NovelToon NovelToon
Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurmay

Brrruk


"Hei, apa kau tidak punya mata, Hah!" Bentak Daniel pada seorang gadis, yang tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan minuman kejas Daniel.

"Ma-afkan sa-ya tu-an," ucap wanita itu dengan nada gugup dan sedikit gemetar.

Daniel Carroll, adalah seorang CEO yang terkenal sangat dingin, dan Arrogant. Dan bukan hanya itu, Daniel juga terkenal sebagai pria yang tidak tersentuh sama sekali, karena Trauma di masa kecilnya.

Hingga sifat Arogan dan juga dingin Daniel, perlahan bisa pudar akibat tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita, yang merubah hidupnya.

Apakah trauma yang Daniel pernah alami akan hilang? Dan bagaimanakah kisah cinta mereka?

Yuk, simak di novel ini.....

JANGAN LUPA TEKAN LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAV NYA YA😊KARENA ITU SANGAT BERHARGA BUAT AUTHOR

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ini Bukan Mimpi

...Budayakan Like sebelum atau setelah Membaca ya aka aka ku tersayang 😊😊...

...****************...

''Berjanjilah kalau kau tidak akan pergi lagi.'' Pinta Devita dengan segudang harapan.

''Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ku, dengan tidak meninggalkan mu untuk menanggung kesedihan seorang diri lagi.'' Ungkapan Daniel terucap begitu manis.

''Jika kau tidak lagi ingin bersama, lebih baik langsung mengatakan nya agar aku mempunyai sedikit harga diri dan tau malu, kau setuju?'' Ujar Devita begitu serius.

Daniel tersenyum hangat mendengar ucapan Devita yang mengandung banyak makna di dalam nya.

''Dan katakanlah apa yang ingin kau katakan, dan juga jangan ragu untuk mengingat kan aku jika aku berbuat salah.'' Ucap Daniel dengan lembut.

Mereka kembali berpelukan tanpa ingin melepaskan dan sesekali Daniel mencium puncak kepala Devita dan menghirup dalam-dalam aroma vanila yang berasal dari rambut hitam Devita.

''Daniel,'' lirih Devita

''Heemm.''

''Tadi malam aku bermimpi.''

''Bermimpi apa?''..

''Aku Bermimpi kau sedang bersama seorang wanita di suatu kamar tapi bukan kamr mu.''

Jedarrrrr

Ucapan Devita bagai cambuk di telinga Daniel, rasa bersalah menyeruak dalam dirinya.

''Maafkan aku Vita,'' gumam dalam hati.

''Aku berjanji tidak akan menyentuh wanita Jallang lagi.'' batinnya berjanji dengan yakin.

Devita merasa aneh karena diamnya Daniel, perlahan ia melepaskan diri dari dekapan Daniel dan menatap langsung manik mata Daniel.

''Daniel, kau kenapa?'' tanya Devita dengan tatapan polosnya.

Dengan memberikan senyumnya Daniel kembali mendekap Devita.

''Aku tidak apa-apa, Vita''..

''Kau sudah makan?'' dengan sengaja Daniel mengalihkan pembicaraan.

''Sudah tadi di Mall.'' Ucapannya mengingatkan sesuatu.

''Oh ya kau di sana bersama siapa?'' tanya Devita dengan cepat.

''Dimana?'' Daniel sengaja menggoda Devita.

''Jangan pura-pura tidak mengerti, aku melihat mu di suatu restoran Jepang dengan seorang wanita.'' ..

Daniel terkekeh mendengar ucapan Devita yang menunjukkan seperti Ia tengah mengintimidasi kekasihnya.

''Iya aku bersama wanita di sana,'' ucap Daniel dengan jujur.

''Sudah kuduga,'' lirihnya.

''Tapi apa kau tidak melihat ada Zen juga disana, hem.'' Ucap Daniel.

''Benarkah, kenapa aku tidak melihat ya.'' Devita mendongkak untuk melihat wajah Daniel.

