Tiara seorang anak pembantu yang menyamar sebagai gadis buruk rupa tak menyangka akan berakhir di satu ranjang dengan majikan nya yang di kenal impoten dan benci dengan wanita
Kelvin seorang CEO tampan sekaligus Majikan Tiara di kenal suka tidur dengan wanita untuk menyembuhkan penyakitnya namun salah satu wanita yang pernah tidur dengan nya tak ada satupun yang membuat nya sembuh dari penyakitnya.
Namun pada saat ia mabuk dan tak sadarkan diri tanpa sengaja ia berpasangan dengan Tiara yang hanya memakai handuk saja entah kenapa membuat gairah di tubuhnya bangkit kembali dan membuat nya gelap mata lalu memperkosa Tiara dan membuat gadis itu hamil di luar nikah tanpa sepengetahuannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Masuk Klinik
kakak dari ibunya Tiara datang untuk menjenguk ibunya Sri. Sekalian untuk bergantian jaga dengan Tiara.Sementara pagi hari tadi Tiara meminta Izin pada bukde nya untuk menjaga ibunya dulu karena dia harus kembali ke kontrakan lamanya dengan alasan lain.
Untungnya Bukde Lasmi, yang baik hatinya mengizinkan Tiara untuk pulang saja ke kontrakan nya, sekalian istirahat di sana karena ia tau Tiara pasti kurang tidur karena berjaga semalaman untuk menjaga ibunya di rumah sakit.
Bukde Lasmi duduk di samping ranjang Sri, dia berbincang sekaligus menyuapkan Sri makan siang yang di dapat dari jatah rumah sakit.“Sri kamu mau sampai kapan menyuruh Tiara menyamar menjadi jelek seperti itu.Apa kamu tidak kasian di usia nya yang hampir 22 tahun ia tidak mendapatkan suami karena mana ada pria yang mau dengan Tiara”
Sri terdiam sejenak, mata nya menatap langit-langit di atap kamar. seolah ingin menangis tapi berusaha menahan.
"Mbak kamu tidak mengerti kenapa aku melakukan itu pada Tiara.sebenarnya ada alasan lain kenapa aku menyuruh Tiara untuk berdandan seperti itu."
“Ooh iya Sri mbak ngerti mengapa kamu melakukan itu pada Tiara. Itu karena kamu tidak ingin kan, pada saat kamu membawa Tiara untuk ikut bekerja sebagai pembantu, kamu meminta Tiara untuk menyamar menjadi jelek itu semua demi keselamatannya kan, kamu tidak ingin Tiara menjadi korban anak majikan mu itu.."
“Husst mbak, kecil kan suaranya nanti kalau ada orang yang mendengarnya gimana?"Sri kemudian mengecilkan suaranya.“Mungkin nyonya dan Tuan majikan ku tidak tau jika putra mereka impoten, hanya aku Sri yang tau tentang penyakit putra mereka itu. Jadi aku juga tau Kelvin putra mereka sering menginap dengan sembarang wanita cantik. Jadi aku benar-benar tidak ingin kalau Tiara menjadi korban percobaan Kelvin berikutnya."
Lasmi menjadi merinding sendiri ketika mendengarkan apa yang barusan ia dengar dari mulut adik nya.“Oh, astaga.ternyata bisa separah itu yah penyakit anak majikan mu itu.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Perlahan ojek yang membawa Tiara memasuki sebuah gang yang kecil yang hanya cukup di kendarai motor saja dan apesnya mobil yang sedari tadi mengikuti Tiara tidak bisa mengikuti jejak ojek yang membawa Tiara telah menghilang dari pandangannya.
“Siall! aku kehilangan jejaknya!"Di dalam mobil yang terjepit di ujung gang sempit, pria berkacamata hitam itu menepuk setir mobilnya dengan marah.
Sementara itu, ojek sudah sampai di depan sebuah klinik kecil. Tiara segera membayar ongkos dan segera masuk ke dalam klinik dengan jantung yang berdebar kencang.
Tiara berdiri di depan pintu klinik yang namanya hanya tertulis kecil di papan kayu. Meski hati berdebar kencang dan tangan gemetar, dia membuka pintu dan masuk perlahan. Ruangan dalam cukup sesak dan hanya ada dua perawat muda di satu meja kecil dan Seorang wanita yang agak tua mengenakan baju putih tidak jelas apakah merupakan tenaga kesehatan.
"Selamat siang mbak, apa ada yang bisa di bantu?" tanya salah satu perawat wanita itu dengan suara pelan.
“Saya mau konsultasi kandungan mbak"
Perawat muda itu mengangguk dan menarik selembar formulir pendaftaran. "Silakan isi data diri dulu ya Bu," katanya sambil memberikan pena. "Kemudian tunggu sebentar, nanti akan dipanggil ke dalam ruangan bidan"
Tiara mengisi formulir dengan tangan yang masih sedikit gemetar, tak bisa menghindari melihat sekeliling ruangan yang kurang teratur. Rak obat di sudut terlihat berantakan, dan beberapa peralatan medis tampak tidak tertata dengan baik. Saat dia selesai dan menyerahkan formulir, wanita yang agak tua itu berdiri dan mengajaknya masuk ke ruangan dalam yang lebih kecil.
