NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

“Ivana,” Dengan samar-samar Ivana melihat sosok lelaki, pria itu mengulurkan tangannya.

“Ivana, pegang tangan papa.” Sosok itu terlihat remang-remang, ia terus meminta Ivana berpegangan padanya.

“Ivana, Ivana.........”

Ivana pun terbangun dari pingsannya, dengan wajah yang masih syok setelah mimpi itu, ia pun di buat terkejut dengan adanya Jane yang sudah berada di sebelahnya, gadis itu kini tengah mengambilkan minuman untuk Ivana. “Nona, minumlah teh hangat ini, aku membuatkannya khusus untukmu.”

Ivana menggelengkan kepalanya, namun Jane tetap memberikan teh itu. “Terserah kau akan meminumnya atau tidak, aku hanya menjalankan tugasku saja.” Beberapa orang yang berjaga di luar benar-benar mengawasi mereka.

“Ternyata benar apa yang di katakan nyonya Ema, kau itu sangat menyebalkan.” ucap Jane.

Namun Ivana tampak bingung, ia seperti sedang mencoba mengerti sesuatu. Beberapa orang yang berada di depan pintu itu pun seperti merasakan gerak gerik yang aneh dari Ivana.

“Plakkkkkk” Jane menampar Ivana dengan keras, sehingga membuat gadis itu merintih kesakitan.

“Aku menyuruhmu untuk minum, mengapa kau tak mengikuti ucapan ku bodoh.”

“Minum ini sekarang, minum!”

Ivana benar-benar di paksa oleh Jane meminum teh itu, namun ada tak pengawal itu sadari, Jane rupanya berbicara bahaya isyarat pada Ivana.

Ivana pun dengan cepat mengeja apa yang Jane ucapkan. “Menurutlah, aku tidak jahat, aku akan membantumu keluar dari sini.” Setidaknya itulah yang Jane ucapkan.

Ivana pun menuruti Jane, ia meminum teh yang Jane berikan padanya. Setelah itu Jane pun keluar dari kamar Ivana dan kembali menutupnya.

“Apa yang dia maksud, mengapa dia bilang dirinya tak jahat setelah ingin membunuhku?” ucap Ivana dalam hati.

Setelahnya, sebuah mobil tiba di halaman rumah wingston, Ivana yang tampak tertarik pada hal itu pun pergi balkon kamarnya untuk melihat siapa yang ada di bawah sana.

Tubuh Ivana rasanya seperti ingin hancur, saat ia melihat seseorang turun dari mobil sedan hitam, itu adalah Saga. Saga melepaskan kacamatanya, ia kemudian menatap ke arah Ivana yang tengah berdiri terdiam di sana mematung.

Saga tampak tersenyum kepada Ivana, dan Ivana pun tahu akan hal itu, namun sudah tak sama lagi, senyuman itu seperti jurang maut untuk Ivana.

Para pelayan berkumpul, mereka memberikan sapaan kepada Saga, Saga pun masuk ke dalam rumah keluarga wingston. Saga masuk begitu saja, ia pergi ke area belakang rumah di mana tempat itu adalah area taman, dengan danau kecil yang menghiasi rumah itu.

Rupanya Saga datang adalah untuk Emalia, mereka memang sengaja mengatur jadwal untuk bertemu. Emalia kini tengah duduk di bawah pohon rindang yang berada di bawah naungan dedaunan yang berada di samping danau.

“Saga, kemarilah!” ucap Emalia sebaru melambaikan tangannya.

Sudah ada kursi serta meja yang berada di taman itu, Emalia sengaja menyiapkannya untuk bertemu dengan Saga hari ini. Saga pun menghampiri wanita paruh baya itu, ia kemudian duduk berhadapan dengan Emalia.

“Ada apa kamu ingin bertemu denganku Saga, tak biasanya kau seperti ini?” ujar Emalia sebari meminum secangkir teh hangat.

“Tuan Saga, silahkan, ini teh milik Anda.” Seorang pelayan menyajikan teh untuk Saga.

