NovelToon NovelToon
Kaisar Alkemis Abadi.

Kaisar Alkemis Abadi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di kehidupan sebelumnya, Jiang Chen adalah Kaisar Alkemis terhebat di Alam Dewa, mampu menciptakan pil legendaris yang bisa menghidupkan orang mati dan memberikan keabadian. Namun, karena terlalu percaya, ia dikhianati oleh murid kesayangannya sendiri yang bersekongkol dengan istrinya. Mereka meracuninya, merebut "Kuali Primordial Semesta" miliknya—artefak ilahi tertinggi—dan membunuhnya tepat saat ia akan mencapai terobosan ke Alam Penguasa Surgawi.

Namun, Kuali Primordial Semesta yang legendaris itu memiliki kesadarannya sendiri. Alih-alih membiarkan jiwa Jiang Chen lenyap, Kuali itu membawa serpihan jiwanya melintasi ruang dan waktu, bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda bernama sama di dunia fana rendahan, ribuan tahun kemudian.

Ironisnya, tubuh barunya ini adalah "sampah" terkenal di klannya, dengan meridian yang hancur dan bakat kultivasi nol. Kini, dengan ingatan dan pengetahuan seorang Kaisar Alkemis, Jiang Chen memulai perjalanannya kembali ke puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Gelombang Kejut dan Aturan Baru

Hening.

Keheningan yang begitu total menyelimuti alun-alun utama sehingga suara jarum jatuh pun akan terdengar seperti guntur. Angka "9870" bersinar terang di puncak papan peringkat, sebuah monumen yang mengejek semua skor lainnya di bawahnya.

Kemudian, keheningan itu pecah. Bukan oleh satu suara, tetapi oleh ribuan bisikan, gumaman, dan seruan kaget yang melebur menjadi satu gelombang suara yang memekakkan telinga.

"Sembilan ribu... Aku tidak salah lihat, kan?!"

"Tiga inti tingkat lima? Ya Dewa, itu berarti dia membunuh tiga monster puncak tingkat lima!"

"Dan dia menunggangi seekor Griffon Giok-Mata! Dia tidak membunuhnya, dia menjinakkannya!"

"Tunggu sebentar... di mana para peserta dari keluarga Zhang? Zhang Wei? Kenapa nama mereka tidak ada?"

Sebuah kesadaran yang mengerikan mulai menyebar di antara kerumunan. Selusin anggota elit keluarga Zhang memasuki hutan dengan tujuan memburu Jiang Chen. Sekarang, Jiang Chen kembali dengan skor yang mustahil dan seekor tunggangan legendaris, sementara kelompok Zhang Wei lenyap tanpa jejak. Tidak perlu seorang jenius untuk menyimpulkan apa yang telah terjadi.

Di panggung utama, wajah Patriark Zhang berubah dari merah menjadi ungu, lalu menjadi pucat pasi. Ia gemetar tak terkendali, bukan hanya karena marah, tetapi juga karena ketakutan. Ia menatap Jiang Chen, yang berdiri dengan tenang di samping tunggangannya, seolah ia sedang melihat iblis dari neraka.

Hong Mengyao menatap papan peringkat, lalu pada Jiang Chen. Jarak antara skornya dan skor Jiang Chen begitu besar, sebuah jurang yang tak terjembatani. Itu adalah bukti publik yang kejam atas kesalahan penilaiannya. Rasa penyesalan di hatinya begitu kuat hingga hampir membuatnya sesak napas.

Li Yuan, si maniak pedang, mengepalkan tinjunya. Namun, di matanya tidak ada lagi permusuhan, melainkan sebuah percikan api yang baru—bukan api kebencian, tetapi api semangat juang yang membara. Ia telah menemukan sebuah gunung yang harus ia daki. Kekalahan ini tidak menghancurkannya, tetapi memberinya tujuan yang baru.

Di antara kerumunan, beberapa tetua dari kediaman cabang keluarga Jiang yang dulu hadir. Wajah mereka sepucat mayat. Mereka menatap Jiang Chen, lalu pada tumpukan inti monster, dan akhirnya pada Griffon yang agung itu. Penyesalan yang mereka rasakan begitu mendalam hingga membuat perut mereka mulas. Mereka telah menukar seekor naga sejati demi seekor ular kecil.

Di sisi lain, di panggung utama, Penguasa Kota Feng Wuying bangkit dari kursinya. Tidak seperti yang lain, matanya tidak dipenuhi syok, melainkan kekaguman dan ketertarikan yang mendalam. Ia mengabaikan semua orang dan berjalan ke tepi panggung, matanya tertuju pada Jiang Chen.

"Anak muda," katanya, suaranya yang tenang memotong keributan. "Kau telah memberi kami semua kejutan besar hari ini. Bolehkah aku tahu namamu?"

"Jiang Chen," jawab Jiang Chen dengan tenang, memberikan hormat yang sepantasnya kepada penguasa kota.

"Jiang Chen," ulang Feng Wuying, sebuah senyum tipis tersungging di bibirnya. "Nama yang bagus. Dan temanmu ini?" Ia menunjuk ke arah Griffon.

"Dia tidak punya nama. Hanya seorang teman yang kutemui di hutan," jawab Jiang Chen.

"Teman yang sangat mengesankan," kata Feng Wuying. Ia kemudian melambaikan tangannya. "Tahap pertama Turnamen Akbar telah berakhir! Seratus peserta teratas telah ditentukan. Selamat kepada kalian semua yang berhasil!"

Ia berhenti sejenak, matanya menyapu para peserta yang tampak lelah namun bangga.

