Dokter Kirana Larasati, karena masa lalu nya yang penuh lika liku, kepergian satu persatu orang yang di sayang nya membuat Kirana Larasati berjuang mewujudkan keinginan mereka yang Ia cintai. Janji nya pada seseorang di masa lalu nya membuat Kirana menutup pintu hati nya untuk semua Pria, bahkan dengan sahabat nya sendiri.
Yuk mampir ke karya Nayla yang kedua, semoga terhibur. Maaf kalau banyak typo typo yang kurang mengenakkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💘 Nayla Ais 💘, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaktus berduri, Di malam Ini
👄👄👄
Kirana bekerja seperti biasa, senyum selalu menghiasi bibir nya saat diri nya berinteraksi dengan semua pasien nya.
" Bu Dokter nampak bersinar, pengantin baru ya " Tanya seorang pasien wanita.
Kirana tersenyum menanggapi wanita itu.
" Ibu bisa saja "
Tok~ tok ~ tok ! Pintu ruangan Kirana di ketuk dari luar.
" Siapa ? " Seru Kirana.
" Pengantar paket " Jawab nya.
Kirana bergegas keluar melihat siapa yang ada disana, Ia bingung melihat seorang wanita berpakaian seragam Restoran ada di depan pintu.
" Benarkah ini, Emm.... Dokter Kirana " Tanya wanita itu seraya membaca nama yang tertera di paket yang Ia bawa.
" Benar, tapi apa itu. Saya tidak pernah memesan apa pun dari luar " Jawab Kirana.
" Tadi ada.....
Kring......... Ponsel milik Kirana berdering.
" Kak Adrian "
" Maaf tunggu sebentar ya " Kirana menerima sambungan telpon dari suaminya.
" Hallo sayang......! Suara Adrian di balik telpon.
" Assalamu'alaikum "
" Waalaikum salam sayang....! " Jawab Adrian cengengesan.
" Ada apa Kak ? " Tanya Kirana
" Apa ada seseorang mengantarkan paket di sana " Tanya Adrian.
" Oh dari Kak Adrian rupanya " Batin Kirana
" Iya ada Kak, makasih ya "
" Eh tunggu dulu, jangan lupa nanti malam ya sayangku " Goda Adrian.
" Dasar mesum " Kirana senyum senyum sambil geleng kepala.
" Dokter bagaimana ini, saya letakkan dimana " Tanya nya.
" Eh..... letakkan disitu saja, oh iya ini ongkos nya " Ucap Kirana mengeluarkan uang ratusan dari dalam tas milik nya.
" Sudah Bu, semua sudah di lunasi Bapak itu " Tolak nya
" Oh baiklah, Terima kasih ya "
" Sama-sama Bu, kalau begitu saya pamit ya Bu, Assalamu'alaikum "
Kirana tersenyum dan kemudian berbalik ketika tamu nya pergi. Ia membuka paket yang di berikan suami nya untuk nya.
Seporsi makan siang untuk nya.
" Kak Adrian ada ada saja, aku kan bisa beli sendiri di kantin rumah sakit, kenapa harus repot- repot seperti ini " Gumam Kirana.
Ia menikmati makan siang nya hingga makanan itu tersisa lagi.
*
*
*
Kirana merapikan semua barang milik nya dan bersiap untuk pulang. Ia segera keluar setelah mendengar klakson mobil.
" Kak Adrian, kenapa dia harus menjemput lagi bukan nya dia juga punya kerjaan "
" Ayo sayang...... kenapa berdiri saja "
Kirana mengulurkan tangan nya bermaksud mencium punggung tangan suami nya seperti yang di katakan suami nya.
Adrian tersenyum dan membalas uluran tangan Kirana.
" Yuk kita pulang sekarang " Ajak Adrian.
Kirana memasuki mobil Adrian dan mobil melesat perlahan di jalan raya.
Arif menghentikan langkah nya, baru saja Ia berniat menawarkan diri mengantar Kirana pulang namun ternyata suami nya lebih dulu Menjemput nya.
Mereka tiba di rumah hampir menjelang magrib, karena Adrian mengajak Kirana ke pusat perbelanjaan membeli sesuatu.
