NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Gus Azkar

Istri Pilihan Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Muhammad Zaka Fauzian Azkar. Nama itu tak asing di telinga para santri Pondok Pesantren Al-Hikmah. Gus Azkar, begitu ia akrab disapa, adalah sosok yang disegani, bahkan ditakuti. Pribadinya dingin, irit bicara, dan dikenal sangat galak, baik oleh santri putra maupun putri. Tegas dan disiplin adalah ciri khasnya, tak ada yang berani membantah.

Namun, dinding es yang menyelimuti hati Gus Azkar perlahan retak saat seorang santriwati baru hadir di pondok. Rina, gadis pendiam yang sering menyendiri, menarik perhatiannya. Berbeda dari santri putri lainnya, Rina memiliki dunianya sendiri. Suaranya yang lembut, seperti anak kecil, kontras dengan tingginya yang mungil. Cadar yang menutupi wajahnya menambah misteri pada sosoknya.

Gus Azkar sering mendapati Rina tertidur saat pelajaran fiqih yang ia ampu. Setiap kali ditegur karena tidak mendengarkan penjelasannya, Rina hanya diam, kepalanya menunduk. Jawaban yang selalu sama keluar dari bibirnya yang tertutup cadar, "Maaf Ustadz, saya kan sant

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Lupa Kalau Sudah Sah

Kejadian itu berlangsung begitu cepat. Rina yang baru bangun tidur dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya, merasa kepalanya benar-benar berat. Dalam kondisi setengah sadar dan pening, logikanya belum berjalan sempurna. Ia merasa seolah-olah masih berada di hari-hari biasanya, di mana ia sendirian di kamar dan sedang menghayal tentang masa depan.

"Aduh Gus, eh Mas... aku pusing banget. Aku izin tidur lagi ya, kepalaku muter," racau Rina pelan.

Tangannya bergerak refleks. Tanpa sadar, ia menarik tali cadarnya hingga terlepas, lalu dengan santainya mengganti jilbab panjangnya dengan kerudung instan yang ada di dekat bantal agar lebih nyaman. Ia melakukan itu semua dengan mata setengah terpejam, benar-benar lupa bahwa di depannya ada seorang laki-laki yang kini sudah sah menjadi suaminya.

Rina mengira ini semua hanyalah mimpi atau khayalan sebelum tidurnya. Ia terbiasa membayangkan sosok pangeran yang menikahinya, jadi saat melihat Gus Azkar, ia pikir itu hanya proyeksi dari pikirannya sendiri.

Gus Azkar yang duduk di tepi kasur membeku. Untuk kedua kalinya, ia melihat wajah itu tanpa penghalang. Kulit putih porselen, bibir merah muda yang mengerucut karena rasa pusing, dan rambut-rambut halus yang sedikit berantakan di balik kerudungnya. Kecantikan Rina yang alami di bawah lampu kamar yang temaram benar-benar menguji pertahanan Gus Azkar.

Namun, Gus Azkar hanya bisa terdiam melihat tingkah istrinya yang sangat polos—atau mungkin terlalu polos hingga lupa status mereka.

"Rina..." panggil Gus Azkar dengan suara rendah yang sedikit serak.

Rina yang baru saja ingin merebahkan kepalanya kembali ke bantal, tiba-tiba tersentak. Suara itu terasa terlalu nyata untuk sebuah mimpi. Ia membuka matanya lebar-lebar, mengerjap beberapa kali, dan fokusnya mulai menangkap sosok Gus Azkar yang sedang menatapnya dengan pandangan intens.

Satu detik... dua detik...

"ASTAGFIRULLAH!" Rina memekik kaget. Ia langsung terduduk tegak, tangannya meraba wajahnya yang sudah tidak mengenakan cadar. "Mas Azkar?! Kok... kok beneran ada di sini?!"

Wajah Rina seketika memerah padam, bahkan sampai ke telinganya. Kesadarannya pulih seratus persen. Ia baru ingat kalau tadi siang mereka sudah akad nikah. Ia baru ingat kalau laki-laki galak yang kini jadi suaminya ini benar-benar nyata, bukan khayalan.

"Kamu pikir saya jin yang masuk ke mimpimu?" tanya Gus Azkar dengan alis terangkat, menahan tawa melihat kepanikan Rina.

"Maaf... Mas, maaf! Aku... aku kira tadi aku cuma mimpi. Aku lupa kalau kita udah..." Rina menutup wajahnya dengan kedua tangan, malu setengah mati karena sudah berani membuka cadar dan berganti kerudung di depan Gus Azkar dengan santainya.

Gus Azkar mendekat sedikit, membuat Rina semakin membenamkan wajah di telapak tangannya.

"Rina, dengar," suara Gus Azkar melembut. Ia memberanikan diri menyentuh pundak Rina pelan. "Mulai sekarang, tidak usah minta maaf karena membuka cadar di depan saya. Saya ini suamimu. Halal bagiku melihat apa yang dunia tidak bisa lihat."

Rina mengintip dari celah jarinya. "Tapi aku malu, Mas... aku tadi... ah, memalukan sekali."

Gus Azkar tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sangat tulus. "Tidak perlu malu. Justru saya senang melihat kamu bisa merasa 'di rumah' saat ada saya. Tapi sekarang, ayo salat Maghrib dulu. Pusingnya nanti kita obati setelah lapor pada Gusti Allah."

Rina mengangguk pelan, meskipun hatinya masih berdebar kencang. Di dalam kepalanya, bayangan-bayangan film dewasa yang pernah ia tonton kembali berkelebat, membuatnya merasa sangat berdosa sekaligus takut jika Gus Azkar tahu pikiran "nakal"-nya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!