NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Masalah Pertumbuhan / Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

06. Cinta dan Kepalsuan

.

Ratna terus mengikuti Laras yang sedang mencuci tangannya di wastafel dapur. Wanita paruh baya itu menatap putrinya dengan tangan bersedekap. Matanya berkilat penuh amarah.

“Kamu benar-benar mengecewakan Mama, Laras!” ucap wanita paruh baya itu. “Mama tidak habis pikir dengan kamu. Bisa-bisanya kamu menjalin hubungan dengan pria miskin seperti dia!” ucap Ratna lagi.

Laras yang baru saja membersihkan kedua tangannya menggunakan sabun cair lalu mengeringkan tangannya menggunakan tisu yang tertempel di dinding, menatap mamanya sambil memutar bola mata malas. “Mama diam deh,” ucap Laras. “Memangnya Mama pikir Laras mau menikah dengan cowok kere macam dia?” sambung Laras lagi.

Ratna mengerutkan kening. “Apa maksudmu?” tanya Ratna. “Jelas-jelas kamu membawa cowok kere itu ke sini, dan mengatakan pada Mama dan Papa kalau dia itu calon suami kamu.”

“Itu hanya sandiwara, Mama,” ucap Laras. “Laras juga terpaksa melakukannya karena sebenarnya Bagas bisa masuk dan lolos akademi itu aku yang minta Riko untuk mengalah dan menjanjikan dia pernikahan.”

"Apa?” Mata Ratna terbelalak sempurna.

Akhirnya mau tak mau Laras mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya, bahwa Bagas pernah berkata, kuota untuk kelulusan hanya tersisa satu orang, jika Riko tetap maju, maka Bagas jelas tak ada harapan.

Ratna terbungkam mendengar cerita Laras. Baru saja dia meremehkan Riko. Tapi ternyata…

Tapi egonya menolak menerima. "Mama tidak peduli. Jika Bagas lolos berarti Bagas memang layak mendapatkan kesempatan itu,” ujarnya tak mau mengakui kemampuan Riko.

“Tentu saja, Mama. Kakakku yang terbaik dan pantas meraih kesuksesan,” ucap Laras dengan nada yakin.

"Pokoknya Mama tidak setuju kamu menikah dengan orang miskin!” Ratna tetap pada pendiriannya.

Laras menghela nafas dan menatap mamanya kesal. “Aku hanya akan berpura-pura menikah dengan Riko, Ma. Tapi aku akan mengatakan pada Riko untuk kita nikah siri aja, dan gak boleh diketahui orang lain.”

“Memangnya dia bakal setuju?"

“Gampang," sahut Laras. Tinggal bilang saja kalau aku masih terikat kontrak. Beres, kan?" ucap Laras kemudian. “Nanti setelah beberapa waktu, ketika Mas Bagas sudah memiliki posisi yang kuat di korpsnya, aku akan mencari alasan untuk mengakhiri semuanya. Mau tak mau Riko harus setuju."

Ratna mengangguk-anggukkan kepalanya perlahan, ekspresi kejutan perlahan berganti dengan senyum bangga. “Kamu memang benar-benar anak mama yang hebat,” ucap wanita itu tersenyum sambil memeluk putrinya erat.

Laras balas memeluk mamanya, senyum licik muncul di bibirnya. Dia yakin rencananya akan berjalan lancar tanpa ada yang curiga, termasuk Riko yang sedang bahagia karena merasa dicintai dengan tulus.

*

*

*

Matahari siang menerpa dengan sengit di atas gedung bertingkat yang menjadi markas agency pemodelan tempat Laras bekerja. Kaca-kaca gedung memantulkan cahaya yang menyilaukan, membuat Riko yang berdiri di depan gerbang utama harus mengerutkan dahi dan sedikit menutup wajahnya dengan telapak tangan. Pakaiannya yang sederhana – kaos polos dan celana jeans yang sudah mulai memudar warnanya – tampak kontras dengan kesan mewah yang terpancar dari setiap sudut gedung tersebut.

Dia menarik napas dalam-dalam lalu merogoh ponselnya dan mencari kontak Laras. “Sayang, aku sudah ada di depan gerbang agency mu,” suara Riko terdengar lembut dan penuh perhatian.

Pemuda yang begitu tulus mencintai, yang tak pernah marah walaupun dirinya tak pernah diakui di hadapan publik.

“Kamu tahu kan, Sayang? Aku adalah publik figur dan masih terikat kontrak yang ketat. Tak boleh terlibat hubungan dengan siapapun, dan tak boleh menikah dalam waktu dekat. Jika hubungan kita terbongkar, aku bisa kehilangan posisi sebagai brand ambassador untuk beberapa produk besar. Bahkan mungkin akan ada sanksi berat dari agency.” Begitu kata Laras kala itu.

