NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam Mr. Arrogant

Cinta Satu Malam Mr. Arrogant

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Viviane

Pertemuan tak sengaja Justin si tuan muda arogan dengan seorang perempuan malam bernama Erika. Keduanya berakhir dengan bermalam bersama. Dari perbuatan mereka itulah Erika hamil dan Justin harus bertanggung jawab.

"Gue jijik dengan perempuan malam seperti Lo," ungkapnya.

Si tuan muda arogan itu tidak menerima kenyataan bahwa anak yang dikandung Erika adalah anaknya. Menolak habis-habisan Erika dari kehidupannya. Memperlakukan Erika bak sampah yang menjijikkan. Siksaan dan hinaan dia berikan kepada Erika.

Apakah pria arogan itu akan terus mengelak anak yang dikandung Erika adalah anaknya? Bagaimana kelanjutan kehidupan Erika si perempuan malam itu? Simak terus cerita Cinta Satu Malam Mr. Aroggant

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rekaman CCTV

Keesokan harinya saat sarapan.

Belajar dari pengalaman bahwa Justin kurang menyukai makanan Indonesia. Pria itu lebih suka makanan barat. Sehingga pagi ini Erika membuat sarapan roti panggang dan telur.

"Semoga Tuan menyukainya," gumam Erika yang sibuk menata makanan dimeja makan.

Terdengar langkah kaki menuruni anak tangga, ternyata sang tuan muda sudah keluar dari kamarnya. Duduk dimeja makan, menelisik satu persatu makanan yang tersedia. Dia pun langsung mendudukkan tubuhnya. Mengambil makanan yang sudah disiapkan Erika.

"Syukurlah," batin Erika lega saat satu suapan roti panggang masuk kedalam mulut Justin. Tanpa protes langsung dikunyah dan ditelannya.

Dilihatnya sang tuan muda menikmati sarapannya dengan tenang. Sedangkan dia hanya berdiri disampingnya. Selama tidak ada Oma Yen begitulah nasib Erika saat dimeja makan. Harus berdiri bak pelayan yang menunggui majikannya menghabiskan makanan. Bersiap menerima perintah dari sang majikan.

"Pipi Lo kenapa?" tanya Justin tanpa menoleh setelah meneguk segelas susu.

Pertanyaan itu berhasil membuat Erika gelagapan. Mengalihkan pandangannya kesembarang arah. Pikirannya mencari alasan untuk menjawabnya. Sangat lama dia berpikir dan mencari jawaban.

"Lo dengar pertanyaan gue kan?" bentak Justin yang sudah menggunakan nada tinggi andalannya.

"Ehm ... i-itu Tuan," jawabnya terbata.

Setelah mengatakan itu, kata-katanya kembali terjeda. Jika dia mengatakan yang sebenarnya habis sudah riwayatnya. Namun, kalau harus berbohong. Dengan alasan apa? Sungguh pilihan yang susah.

"Itu apa? Hah?" ucap Justin.

"Lo tuli? Hah?" sambungnya.

Pria itu tidak akan berhenti bertanya jika belum menemukan jawabannya. Jadi Erika harus berkata apa?

"I-ini gara-gara saya kepeleset di taman bunga kemarin Tuan," jawab Erika bohong.

"Hah?" Justin tidak percaya.

"Gue bukan orang b0doh yang bisa Lo bohongi!" lanjutnya dengan sengaja mengenakan gelas bekas susunya kemeja makan.

Pria itu bergegas berdiri dan berjalan cepat keluar dari rumah. Erika pun segera membuntutinya sampai di depan pintu utama. Baru kali ini pria itu tidak mengintimidasi dia atas jawabannya yang benar-benar terlihat bohong.

"Lo bisa bohongin gue pagi ini. Tapi gue akan cari jawabannya sendiri!" ucap Justin penuh penekanan.

"Lo lupa berurusan dengan siapa?" lanjutnya dengan tatapan mata tajamnya.

Sebuah mobil yang membawa suaminya itu berlalu pergi. Kini tinggallah Erika sendiri di halaman depan rumah itu. Badannya tiba-tiba gemetar hebat. Kata-kata Justin barusan terngiang-ngiang dipikirannya.

"Oh iya ada CCTV!" gumam Erika seraya menepuk jidatnya.

Otomatis semua kejadian itu terekam dari CCTV yang dipasang di halaman depan. Erika hampir melupakan itu semua. Dan kini perasaan takut semakin menghantuinya.

*

*

Sementara didalam perjalanan menuju kantor. Justin memerintahkan Gery yang saat itu juga duduk disamping supir untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Erika. Pria yang berstatus sebagai asisten pribadinya itu menganggukkan kepalanya patuh. Dia pun segera mengutak-atik Ipad-nya.

"Dari rekaman CCTV bagian depan rumah. Ada seorang pria yang menghampiri Nona Erika ketika anda mengantar Oma Yen ke bandara Tuan," ucap Gery melaporkan.

"Ini videonya, Tuan," lanjutnya seraya memberikan Ipad-nya kepada Justin.

Si tuan muda itu mengamati siapa pria yang menghampiri istrinya. Berkali-kali dia putar adegan saat pria itu menampar Erika. Dan satu nama muncul dalam pikirannya Justin.

"Selidiki alasan pria itu menampar Erika!" titah Justin yang langsung diangguki oleh Gery.

##

Enak ya jadi tuan muda cari apa-apa cepat. Nggak nyangka kan bisa secepat ini menemukan pelakunya. Lalu bagaimana reaksi Justin selanjutnya jika tahu misi dari Jack. Perang nih!

Sebelum lanjut ke bab berikutnya minta klik love (favorit-kan), like dan komentar-nya ya kakak. Sehat dan sukses selalu. Terima kasih 😇

1
Nindy rachmawati
suka ceritanya
Butet Bandar baru
Biasa
lovely
e.mang murah ko Etika ngerayu laki² di saat ga sadar guru rasa klo jadi justine pasti akan marah² apalagi Etika bukan cewek baik² pstilah jijik tukang cukup sana sini🥵
Wirda Wati
Oma yen
Wirda Wati
Gerry the best...
Tinggalkan aja Justin
biar tau rasa.
Wirda Wati
Dasar Justin lebay....
Wirda Wati
tinggalkan aja justinnya Erika.
penyesalan memang terlambat.
terlalu arogan.
Wirda Wati
keguguran
Wirda Wati
lanjut
Wirda Wati
tapi...jastin ngga suka sama Erika.
biarkan aja Erika diculik...
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
lanjjut
Wirda Wati
simalamaka buat Erika.
Bagusnya tinggalkan rumah itu
jadi perempuan yg baik.
Wirda Wati
kurang suka Erika ..licik...
cocok sama jastin...
Wirda Wati
lanjuut...
Wirda Wati
Bagusnya tinggalkan jastin...
Erika yg bodoh...
Wirda Wati
Berlebihan jastin...
Wirda Wati
pintar juga jastin
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣
Wirda Wati
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!