" Mandi dulu habis itu kita sholat berjamaah bersama " Ucap Adrian kali ini dengan wajah serius.
Mereka membersihkan diri secara bergantian, tidak lama terdengar adzan magrib berkumandang.
Mereka pun menunaikan kewajiban nya kepada Sang pencipta alam semesta, dan ini untuk yang pertama kali Adrian menjadi Imam bagi Istri nya.
Terdengar lantunan ayat ayat suci yang keluar dari bibir Adrian meneduhkan hati Kirana, tanpa di sadari nya hati nya sudah terpaut pada suami nya.
Setelah mengucap salam Kirana mencium punggung tangan Adrian, tanpa dia duga Kirana Adrian malah mencium puncak kepala nya dan itu meninggalkan sesuatu yang indah di hati nya.
Mereka kembali membaca beberapa ayat- ayat yang paling afdol, krena kebetulan malam jum'at malam seribu berkah.
Di lanjutkan sholat Isya mereka menjalankan nya bersama hingga usai, Kirana melakukan hal yang sama yaitu mencium punggung tangan Adrian.
Kali ini Adrian dengan pelan melepas mukena yang melekat di tubuh Kirana. Kirana hanya diam saja dan mengikuti pergerakan Adrian tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Adrian kembali memberikan ciuman yang sama pada Istri nya.
" Kenapa hati ini rasa tenang melihat nya, apa dia memang jodoh untuk hamba ya Allah. Ya Allah kalau mang dia ini jodoh yang Engkau sediakan untuk hamba makasih mudahkan lah. Buatlah dia menerima hamba " Batin Adrian.
Ia menggenggam kedua tangan Kirana dan mengarahkan nya untuk duduk di pinggir ranjang.
" Sayang, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu " Tanya Adrian
Kirana tidak menjawab, hanya anggukan kepala pelan yang pertanda Ia mengijinkan.
" Apa kamu menyesal menikah denganku, atau kamu punya orang lain yang.......
" Tidak Kak, aku tidak punya siapa- siapa yang berati dalam hidupku. Aku juga tidak menyesal menerima Kakak sebagai suami walau pernikahan ini hanyalah perjodohan, tapi InsyaAllah aku ikhlas menerima nya " Jawab Kirana
" Alhamdulillah kalau begitu "
Adrian tersenyum mendengar jawaban Kirana meskipun hati nya masih ada yang mengganjal.
" Sayang, apa kamu siap malam ini menjadi milikku seutuh nya, aku ingin malam ini kita saling melengkapi satu sama lain dan itu hanya akan terjadi kalau kamu mengijinkan nya "
Kirana menatap wajah Adrian, dengan dada berdebar Ia menganggukkan kepala nya pelan sebagai persetujuan akan apa yang di inginkan suami nya.
Adrian memandang bi*ir merah yang pernah Ia rasakan manis nya beberapa hari yang lalu. Rasa manis nya bahkan seakan masih terasa sampai saat ini.
Ia mulai menyentuh wajah Kirana pelan dan perlahan Ia kembali menikmati rasa manis yang pernah di kecap beberapa waktu sebelum nya.
Tangan nya tidak tinggal diam, tanpa melepas ke*upan nya perlahan satu persatu yang melekat di tubuh mereka lepas berserakan di lantai kamar itu.
Kirana malu- malu namun Adrian, kembali memberikan sentuhan demi sentuhan di bagian yang lain.
" Mmpt....... Ohhh " Desahan yang lolos keluar di bi*ir Kirana ketika merasakan tangan suami nya menyentuh padang pasir milik nya.
Adrian menatap mata sayu Istrinya meminta persetujuan dengan menyentuh padang pasir milik Istri nya. Kirana mengerti, Ia memejamkan mata dan mengangguk perlahan pertanda Ia sudah siap melayani serta memberikan hak suaminya yang seharus nya sudah Ia dapatkan beberapa hari yang lalu.
Setelah mendapat persetujuan Adrian mulai merebahkan tubuh Istrinya itu di atas tempat tidur mereka, Ia jongkok tepat di bawah tubuh Istrinya.
