NovelToon NovelToon
Lusy Ratu Peri Terkuat

Lusy Ratu Peri Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pembaca Pikiran / Fantasi Isekai / Peramal / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:766
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Papendang

Lusy peri muda yang tidak memiliki sihir seperti peri lainnya. Dia berkeinginan menjadi ratu peri yang melampaui ratu peri generasi sebelumnya.

Lusy di remehkan oleh kaumnya sendiri. Namun, suatu ketika dia menemukan sebuah teknik terlarang dan sebuah pedang leluhur peri yang membuatnya bisa membangkitkan kekuatan sejatinya.

Lusy bangkit menjadi peri terkuat tanpa sihir, tapi banyak orang yang masih tidak menerima sebuah kenyataan kalau Lusy adalah peri terkuat di alam Peri.

Akankah Lusy berhasil menjadi Ratu Peri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TERPOJOK 1

Para Monster terus bermunculan, jumlah mereka terus bertambah, sehingga semua siswa begidik ngeri, jangankan siswa para guru yang belum pernah bertarung dengan Monster sebelumnya juga sedikit merasakan ketakutan.

Hanya Komandan dan pasukannya yang seolah siap melawan mereka semua, walau mereka juga sebenarnya sangat takut. Namun, karena mereka menyandang pasukan Kekaisaran jadi tidak ada di antara mereka yang lari sama sekali.

Lusy mengeluarkan Gear dan pedang legendaris nya, dia sudah tidak peduli jika ada yang melihat pedangnya tersebut, bagi Lusy menyelamatkan mereka yang nantinya akan jadi pengikutnya lebih penting.

"Fire! Keluarkan semua artefak pertahanan!" Serua Lusy dari atas langit.

"Baik Tuan!" fire mengeluarkan Artefak pertahanan untuk sedikit menahan serangan Monster dari satu arah.

Komandan pasukan Peri kini yakin kalau Lusy sudah pernah mengalami pertempuran seperti ini, makanya dia masih tenang dan bisa mengatur strategi.

"Semuanya! Ikuti semua perkataan tuan Lusy! Jangan ada yang membangkang!" Komandan pasukan berteriak kencang.

Para pasukan dan Guru yang ada di sana mengangguk mengerti, mereka pikir memang seharusnya mengikuti instruksi Lusy.

Groaar...

Groaar...

Monster-monster kerangka mulai menyerang, Skeleton juga menyerang bersamaan, para guru menggunakan sihir masing-masing untuk menahan mereka semua mendekat.

Boommm

Boommm

fire mengeluarkan serangan sihir Api peledak yang cukup besar, sehingga para Monster kerangka yang terkena serangan tersebut luluh lantak di tempatnya.

"Apa yang kalian tunggu?! Apa kalian cuma mau menonton saja?!" bentak fire pada para guru yang belum melakukan serangan.

Seketika para guru terkesiap, mereka langsung tersadar dari lamunan mereka masing-masing dan mulai menyerang.

Komandan pasukan berteriak "Serang!" Pasukan mulai menyerang, mereka fokus pada arah Utara, sementara arah timur para Guru yang menahan para Monster.

Di arah selatan Artefak pertahan Fire yang cukup besar menahan serangan Monster, karena mereka tidak memiliki akal jadi mencoba menghancurkan Artefak tersebut.

Sementara dari arah Barat Lusy melawan para Monster sendirian, dengan pedang peri dan Gear-nya, dia menyerang mereka semua.

Para Siswa yang melihat itu tertegun, karena mereka tidak pernah menyangka kalau Lusy sangatlah kuat.

"Kita bantu Lusy!" seru seseorang dari kerumunan para Siswa yang ternyata adalah resa.

"Tapi Nona resa...."

"Tapi apa? Apa kalian mau mati di sini tanpa melakukan apapun!? Setidaknya kita harus berjuang bersama!" resa mengeluarkan sayapnya, dia terbang ke tempat Lusy.

Ledakan sihir besar terjadi di depan Lusy menghancurkan para Monster, sehingga Lusy menoleh ke belakang, dia tersenyum saat melihat resa yang sedang melakukan serangan sihir jarak jauh.

Resa yang melihat Lusy menoleh ke arahnya, dia mengangguk pada Lusy untuk terus maju, karena dia akan membantu dari belakang. Lusy mengangguk mengerti, dia kembali menyerang para monster.

"Persetan dia musuhku atau bukan! Sekarang kita harus membantunya!" Moris mengeluarkan sayapnya, dia ikut bertarung di garis depan bersama Lusy, karena dia memang pengguna pedang.

"Jangan ambil panggung sendirian Bedebah!" ucap Moris ketika sudah berada di dekat Lusy, sambil menebas seekor Monster kerangka.

Mental Moris meningkat tajam, karena perasaan tidak mau kalah dengan Lusy sangat besar, dia seolah tidak takut sama sekali melawan para Monster tersebut.

Lusy tersenyum, dia malah senang dengan Moris, karena mau bertarung bersamanya, dia tidak pernah menganggap Moris sebagai saingannya sama sekali, bagi Lusy kalau mereka mau bertarung bersama, mereka adalah partner dalam pertempuran.

Para Siswa lain mau tidak mau ikut bergabung dalam pertempuran, mereka saling bahu membahu ikut bertarung.

Boommm

Suara ledakan sihir terus terjadi, para Monster sebenarnya tidak kuat, hanya saja mereka seolah tidak ada habisnya dan terus bermunculan.

Krakhh....

Prang....

Artefak pertahanan yang di keluarkan fire hancur, sontak saja Monster tersebut langsung menyerang para Siswa.

Tolong....

Toloooongg....

Siswa yang mendapat serangan dari Monster yang terlepas dari Artefak pertahanan mereka langsung menyerang dengan serentak.

Awalnya formasi perang yang di buat Lusy baik-baik saja, tapi setelah Monster menyerang semuanya jadi kacau.

Lusy yang ada di garis depan, dia berbalik ke belakang untuk menyelamatkan mereka yang ada di garis belakang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!