Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.
Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan
Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf
Keesokan paginya, sinar matahari perlahan menerobos celah tirai dan menyinari wajah Aluza yang baru saja terbangun. Tapi pada saat aLuza terbangun Aluza merasakan ada tangan seseorang yang melingkar di pinggangnya.
Namun pada saat Aluza membalikkan tubuhnya Aluza hampir saja menjerit tapi ia masih berusaha untuk menahan agar tak menimbulkan suara.“Astaga bagaimana bisa aku tidur dengan Bara!"Bisik Aluza di dalam hatinya.Bahkan tak membutuhkan waktu lama Aluza kembali mengingat kejadian semalam. Bara mendekat kan diri dan ALuza menerima nya lalu terjadilah kisah ini, sebuah kisah yang berakhir mereka sama-sama tak memakai sehelai benangpun di tubuhnya.
Seolah-olah detak jantung Aluza bisa terdengar jelas di dalam kamar yang masih penuh dengan hembusan udara pagi. Aluza diam-diam mencoba untuk sedikit menjauh tanpa mengganggu Bara yang masih terlelap dan memandang sosok pria di sampingnya dengan campuran rasa takut dan perasaan yang sulit dijelaskan.
Aluza berusaha menggeser tangan Bara yang masih melingkar di pinggangnya dengan gerakan yang sangat perlahan tapi untunglah Bara yang terlalu nyenyak tak menyadari jika tangannya tergeser. dan setelah itu Aluza berlari masuk ke dalam kamar mandi lalu menyalakan shower dan ia menangis menyesali apa yang telah terjadi semalam.
Suara pancuran air menyembunyikan tangisan yang pecah dari dalam dada Aluza. Air dingin yang menusuk kulitnya seolah ingin membilas semua rasa sesal dan kebingungan yang menghantui dirinya. "Mengapa aku bisa melakukan hal yang begitu bodoh?" bisiknya di tengah deru air, tangannya menggenggam tembok kamar mandi dengan erat. Ingatan tentang senyum Bara saat berbicara padanya, sentuhan tangan Bara, wajah yang begitu mirip Ivan, perhatian bara yang begitu lembut membuatnya tertegun, hingga tak sengaja Ia tenggelam dalam sentuhan nya.
Bara seketika terbangun ketika ia mendengar samar-samar suara tangisan dan secara refleks ia berdiri dari ranjang. Matanya masih sedikit mengantuk tapi sudah mulai mencari sumber suara yang membuatnya terbangun. Ketika menyadari bahwa Aluza tidak ada di sampingnya dan suara tangisan itu datang dari kamar mandi dengan deru air pancuran sebagai latar, wajahnya langsung menunjukkan ekspresi khawatir.
Ia segera bangkit dan mendekati pintu kamar mandi, tangan hampir saja mengetuk tapi kemudian berhenti. Suara tangisan Aluza yang terdengar samar membuat hatinya terasa sesak ia tahu bahwa apa yang terjadi malam
"Aluzaaa...maaf..itu semua salah ku semalam, maaf aku tak bisa lepas kontrol Aluza..."Bara menyesali perbuatannya sehingga ia meremas kepalanya sendiri.Jujur Aluza adalah wanita pertama yang berhasil mendapatkan ciuman dan berakhir dengan adegan panas di ranjang,Bara tak pernah melakukan hal sekotor ini pada wanita lain.
Tapi entah kenapa semalam Bara sangat terpukau melihat kecantikan Aluza sehingga menimbulkan suatu hasrat di dalam dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Apa Aluza belum masuk juga hari ini.?"Tanya Reza pada Reyhan pegawai nya.