“Tentu aku mengerti, Sayang,” ucap Riko dengan penuh pengertian. Hatinya yang tulus tak pernah menyimpan keraguan terhadap alasan yang selalu disampaikan kekasihnya. “Aku tidak keberatan kalau hubungan kita harus disembunyikan. Yang penting aku tahu kamu mencintaiku dengan tulus. Itu saja sudah cukup.”

.

Di ujung lain sambungan, Laras baru saja selesai mengubah pakaiannya menjadi setelan kerja kasual setelah sesi pemotretan pagi. Telinganya terasa geli mendengar kata-kata Riko. Dalam hatinya ia mengumpat kesal.

Laras menghela nafas perlahan, lalu beranjak dari kursinya dan menuju pintu keluar. “Baiklah, tunggu aku sebentar ya. Aku akan keluar sebentar untuk menemui kamu.”

Setelah beberapa saat, pintu gerbang kecil di samping utama terbuka dan Laras muncul dengan wajah yang dibuat riang. Rambutnya yang panjang tergerai indah, dan wajahnya yang masih ada riasan tipisnya membuatnya terlihat lebih mencolok dibandingkan orang biasa. Dia berjalan cepat mendekati Riko, sambil sesekali melihat ke sekeliling dengan tatapan waspada.

“Hai, Sayang,” ucapnya dengan suara yang sengaja diturunkan. “Kamu seharusnya tidak perlu datang kesini. Nanti aku akan menemui kamu di cafe seperti biasa ya.”

Riko hanya tersenyum hangat, lalu mengangkat sebuah kotak makan berbahan plastik. “Aku ke sini hanya untuk mengantarkan makan siang untukmu,” katanya sambil menyerahkan kotak tersebut. “Aku bikin makanan kesukaanmu,” ucapnya.

Laras menerima kotak makan dengan tangan yang sedikit terangkat, menampilkan senyum yang dibuat-buat penuh kebahagiaan. “Terima kasih, Sayang. Kamu benar-benar perhatian padaku,” ucapnya, lalu kembali melihat ke kiri dan ke kanan dengan ekspresi khawatir.

“Kamu pergi sekarang, ya. Jangan sampai ada orang dari agency atau bahkan wartawan yang mencurigai kita. Itu akan sangat bahaya pada posisiku sebagai brand ambassador. Kamu tidak mau kan aku mengalami masalah kan?”

“Tentu tidak, Sayang,” jawab Riko dengan anggukan. “Ya sudah, aku pergi, ya. Jangan lupa dimakan." Setelah berkata demikian, Riko melambaikan tangannya perlahan sebelum berbalik dan mulai berjalan menjauh. Langkahnya terlihat ringan, penuh kebahagiaan karena merasa telah bisa memberikan perhatian pada kekasihnya.

Setelah bayangan Riko benar-benar hilang dari pandangan, Laras langsung berbalik dan memasuki gedung kembali. Saat melewati tong sampah besar yang terletak di sudut lorong belakang, dia dengan cepat membuka tutup tong sampah dan membuang kotak makan yang masih tertutup rapat ke dalamnya.

“Hanya barang murahan seperti ini, berani-beraninya disodorkan padaku. Benar-benar menjijikkan!” umpatnya dalam hati. Setelah itu, dia menepuk-nepuk kedua telapak tangannya berkali-kali, seolah-olah telah menyentuh sesuatu yang sangat kotor.

1
Aidil Kenzie Zie
Aldo mana Aldo
Yana Phung
sepertinya berlian pemberian aldo juga palsu
aduh.. kalo sampai terjadi apes berkali-kali si laras
ditambah emaknya model itu lagi
mungkin emaknya aja yg dijual 😅😅😅
ora
Yakin bisa di jual kan, Ras😁😁
ora
Kamu juga usaha dong, jangan nyuruh aja bisanya...
Tini Uje
jangan2 palsu lagi kan prhiasan nya 😅😅
Masha 235: ho oh...kalo palsu, kasian.....rugi berkalikali🤭
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎
Masha 235
andaikan hukum di negeri ini sperti cerita ini,,,,alangkah senangnya hati ini....
Cindy
lanjut
Piet Mayong
daripada hotel mending cari kontrakan donk Bu Ratna yg terhormat
🤭😁😁😁😄
Patrick Khan
guna nya aldo apa sih😅😅😅
Tini Uje
yg kata nya horang kaya pacar nya larass kmnaa atuhh..bantuin tuh ayang mbeb kamu aldo 😅😅
Ayudya
lanjut kak
juwita
si aldo kmn laras bknya pacar km🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
anda
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sorry, gak nerima barang bekas
Gadis misterius
Lnjutkan riko memang harus begitu .....jngn smpai lengah dan tertipu dngn laras lg cukup 1 x
Ayudya
seperti bom waktu yg kapan aja meledak itu lah amarah riko🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Ayudya
lah Laras kok ga tau malu banget mau minta balikan ma Riko mimpi kali kamu laras
Patrick Khan
lanjut riko. aku suka keributan yg meledakkkk🔥🔥🔥🔪
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!