HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Jam sepuluh siang setelah kelas usai, Hazel dan Clara pergi ke rumah David, tadi pria itu memberitahu mereka kalau sedang sakit, jadi menyuruh salah satu dari mereka untuk mengizinkannya jika tidak bisa mengikuti kelas.
Hazel dan Clara pergi ke rumah David di antar oleh Kenzo, karna Ronald saat ini sudah mulai melakukan koas di rumah sakit bersama teman satu angkatannya termasuk Winda, jadi Ronald menyuruh Kenzo untuk mengantarkan Hazel dan Clara.
Saat ini di dalam mobil Hazel duduk sendirian di jok belakang, sedangkan Clara duduk di jok depan, tadi saat Clara hendak ikut masuk ke jok belakang tiba tiba Kenzo menarik kerah bajunya dari belakang.
''Kamu pikir aku supir, enggak bisa, kamu harus duduk di depan'' cetus Kenzo tadi.
Dan akhirnya mau tak mau, dengan terpaksa Clara duduk di jok depan bersama Kenzo.
Selama di perjalanan menuju rumah David, Hazel mengulum senyum melihat Clara terus saja cemberut, sedangkan Kenzo yang fokus mengemudi masih sempat sempatnya menjahili Clara.
''Cla, jangan cemberut terus, jelek tahu'' goda Kenzo sembari menoel noel pipi Clara yang menggelembung.
''Kak Kenzo diem ah, nyetir aja sana yang benar, enggak usah jahil'' cetus Clara yang semakin di buat tambah kesal oleh Kenzo.
Beberapa menit kemudian mobil yang di kemudikan oleh Kenzo sudah sampai di rumah David, mereka bertiga segera turun dari mobil.
Kedatangan mereka bertiga di sambut hangat oleh Ibu David, yang kebetulan sedang merangkai bunga di gazebo halaman depan.
''Ken, gadis gadis cantik ini siapa?'' tanya Ibu David dengan ramah.
''Halo Bibi, kenalkan saya Hazel'' sapa Hazel memperkenalkan diri dengan sopan.
''Halo Bibi, saya Clara'' sapa Clara juga.
Ibu David seketika tersenyum senang. ''Wah, ternyata kalian yang namanya Hazel dan Clara, setiap hari David selalu menceritakan kalian'' ucap Ibu David sembari mengelus bahu Hazel dan Clara bersamaan.
''Terimakasih ya, Hazel, Clara, kalian sudah membuat David bisa kembali merasakan memiliki seorang adik'' ucap Ibu David sudut matanya sedikit basah, beberapa bulan ini Ibu David merasa heran melihat perubahan raut putranya yang terlihat selalu tersenyum bahagia ketika pulang dari kampus, awalnya Ibu David hanya berpikir mungkin putranya dalam keadaan hati senang, dan ternyata beberapa hari ini putranya baru memberitahunya kalau sumber kebahagian yang selalu di pancarkan oleh putranya itu di karnakan keberadaan dua gadis yang selalu ada di sisinya, dua gadis itu seperti adik sendiri bagi David.
''Sama sama Bibi, kami juga senang kalau kehadiran kami bisa membuat Kak David senang, karna bisa merasakan kembali memiliki adik perempuan lagi'' ucap Hazel tersenyum, tapi sedikit malu karna mengingat tingkahnya dengan Clara yang selalu membebani David setiap harinya.
''Oh ya Hazel, kalau Bibi gak salah ingat, kamu kan yang kemarin bertunangan dengan Ronald?'' tanya Ibu David.
Hazel menganggukkan kepalanya. ''Iya Bibi''
''Maafkan Bibi ya, enggak bisa hadir di acara kalian, waktu Itu Bibi ikut Ayahnya David ke Luar Ngeri'' ucap Ibu David penuh sesal.
''Ah,, iya Bibi, enggak apa apa'' balas Hazel.
''Ya sudah ayo masuk, David pasti senang dengan kedatangan kalian'' ajak Ibu David.
Sedangkan di kamarnya David sedang duduk berselonjor di atas ranjang, di belakangnya ada beberapa tumpukan bantal untuk dia bersandar, kepalanya sangat pusing karna demam, padahal semalam baik baik saja, tapi tiba tiba saat bangun tidur sudah menggigil dan suhu badannya sangat tinggi.
Ceklek
''Vid, lihat siapa yang datang'' ucap Ibu David melangkah masuk ke dalam kamar.
''Siapa Bu?'' tanya David lemah.
Senyum David langsung merekah melihat dua gadis cantik masuk ke dalam kamarnya, dan di ikuti sahabatnya di belakangnya.
