Ada yang bilang anak perempuan itu kesayangan ayahnya
tapi, Anisa bukan putri kandung keluarga ini
Ia anak adopsi yang kebetulan bertemu dengan James Arthur didepan panti asuhannya.
Pertama kali melihat Anisa James langsung membawanya.
Anisa menjadi kesayangan James saja nyawanya hampir dalam bahaya.
Karena Anisa sadar ia kesayangan pria yang dianggapnya ayah sekarang semua bahaya itu ia tantang seperti masalah kecil.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terlambat menemukanmu
Lokasi yang tak jauh dari pedesaan tempat panti asuhan Anisa berada.
"Menurut keterangan orang yang pernah ada di tempat kejadian kecelakaan itu hanya ada satu korban perempuan dan sudah lama sejak sepuluh tahun lalu, bangkai mobilnya masih ada Tuan." Bawahannya yang sudah ada di tempat menyampaikan laporan yang ia dapatkan.
James yang baru saja tiba dini hari ini langsung mendatangi tempatnya. Benar-benar terlambat menyadari kalo ternyata Rosa bukan menikah dengan pria lain melainkan hilang dan kabur dari rumahnya.
"Menurut keterangan yang kami dapatkan dari penjelasan pelayan di kediaman Australis, Nona sudah bukan bagian keluarganya karena ketahuan melakukan hubungan satu malam dengan seorang tunawisma dan memiliki anak dari golongan mereka." Tambahan penjelasan dari bawahannya yang lain yang juga ada di tempat ini.
Semuanya bisa di pahami James tapi, Rosa Alba yang ia kenal bukanlah perempuan yang bisa di sentuh siapapun sampai bisa hamil di luar nikah dengan gelandangan, berarti ia di jebak.
Selama ini James sengaja tak memperdulikannya karena Rosa sendiri yang bilang untuk tidak bertemu lagi kedepannya dan kenapa malah penyelidikan kilat yang ia lakukan bersama bawahannya malah menemukan mobil dan tengkoraknya disini.
"Siapa yang mengurus wilayah ini kenapa hal ini tidak di selesaikan, harusnya di bersihkan apa ini semua?"
Terdiam semua bawahannya dan kini Silva yang hanya berani menjawab.
"Seseorang menjaga tempat ini dan tempat ini sudah di beli sehingga tak ada yang berani melakukan apapun, mereka takut kalo mereka di penjara karena mengusik wilayah orang lain."
James mencabut pintu mobil yang karatan itu dengan tangan yang sudah memakai sarung tangan, semua bawahan yang melihat langsung paham apa mau Tuannya, segera mereka membantu dan menyiapkan kantung mayat yang kebetulan di bawa pihak berwajib yang datang bersama mereka.
Siapa yang berani menghentikan James, jika berani datang langsung dan bertemu di depannya.
Anggap saja James sedang mencari masalah sekarang.
Setelah pemakaman untuk jasad wanita yang di ketahui dari hasil tes otopsi juga hasil pemeriksaan Dokter kenalannya kalo semua tes yang sudah dilakukan untuk mengetahui identitas si kerangka yang kemungkinan besar ini milik Rosa.
Tatapan datar tanpa perasaan diatas nisan yang sudah bertuliskan nama. Dari samping diam-diam Silva memperhatikan Tuan James secara jelas dan bersamaan ekspresi itu muncul.
Silva tidak akan bisa istirahat setelah ini, firasat nya bilang begitu karena Tuannya sedang di puncak emosi.
Setelah membereskan pemakaman yang layak untuk Rosa.
James kembali melakukan perjalanan bisnisnya yang sempat ia kesampingkan dan dalam perjalanan kesana,dengan wajahnya yang sudah tak bisa di tebak, sedih atau marah Silva terus hati-hati dalam menyampaikan laporan pekerjaan.
Sepertinya memang Nona Rosa memiliki tempat di hati Tuannya yang tak bisa di usik siapapun. Silva harus bisa tahan dan mengendalikan dirinya dengan baik untuk sekarang.
****
Kediaman James yang damai dan juga di penuhi tawa anak kecil sekarang membuat terasa seperti hidup bahkan setelah bangun nya nona pagi ini Sol sudah mendengar suara tawa Nona nya.
"Selamat pagi nenek Sol aku membuat gambaran untuk mu, Nena dan Mina bilang Nenek Sol suka kalo di beri hadiah jadi aku membuat gambaran ini sebisaku dan meminta pendapat nenek kalo suka atau kalo jelek..."