"Silakan duduk," ucap wanita itu dengan nada yang datar. Dia tidak mengenakan nama tag, dan Tiara mulai merasa janggal ketika melihat kondisi ruangan yang hanya memiliki satu meja pemeriksaan dan perlengkapan yang tampak kuno. "Berapa bulan kandungan nya?"
Tiara menunduk, suara lembut seperti bisikan.“Baru 8 mingguan mbak"
“Oooh begitu, yasudah mbak langsung rebahan saja di atas ranjang itu.nanti bidan kami yang akan periksa kandungan mbak secara menyeluruh."
Tiara mengangguk pelan dan perlahan berbaring di atas ranjang pemeriksaan yang sedikit kasar permukaannya. Sambil menunggu, dia tetap memperhatikan sekeliling ruangan meskipun kondisi perlengkapan terlihat kuno.
Tak lama kemudian, pintu terbuka dan masuk seorang wanita berusia sekitar 60 tahunan yang masih Tiara yakini sebagai bidan Delima.
"Selamat siang, apa kamu Tiara?"Tanya Bidan itu, lalu berdiri di sisi Tiara.
Tiara mengangguk, tangan masih menggenggam ujung seprai dengan erat. "Iya Bu, saya Tiara."
Bu Bidan mengelus-elus perut Tiara dengan tangan nya.“Kandungan mu masih cukup muda, pasti belum punya suami atau hamil di luar nikah?"Pertanyaan bidan tua ini sukses membuat Tiara berpikir yang macam-macam.Kemudian bidan itu mulai melanjutkan kata-katanya lagi sambil menempelkan stetoskop di Perut Tiara.“Apa kamu tidak memikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan ini!?"
“A-apa maksud Bu Bidan!?"Tanya Tiara dengan suara serak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kelvin melihat ojek yang tadi di naikin Tiara melintas di depan mobil nya.Tanpa berpikir panjang Kelvin segera turun dari mobil dan memberhentikan ojek tersebut.“Mas berhenti!" Teriak Kelvin sambil melambai-lambaikan tangannya agar ojek itu berhenti.
Ojek itu berhenti tepat didepan Kelvin.“Ada apa yah pak?
“Kamu barusan yang mengantarkan wanita yang pakai baju pink, dan celana hitam tadi kan?"
“Ooh wanita dengan tompel hitam di wajah nya itu yah pak?"
Kelvin mengangguk dengan cepat, matanya menunjukkan kegembiraan karena akhirnya menemukan jejak Tiara. "Ya betul itu dia! Kamu mengantarkannya kemana ya mas? kebetulan saya adalah keluarganya, dia keluar sendirian tanpa bilang-bilang.
“Oh jadi wanita tadi pergi nya gak bilang lagi sama bapak yah. Soalnya tadi dia minta berhenti di klinik di ujung gang situ pak.”
"Klinik...Klinik apa?"Kelvin bertanya penasaran.
“Klinik Arbo** pak, atau sering di bilang orang-orang yang tinggal di gang itu. itu klinik ilegal"
“Apa! klinik Arbo**!"Pekiknya dengan nada emosi tak tertahankan.“Mas, tolong cepat antarkan saya ke sana sekarang!"
...----------------...
Supir ojek segera mengangguk dan mengajak Kelvin naik ke belakang motornya. "Baik pak,!" ucapnya dengan cepat, segera menyiapkan motor untuk berangkat.
Setelah Kelvin naik, ojek langsung melaju dengan cepat melewati jalanan raya, lalu masuk ke gang kecil yang sudah dia kenal. "Hati-hati ya pak, jalanannya agak sempit!" teriak supir ojek sambil menyeberangi tikungan sempit.
Kelvin tak mendengarnya dia hanya terus mendesis di dalam hatinya.“Tiara kalau sampai darah daging ku kenapa-kenapa maka aku akan membunuhmu hidup-hidup!"
Saat sampai di depan klinik, Kelvin langsung turun tanpa menunggu motor berhenti sempurna. Kelvin segera berlari memasuki Klinik dengan mendobrak kasar pintu klinik tersebut.“Tiara ada di mana kamu!"Namun di ruangan pertama tak ada siapapun.
Suara Kelvin terdengar menggelegar di penjuru ruangan hingga bidan tua itu meminta salah satu asisten nya untuk memeriksa keadaan di luar.
Tiara segera menyadari kalau dia datang ke sebuah klinik yang salah,ini bukanlah sebuah klinik untuk ibu hamil pada umumnya tapi ini adalah tempat untuk menggugurkan kandungan.Ia ingin memberontak, ingin berteriak, tapi tubuhnya lama-kelamaan terasa lemas dan ia tak sadarkan diri.
Pada saat asisten bidan hendak membuka pintu tiba-tiba saja langkah nya terhenti di saat pintu kamar yang hampir terbuka di dorong dengan kasar oleh seorang pria.“Tiara...!"pekik Kelvin dengan histeris saat saat melihat Tiara terbaring di ranjang dengan tangan dan kakinya terikat.
masih penasaran dengan kelanjutan selanjutnya 👍🤩
soalnya si Kelvin selain dia yg gak bisa menghargai seorang wanita bagaimana pun penampilan nya, ibunya pun adalah orang yg melihat orang hanya dari kasta nya saja 😤