''Hazel, Clara'' seru David pelan.
Hazel dan Clara yang sedih melihat David sakit, langsung bergegas ke arah ranjang dan keduanya memeluk David bersamaan, mereka sampai lupa kalau Ibu David masih ada di sana.
''Kak David kok bisa sakit sih?'' tanya Hazel dengan manja.
''Iya, enggak seru kalau enggak ada Kak David di kampus, enggak ada yang aku kerjain'' sambung Clara tak kalah manjanya, membuat David terkekeh pelan begitu juga dengan Ibunya.
Karna tidak ingin mengganggu putranya dan sahabat sahabatnya, jadi Ibu David memilih keluar dan sekalian menyuruh pelayan untuk membuatkan minuman serta cemilan untuk ketiga sahabat David.
''Karna Kak David sedang sakit, jadi sekarang kami berdua yang akan melayani Kak David'' ucap Hazel sembari mengambil buah apel di atas nakas lalu mengupasnya.
''Hem, benar kata Hazel'' timpal Clara sembari duduk di tepi ranjang dan mulai memijiti kaki David.
''Kalian berdua enggak bawa buah tangan buat jenguk aku?'' tanya David.
''Enggak, Kak David udah banyak uangnya, jadi kami enggak perlu bawa buah tangan'' sahut Hazel dengan expresi lempengnya.
''Benar, malahan kita mau minta uang sama Kak David'' timpal Clara.
''Uang apa?'' tanya David mengerutkan dahinya.
''Uang biaya karna Hazel sudah mengupaskan buah buat Kakak, sedangkan aku mijitin Kakak, di dunia ini enggak ada yang gratis khusus untuk Kak David''
Sontak David tersedak potongan apel yang sedang di kunyahnya.
Uhuk
Uhuk
Uhuk
''Eh, Kak pelan pelan kalau makan'' ucap Hazel menepuk nepuk punggung David dengan pelan, dan Clara menyodorkan segelas air putih yang langsung di teguk oleh David hingga tandas.
''Kita cuma bercanda Kok kak, kami enggak sejahat itu sama orang sakit'' ucap Clara di iringi kekehan kecil.
''Dasar kalian, udah tahu aku sakit, masih di kerjai'' omel David.
Sedangkan Kenzo dia tertawa melihat kesialan David yang di kerjai oleh Hazel dan Clara.
Hari itu tidak terasa hampir tiga jam lamanya Hazel, Clara dan Kenzo menjenguk David, mereka mengobrol hal hal yang random, yang membuat mereka tertawa lepas, dan kini mereka bertiga sudah meninggalkan rumah David dan kembali ke asrama.
Saat di perjalanan Hazel meminta Kenzo untuk berhenti di minimarket, karna dia mau membeli beberapa cemilan untuk stok di asrama, tentu dengan patuh Kenzo membelokkan mobilnya di minimarket yang ada di sebrang jalan.
''Aku tunggu kalian di mobil saja ya'' ucap Kenzo saat Hazel dan Clara hendak turun dari mobilnya.
''Kalu kita agak lama enggak papa kan Kak?'' tanya Hazel.
''Iya, kalian santai saja enggak usah keburu buru'' sahut David.
''Ok, kalau gitu Kak Ken tunggu sini ya, awas jangan keluyuran sembarang, banyak janda'' ucap Clara ngasal dan berlalu sembari menutup pintu mobil.
''Ck, memangnya kenapa kalau banyak janda, dia pikir aku sukanya ama janda apa'' gumam Kenzo terkekeh pelan menatap Clara yang berjalan bergandengan dengan Hazel masuk ke dalam minimarket.
Lima belas menit telah berlalu, Hazel dan Clara belum juga terlihat batang hidungnya, dan Kenzo masih setia menunggu mereka berdua di dalam mobil sembari bermain game.
Tapi beberapa saat kemudian Kenzo di buat kaget, saat mendengar suara teriakan dari luar mobil, lalu Kenzo bergegas membuka pintu mobilnya dan keluar untuk melihat apa yang terjadi, di tepi jalan dia melihat orang orang berkerumun, jadi Kenzo bergegas pergi ke arah kerumunan itu.
''Maaf, ada apa ya?'' tanya Kenzo.
''Itu, ada wanita terserempet mobil'' jawab orang itu.
Kenzo yang penasaran dengan si korban, berusaha masuk ke dalam kerumunan orang orang, dan kedua matanya langsung membelalak saat melihat wajah si korban.
''Luna''
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....