu Huang menghela nafas "Entah kemana dia pergi di saat situasi perang seperti ini"

Su Huangli kemudian menanggapi "Tapi aku yakin Shin tidak akan meninggalkan peperangan tanpa alsan yang pasti, mungkin ada sesuatu yang mendesak yang harus dia lakukan!"

Mereka semua menganggukkan kepala, setuju dengan pendapat Su Huangli.

"Dengan ini peperangan sudah pasti akan dimenangkan oleh pihak kita, sekarang kita hanya perlu mengurus para kultivator tingkat Martial Monarc kebawah!" ucap Xu Huang sambil menoleh kearah medan perang utama.

Tanpa menunda waktu lama, mereka bertiga langsung melesat kearah Medan perang utama, untuk mengakhiri perorangan ini.

***

Saat ini di medan perang utama masih terjadi pertempuran sengit antara kedua pihak, meskipun memang sudah terlihat jika pihak aliran putih sudah mulai mendominasi perang, namun pihak aliran hitam masih tidak mau mengalah, mereka bertarung dengan bengis dan membunuh dengan kejam.

Yin Litian, Chu Yan, Ling, Xiang Yue dan teman-teman Shin lainnya berjuang dengan keras di medan perang, meskipun mereka sudah mendapatkan banyak luka namun mereka terus bertarung tanpa mengenal rasa sakit.

Sudah banyak anggota aliansi aliran hitam yang mati di tangan mereka, mereka bagaikan serigala dan singa yang sedang memburu mangsa.

Perang terus berlangsung sampai kemudian, tiga aura kuat meledak membuat semua orang tertekan sehingga perang menjadi terhenti.

Teriakan yang tadinya terus terdengar keras, sekarang sudah tidak lagi terdengar, suasana sunyi bagaikan kuburan karena terkejut dengan tiga aura kuat yang tiba-tiba menekan mereka.

Sesaat kemudian, mereka melihat ke arah dimana mereka merasa aura kuat ini, mereka akhirnya bisa melihat ada 4 pria paruh baya yang melayang di langit, seakan keempat pria paruh baya itu adalah dewa.

Keempat pria paruh baya itu adalah para kultivator tingkat Martial Saint dari pihak aliran putih, namun sekarang hanya Bing Zheng saja yang berada di tingkat Martial Monarc, karena kultivasi nya menurun akibat menggunakan satu teknik terlarang sebelumnya.

Setelah beberapa saat, mereka memasukkan kembali aura mereka, sehingga semua orang tidak lagi merasakan tekanan berat.

Meskipun begitu, suasana masih hening.

Wajah pasukan dari aliansi aliran putih menjadi cerah, sementara pasukan aliansi aliran hitam sebaliknya, wajah mereka terlihat buruk.

Melihat keberadaan 4 orang itu membuat mereka menyadari jika para kultivator tingkat Martial Saint di pihak aliran hitam sudah dikalahkan.

Dengan ini sudah tidak ada harapan lagi bagi mereka memenangkan perang ini, kematian adalah hal yang menunggu mereka setelahnya.

Namun mereka masih sulit mempercayai kenyataan ini.

"Kalian dari pihak aliran hitam sudah tidak memiliki harapan untuk menang! Kalian telah berbuat kerusakan di Wilayah Utara ini, membunuh semua penduduk disini dengan kejam, jadi hanya ada satu jalan untuk kalian, yaitu kematian!" ucap Xu Huang.

Bersamaan dengan itu, Xu Huang, Xu Xuan, dan Su Huangli meledakkan aura mereka secara bersamaan.

Namun kali ini lebih kuat dari sebelumnya, dan juga hanya pasukan aliansi aliran hitam saja yang tertekan oleh aura mereka bertiga.

Kultivator tingkat Martial Anchestor sudah tidak bisa bergerak dibawah tekanan aura 3 kultivator tingkat Martial Saint, jangankan bergerak, bernafas saja mereka sedikit kesusahan.

Sementara kultivator tingkat Martial Monarc masih bisa bernafas normal, namun sangat sulit untuk menggerakkan tubuh mereka.

Hanya kultivator tingkat Martial Monarc tahap akhir saja yang masih bisa kebas sari tekanan aura mereka bertiga.

Ada sekitar 7 kultivator tingkat Martial Monarc tahap akhir yang tersisa di pihak aliran hitam, mereka tidak ingin mati disini begitu saja.

Namun mereka tau melawan hanyalah akan sia-sia saja, jadi mereka memutuskan untuk melarikan diri.

Dengan kecepatan tinggi, 7 prang itu langsung melesat pergi dari sana.

Tentu saja mereka bertiga menyadari akan hal itu.

"Jangan harap kalian bisa lari dari sini!" Xu Xuan bergerak cepat, seketika dia sudah berada di depan ketujuh orang itu.

Ketujuh orang itu langsung menghentikan langkah dengan wajah yang semakin buruk.

Namun itu bertahan sesaat sebelum ketujuh orang itu sama-sama memutuskan untuk menyerang Xu Xuan bersama-sama.

Xu Xuan tersenyum tipis "Kalian hanya kultivator tingkat Martial Monarc, bahkan jika kalian berada ditahap akhir, itu akan percuma saja melawan kultivator tingkat Martial Saint!"

Xu Xuan juga ikut melesat menyerang ketujuh orang itu dengan kecepatan yang hampir tidak bisa dilihat.

Hanya membutuhkan beberapa detik, Xu Xuan sudah berhasil membunuh ketujuh orang itu.

Pasukan aliansi aliran hitam menjadi ketakutan melihat tujuh kultivator tingkat Martial Monarc tahap akhir mati seketika ditangan Xu Xuan.

Mereka ingin melarikan diri namun tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.

"Semuanya, bunuh para bajingan itu!" Xu Huang berteriak, memerintahkan pasukannya untuk membunuh semua musuh tanpa ampun.

Setelah mendengar perintah itu, semua pasukan langsung menerjang membunuh semua pasukan aliansi aliran hitam tanpa sisa.

1
anton prasetya
Luar biasa
Khairul Azman Abdul Kahar
kenapa tidak diambil cincinnya
tobias
Luar biasa
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
aku akan 😄😄
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
yg paling lemah
Erwan Triawan
Luar biasa
Erwan Triawan
Lumayan
Raditya Vicky
Luar biasa
Hari Kuswanto
kenapa sering banget salah nama ya?
Hari Kuswanto
typo nya harus dikurangi thor, review dulu sebelum release
Bima Sakti
Luar biasa
Junaidi Abdullah
Lumayan
Junaidi Abdullah
Biasa
Vision Utama
top
Wiji Antono
Luar biasa
Andre Stefan
thanks thor sdh menamat kan cerita ny/Casual//Casual//Casual//Casual//Good//Good//Good//Good/
teguh andriyanto
yah, sok bijak lg..
teguh andriyanto
betina banksad emang ini
Teguh
Mc sok naif
Teguh
Mc tolol goblocq
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!