Emalia mengangkat cangkir teh miliknya, ia meniup teh itu dan setelahnya meminumnya dengan perlahan. “Jadi Saga, ada apa kau ingin menemuiku hari ini, kau tahu sendiri kita sudah tak ada ikatan kecuali aku dan ibumu yang masih bersahabat.”

Saga pun mengangguk, “Aku tahu, aku hanya rindu duduk di sini, itu saja.”

Emalia menatap Saga dengan wajah penuh tanda tanya, “Kau bukanlah tipikal orang yang seperti itu Saga, katakan padaku yang sebenarnya. Untuk apa kau datang kemari?,”

Saga kemudian memberikan sebuah amplop surat, Emalia pun membuka surat itu. “Untuk apa kau memberiku saham sebanyak ini? Saga, aku tahu ya aku memang tak sekaya keluargamu, namun jika alasanmu adalah karena Olivia maka aku tak bisa,”

“Bukan Olivia, namun untuk Ivana. Aku akan memberikan 20% saham itu untukmu sebagai mahar nikahku dengan Ivana.” Mendengar hal itu Emalia pun terkejut, ia bahkan sampai berdiri dari kursinya.

“Apa maksudmu Saga, kau pasti sudah gila ya. Mengapa kau malah ingin menikah dengan Ivana sementara kau tahu, penyebab kematian Olivia adalah karena Ivana.”

“Justru itu, aku ingin membalas semua pada Ivana, aku ingin dia hancur.”

Mendengar hal itu Emalia menyiram teh miliknya ke wajah Saga. “Dengar ya Saga, aku tak akan membiarkanmu menikahi Ivana, jika kau memang mencintai Olivia, maka lepaskanlah dia. Dan perlu kau tahu satu hal, orang yang boleh menyiksa Ivana hanyalah aku seorang, ibu kandungnya. Kau tak berhak atas itu.” Emalia yang marah meninggalkan Saga di sana. Pria itu pun juga sama halnya, ia juga marah kepada Emalia namun ia masih dapat tersenyum miring.

“Astaga, wanita satu itu benar-benar menyebalkan.”

Emalia berjalan di lorong rumahnya, Ia di dampingi oleh beberapa pelayan yang ada di sampingnya. Wanita itu berjalan ke arah kamar Ivana, membuka kamar itu. Ivana terlihat tengah duduk di balkon kamar sebari melamun.

“Ivana,”

Mendengar namanya di panggil pun lamunannya langsung buyar, ia kemudian menoleh dan mendapati sang ibu yang sudah ada di belakangnya.

“Mama,”

Emalia dengan cepat mendekati Ivana, melayangkan satu tamparannya kepada wanita itu.

“Plakkkkkkkk” Ivana memegang pipinya dengan tangan. Ivana pun menoleh, ia menatap wajah mamanya dengan sendu.

“Aku salah apa lagi mama? Apa lagi kali ini?”

“KAU BENAR-BENAR KURANG AJAR IVANA, BAHKAN SEKARANG KAU BERTANYA PADAKU DI MANA LETAK KE SALAHANMU. JELAS KAU SALAH BESAR, KAU SALAH.”

“KAU TANYA DI MANA LETAK KESALAHANMU KAN, SEMUANYA SALAH, SEMUA TENTANGMU ITU SALAH. KAU BAHKAN SEKARANG MERAYU SAGA KAN, KAU MAU MEREBUT TUNANGAN KAKAKMU, IYA?”

Ivana menggeleng, “Demi apa pun mama, aku tak ada niatan sedikit pun, untuk merebut kak Saga dari kak Oliv. Aku mohon padamu, percayalah padaku.”

“Bagaimana aku bisa percaya padamu setelah kau mengambil jantung kakakmu hah?”

“Bagaimana aku akan percaya?”

“Plakkkkkk” tamparan itu kembali mendarat di pipi Ivana. Ibunya terus melayangkan tamparan hingga pukulan, terus seperti itu dan Ivana benar-benar tak mampu melawan atau menyangkal. Ia bisa membela diri, namun ia sadar akan posisinya, ia bahkan berpikiran bahwa dia benar-benar sangat pantas menerima itu semua.