Sol diam ia merasa sesedih ini kenapa anak ini selalu terus terang dan mudah bicara apa adanya.
"Ini bagus dan cantik karena pemberian Nona saya akan menyimpannya terimakasih, ini hadiah pertama dari Nona yang baru saya layani."
Senyuman Sol di balas senyuman tulus yang terasa sangat menggemaskan dan lucu.
"Nona sudah sarapan?"
"Sudah, Mina membawakan roti panggang dan susu putih lalu Nena membawa buah dan madu tadi."
Anggukan dan tangan yang terulur mengusap rambut yang menutupi dahi putih Anisa.
"Aku akan keluar Nenek Sol selamat bekerja." Pergi dengan cara yang sopan dan tak menanyakan keberadaan Tuannya, Sol juga menatap Nena dan Mina yang menanyakan lewat tatapan mata yang di balas gelengan kepala keduanya.
Setelah di taman sampai hari mulai panas Nena mengajak Anisa berteduh di bawah pohon.
Tawa riang Anisa membuat hati Canaria juga menghangat, biasanya akan hanya ada keseriusan dan kaku dalam tugas yang ia jalankan dari Tuan James. Sekarang hari berlalu setengah hari saja rasanya cepat sekali.
Pintu gerbang terbuka dan masuknya dua mobil hitam mewah sedan dan menurunkan seorang wanita seumuran Tuan James dan ia masih tampak cantik dan anggun dengan gaun yang terlihat mewah tapi, tidak meriah hanya hiasan renda disana di tambah rambut ikal panjang yang di kepang menyamping di tambah hiasan rambut dari emas.
"Dimana James?"
"Nona Alexa?" Suara dari Canaria membuat Mina dan Anisa menoleh.
"Ada apa Kak?" Tanya Anisa yang merasa kalo suara Canaria terdengar kaget.
"Mina, Nena tolong bawa nona kekamar sekarang."
Mina dan Nena tak membatah dan langsung pergi setelah Canaria memberi perintah pada mereka.
Di ruang tamu Sol yang datang melihat siapa yang datang ternyata Alexa Alba Australis.
"Aku mau bicara dengannya tentang adikku?" Tanpa menyapa Alexa langsung memberikan perintah pada Sol memanggil James.
Sol menunduk. Alexa tahu sikap apa ini.
"Aku tahu kalian membuatku tak bisa menemuinya karena aku adalah kakak dari Rosa, kalian sendiri membatasi ternyata, ketidak sopanan macam apa ini !"
Sol mengangkat wajahnya dan tangan Alexa yang melayang ingin menampar Sol langsung berhenti saat melihat siapa yang menuruni tangga.
"Siapa yang memberikan hak menampar Nenek Sol!" Teriakan Anisa lantang.
Semuanya diam semakin takut dan tak tahu harus bagaimana.
"Nona, lebih baik anda masuk kamar saya tidak apa-apa." Canaria di tatap Sol untuk segera membawanya pergi tapi tangan Anisa terangkat seolah mengisyaratkan untuk tidak mendekat kearahnya.
"Apa ini, cih.." Memperhatikan Canaria dan Sol juga dua pelayan di belakang anak kecil pemberani yang tatapan matanya sangat angkuh juga wajah yang tidak asing baginya.
"Oh kau yaa, anak panti asuhan yang diadopsi oleh James yang katanya kau anak dari adikku Rosa, kalian begitu mirip lihat." Mendekat menarik kasar dagu Anisa sangat kasar, melihat setiap sisi wajah Anisa untuk membuatnya puas tapi tatapan benci anak itu menarik.
"Lepaskan aku!" Mendorong tangan Alexa menjauh.
"Apa ini!"
Terkejut dengan tangannya di tepis, Alexa di lawan seorang anak-anak.
"Kau tidak lebih pantas dari anak haram buangan yang ayahmu sendiri itu seorang gelandangan.. Kau bahkan tak pantas ada disini!"
"Aku tidak punya kepentingan dengan Tante sepertimu yang membahas masalahku." Wajah Anisa sudah jelas terlihat ia mau menangis.
Sol semakin khawatir tapi, ia tak bisa melawan Alexa bahkan Canaria juga sulit mendekat karena Nona memiliki perintah itu.
"Menangis lah anak bodoh yang jelek, bahkan kau hanya pembawa sial makannya ibumu mati karena melahirkan anak kutukan sepertimu dari ayah gelandangan!"
"DIAM KAU!" Teriakan bersamaan tangis yang tidak tertahankan membuat semuanya tak bisa lagi menahan diri.