HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
''Selamat datang Tuan Muda'' sapa petugas keamanan perusahaan dengan sopan, saat melihat kedatangan putra bungsu atasan mereka.
Kenzo membalas sapaan itu dengan anggukan kepala dan di sertai senyuman tipis di sudut bibirnya, setelah itu berlalu masuk ke dalam lobi perusahaan.
''Kak, kamu sebenarnya ngapain bawa aku ke perusahaan milik Ayah Kaka Ken?'' tanya Clara.
''Aku mau nge,,,'' Kenzo belum sempat melanjutkan perkataannya, tiba tiba Luna muncul di depannya dan menyapanya.
''Kenz, tumben kamu datang ke perusahaan Ayah kamu?'' tanya Luna sembari menyentuh ujung lengan baju Kenzo.
Melihat kemunculan Luna di depannya seketika wajah Clara berubah masam, entah kenapa Clara memiliki perasaan tidak suka saat melihat Luna.
''Aku ada perlu sama Ayah'' jawab Kenzo sedikit mundur, hingga sentuhan Luna di lengan bajunya terlepas.
''Ken, bisakah kita ngobrol sebentar berdua?, ada yang mau aku ceritakan sama kamu'' tanya Luna lagi, dia ingin menceritakan tentang seniornya yang memperlakukannya dengan buruk, berharap Kenzo menghukum seniornya, dan alangkah bagusnya jika Kenzo memecatnya.
Saat akan membuka mulutnya, Kenzo melihat Clara yang sudah berbalik dan hendak melangkah keluar, jadi Kenzo buru buru menahan lengan Clara.
''Kamu mau kemana?'' tanya Kenzo.
''Pulang, Luna mau ngobrol berdua sama Kakak, jadi aku pulang saja, lagian aku mau ngapain juga di sini, kayak kurang kerjaan aja'' jawab Clara ketus.
''Tidak boleh, aku yang membawamu ke sini, jadi kalau mau pulang, aku juga yang harus nganterin kamu'' tukas Kenzo.
''Enggak perlu, aku bisa naik taksi'' sahut Clara.
Kenzo tetap menahan lengan Clara. ''Ikut aku dulu ketemu Ayahku sebentar saja, setelah itu aku janji langsung antar kamu pulang'' ucap Kenzo memohon.
Clara beralih menatap Luna yang berdiri di belakang Kenzo. ''Terus bagaimana dengan Luna?, dia sepertinya ada kepentingan sama Kak Ken?'' tanya Clara.
Kenzo seketika terdiam untuk berfikir, lalu dia menoleh pada Luna. ''Lun maaf, kita ngobrol lain kali saja, aku masih ada perlu sama Ayahku'' ucap Kenzo lalu menarik tangan Clara dan membawanya ke arah lift khusus presdir.
Luna hanya bisa menggenggam erat kain pel yang di bawanya, untuk melampiaskan rasa kecewanya karna Kenzo mengacuhkannya.
Ehem
Luna menoleh dan melihat seniornya berdiri tak jauh darinya, dan menatap rendah ke arahnya, lalu dia menghampirinya.
''Kamu bilang, kamu berhubungan dekat dengan Tuan Kenzo, mana buktinya?, dia bahkan tidak menoleh sedikitpun ke arahmu'' ucap seniornya mencibir.
''Dia sedang ada perlu dengan Ayahnya, jadi keburu buru'' sahut Luna.
''Ck alasan, bilang saja kalau selama ini kamu hanya membual, lagian tidak mungkin orang sepertimu kenal dekat dengan Tuan Kenzo'' ucap senior itu yang menolak percaya kalau Luna kenal dekat dekat dengan putra bungsu presdir mereka.
''Terserah kalau enggak percaya, lagian aku bisa kerja di sini juga karna Kenzo yang merekomendasikanku langsung'' sahut Luna membuat senior itu langsung tertawa terbahak bahak.
''Kenapa kamu tertawa?'' tanya Luna mengerutkan dahinya.
''Dasar wanita konyol, kalau memang Tuan Kenzo yang merekomendasikanmu langsung, seharusnya kamu enggak kerja di bagian cleaning servis, tapi sebagai manager'' tukas senior dan berlalu pergi sembari tertawa.
''Ck, sialan'' decak Luna kesal, dan sedetik kemudian dia menyadari sesuatu, kalau yang di katakan oleh seniornya ada benarnya juga, seharusnya Kenzo mempekerjakannya sebagai manager, kalaupun tidak ada masih ada pekerjaan lain yang lebih baik, setidaknya bukan sebagai cleaning servis seperti sekarang.
''Akhh,, Kenzo memang menyebalkan'' gerutu Luna.
Luna lupa kalau saat itu Kenzo sudah jelas jelas menawarkan pekerjaan sebagai cleaning servis, dan Kenzo juga tidak memaksa Luna untuk mengambil pekerjaan itu, tapi Luna menyetujuinya begitu saja demi bisa mendaptkan uang untuk biaya hidupnya, tapi sekarang dengan tak tahu terimakasih, Luna malah menyalahkan Kenzo, karna menurutnya Kenzo memberikan pekerjaan rendahan untuknya.
Di dalam ruangan presdir Kenzo beberapa kali bersin.
Haccih
Haccih
Haccih
''Haish,, siapa yang mengumpatiku di siang bolong begini'' gerutu Kenzo sembari mengucek hidungnya yang terasa gatal.
Clara yang duduk di hadapan Kenzo hanya tertawa kecil, mendengar gerutuan pria di depannya.
