Follow Ig : @panda.sweety10
Kanaya mengetahui dirinya hamil seminggu sebelum acara pernikahannya, dan ayah dari calon anaknya dia pun tidak tau hingga pernikahan dengan kekasihnya harus batal karena kehamilannya.
Apakah Kanaya akan bersama dengan ayah dari anak? Dan siapa pri itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Sweety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Evelyn dan semua orang yang melihat kejadian kecelakaan itu mengeremuni Kavin, Evelyn berlari dan berpura-pura menangis. "Putraku kenapa bisa terjadi seperti ini." Evelyn bersandiwara di depan banyak orang.
Tidak lama Tuan Sanjaya dan anak buah Tuan Raka menghampiri Evelyn, betapa terkejutnya mereka saat melihat anak kecil yang mereka cari sudah terkapar di jalanan dengan banyak darah.
"Panggil ambulans cepat." Teriak Tuan Sanjaya.
Hanya dua menit ambulans pun datang, Kavin di bawa kerumah sakit terdekat karena kondisinya yang parah, anak buah Tuan Raka meminta informasi kejadian ini di rahasiakan agar orang luar tidak mengetahui kecelakaan ini, pihak rumah sakit pun mengiyakan karena prosedur dan kenyamanan pihak pasien.
Empat dokter menangani Kavin di ruang operasi, Tuan Sanjaya mondar mandir di depan kamar operasi. "Kalau anak itu tidak selamat maka Tuan Raka akan membunuh kita." Ujar Tuan Sanjaya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan pa." Tanya Evelyn.
"Hanya keberuntungan yang bisa menyelamatkan kita." Jawab Tuan Sanjaya.
Operasi makan waktu empat jam, lampu kamar operasi mati tandanya sudah selesai, ke empat dokter itu keluar. "Dokter apa dia selamat?" Tanya Tuan Sanjaya.
"Keadaannya masih kritis dan kita akan memantau sampai besok Tuan." Jawab salah satu dokter yang menangani operasi Kavin.
Tuan Raka menghubungi Tuan Sanjaya melalui ponsel anak buahnya "Bagaimana keadaan anak itu?"
"Masih dalam masa kritis Tuan?"
"Kita akan mengobatinya di Inggris, Hadi akan mengurus semuanya."
"Baik Tuan."
Tuan Raka menutup panggilannya.
*****
Pagi ini dokter memeriksa kondisi Kavin, saat dokter keluar dari kamar ICU Evelyn menghampiri dokter yang baru saja memeriksa kondisi Kavin.
"Dok, bagaimana keadaannya?" Tanya Evelyn.
"Putra anda sudah melewati masa kritisnya tapi saat ini dia masih dalam kondisi koma." Jawab dokter.
"Apa? Koma?" Batin Evelyn.
"Kalau begitu saya pamit dulu Nona." Evelyn mengangguk.
Tuan Sanjaya dan pak Hadi orang kepercayaan Tuan Raka menghampiri Evelyn yang kini duduk di kursi tunggu depan kamar.
"Eve, bagaimana keadaannya?" Tanya Tuan Sanjaya.
"Koma." Jawab Evelyn.
"Saya sudah mengurus semuanya, Tuan dan Nona siap-siap untuk berangkat ke Inggris dengan anak itu." Ujar pak Hadi, Tuan Sanjaya dan Evelyn mengangguk.
Pukul 10.00 Tuan sanjaya, Evelyn dan Kavin berangkat ke Inggris. 17 jam perjalanan akhirnya mereka sampai, Kavin di bawa kerumah sakit terbesar di Disana.
"Bawa Tuan Sanjaya dan putrinya ke kediaman Hanendra." Perintah Tuan Raka kepada pak Hadi tangan kanannya.
"Baik tuan." Tuan Sanjaya dan Evelyn pun pergi bersama pak Hadi, Sedangkan Tuan Raka menugaskan dua anak buahnya menjaga di rumah sakit.
Mobil yang di tumpangi Tuan Sanjaya berhenti di depan rumah yang sangat besar, halaman yang sangat luas dengan nuansa klasik.
"Paman Hadi." Pangil anak kecil yang berumur 8 tahun.
"Tuan Muda." Hadi membungkuk.
"Siapa mereka?" Anak kecil itu melihat Tuan Sanjaya dan Evelyn yang berdiri di samping Hadi.
"Dia teman Tuan Besar." Ucap Hadi.
"Salam Tuan Muda." Tuan Sanjaya dan Evelyn membungkuk.
****
Kavin koma selama empat bulan dan sekarang dia sudah sadar, Evelyn melihat kelopak mata Kavin bergerak dan langsung menekan tombol darurat.
Tidak lama dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Kavin, "Dokter bagaimana kondisi putra saya." Tanya Evelyn.
"Kondisinya sudah membaik Nona." Jawab Dokter.
"Dokter saya ingin bicara empat mata." Ucap Evelyn, dokter pun mengangguk.