''Karena kau hanya terfokus dengan satu titik, yaitu aku.'' Ucap Daniel dengan rasa percaya diri, tapi memang itu kebenarannya.

''Apa iya ada Tuan Zen disana, kenapa aku tidak melihat nya,'' gumam Devita dengan suara yang hampir tidak terdengar.

''Kau bicara apa'' tanya Daniel yang tidak terlalu mendengar nya.

''Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa,'' serkah Devita.

''Sudah malam, kau istirahat lah.''

Daniel melepaskan pelukannya, mengusap kepala Devita dan beranjak berdiri dengan diikuti Devita.

''Aku ingin membersihkan diri dulu dan setelah itu istirahat, kau jangan lupa membersihkan diri terlebih dahulu ya sebelum tidur.'' Ucap Daniel dengan kaki yang melangkah menuju pintu keluar dan di buntuti Devita dari belakang.

''Selamat Malam.'' ucap lembut Devita.

''Selamat Malam, Vita.'' Daniel pun keluar dari kamar apartemen Devita dan menuju lift untuk naik satu lantai ke kamarnya.

...****************...

Matahari sudah nampak Ke peraduannya, dua anak manusia baru terbangun dari tidur lelapnya di masing-masing kamarnya.

Devita dengan wajah polosnya tersenyum menyambut matahari pagi, raut wajah yang memancarkan kebahagiaan sangat kentara di wajahnya.

Daniel dengan senyum yang tak biasa tersirat di bibir sensualnya, hati yang bahagia karena perasaannya sudah tersampaikan dengan apik tadi malam membuat mood pagi ini sangat bagus.

Devita yang tengah bersiap-siap untuk pergi ke kampus, dan begitu pula Daniel Yang tengah bersiap-siap juga untuk pergi ke kantornya.

'' Selamat pagi.'' Sapa Daniel pada Devita saat dengan kebetulan bertemu di lift Yang Sama.

'' Selamat pagi juga.'' balasnya dengan memberikan Senyum manisnya.

'' Apa kamu tidur dengan nyenyak?'' tanya Daniel.

''Sangat, sangat nyenyak,'' jawab Devita dengan senyum manisnya.

Bibir Sensual Daniel melengkung indah mendengar jawaban Devita yang terkesan sangat menggemaskan baginya, tangannya mengusap sayang Puncak kepala Devita.

Setelah sampai di Area Basement Daniel menggandeng tangan mungil Devita menuju mobilnya.

''Pokoknya mulai saat ini, kalau kau butuh apapun jangan sungkan untuk bicara sama saya ya.'' Ucap Daniel dengan tangan yang membukakan pintu mobil untuk Devita masuk ke dalamnya.

Daniel sudah siap untuk melajukan mobilnya, tapi tangan Devita mencegahnya.

''Kenapa?'' tanya Daniel heran.

''Jangan memperlakukan aku dengan berlebihan ya, aku belum merasa pantas, lihat tadi saja semua yang berpapasan dengan kita memandang ke arahku dengan pandangan aneh.'' Lirih Devita dengan sangat berhati-hati.

Daniel terkekeh. '' Vita, mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan semuanya.'' Ucap Daniel dengan lembut.

''Tapi..'' ..

''Tidak ada tapi-tapian Devita Maharani Carroll. Kamu harus bangga mempunya kekasih seperti ku.'' Ucap Daniel dengan membanggakan dirinya dengan nada gurauan.

''Isssh baru juga sehari menjalin hubungan sudah percaya dirinya setinggi langit.'' Gumam Devita yang terdengar samar-samar di telinga Daniel.

''Tidak-tidak aku hanya bergurau.'' Daniel pun melajukan mobilnya untuk mengantarkan Devita terlebih delu ke kampusnya.

Daniel terus menggenggam tangan Devita dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya terfokus mengendalikan kemudi.

Devita tidak lagi merasakan risih, ya dia harus lebih terbiasa menghadapi sifat-sifat Daniel yang sangat berlebihan, seperti posesif nya, arrogannya, keras kepalanya dan masih banyak lainnya.