" MasyaAllah indah nya " Batin nya ketika mata nya melihat padang pasir gersang yang sebentar lagi akan menjadi tempat nya menanam kaktus milik nya.
Kirana merasakan tubuhnya seakan melayang ke udara, ketika sesuatu yang dingin menyentuh padang pasir milik nya.
Sentuhan demi sentuhan lembut di berikan Adrian di beberapa tempat yang sensitif, bahkan Ia sudah meninggalkan cap tanda kepemilikan nya disana.
" Aku datang sayang, kamu siap ? "Tanya Adrian dengan suara serak nya menahan hasrat nya yang sudah menggebu.
" InsyaAllah Kak" Jawab Kirana pelan seraya menggigit bibir bawah nya.
Jujur Ia masih takut, namun hati kecil nya juga menginginkan nya.
" Kita akan melakukan nya pelan- pelan bersama. Maafkan aku, ini akan terasa sakit sayang, tapi hanya sebentar saja. Kalau kamu tidak kuat kita bisa lakukan lain waktu lagi "
Entah mengapa walaupun ingin nya Ia memiliki Istri nya tapi hati nya tidak ingin menyakiti nya.
Adrian membuka sedikit selangk*ngan Kirana, agar memudahkan nya untuk masuk. Ia memasukkan nya dan mulai mendorong nya perlahan.
" Akhhhh...... " Desah Kirana.
Adrian mel*mat bi*ir Kirana agar Ia merasa tenang, berulang kali Ia mendorong pelan milik nya namun belum berhasil masuk sepenuh nya. Ia melihat air mata jatuh membasahi pipi Istri nya yang terpejam merasakan sakit karena benda tum*ul yang di paksakan menembus padang pasir milik nya.
" Sayang... pasti sakit. Ya sudah, kita lakukan lain kali saja " Ucap Adrian mengusap air mata yang mulai jatuh di sudut mata Istri nya.
" Tidak Kak, maafkan aku. Aku janji akan mencobanya, ayo miliki aku sepenuh nya " Ucap Kirana menatap mata suami nya.
Adrian kembali mengarahkan milik nya mencari lu*ang untuk menanam kaktus milik nya, Ia juga memberikan sentuhan demi sentuhan agar Kirana menerima milik nya.
Berulang kali Ia mendorong milik nya namun tidak kunjung berhasil karena Ia takut menyakiti Istri nya kalau Ia memaksakan masuk.
" Lakukan lah sayang, aku milik mu sepenuh nya " Bisik Kirana tepat di telinga suami nya.
Adrian menggesek gesek kan sebelum akhir nya Ia memasuk nya perlahan, beberapa kali Ia mendorong milik nya namun tidak berhasil juga. Akhir nya Adrian mendorong dengan paksa milik nya.
Sakit, itulah yang di rasakan Kirana, Ia menjerit setelah Kaktus milik suami nya menancap sempurna, namun Adrian dengan cepat membungkam bi*bir Istri nya itu dan membiarkan milik nya tetap tertancap disana hingga Kirana merasa terbiasa dengan milik nya.
Setelah dirasa tenang Adrian mulai memompa kembali naik turun secara berirama, rasa sakit yang Kirana rasakan perlahan mulai hilang dan berganti dengan rasa nik*mat karena sentuhan lembut yang suami nya berikan.
Ia mulai mengimbangi permainan suami nya, desahan demi desahan yang lolos di bi*ir mereka berdua menambah panas nya permainan panjang mereka.
Lama mereka bertarung melalui permainan pa*as mereka hingga akhir nya Adrian merasa ada sesuatu yang ingin meledak dari bawah tubuh nya. Bersamaan itu Adrian semakin mempercepat tempo permainan nya.
Hingga era***n panjang Adrian menandakan permainan panjang dan pan*as mereka telah mencapai puncak nya.
Adrian terkulai lemas jatuh di atas tu**h sang Istri, wanita yang tanpa sadar sudah merebut hati Adrian.
🙏🙏🙏
Maaf, Author masih lempem. Kalau mau yang lebih, silahkan berimajinasi sama ehmmm masing- masing ya 🙏🙏🙏