Saga rupanya sudah keluar, ia menatap mereka dari halaman depan, tampak kedua orang itu yang masih tengah bercekcok tak ada ujungnya. Saga menyeringai, ia menatap senang ketika melihat Ivana terluka. “Rasakan itu wanita gila, tenang saja, sebentar lagi aku akan menyelamatkanmu dan pergi dari sini. Namun itu semua tak gratis, karena kau akan segera menjadi budakku yang sangat baik, dan aku tak sabar akan hal itu, menantikanmu menangis dan memohon di hadapanku.”

Sopir membukakan pintu mobil untuk Saga, pria itu pun masuk. Setelahnya sopir itu pun pergi, membawa mobil itu menjauh dari kediaman Wingston. Saat Saga pergi, rupanya Aretha juga datang ke sana, “Loh, Saga, mau apa dia kemari?,”

“Ma, tolong maafkan aku. Apa lagi yang harus aku lakukan agar kau mau menerimaku kembali?”

Emalia mengacak-acak rambutnya, Ia kemudian benar-benar memeluk Ivana setelah memukulnya belasan kali hingga ia tak lagi mampu untuk berdiri.

“Aku minta maaf soal semuanya, aku tahu letak kesalahanku, kau boleh mengambil jantung ini dari tubuhku. Aku sudah siap jika harus mati sekarang mama, aku benar-benar sudah siap.”

Mendengar hal itu Emalia menangis, “Mengapa ini semua harus terjadi, mengapa takdirmu benar-benar sangat buruk Ivana. Mengapa, kau membunuh suamiku, kau membunuh putriku, jika kau pergi maka aku akan sendirian.”

Ivana pelan-pelan membalas pelukan ibunya, ia memeluknya dengan lembut meski telah di perlakukan buruk. Seolah itu benar-benar membuat Emalia kembali sadar, ia menangkup wajah Ivana yang penuh luka lebam.

“Ivana, kau baik-baik saja. Apakah pukulanku sangat keras, kau kesakitan?”

“Jangan mati Ivana, jangan tinggalkan mama sendiri, jangan pergi! Tetaplah di sini, kau harus tetap di sini agar aku tak sendiri. Itu semua benar, aku tak sendiri, aku masih punya dirimu.”

Ivana benar-benar tersenyum mendengar itu, namun ia juga sedih melihat sang ibu yang tampak seperti orang yang benar-benar kehilangan arah akan dirinya.

“Ivana, hadirmu benar-benar melukai orang lain, kau hanyalah pecundang, dan kau. Tidaklah berharga, Ivana” ucap Ivana dalam hati.

Aretha turun dari mobil, dirinya pun memasuki kediaman wingston, seorang kepala pelayan yang bernama Presley datang untuk menyapanya.

“Selamat siang nyonya Aretha, apakah Anda mencari nyonya wingston?”

Aretha pun mengangguk, “Ya Presley, aku mencari majikanmu, apakah dia ada sekarang?”

Presley tampak seperti orang kebingungan, “Ada apa Presley, kau tampak seperti bingung, ada apa?” Presley pun menggelengkan kepalanya.

“Ah, tidak ada apa-apa nyonya Aretha, saya hanya sedang lelah saja.”

“Bagaimana ini, nyonya Aretha sangat sayang pada Ivana, jika aku katakan. Bahwa saat ini nona muda sedang di siksa, dia pasti akan datang membantu, dan hal itu pun pasti membuatku di marahi nyonya besar,” ujar Presley dalam hati.

“Begini nyonya Aretha saat ini nyonya Wingston tak ada di rumah, dia sedang di kantor dan belum pulang sampai saat sekarang.”

“O benarkah, huh sayang sekali. Padahal dia sudah janji akan bertemu denganku hari ini.”

“Pyarrrrrrrr” suara itu lumayan keras, terdengar hingga ruangan depan.

“Suara apa itu?” Aretha yang penasaran dengan asal suara itu pun memilih menghampirinya.

1
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!