"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar
kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta
tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya
bagaimana kelanjutan ceritanya???
mari kita simak........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 (supermarket)
Selama perjalanan, tak ada pembicaraan yang keluar dari mulut kedua nya, Viona sendiri merasa canggung karena ini merupakan pertama kali nya ia satu mobil dengan Baskara
hingga tak terasa mereka akhirnya sampai di depan supermarket yang terlihat sangat besar dan mewah
"ayok turun" ajak laki-laki itu tanpa menoleh pada gadis di samping nya
Viona menghela nafas pelan, baru kali ini Baskara bersikap sangat cuek terhadap diri nya, meskipun laki-laki itu memang memiliki sikap yang mudah berubah, tetapi gadis itu merasa ada sesuatu yang aneh di dalam diri nya
"ayok turun! ngapain pake acara bengong segala sih!" ucap Baskara dengan wajah merah padam
"iya, ini juga mau turun, gak sabaran banget jadi orang!" jawab Viona yang ikut merasa kesal
Baskara sendiri nampak kaget dengan jawaban gadis itu, biasa nya semarah apapun diri nya, Viona akan selalu menjawab nya dengan nada rendah, tetapi mengapa malam ini berbeda?
"nih, bawa catetan nya" Laki-laki itu memberikan catatan kecil yang langsung diterima baik oleh Viona
Kedua nya melangkah bersamaan memasuki supermarket dengan wajah bertolak belakangan, Viona yang melihat Baskara memasang seperti itu hanya bisa menghela nafas
"mulai dari mana dulu ini?" tanya Viona
"ambil troli dulu sana" titah Baskara sembari menunjuk troli yang berada di dekat kasir
"siap bos!" hormat gadis itu sembari melangkah pergi
Bibir Baskara kini mulai terangkat sedikit mendengar jawaban Viona, laki-laki itu mulai memperhatikan nya dari jarak jauh, ia ingin tertawa kala melihat gadis itu kesusahan mendorong troli yang ukuran nya sedikit lebih besar di banding tubuh Viona
"sini, bantuin! ini berat banget!" seru Viona dengan wajah yang sudah memerah
Baskara yang merasa kasihan pun segera mendekat, ia mengambil alih troli itu sembari menggandeng tangan Viona dengan erat
"duh, kenapa pake acara di gandeng segala sih, ini jantung aku jadi dag dig dug terus" batin Viona
"kita ke tempat buah-buahan dulu, elo yang bacain, gue yang ambil buah nya" titah Baskara yang langsung di angguki oleh Viona
"ini yang paling atas semangka"
Baskara dengan sigap mencari buah semangka yang masih fresh dan juga segar, tetapi dari semua semangka yang ada, ia tak mendapatkan apa yang laki-laki itu inginkan, meskipun di dalam supermarket, semangka-semangka itu terlihat keriput yang membuat nya enggan untuk mengambil nya
"kenapa gak di ambil?" tanya Viona yang melihat Baskara mengembalikan semangka nya lagi
"udah fresh, kalo di buka rasa nya pasti hambar" jawab nya seraya memilih milih buah lain nya
"yang semangka di coret aja, besok kita beli di toko buah, lanjut buah yang kedua"
Viona membacakan kembali catatan yang ia pegang, dan dengan gesit Baskara memasukan satu persatu buah itu ke dalam troli
Setelah semua buah-buahan telah selesai, kini mereka menuju rak makanan yang membuat mata Viona berbinar-binar
"makanan nya enak-enak semua, wajar aja harga mahal-mahal"
gadis itu melihat stempel yang terpasang di dalam rak, hati Viona sangat ingin membeli beberap cemilan yang selama ini ia inginkan, tetapi setelah melihat harga nya, gadis itu hanya bisa meneguk air ludah nya dengan kasar
"astaga! masa roti kayak gitu aja harga nya hampir dua ratus! mending juga duit nya buat beli bakso, udah dapet 5 mangkok lebih" batin Viona sembari geleng-geleng kepala
"elo mau itu?" tanya Baskara yang membuat gadis itu langsung menoleh ke arah nya
"enggak kok, cuma kaget aja liat harga roti nya" elak Viona dengn cepat
laki-laki itu mengambil roti dan beberapa cemilan dan memasukan nya ke dalam troli, Viona yang melihat nya hanya bisa menahan nafas
"i-tu mau di beli semua?" tanya nya
"iya lah, mau gue beli, emang nya kenapa?" ucap Baskara balik bertanya
Viona hanya bisa menggelangkan kepala nya dengan bibir yang terus saja menggerutu
"enak banget kalo jadi orang kaya, kalo mau beli gak usah liat harga, beda banget kalo sama orang miskin, pasti banyak banget pertimbangan nya" Gumam Viona yang masih bisa di dengar oleh Baskara
"sekarang elo mau yang mana? tinggal pilih, terus masukin ke troli, ntar gue yang bayar" titah laki-laki itu yang membuat nya terdiam cukup lama
"b-eneran ini?" tanya nya untuk memastikan
"ya beneran lah, cepetan sebelum gue berubah pikiran!"
Dengan cepat Viona mengambil roti dan cemilan keripik yang sudah ia incar sejak tadi, Baskara yang melihat nya pun tersenyum tipis, baru kali ini ia melihat Viona sebahagia itu hanya karena makanan
"udah? kok cuma dua?" tanya nya yang melihat gadis itu hanya mengambil roti dan juga keripik
"iya dua aja, ini juga harga nya udah mahal banget" jawab Viona sembari melirik ke arah stempel
"ya kan gue yang bayar, ambil aja apapun yang elo mau"
mendengar hal itu, Viona dengan cepat menggeleng, ia sangat paham bagaimana susah nya mencari uang, maka dari itu ia tidak ingin uang Baskara menipis karena mentraktir diri nya
"gak ah, ini aja udah cukup, ayok sekarang cari sayuran, masih banyak yang harus kita beli"
Dengan langkah riang nya, ia mulai berjalan menyusuri setiap rak yang ada di dalam supermarket itu, ketika ingin mengambil gandum dan juga telur, tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang menepuk nya dengan keras
"loh? elo belanja di sini juga?" tanya Radit tak percaya dengan apa yang ia lihat
"emang nya elo bisa bayar apa? mana belanjaan elo banyak banget lagi" timpal Cakra
kedua laki-laki itu tidak tahu jika selama ini Viona menjadi pembantu di rumah teman nya, tapi itu semua bukan lah kemauan Baskara, melainkan keinginan Viona itu sendiri
"y-aa bisa lah, emang nya yang boleh belanja di sini cuma kalian?" tantang Viona sembari mata nya menyapu setiap lorong, untuk mencari di mana keberadaan Laki-laki yang bersama nya tadi
"yakin bisa bayar? coba sekarang bayar semua belanjaan lo itu" titah Radit seraya menunjuk pada troli yang ada di samping gadis itu
Wajah Viona benar-benar terlihat sangat panik dan juga cemas, sebab sekarang ini diri nya sama sekali tak memegang uang, dompet nya saja masih tergeletak di atas kasur, sebelum berangkat Baskara memang melarang nya membawa uang, karena mereka hanya ingin belanja bulanan untuk mengisi kulkas yang sudah mulai kosong
"aku belom selesai belanja" ucap Viona yang membuat kedua laki-laki itu tersenyum misterius
"ya udah, kita tungguin sampai elo selesai, udah sana cari barang-barang yang mau elo beli" usir Cakra dengan senyum mengejek