''Apa ini mimpi, Aku seperti Cinderella yang dipertemukan dengan seorang Pangeran di dunia dongeng.'' Devita terus bermonolog sendiri dengan merasa bersyukur, kehidupannya sekarang yang berubah drastis.

bermula dipertemukannya dirinya dengan Daniel dengan pertemuan yang menjengkelkan baginya, dan sekarang dipersatukan dengan kebahagiaan yang tak terhingga nilainya.

'' jika memang ini mimpi, jangan membangunkan tidurku Ya Tuhan, aku sudah nyaman dengan mimpiku yang ini.'' Gumam nya dalam hati.

Daniel menoleh ke arah samping dan melihat Devita yang tengah tersenyum sendiri dengan pandangan lurus ke depan.

'' Hey kau kenapa? Apa yang kau pikirkan, Hem?'' tanya Daniel dengan tangan mengusap lembut pipi cubby Devita.

'' Aku tengah berfikir, yang kualami saat ini adalah mimpi atau kenyataan,'' jawab Devita.

''Kalau ini mimpi, kenapa?'' tanya Daniel.

'' Kalau ini hanya mimpi Aku berharap Tuhan tidak akan pernah membangunkan tidur aku,'' jawabnya dengan lembut.

''Tidak Vita, ini semua nyata, bukanlah mimpi yang kau ucapkan itu.''..

'' Kalau benar ini semuanya nyata, aku harus bersyukur karena Tuhan menghadirkan seseorang yang mau mengangkat aku dari lubang kegelapan. Bukan begitu Tuan Jas.'' Ujar Devita dengan mengingatkan panggilan nya untuk Daniel dulu.

'' Ya Kau benar Nona juice.'' Timpal Daniel, keduanya pun tertawa dengan panggilannya dulu.

perjalanan dari apartemen ke kampus Devita lumayan jauh tapi terkesan sangat singkat karena Selama perjalanan keduanya asik dengan dunia mereka.

'' Daniel bisa tidak Kau turunkan aku disini saja,'' ucap Devita.

''Kenapa?''..

'' Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian penduduk kampus,'' lirih Devita.

Bukan menurut ucapan Devita, Daniel malah melajukan mobilnya sampai ke pelataran kampus dan itu membuat Devita memanyunkan bibir mungilnya.

Bersambung..

1
echa purin
/Good/
siti fatimah
Luar biasa
Dewi Fajar
hehehehe maaf ya Thor sampai di sini bacanya..aq skip ya...saya kurang nyaman ceritanya...maaf aktornya teramat murah..maaf
Dewi Fajar
devita belagu..coba hidup bersama lagi dengan keluarga tirinya.. diperlakukan istimewa gitu nggak mau merasa tidak nyaman segala
Dewi Fajar
sombonglah namanya juga CEO penguasa /Grin/
Dewi Fajar
pemain tapi tidak mau di sentuh..ini gimana melakukan nya thor.. namanya tidak mau di sentuh itu ya bersih..kok celap celup
Dewi Fajar
mampir thor
SARI MEUTIA
Luar biasa
Ika Sujarwo
daniel suka marah² nggak jelas ntar gantian devita marah br tau rasa
Me Ta
payah Devitanya lemah😡😡😡
Al Mumtaz
👍👍👍
kinan kinan
Ceritanya bagus..
the🐻
lebih baik gituh ayah mahen,dari pada bersama tapi berantakan tidak gantle😌
Febe Yanuarti
pie to ki...
Bundane Adit
galak amat sih daniel😌😌
Ica Susanti
coba mampir
maredni Jiba
jangan menilai orang seperti itu Zen,kenapa kamu harus marah,hu dasar kulkas
maredni Jiba
awas benci beda tipis ya bang,bisa cinta loh
maredni Jiba
semoga jodoh ya Jo
maredni Jiba
🤣🤣🤣😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!