Mereka keluar dan dan pergi ke ruangan dokter, "Ada apa Nona?" Tanya Dokter saat dia sudah duduk di kursi kerjanya.
"Saya mau obat penghilang ingatan dok." Jawab Evelyn.
Dokter terkejut mendengar ucapan Evelyn, "Untuk apa?" Tanya Dokter.
Evelyn berfikir apa yang harus dia katakan agar dokter yang ada di depannya itu tidak curiga "Itu untuk berjaga-jaga dok, suami saya meninggal karena kecelakaan bersama putra kami, dan itu akan membuat putra saya akan trauma, saya tidak mau putra kami menderita." Evelyn mengeluarkan air matanya sandiwaranya.
Dokter pun mengangguk dan meresepkan obat untuk di tebus di apotek dan menyerahkan kepada Evelyn.
"Terima kasih dok, kalau begitu aku akan menemui putraku dulu." Pamit Evelyn dan dokter pun mengangguk.
Evelyn tersnyum membaca resep obat yang di dapatnya dari dokter dia pun bergegas ke apotek rumah sakit untuk menebus obat.
Setelah menebus obat Evelyn kembali ke kamar Kavin, "Sayang bagaimana keadaanmu nak." Tanya Evelyn.
Kavin menatap Evelyn dia tidak tau siapa wanita yang ada di depannya, apa kah dia benar mamanya? "Siapa namaku." Tanya Kavin.
"Apa dia benar-benar lupa ingatan?" Batin Evelyn.
"Sayang apa kamu lupa dengan mommy?" Tanya Evelyn dan Kavin pun mengangguk.
Evelyn tersenyum "Hhmm, aku dan papa tidak perlu takut. Ingatan anak ini sudah hilang, tapi untuk berjaga-jaga aku akan memberikan obat ini padanya." Batin Evelyn.
Evelyn menceritakan kepada Kavin kalau dia dan papanya kecelakaan dan papanya meninggal, Evelyn pun memanggilnya dengan nama baru Riko.
"Setelah sembuh mommy akan membawamu ke makam papamu." Kavin pun mengangguk.
Evelyn menghubungi Tuan Sanjaya dan menceritakan kalau Kavin amnesia dan dia akan membawa Kavin ke makam.
****
Seminggu kemudian, Kavin sudah di perbolehkan pulang, Tuan Sanjaya dan Evelyn membawa Kavin ke pemakaman, Tuan Sanjaya berhenti di samping makam orang lain dan memanggil Kavin untuk mendekat.
"Kemari nak." Tuan Sanjaya melambaikan tangannya.
Kavin mendekati Tuan Sanjaya yang tengah berjongkok di pinggir makam, "Kakek apa ini makam papa?" Tanya Kavin.
"Benar Riko." Jawab Tuan Sanjaya, dia menoleh kearah putrinya yang berdiri disamping Kavin dengan senyum liciknya.
Tuan Raka membawa Kavin ke rumahnya, Devano berlari memeluk Evelyn saat dia melihat Evelyn ada di rumahnya.
"Devano, kenalkan dia Riko yang akan menjadi adikmu nanti, jadi kalian harus akur." Ujar Tuan Raka.
"Iya, sayang. Dia putra tante, dan tidak lama lagi kalian akan menjadi saudara." Evelyn mengusap kepala Devano.
"Hadi bawa anak-anak pergi ke taman belakang." Ucap Tuan Raka dan Hadi pun menganggukkan kepalanya.
"Pernikahan kita akan di laksanakan minggu depan, dan memberikan anak itu nama keluarga Hanendra." Ujar Tuan Raka.
"Tuan benar, jika saatnya tiba kita akan membuat anak itu menghancurkan keluarganya sendiri." Mereka bertiga tersenyum.
Di taman belakang Devano dan Kavin sedang membaca buku, Devano menoleh ke Kavin. "Apa kau suka bisnis." Tanya Devano.
"Aku hanya membaca buku bisnis dan kamu mengira aku suka bisnis?" Jawab Kavin dengan menatap Devano.
"Kalau nanti aku dewasa dan mengambil alih perusahaan apa kamu akan bekerja untukku?" Devano kembali bertanya.
"Tidak mau." Jawab Kavin, Devano hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
Malam ini mereka berlima makan malam, Kavin menatap makanan di meja lalu menoleh kearah Evelyn, "Mom aku mau makan sop ayam."
"Sayang malam ini menunya ini besok mommy akan membuatkanmu sop ayam oke." Kavin pun mengangguk.
"Riko kamu mau makan ini? Ini makanan kesukaanku." Devano memberikan Ucang pedas ke piring Kavin.
"Aku tidak suka makanan pedas." Jawab Kavin.
Tuan Raka memberi kode kepada pelayannya untuk membuatkan sop ayam untuk Kavin.
Bersambung....
Jangan lupa Like, Vote dan Komennya kakak...
dah bertahun2 ....
dad Al..kenapa lom ktmu jg..