"Mengingat hasil yang luar biasa dan kejadian tak terduga dalam tahap pertama ini, aku telah memutuskan untuk membuat sedikit perubahan pada aturan tahap kedua," lanjutnya, suaranya kembali menggema.

Semua orang langsung menajamkan telinga. Perubahan aturan di tengah turnamen adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Secara tradisional, tahap kedua adalah serangkaian duel acak," kata Feng Wuying. "Namun, tahun ini, aku ingin memberikan hak istimewa kepada mereka yang telah menunjukkan kekuatan luar biasa."

Matanya tertuju pada tiga nama teratas di papan peringkat: Jiang Chen, Li Yuan, dan Hong Mengyao.

"Tiga peserta dengan skor tertinggi—Jiang Chen, Li Yuan, dan Hong Mengyao—akan langsung lolos ke perempat final. Mereka tidak perlu bertarung di babak penyisihan."

Keputusan ini masuk akal dan disambut dengan anggukan persetujuan dari banyak orang.

"Selanjutnya," lanjut Penguasa Kota, dan di sinilah perubahan besarnya datang. "Juara pertama dari tahap kualifikasi, Jiang Chen, akan diberikan hak istimewa tambahan."

Semua mata kembali tertuju pada Jiang Chen.

"Dia akan diizinkan untuk memilih satu lawan mana pun untuk pertarungan pertamanya di perempat final nanti," umum Feng Wuying. "Lawan yang ia pilih tidak dapat menolak tantangan tersebut."

Seluruh alun-alun meledak dalam keributan.

Ini adalah aturan yang kejam sekaligus menarik! Ini memberi Jiang Chen kekuatan untuk secara pribadi membalas dendam pada siapa pun yang ia inginkan di atas panggung yang sah. Semua orang langsung tahu siapa yang kemungkinan besar akan ia pilih. Tatapan mereka tanpa sadar beralih ke arah Patriark Zhang yang gemetaran.

Jiang Chen sedikit terkejut dengan aturan baru ini, tetapi ia langsung tersenyum. Penguasa Kota ini... sepertinya sengaja memberinya panggung untuk menyelesaikan masalah pribadinya. Ia jelas tidak menyukai keluarga Zhang.

"Terima kasih, Tuan Penguasa Kota," kata Jiang Chen.

"Kau pantas mendapatkannya," jawab Feng Wuying. "Sekarang, para peserta, beristirahatlah. Tahap kedua akan dimulai besok pagi. Jiang Chen, kau bisa membawa temanmu ke kandang binatang buas di Kediaman Penguasa Kota. Ia akan dirawat dengan baik di sana."

Jiang Chen mengangguk. Ia menepuk leher Griffon itu dan membisikkan beberapa patah kata dengan Jiwa Spiritualnya. Griffon itu mengeluarkan pekikan pelan, seolah mengerti, lalu dengan patuh mengikuti penjaga Kediaman Penguasa Kota yang mendekat dengan gugup.

Saat Jiang Chen berbalik, ia melihat ayahnya, Jiang Tianhong, berdiri di tepi kerumunan, matanya berkaca-kaca karena bangga. Jiang Chen tersenyum dan berjalan menghampirinya.

"Ayah."

"Chen'er... kau..." Jiang Tianhong tidak bisa menyelesaikan kalimatnya, terlalu terharu oleh kebanggaan. Ia menepuk pundak putranya dengan keras. "Bagus! Kerja bagus!"

Saat ayah dan anak itu berjalan pulang, dikelilingi oleh tatapan kagum dan takut dari kerumunan, Jiang Chen tahu bahwa ini baru permulaan.

Besok, di atas panggung duel, di hadapan seluruh Kota Awan Bambu, tirai pertunjukan balas dendamnya yang sesungguhnya akan dibuka.

1
ddrhart
mengyao melongo .... pasti nyesel tuh
ddrhart
kenapa ditolong, kalaupun.biar suruh babak belur dulu....
ddrhart
masih baik hati.... tidak dibantai semuanya
ddrhart
kelihatan banget beda kelas..... kota awan bambu ga cukup buat nahan Jiang Chen
ddrhart
zhang wei sok kuat.... tetua sj tumbang.... bodoh banget
ddrhart
kibarkan !!!!!
ddrhart
mantaaafffff..... ayah lebih percaya kepada anaknya, yang akan bangkit menjadi naga sakti
ddrhart
selalu ada wanita yang tidak tulud. tapi hanya menghitung untung rugi dalam hubungan dengan orang lain...
ddrhart
persiapan mengjadapi tikus yang lebih besar dengan membuat sekutu yanv kuat
ddrhart
gilaaaa.... langsung bunuh tanpa rasa takut !!!!
ddrhart
bagaimana menghadapi kemarahan patriark zhang ?
ddrhart
ngapain di tanya-tanya, cewek matre kays gitu ?
Eko
ditunggu update terbaru thor
Eko
hehehehe final melawan perang gila nih
ddrhart
apakah cukup dengan tingkat empat untuk membuat gebrakan di kota awan bambu dan mengembalikan hinaan yg selama ini diterima ?
ddrhart
gebrakan pertama langsung akan mengguncang kota awan bambu
ddrhart
orang-orang yang tidak punya kesetiaan tidak perlu mendapat perhatian
ddrhart
semoga alurnya tetap bagus sampai akhir....., jangan kacau seperti yang lain-lain
Nanik S
Jangan pakai kendor Tor
Nanik S
Maaaantaaap Pooool
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!