Reyhan menggeleng.“Belum mas, dia belum masuk selama dua hari ini"
Mira datang menghampiri kedua nya, gadis itu dengan santainya menepuk bahu rekan kerja nya Reyhan.“Mungkin saja Aluza gak masuk itu karena kita gak nolongin dia cari tempat tinggal"
Reyhan menghela nafas,sembari mencuci gelas yang kotor.“Yah kemarin kan aku sudah menawarkan dia untuk tinggal di kontrakan ku Mir, cuma dia menolak karena tak enak pada ku saja"
Mira hanya mengangguk,sambil duduk di kursi kecil dekat Reyhan.“Iya sih aku juga waktu itu gak bisa bantu dia. Dan aku juga ngerasa bersalah nih"
“Sudah-sudah ini bukan waktu nya kalian untuk saling menyalahkan diri sendiri,"Ujar Reza pada keduanya. setelah mengatakan itu Reza menyambar jaket nya yang ada di atas kursi.“Saya harus pergi sekarang, nanti kalau Aluza sudah kembali kerja kalian bisa hubungi saya"
“Baik mas Reza"Ucap keduanya serempak.
...----------------...
Setelah di rasa puas telah menangis sepuasnya, Aluza segera bangkit dan mematikan shower yang entah berapa lama mengalir tanpa henti.Dia segera mengambil handuk besar dan membungkus tubuhnya, sambil menepuk-nepuk rambut basahnya perlahan. Wajahnya masih merah karena menangis, namun ekspresinya sudah mulai kembali tenang setelah melepaskan semua emosi yang terkumpul.
Dengan hati-hati, dia membuka pintu kamar mandi dan mengintip keluar. Ruangan kamar yang tadi terdengar suara Bara kini sunyi dan sepi. Ranjang itu terlihat kosong dengan baru yang sudah di ganti dan di pasang dengan rapi.
“Apa dia sudah pergi..?"Pikir Aluza yang perlahan mendekati ranjang. Di atas ranjang itu ada sebuah kertas.
Aluza meraih kertas itu dengan hati-hati, jari-jarinya menyentuh setiap huruf seolah ingin merasakan kesungguhan yang ada di balik tulisan itu. Matanya kembali berkaca-kaca, tapi kali ini air matanya tidak lagi menetes dia hanya menatap kertas sambil menekan bibirnya agar tidak bergetar.
Aluza meraih kertas itu dengan hati-hati, jari-jarinya menyentuh setiap huruf seolah ingin merasakan kesungguhan yang ada di balik tulisan itu. Matanya kembali berkaca-kaca, tapi kali ini air matanya tidak lagi menetes – dia hanya menatap kertas sambil menekan bibirnya agar tidak bergetar..“ Aluza, maaf aku tidak bisa menunggu kamu keluar. Aku tidak ingin membuatmu merasa tertekan dengan keberadaan ku. Aku sungguh menyesali segalanya dan tidak akan pernah memaksamu melakukan apa pun yang tidak kamu sukai seperti semalam,maaf aku tak bisa mengatakan nya langsung pada mu jika aku harus pergi ke Bandara.Jadwal penerbangan ku sangat padat hari ini, di dapur sudah aku siapkan sarapan untuk mu dan juga teh hangat. Dan untuk makan siang dan malam aku akan mengirimkan nya lewat orang suruhan ku"
Aluza juga dapat mencium aroma sesuatu yang mengeluarkan aroma harum yang berasal dari dapur. Roti panggang, telur matang.
Tanpa berpikir panjang, Aluza segera memakai baju nya kembali, Rambutnya masih sedikit basah namun dia tidak punya waktu untuk mengeringkannya. Dia berlari ke dapur dan benar saja, di atas meja ada hidangan sarapan yang masih hangat, ditemani gelas teh hangat dengan daun mint yang dia suka roti bakar dan telur dadar bahkan ada juga sebuah tulisan kecil"Jangan lupa makan ya".
Aluza duduk di kursi, menangkap aroma makanan yang membuat perut nya terasa lapar. Dia melihat ke arah jam di dinding pukul 10.00 pagi. Jika jadwal penerbangan Bara memang padat, mungkin dia sudah berada di jalan menuju bandara atau bahkan masih terbang di udara.
"Kenapa dia tidak bilang padaku sebelumnya bahwa dia harus pergi?" gumamnya pelan sambil menyentuh gelas teh yang masih hangat. Ada rasa kehilangan yang muncul di dalam hatinya.