Saat ini mereka berdua sedang menunggu Ayah Kenzo yang sedang rapat di lantai sepuluh, bersama Kakanya dan beberapa rekan bisnisnya.
Saat ini perusahaan masih di pimpin oleh Ayah Kenzo, sedangkan Kakak Kenzo yang bernama Kenzi menjabat sebagai wakil direktur, dan kemungkinan juga akan menggatikan Ayahnya menjabat sebagai presdir. Sedangakan Kenzo sendiri walaupun belum lulus kuliah, dia yang mengambil jurusan akuntan, sesekali ikut terjun membantu di perusahaan Ayahnya jika sedang di butuhkan.
''Kak, sebenarnya kamu ngapain bawa aku ke sini?'' tanya Clara ke sekian kalinya.
''Tidak ada, aku hanya ingin mengajakmu lihat perusahaan keluarga Mahardika'' sahut Kenzo tersenyum, padahal sebenarnya Kenzo ingin memperkenalkan Clara pada Ayahnya dan juga kakaknya, karna beberapa hari yang lalu Kenzo menolak gadis yang di pilih oleh Ayahnya, dengan alasan kalau sudah ada gadis yang diam diam dia cintai, dan sebagai buktinya Ayah Kenzo meminta Kenzo untuk membawa gadis itu kehadapannya, lebih tepatnya Ayah Kenzo penasaran seperti apa rupa gadis yang berhasil meluluhkan hati putra bungsunya yang terkenal tidak pernah menyukai wanita manapun, berbeda dengan Kakaknya yang semasa remajanya di kenal play boy, tapi sudah tobat saat bertemu dan jatuh cinta dengan wanita yang kini sudah menjadi istrinya.
Selang beberapa menit kemudian, terdengar suara pintu terbuka dan muncul Ayah Kenzo bersama asistennya.
''Ayah'' sapa Kenzo bergegas berdiri, begitu juga dengan Clara yang juga ikut berdiri untuk menyapa Ayah Kenzo.
''Tuan Muda'' sapa asisten Ayah Kenzo memberi hormat pada putra atasannya, lalu beralih menyapa Clara hanya dengan menganggukkan kepalanya dengan sopan.
''Kak Kenzi mana?'' tanya Kenzo.
''Kakakmu masih ngobrol di ruang rapat, sama salah satu investor perusahaan kita'' jawab Ayah Kenzo.
''Ini siapa Ken?'' tanya Ayah Kenzo menatap Clara.
''Halo Paman, kenalkan saya Clara, teman Kak Kenzo'' sapa Clara memperkenalkan diri dengan sopan.
''Ken, apa Clara ini gadis yang,,?''
''Iya Ayah'' potong Kenzo cepat, Kenzo takut kalau Ayahnya sampai membocorkan rahasianya yang diam diam menyukai Clara.
Ayah Kenzo tersenyum, pantas saja putranya jatuh hati pada Clara, gadis di depannya ini memang sangat cantik.
''Ayah,Tuan Brandon dan asistennya mau berpamitan'' seru Kenzi saat masuk ke dalam ruangan Ayahnya.
Sontak Clara membelalakkan matanya, melihat pria paruh baya yang muncul di belakang Kenzi.
''Ayah!!''
Kenzo, Kenzi, Ayahnya dan juga asisten Ayahnya kaget, mendengar Clara memanggil Brandon dengan sebutan Ayah.
Clara langsung berlari kecil ke arah pria paruh baya yang di panggil Brandon oleh Kenzi, lalu memeluknya dengan erat.
''Ayah, kok enggak bilang kalau ada di kota Lacoste?'' tanya Clara dengan suara manjanya.
Brandon tersenyum sembari mengecup kening putri satu satunya itu. ''Coba kamu lihat ponselmu, Ayah sudah kirim pesan padamu dua jam yang lalu'' ucap Brandon.
Clara langsung mengambil ponselnya di dalam tas selempangnya lalu memeriksanya, dan benar saja ada pesan masuk dari Ayahnya.
''He he he,, maaf, Clara belum buka ponsel sama sekali dari tadi'' ucap Clara di iringi kekehan kecil.
Ayah Kenzo yang sejak tadi hanya melihat interaksi Ayah dan putrinya itu perlahan mendekat.
''Tuan Brandon, jadi Clara ini putri anda, tapi kenapa tinggal di sini?, bukannya anda sekeluarga tinggal di Swiss?'' tanya Ayah Kenzo.
Brandon tersenyum, dan menjawab pertanyaan Ayah Kenzo ''Anda benar, saya sekeluarga sudah tiga tahun menetap di Swiss, tapi sebelumnya saya tinggal di sini di rumah mendiang mertua saya, dan kebetulan putri kesayangan saya ini enggak mau ikut tinggal di Swiss, sebelum menyelesaikan gelar S1 nya di sini''
Ayah Kenzo menganggukkan kepalanya mengerti, tapi dia masih terkejut ternyata Clara putri dari salah satu investornya.
ikutn sdih...pdhl hazel lg bhgia,tp ada aja ujian dlm hdp....mga ayhnya hazel baik2 aja...
stlh kmrn klah sm hazel,skrng pun klh sm clara...abs ni d jmin bpknya kenzo lngsng ngsih rstu.....
kirain luna udh wras,taunya msih gila...
stlh d tndang sm ronald,skrng ngarep sm kenzo....emng ga tau malu....😫😫😫
Bhgianya kl jd hazel.....d syang clon suami,smp udhd siapin rmh buat msa dpn plus krtu jg....
luna kn ppb...😝😝